Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Pengaruh Athletic Basic Coordination Running Terhadap Kecepatan Atlet Sprinter NPCI Kabupaten Karawang Bagaskara Adam Trengginas; Muhammad Arief Setiawan; Dany Aulia
Jurnal Pendidikan Olah Raga Vol 12, No 1 (2023): Jurnal Pendidikan Olahraga
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpo.v12i1.5880

Abstract

AbstrakPada penelitian ini masih terdapat kekurangan dari segi kecepatan pada atlet sprinter NPCI Kabupaten Karawang, hal ini bisa dilihat dari hasil data pertandingan PEPARDA VI Jawa Barat, atlet sprinter Kabupaten Karawang masih berada pada posisi enam dan berpengaruh pada hasil kecepatan lari 100 meter, riset  ini bertujuan untuk menguji apakah ada pengaruh Athletic Basic Coordination Runnning terhadap kecepatan atlet sprinter NPCI Kabupaten Karawang, penelitian ini dilakukan sebagai pre-eksperimen dengan pendekatan kuantitatif dan diggunakan desain “one group pretest-posttest design”. Subjek dalam penelitian ini adalah atlet sprinter NPCI Kabupaten Karawang berjumlah 15 atlet, dengan memanfaatkan teknik total sampling dari keseluruhan jumlah populasi yang ada, Tes akselerasi 30 meter diggunakan peneliti untuk instrument pengambilan data kecepatan di lapangan. Berdasarkan uji normalitas pretest L.hitung = 0,580 dan L.tabel = 0,220 dengan taraf signifikansi 0,05, sedangkan posttest L.hitung = 0,571 dan L.table = 0,220 dengan taraf signifikansi 0,05 maka dapat disimpulkan data berdistrubusi tidak normal, sehingga menggunakan uji hipotesis non parametric Uji Wilcoxon dan diperoleh nilai W.hitung = 0,00 dan W.tabel = 25 dengan tingkat signifikansi kesalahan 5%. Maka H1 diterima sedangkan H0 ditolak maka ditarik kesimpulan “Ada pengaruh Athletic Basic Coordination Running terhadap kecepatan atlet sprinter NPCI Kabupaten Karawang. AbstractIn this study there is still a shortage of speed in terms of sprinter athletes NPCI Karawang County, this can be seen from the results of the PEPARDA VI match data. The purpose of this study was to test whether there is an effect of Athletic Basic Coordination Runnning on the speed of NPCI sprinter athletes in Karawang Regency, this research is a pre-experimental study with a quantitative approach using the research design "one group pretest-posttest design". The subject population of this study were 15 Karawang Regency NPCI sprinter athletes, using total sampling techniques from the entire existing population, the 30 meter acceleration test was used by researchers for speed data collection instruments in the field. Based on the pretest normality test L.count = 0.580 and L.tabel = 0.220 with a significance level of 0.05, while the posttest L.count = 0.571 and L.table = 0.220 with a significance level of 0.05, it can be concluded that the data is not distributed. It can be concluded that the data is not normally distributed, so it uses a non-parametric hypothesis test Wilcoxon and obtained a value of W.count = 0.00 and W.table = 25 with an error significance level of 5%. Then H1 is accepted H0 is rejected so it can be concluded "There is an effect of Athletic Basic Coordination Running on the speed of NPCI sprinter athletes in Karawang Regency.
EDUKASI VAKSINASI COVID-19 LANSIA BERBASIS HEALTH BELIEF MODEL DI DESA LEMAHMAKMUR, KARAWANG Salman Salman; Muhammad Arief Setiawan; Astri Nurdiana
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023): Volume 4 Nomor 4 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i4.19401

Abstract

Kekhawatiran terhadap keamanan dan keefektifan vaksin, menyatakan ketidakpercayaan terhadap vaksin, dan mempersoalkan kehalalan vaksin merupakan masalah utama rendahnya vaksinasi COVID-19 pada kelompok umur lansia. Tujuan dari program pengabdian ini adalah menumbuhkan rasa kepercayaan dan kesadaran akan pentingnya vaksin COVID-19, menghilangkan mindset bahwa vaksin itu berbahaya, serta menambah wawasan akan hidup sehat dan gizi seimbang. Kegiatan pengabdian ini menggunakan metode pendidikan masyarakat dengan cara penyuluhan khusunya kepad lansia. Tempat kegiatan adalah Desa Lemahmakmur terdapat 6 dusun 15 RT, per RT terdapat 150 jiwa umumnya dan sebanyak 56 lansia hadir pada kegiatan ini. Hasil kegiatan menunjukan bahwa terjadi peningkatan kesiapan dan pengetahuan lansia setelah dilakukan pretest dan post test pada kegiatan penyuluhan. Sedangkan pada hasil Healt Belief Model menunjukan bahwa efikasi diri lansia yang tinggi secara signifikan. Oleh karena itu, kegiatan ini membuktikan bahwa penyuluhan mampu meningkatkan kesiapan, pengetahuan dan efikasi diri pada lansia.
Pengaruh Athletic Basic Coordination Running Terhadap Kecepatan Atlet Sprinter NPCI Kabupaten Karawang Bagaskara Adam Trengginas; Muhammad Arief Setiawan; Dany Aulia
Jurnal Pendidikan Olah Raga Vol. 12 No. 1 (2023): June: Jurnal Pendidikan Olahraga
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpo.v12i1.5880

Abstract

AbstrakPada penelitian ini masih terdapat kekurangan dari segi kecepatan pada atlet sprinter NPCI Kabupaten Karawang, hal ini bisa dilihat dari hasil data pertandingan PEPARDA VI Jawa Barat, atlet sprinter Kabupaten Karawang masih berada pada posisi enam dan berpengaruh pada hasil kecepatan lari 100 meter, riset  ini bertujuan untuk menguji apakah ada pengaruh Athletic Basic Coordination Runnning terhadap kecepatan atlet sprinter NPCI Kabupaten Karawang, penelitian ini dilakukan sebagai pre-eksperimen dengan pendekatan kuantitatif dan diggunakan desain “one group pretest-posttest design”. Subjek dalam penelitian ini adalah atlet sprinter NPCI Kabupaten Karawang berjumlah 15 atlet, dengan memanfaatkan teknik total sampling dari keseluruhan jumlah populasi yang ada, Tes akselerasi 30 meter diggunakan peneliti untuk instrument pengambilan data kecepatan di lapangan. Berdasarkan uji normalitas pretest L.hitung = 0,580 dan L.tabel = 0,220 dengan taraf signifikansi 0,05, sedangkan posttest L.hitung = 0,571 dan L.table = 0,220 dengan taraf signifikansi 0,05 maka dapat disimpulkan data berdistrubusi tidak normal, sehingga menggunakan uji hipotesis non parametric Uji Wilcoxon dan diperoleh nilai W.hitung = 0,00 dan W.tabel = 25 dengan tingkat signifikansi kesalahan 5%. Maka H1 diterima sedangkan H0 ditolak maka ditarik kesimpulan “Ada pengaruh Athletic Basic Coordination Running terhadap kecepatan atlet sprinter NPCI Kabupaten Karawang. AbstractIn this study there is still a shortage of speed in terms of sprinter athletes NPCI Karawang County, this can be seen from the results of the PEPARDA VI match data. The purpose of this study was to test whether there is an effect of Athletic Basic Coordination Runnning on the speed of NPCI sprinter athletes in Karawang Regency, this research is a pre-experimental study with a quantitative approach using the research design "one group pretest-posttest design". The subject population of this study were 15 Karawang Regency NPCI sprinter athletes, using total sampling techniques from the entire existing population, the 30 meter acceleration test was used by researchers for speed data collection instruments in the field. Based on the pretest normality test L.count = 0.580 and L.tabel = 0.220 with a significance level of 0.05, while the posttest L.count = 0.571 and L.table = 0.220 with a significance level of 0.05, it can be concluded that the data is not distributed. It can be concluded that the data is not normally distributed, so it uses a non-parametric hypothesis test Wilcoxon and obtained a value of W.count = 0.00 and W.table = 25 with an error significance level of 5%. Then H1 is accepted H0 is rejected so it can be concluded "There is an effect of Athletic Basic Coordination Running on the speed of NPCI sprinter athletes in Karawang Regency.
The Effect Of Bomo Games Training On The Gross Motor Skills Of Slightly Impaired Children In Stake Special Schools in Karawang District Lisna Wijayanti; Dany Aulia; Habibi Hadi Wijaya; Deden Akbar Izzuddi; Muhammad Arief Setiawan
COMPETITOR: Jurnal Pendidikan Kepelatihan Olahraga Vol 16, No 2 (2024): June
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/cjpko.v16i2.64083

Abstract

The Bomo Games game is inspired by Bocce Ball Games, which aims to train the gross motor skills of mentally retarded children. These children experience obstacles in terms of motor focus due to their intellectual challenges. Even though their fine motor skills are trained every day at school, gross motor exercises are only done once a week. Therefore, they are involved in games such as Bomo Games which combine moves from the game of bocce. This study aims to evaluate the effect of Bomo Games training on improving motor skills in mildly mentally retarded children. The research design used a pre-experimental method (one group pre-test post-test) by providing treatment to all samples selected using purposive sampling. The research population consisted of two groups, namely SLB Negeri 1 West Karawang and SLB Negeri Karawang Regency.
PENGARUH LATIHAN RESISTANCE BAND TERHADAP POWER OTOT LENGAN PADA GERAKAN KIZAMI TSUKI DI CLUB KARATE UNIVERSITAS SINGAPERBANGSA KARAWANG Khrisna Permana; Muhammad Arief Setiawan; Deden Akbar Izzuddin
Jurnal Pedagogik Olahraga Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal Pedagogik Olahraga
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpor.v11i2.71134

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan resistance band terhadap power otot lengan pada gerakan kizami tsuki di Club Karate Universitas Singaperbangsa Karawang. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan desain One-Group Pretest–Posttest, dengan jumlah sampel sebanyak 15 atlet yang mengikuti rangkaian pengukuran awal, program latihan, dan pengukuran akhir. Instrumen yang digunakan adalah medicine ball push test sebagai indikator power otot lengan. Hasil pretest menunjukkan bahwa kemampuan power atlet masih berada pada kategori rendah hingga sedang. Setelah diberikan 16 sesi latihan resistance band, terjadi peningkatan pada seluruh sampel yang ditunjukkan melalui kenaikan jarak lemparan medicine ball secara konsisten. Uji normalitas dan homogenitas menunjukkan bahwa data memenuhi syarat untuk dilakukan uji parametrik. Hasil uji t menunjukkan nilai signifikansi 0,000 < 0,05, yang berarti terdapat pengaruh yang signifikan dari latihan resistance band terhadap peningkatan power otot lengan. Dengan demikian, latihan resistance band terbukti efektif digunakan sebagai metode latihan untuk meningkatkan kemampuan pukulan kizami tsuki pada atlet karate.
Efektivitas Pemanasan dan Pendinginan terhadap Pencegahan Cedera pada Atlet Taekwondo Willdan Demexsi Rahmat; Muhammad Amar; Naswa Affrillia; Muhammad Arief Setiawan
Jurnal Olahraga dan Kesehatan Indonesia (JOKI) Vol 6 No 1 (2025): Jurnal Olahraga dan Kesehatan Indonesia (JOKI)
Publisher : Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/joki.v6i1.4012

Abstract

Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas pemanasan dan pendinginan dalam mencegah risiko terjadinya luka pada atlet Taekwondo di Klub Taekwondo Persada Karawang. Pemanasan dan pendinginan dianggap sebagai bagian penting dalam dunia olahraga terutama Taekwondo; ini berfungsi untuk mempersiapkan tubuh sebelum beraktivitas fisik dan juga membantu dalam pemulihan setelah melakukan latihan rutin. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain analisis deskriptif; melibatkan 30 atlet sebagai populasi serta sampel penelitian yang digunakan. Data dikumpulkan melalui survei yang dibuat menggunakan Google Form yang terdiri dari 25 pertanyaan dengan skala penilaian Likert (1-4). Studi menunjukkan bahwa pemanasan yang dinamis sangat bermanfaat untuk meningkatkan kelenturan otot dan sirkulasi darah serta mempersiapkan secara mental; mayoritas peserta penelitian memberikan penilaian tinggi pada kategori “Sangat Efektif.” Sementara pendinginan juga dianggap penting dalam meredakan detak jantung yang tidak normal dan mengurangi kekakuan otot serta mempercepat pemulihan setelah latihan fisik intensif. Secara umumnya pemanasan dan pendinginan dinyatakan sebagai metode yang efektif dalam mencegah cedera dan mendukung penampilan para atlet Taekwondo dengan 66.7 % peserta menilai sangat efektif dan 26.2 % menilai sebagai efektif. Para pelatih disarankan untuk terus meningkatkan kualitas program pemanasan dan pendinginan, serta memberikan lebih banyak pengetahuan kepada para atlet untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya kedua kegiatan tersebut.
Analisis Kontribusi Teknologi Sepatu terhadap Risiko Cedera pada Atlet Lari Rona Agil Pratama; Dias Patut Pradana; Abdulah Dimastiar; Muhammad Arief Setiawan; Dany Aulia
Jurnal Olahraga dan Kesehatan Indonesia (JOKI) Vol 6 No 1 (2025): Jurnal Olahraga dan Kesehatan Indonesia (JOKI)
Publisher : Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/joki.v6i1.4046

Abstract

Teknologi sepatu lari modern dikembangkan untuk meningkatkan performa atlet dan mengurangi risiko cedera, namun efektivitasnya bervariasi antar individu akibat perbedaan morfologi kaki, teknik berlari, dan adaptasi terhadap struktur sepatu. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh teknologi sepatu berteknologi tinggi terhadap risiko cedera pada atlet lari. Dengan pendekatan kualitatif deskriptif, dilakukan wawancara semi-terstruktur mendalam terhadap 10 atlet lari yang menggunakan sepatu berpelat karbon dan superfoam. Analisis tematik menunjukkan bahwa sepatu teknologi tinggi dapat meningkatkan efisiensi dan performa lari, namun juga berpotensi menimbulkan cedera baru akibat perubahan biomekanika jika tidak disertai adaptasi yang tepat. Selain itu, penyesuaian sepatu secara individual sangat penting untuk meminimalkan risiko cedera. Temuan ini menegaskan perlunya edukasi bagi atlet dan pelatih mengenai pemilihan sepatu berbasis biomekanika serta pentingnya fase adaptasi bertahap. Kolaborasi antara atlet, pelatih, dan analis performa menjadi kunci dalam optimasi penggunaan sepatu. Penelitian lebih lanjut dianjurkan untuk mengeksplorasi efek jangka panjang penggunaan sepatu teknologi tinggi serta integrasi teknologi wearable untuk pemantauan biomekanika secara real-time. Implikasi praktis penelitian ini adalah pentingnya pendekatan personal dalam pemilihan sepatu untuk mencegah cedera dan meningkatkan performa atlet.
Optimalisasi Upaya Pencegahan Cedera pada Atlet Tenis Meja David Ramadan Ananda Putra Yudhistira; Wiyogo Dwi Septiaji; Wisnu Romdhoni Nugraha; Muhammad Arief Setiawan; Dany Aulia
Jurnal Olahraga dan Kesehatan Indonesia (JOKI) Vol 6 No 1 (2025): Jurnal Olahraga dan Kesehatan Indonesia (JOKI)
Publisher : Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/joki.v6i1.4057

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis cedera yang paling dominan serta strategi pencegahan cedera yang diterapkan oleh atlet tenis meja di Klub Putra 99 Karawang. Metode yang digunakan adalah survei deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif melalui kuesioner tertutup, wawancara terstruktur, dan observasi langsung selama latihan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 72% atlet pernah mengalami cedera, dengan cedera otot (48%) dan ligamen (28%) sebagai yang paling dominan. Cedera otot terjadi akibat gerakan berulang dan intensitas latihan yang tinggi, sedangkan cedera ligamen disebabkan oleh gerakan mendadak dan teknik yang kurang tepat. Sebagian besar atlet (80%) telah rutin melakukan pemanasan, namun hanya 60% yang konsisten melakukan pendinginan, dan hanya 44% yang menjalankan latihan penguatan otot dan peregangan. Pemanasan dan pendinginan terbukti membantu mengurangi risiko cedera, namun minimnya latihan penguatan dan peregangan meningkatkan risiko cedera lanjutan. Teknik latihan yang kurang tepat juga turut memperbesar potensi cedera. Oleh karena itu, dibutuhkan pendekatan pencegahan yang lebih komprehensif, termasuk edukasi, pembinaan teknik yang benar, serta penguatan dan peregangan terstruktur agar performa atlet tetap optimal dan risiko cedera dapat diminimalkan secara signifikan.
Tinjauan Pustaka Sistematis: Dampak Active Recovery terhadap Penurunan Denyut Nadi Pasca Aktivitas Olahraga Syahrul Darmawan; Muhammad Irsyad; Syifa Fauzia; Muhammad Arief Setiawan
Jurnal Olahraga dan Kesehatan Indonesia (JOKI) Vol 6 No 1 (2025): Jurnal Olahraga dan Kesehatan Indonesia (JOKI)
Publisher : Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/joki.v6i1.4209

Abstract

Pemulihan pasca-latihan yang optimal sangat penting untuk menjaga performa atletik dan kesehatan jangka panjang, dengan detak jantung sebagai indikator utama respons kardiovaskular. Pemulihan aktif, yang melibatkan aktivitas fisik intensitas rendah, dianggap lebih efektif daripada pemulihan pasif. Studi ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pemulihan aktif dalam menurunkan detak jantung setelah aktivitas fisik intens. Metode tinjauan literatur digunakan, menganalisis sumber primer dari tahun 2015 hingga 2024 yang diakses melalui Google Scholar. Empat studi kunci dianalisis secara tematis. Hasil menunjukkan bahwa metode pemulihan aktif seperti joging ringan, berenang perlahan, dan pijat olahraga secara konsisten lebih efektif daripada pemulihan pasif dalam mempercepat penurunan detak jantung. Efektivitas ini dikaitkan dengan peningkatan sirkulasi darah, pembersihan laktat yang lebih cepat, peningkatan aktivitas parasimpatis, dan penurunan ketegangan otot. Temuan ini mendukung integrasi strategi pemulihan aktif yang terstruktur ke dalam program latihan atletik untuk mengoptimalkan pemulihan dan mempertahankan performa puncak.
Efektivitas Metode RICE dalam Penanganan Cedera Akut pada Atlet Bola Voli Sigit Nugroho; Wisnu Hadi; Muhammad Adrian Maulana; Muhammad Arief Setiawan; Miftahudin Sigit
Jurnal Olahraga dan Kesehatan Indonesia (JOKI) Vol 6 No 3 (2026): Jurnal Olahraga dan Kesehatan Indonesia (JOKI)
Publisher : Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/joki.v6i3.5106

Abstract

Penelitian ini menganalisis efektivitas metode RICE (Rest, Ice, Compression, Elevation) dalam menangani cedera akut seperti ankle sprain dan trauma lutut pada atlet bola voli melalui kajian literatur sistematis terhadap artikel terindeks Google Scholar dan SINTA. Hasil analisis kritis terhadap enam artikel relevan menunjukkan bahwa metode RICE terbukti efektif dalam mengurangi edema, mempercepat penurunan nyeri, serta memperbaiki fungsi awal jaringan lunak pasca-cedera. Meskipun tingkat pemahaman atlet terhadap komponen Ice dan Compression tergolong baik, aspek Elevation sering kali masih menjadi kelemahan dalam praktik di lapangan. Penelitian ini juga menyoroti bahwa pelatihan berbasis simulasi mampu meningkatkan keterampilan penerapan metode ini secara signifikan. Secara keseluruhan, RICE merupakan intervensi awal yang krusial bagi atlet, namun keberhasilannya sangat bergantung pada ketepatan pengetahuan dan teknik implementasi. Oleh karena itu, edukasi serta pelatihan terstruktur bagi atlet dan pelatih sangat diperlukan guna memastikan penanganan cedera berjalan optimal dan meminimalkan risiko komplikasi lanjutan.