Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Pengaruh Konseling Individual Dengan Teknik Kontrak Perilaku Terhadap Off Task Behavior Remaja Di Kampuang Bulaan Gadang, Kecamatan Banuhampu Kabupaten Agam Fitri Aulia Ningsih; Budi Santosa; Afrinaldi Afrinaldi; Hidayani Syam
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v5i2.14149

Abstract

Konseling individual bertujuan membantu klien dalam memecahkan permasalahan dan merubah perilaku klien agar lebih baik, untuk merubah perilaku tersebut di adakan kontrak perilaku, yaitu kesepakatan tertulis antara konselor dan konseli dimana kedua orang sepakat untuk terlibat dalam sebuah perilaku target. Sedangkan perilaku yang akan di ubah yaitu perilaku off task behavior yang menganggu proses belajar dan tujuan pembelajaran tidak bisa dicapai dengan optimal. Penelitian ini dilaksanakan berdasarkan fenomena yang ada di kampuang Bulaan Gadang Kecamatan Banuhampu Kabupaten Agam yang menunjukkan bahwasanya remaja mengalami perilaku off task behavior. Untuk mengurangi off task behavior dilaksanakan suatu layanan yang ada dalam bimbingan dan konseling yaitu konseling individual dengan teknik kontrak perilaku. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif pre-eksperimen dengan desain penelitian one group pretest dan posttest. Sampel penelitian sebanyak 5 remaja, dengan teknik purposive sampling pengambilan sampel berdasarkan pertimbangan dari tingkat off task behavior yang tinggi. Teknik dalam pengumpulan data pada penelitian ini yaitu kusioner/angket dengan skala pengukuran skala likert. Hasil penelitian yang telah dilakukan terdapat perbedaan antara nilai pretest dengan nilai postest. Dari hasil test statistic diketahui bahwa hasil nilai zhitung sebesar -2.032 sementara ztabel sebesar 1,645 yang berarti lebih kecil dari zhitung pada taraf signifikan 0,05. Maka dapat diketahui zhitung> ztabel yaitu -2.032> 1,645 sehingga ada perbedaan rata-rata nilai tes antara sebelum diberikan perlakuan kepada remaja yang mengalami off task behavior. Hal ini berarti Hi diterima menyatakan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan konseling individual dengan teknik kontrak perilaku terhadap off task behavior remaja. Berdasarkan Penelitian yang telah dilakukan, diketahui bahwa remaja yang mengalami 0ff task behavior mengalami penurunan secara normal dari yang tinggi menjadi sedang atau rendah. Dengan adanya penelitian ini bisa dijadikan sebagai bahan untuk pertimbangan nantinya dikampuang Bulaan Gadang untuk mengurangi off task behavior remaja dan memberikan layanan konseling individual dengan teknik kontrak perilaku agar remaja dapat memecahkan permasalahan yang berhubungan dengan off task behavior di kampuang Bulaan Gadang.
Pemahaman Karir Siswa Kelas XII IPA 1 SMA Negeri I Candung Kabupaten Agam Putri Kurnia Ramadan; Budi Santosa
Education & Learning Vol. 1 No. 2 (2021)
Publisher : Medan Resource Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (661.446 KB) | DOI: 10.57251/el.v1i2.157

Abstract

This career understanding actually aims to provide direction to students to live the next life. Here students still do not have the readiness to enter the world of work because of the limited knowledge and knowledge they have so far. However, students will attend lectures first to practice their abilities so that later they can carry out a job that has been chosen properly. This study aims to describe the career understanding of students of class XII IPA 1 SMA Negeri 1 Canduang.This study used a descriptive qualitative approach with 3 students as key informants and 1 BK teacher as supporting informants. In collecting data, researchers used the interview method. The data analysis technique used is data reduction, data display and data verification.Based on the results of the study, it can be concluded that this career understanding has been carried out well even though students still do not have the readiness to enter a world of work. In addition to understanding this career, students must also be able to understand: (1) Understanding themselves/self-understanding (2) understanding work (3) and also planning for the future. In understanding these 3 things students are able to understand themselves, for future planning students are able to plan future plans that will be lived later
Efektivitas Bimbingan dan Konseling Islam untuk Meningkatkan Self Control Korban Penyalahgunaan Narkotika di Lembaga Permasyarakatan Kelas II A Rantauprapat Nuraini Putri Rahayu; Budi Santosa; Muhiddinur Kamal; Alfi Rahmi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2022): April 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.107 KB)

Abstract

Latar belakang masalah dalam penelitian ini adalah masih adanya narapidana yang belum mampu dalam mengontrol diri dari segala hal, gejala yang menunjukan masih perlunya bimbingan dan konseling Islam untuk meningkatkan self control korban penyalahgunaan narkotika di lembaga permasyarakatan kelas II A Rantauprapat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konseling islam efektif dalam meningkatkan self control korban penyalahgunaan narkotika di Lembaga Pemasyarakatan kelas II A Rantauprapat. Populasi dalam penelitian ini adalah narapidana kelas II A Rantauprapat yang berjumlah 10 orang. Sedangkan untuk pengambilan sampel penulis mengambil keseluruhan populasi yaitu 10 orang. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik angket. Setelah data terkumpul lalu dianalisa dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik korelasi. Untuk menganalisanya penulis menggunakan teknik product moment dan SPSS 20. Dari hasil perhitungan uji wilcoxon diperoleh nilai significancep-value 0,004 berdasrkan ketentuan yang berlaku diketahui hasil uji Wilcoxon sig p-value 0,089>? (0,05) yang artinya Ha ditolak. Berdasarkan hasi uji Wilcoxon di atas maka disimpulkan bahwa Ha diterima Ho ditolak sehingga Layanan Bimbingan dan Konseling Islam Untuk Meningkatkan self control Korban Penyalahgunaan Narkotika mencapai perubahan setelah diberikan perlakuan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Rantauprapat.
Pengaruh Bimbingan Kelompok terhadap Perilaku Konsumtif Siswa di Pondok Pesantren Tarbiyah Pasia Kabupaten Agam Dina Aulia Lubis; Budi Santosa
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.687 KB) | DOI: 10.31004/jptam.v6i2.4041

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan berdasarkan fenomena yang ada di Pondok Pesantren Tarbiyah Pasia yang menunjukkan bahwasanya siswa mempunyai perilaku konsumtif yaitu, siswa memakai aksesoris yang berlebihan dan berganti-ganti setiap kali datang ke sekolah, siswa berganti-ganti perlengkapan sekolah seperti tas, sepatu, jam, dan siswa berpenampilan sesuai dengan apa yang sedang trend saat ini. Untuk meminimalkan perubahan terhadap perilaku konsumtif siswa dilaksanakan suatu layanan yang ada dalam bimbingan dan konseling yaitu bimbingan kelompok. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Bimbingan Kelompok terhadap Perilaku Konsumtif Siswa. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif pre-eksperimen dengan desain penelitian one group pretest dan posttest. Populasi populasi pada penelitian ini yaitu 55 siswa dan sampel penelitian sebanyak 13 orang, dengan teknik purposisive sampling, pengambilan sampel berdasarkan pertimbangan dari tingkatan perilaku konsumtif siswa. Teknik dalam pengumpulan data pada penelitian ini yaitu kuisioner dengan skala pengukuran skala likert. Sedangkan teknik analisis data dalam penelitian ini yaitu menggunakan uji normalitas dan uji hipotesis menggunakan uji wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase tertinggi yang diperoleh setelah pemberian pendekatan bimbingan kelompok sebesar 93 % yang berada pada kategori sedang yaitu interval 99-154. Hasil uji hipotesis nilai uji Wilcoxon diketahui signifikansi 0,001 ? 0,05. Hal ini berarti Ha diterima menyatakan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan bimbingan kelompok terhadap perilaku konsumtif siswa di Pondok Pesantren Tarbiyah Pasia.
Hubungan Prokrastinasi dengan Academic Dishonesty pada Remaja Madya di Nagari Lubuk Layang Kecamatan Rao Selatan Kabupaten Pasaman Etsil Uswati; Budi Santosa
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v6i2.4081

Abstract

Penelitian ini di latar belakangi oleh banyaknya remaja madya yang mengalami masalah dalam kebiasaan belajarnya. Remaja madya memiliki kecenderungan menunda-nunda waktu dalam belajar yang merupakan salah satu indikasi dari prokrastinasi. Prokrastinasi dalam belajar ini disebut dengan prokrastinasi akademik. Prokrastinasi akademik dapat menimbulkan dampak negatif, salah satunya adalah academic dishonesty. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, peneliti tertarik untuk mengungkapkan hubungan prokrastinasi dengan academic dishonesy. Tujuan yang ingin dicapai yaitu untuk mengetahui seberapa besar hubungan antara prokrastinasi dengan academic dishonesy pada remaja madya di nagari Lubuk Layang kecamatan Rao Selatan kabupaten Pasaman. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif korelasional yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara satu variabel dengan variabel lainnya. Teknik sampling yang digunakan adalah metode purpose sampling dengan jumlah sampel sebanyak 32 orang. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan kuesioner. Metode analisis data yang digunakan adalah Korelasi Product Moment yang mensyaratkan hipotesis diterima apabila r hitung lebih besar dari r tabel. Berdasarkan hasil analisis korelasi diketahui nilai r hitung sebesar 0,885. Besar variabel prokrastinasi berhubungan dengan variabel Academic Dishonesty dihitung dengan D= r2 × 100%= (0,885)2 × 100%, maka diperoleh D sebesar 78,3225%. Jadi dapat disimpulkan bahwa besar hubungan prokrastinasi dengan academic dishonesy pada remaja madya di nagari Lubuk Layang kecamatan Rao Selatan kabupaten Pasaman yaitu sebesar 78,3225%.
Keterampilan Belajar Mahasiswa Yang Telah Menikah Pada Prodi Bimbingan Dan Konseling Di Iain Bukittinggi Novita Silvianti; Budi Santosa
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 3 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i3.2166

Abstract

Beberapa mahasiswa telah melakukan pernikahan pada saat masih menjalani perkuliahan. Pernikahan pada masa studi ialah pernikahan yang dilakukan dalam keadaan masih menempuh perkuliahan di perguruan tinggi. Tentunya seseorang yang telah memilih menikah dalam masa studi sudah memiliki banyak pertimbangan yang akan dilalui nantinya pada saat berumah tangga. Dalam hal ini tentunya mereka harus siap dalam mengemban tugas dan tanggung jawabnya sekaligus, yakni tugas dan tanggung jawab sebagai mahasiswa dan sebagai suami/istri. Adapun yang menjadi latar belakang dalam penelitian ini adalah adanya beberapa mahasiswi Bimbingan dan Konseling yang telah menikah pada saat menjalani masa studi, sehingga menyebabkan keterampilan belajar mahasiswi tidak berjalan secara optimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana keterampilan belajar mahasiswa yang telah menikah pada Prodi Bimbingan dan Konseling di IAIN Bukittinggi.Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif karena fokus penelitian ini berkaitan dengan gejala-gejala sosial untuk mencari, mengetahui, memahami gejala-gejala sosial yang diteliti. Informan dalam penelitian ini berjumlah enam orang mahasiswi Prodi Bimbingan dan Konseling yang telah menikah dan enam orang informan pendukung.Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan melalui wawancara, maka diperoleh gambaran bahwa keterampilan belajar mahasiswi Prodi Bimbingan dan Konseling yang telah menikah tidak berjalan secara optimal. Terbukti dengan keaktifan mahasiswi yang berkurang. Dalam mengikuti proses pembelajaran konsentrasi mahasiswi yang telah menikah juga terganggu. Kemudian mahasiswi yang telah menikah mengalami kesulitan dalam membagi waktu antara mengerjakan tugas perkuliahan dengan tugas rumah tangga.