Muhammad Sabli
Institut Agama Islam Yasni Bungo

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas IV Pada Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam Dengan Menggunakan Model Circuit Learning di Madrasah Ibtidaiyah Nurul Huda Tanah Bekali Ritawati Ritawati; Muhammad Sabli; Ani Pajrini
el-Madib: Jurnal Pendidikan Dasar Islam Vol 1 No 2 (2021): (September)
Publisher : Institut Agama Islam Yasni Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.816 KB)

Abstract

Peneliti sebagai guru mencoba menerapkan model Circuit Learning dan model Kemmis dan Mc Taggart dengan orientasi belajar bagi siswa. Aktivitas siswa mengalami peningkatan menjadi lebih baik seiring dengan efektifitas pembelajaran yang dilakukan. Model pembelajaran yang inovatif seperti Model Circuit Learning dan model Kemmis dan Mc Taggart telah mendukung dan membangkitkan potensi siswa untuk belajar aktif. Siswa dibimbing dalam bentuk individu, agar pembelajaran yang didapat lebih baik. Dari kedua siklus tersebut terlihat bahwa hasil belajar siswa kelas IV Madrasah Ibtidaiyah Nurul Huda Tanah Bekali lebih meningkat jika pembelajaran dilakukan dengan menggunakan Model Circuit Learning dan Model Kemmis dan Mc Taggart. Pada siklus I materi Sumber Daya Alam menggunakan Model Circuit Learning dan model Kemmis dan Mc Taggart nilai rata-rata siswa adalah 71,86%, sedangkan pada siklus II dengan materi Sumber Daya Alam menggunakan Model Pembelajaran Sirkuit dan Kemmis dan Mc Model Taggart siswa kelas IV Madrasah Ibtidaiyah Nurul Huda Tanah Bekali rata-rata nilai siswa mencapai 86,36. Dengan melihat tabel hasil tes pada siklus II, ternyata hasil belajar siswa meningkat dari 71,86 pada siklus I dengan kategori cukup, menjadi 86,36 pada siklus II dengan kategori sangat baik. Hal ini menunjukkan bahwa hasil belajar siswa kelas IV Madrasah Ibtidaiyah Nurul Huda Tanah Bekali pada pembelajaran IPA Materi Sumber Daya Alam dengan Model Pembelajaran Circuit Learning dan model Kemmis dan Mc Taggart dapat meningkatkan hasil belajar siswa.
Dampak Pelaksanaan Supervisi Terhadap Kinerja Guru Sekolah Dasar Negeri Padang Utara Halimah Tusadiyah; Muhammad Sabli
NUR EL-ISLAM : Jurnal Pendidikan dan Sosial Keagamaan Vol 6 No 2 (2019): (Oktober 2019)
Publisher : Institut Agama Islam Yasni Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51311/nuris.v6i2.133

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat apakah pelaksanaan supervise berdampak terhadap kinerja Guru di Sekolah Dasar Negeri Padang Utara.Untuk menjawab masalah penelitian ini, Peneliti menyatakan hipotesis yang telah diuji yakni pelaksanaan supervise berdampak positif terhadap kinerja guru. Teknik penelitian ini adalah stratified random sampling, jumlah sampel 65 guru yang dipilih secara acak dari 201 Guru Sekolah Dasar Negeri Padang Utara. Untuk mengumpulkan data dengan angket model skala likert yang telah diuji validitas dan realibilitasnya. Teknik analisis yakni statistik deskriptif inferensial dengan menggunakan korelasi dan regresi.Hasil analisis data menunjukkan bahwa pelaksanaan supervisi berdampak signifikan terhadap kinerja Guru sebesar 20,6%. Berdasarkan temuan penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan supervise berperan penting dalam meningkatkan kinerja Guru di Sekolah Dasar Negeri Padang Utara selain Faktor – factor lain yang tidak diteliti pada penelitian ini.
Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas IV Pada Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam Dengan Menggunakan Model Circuit Learning di Madrasah Ibtidaiyah Nurul Huda Tanah Bekali Ritawati Ritawati; Muhammad Sabli; Ani Pajrini
el-Madib: Basic Education Journal Vol. 1 No. 2 (2021): (September)
Publisher : Institut Agama Islam Yasni Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peneliti sebagai guru mencoba menerapkan model Circuit Learning dan model Kemmis dan Mc Taggart dengan orientasi belajar bagi siswa. Aktivitas siswa mengalami peningkatan menjadi lebih baik seiring dengan efektifitas pembelajaran yang dilakukan. Model pembelajaran yang inovatif seperti Model Circuit Learning dan model Kemmis dan Mc Taggart telah mendukung dan membangkitkan potensi siswa untuk belajar aktif. Siswa dibimbing dalam bentuk individu, agar pembelajaran yang didapat lebih baik. Dari kedua siklus tersebut terlihat bahwa hasil belajar siswa kelas IV Madrasah Ibtidaiyah Nurul Huda Tanah Bekali lebih meningkat jika pembelajaran dilakukan dengan menggunakan Model Circuit Learning dan Model Kemmis dan Mc Taggart. Pada siklus I materi Sumber Daya Alam menggunakan Model Circuit Learning dan model Kemmis dan Mc Taggart nilai rata-rata siswa adalah 71,86%, sedangkan pada siklus II dengan materi Sumber Daya Alam menggunakan Model Pembelajaran Sirkuit dan Kemmis dan Mc Model Taggart siswa kelas IV Madrasah Ibtidaiyah Nurul Huda Tanah Bekali rata-rata nilai siswa mencapai 86,36. Dengan melihat tabel hasil tes pada siklus II, ternyata hasil belajar siswa meningkat dari 71,86 pada siklus I dengan kategori cukup, menjadi 86,36 pada siklus II dengan kategori sangat baik. Hal ini menunjukkan bahwa hasil belajar siswa kelas IV Madrasah Ibtidaiyah Nurul Huda Tanah Bekali pada pembelajaran IPA Materi Sumber Daya Alam dengan Model Pembelajaran Circuit Learning dan model Kemmis dan Mc Taggart dapat meningkatkan hasil belajar siswa.
Teachers’ Strategies in Utilizing Digital Based Instructional Materials to Enhance Students’ Learning Motivation in Akhlak Courses at an Indonesian Islamic Boarding School Manisha Victoria; Muhammad Sabli; Andryadi Andryadi; Wiwin Narti; Ulfa Adilla
Edcomtech: Jurnal Kajian Teknologi Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang in collaboration with APSTPI and IPTPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um039v6i22021p310

Abstract

This study examines how Akhlak teachers design and enact strategies for using digital instructional materials to raise student learning motivation in a traditional Indonesian pesantren setting. Employing a qualitative case study design at Pondok Pesantren Darul Ulum Rimbo Bujang in Jambi Province, the research drew on participatory observation across twelve weeks of instruction, semi structured interviews with two Akhlak teachers, four eleventh grade students, and one pesantren administrator, and a documentary review of lesson plans and digital teaching artifacts. Data were analyzed through the Miles, Huberman, and Saldaña interactive model, with credibility established through source and method triangulation, prolonged engagement, and member checking. The analysis surfaces three interlocking findings. First, baseline motivation was depressed by a combination of one way lecturing, low perceived relevance, fatigue from a dense pesantren timetable, and constrained digital infrastructure. Second, teachers responded by gradually building Technological Pedagogical Content Knowledge through self directed learning and peer collaboration, then redesigning Akhlak content into short videos, animated narratives of prophetic exemplars, and case based e modules circulated through a controlled channel. Third, a flipped blended arrangement, paired with formative quizzes and reflective journals, produced observable shifts in attendance, classroom participation, and the students’ capacity to connect Islamic ethical concepts to lived dilemmas. The study argues that digital materials become motivationally effective in pesantren only when teacher competence, content design, and institutional adaptation move together
Constructing Students Disciplinary Character through Hidden Curriculum in the Pesantren Tradition: An Educational Technology Perspective Amelia Sapitri; Noviriani Noviriani; Muallimin Muallimin; Nur Hikmah; Hijriah Afika; Muhammad Sabli
Edcomtech: Jurnal Kajian Teknologi Pendidikan Vol. 7 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang in collaboration with APSTPI and IPTPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um039v7i22022p179

Abstract

This study analyses the construction of students disciplinary character through the hidden curriculum mechanism in the Islamic boarding school tradition at Pondok Pesantren Al Fatah, while examining the role of educational technology as a mediating factor in the pesantren moral ecosystem. The research employed a qualitative approach with a single case study design. Informants were selected through purposive sampling, consisting of seven senior students and three teachers. Data were collected through participatory observation, in-depth interviews, and document analysis, then analysed following the interactive model of Miles, Huberman, and Saldana, including data reduction, data display, and conclusion drawing. Data validity was ensured through source triangulation, method triangulation, and member checking. The findings reveal that disciplinary character is constructed through collective prayer habituation, structured rules with social supervision, teacher role modelling, and peer reinforcement culture. Discipline evolves from external compliance toward internalised awareness embedded in students identities. Selective adoption of educational technology reinforces the hidden curriculum through activity monitoring, documentation of moral practices, and enrichment of learning content, although it also introduces risks of distraction from open digital media exposure. The study confirms that the pesantren tradition functions as a moral ecosystem that systematically reproduces values through structured daily practices. The findings imply the need for educational technology integration designs that are sensitive to the pesantren hidden pedagogy, so that digital transformation reinforces rather than replaces existing character formation mechanisms.