Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Effect of Personal Branding on Perceived Employability: The Mediating Role of Self-Efficacy and the Moderating Role of Career Adaptability among Final-Year Students Aura Ashelia; Syahrizal
Jurnal Informatika Ekonomi Bisnis Vol. 8, No. 2 (June 2026)
Publisher : SAFE-Network

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37034/infeb.v8i2.1401

Abstract

In an era of intensifying labor market competition and widespread degree inflation, understanding the psychological and strategic factors that shape graduates' perceived employability has become a critical scholarly concern. This study investigates the role of personal branding in predicting perceived employability among final-year undergraduate students, with self-efficacy as a mediating mechanism and career adaptability as a moderating boundary condition. A quantitative, cross-sectional design was employed, with data collected from 400 final-year students at a Universitas Negeri Padang in West Sumatra, Indonesia, using a structured Likert-scale questionnaire. Hypotheses were tested using Structural Equation Modeling–Partial Least Squares. The results demonstrate that personal branding exerts a significant positive influence on both perceived employability and self-efficacy. Self-efficacy, in turn, significantly predicts perceived employability and fully mediates the personal branding–employability relationship. Furthermore, career adaptability positively moderates this pathway, amplifying the effect of personal branding on perceived employability among students with higher adaptive capacity. These findings extend Social Cognitive Career Theory by elucidating the sequential and conditional mechanisms linking self-presentation strategies to employability perceptions. Practically, the results highlight the importance of integrating personal branding development and self-efficacy enhancement into university career preparation programs.
Pengaruh Kompetensi terhadap Kualitas Kerja dengan Person–Job Fit sebagai Variabel Moderasi : Studi Empiris pada Pegawai Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota Mira Agusrini; Syahrizal
Paradoks : Jurnal Ilmu Ekonomi Vol. 9 No. 1 (2026): November - Januari
Publisher : Fakultas Ekonomi, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57178/paradoks.v9i1.2170

Abstract

Fokus dari penelitian ini yaitu menguji bagaimana kompetensi memberikan pengaruhnya pada kualitas kerja pegawai dengan melibatkan person–job fit sebagai variabel moderasi pada pegawai Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota. Penelitian ini dilaksanakan pada lingkungan Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota sebagai setting organisasi sektor publik tingkat daerah. Metode yang dipergunakan berupa pendekatan kuantitatif dengan pola hubungan sebab–akibat. Seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan jumlahnya 117 orang dijadikan populasi sekaligus sampel melalui penerapan teknik sampling jenuh. Analisis data dilakukan menggunakan metode Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) yang diolah melalui aplikasi SmartPLS 4. Pengumpulan informasi dilaksanakan dengan mengadopsi instrumen kuesioner berskala Likert, selanjutnya data diolah dengan teknik Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) melalui aplikasi SmartPLS 4. Hasil analisa membuktikan jika kompetensi memberikan dampaknya yang positif maupun signifikan pada kualitas kerja pegawai. Sebaliknya, person–job fit tidak memperlihatkan pengaruhnya yang bermakna pada kualitas kerja maupun tidak mempunyai fungsinya sebagai variabel yang memoderasi hubungan antara kompetensi maupun kualitas kerja. Temuan ini memberikan indikasi bahwasanya peningkatan kualitas kerja pegawai lebih ditentukan oleh kompetensi yang dimiliki jika dibandingkannya dengan kesesuaian penempatan kerja. Penelitian ini berkontribusi secara teoretis dalam penguatan kajian manajemen sumber daya manusia sektor publik serta implikasi praktis bagi pemerintah daerah dalam memberikan rumusan kebijakan pengelolaan SDM yang berfokus pada pengembangan kompetensi pegawai melalui pendidikan dan pelatihan berkelanjutan.
Pengaruh Usia, Pendidikan, dan Masa Kerja Terhadap Job Lock dengan Dukungan Perceived Organizational Support Sebagai Variabel Moderasi Pada Karyawan UMKM Kota Pariaman Della Putri Sari; Syahrizal
Paradoks : Jurnal Ilmu Ekonomi Vol. 9 No. 3 (2026): Mei - Juli
Publisher : Fakultas Ekonomi, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57178/paradoks.v9i3.2527

Abstract

Job lock merupakan kondisi psikologis ketika karyawan merasa terjebak dalam pekerjaan yang dijalaninya dan sulit untuk keluar, bukan karena kepuasan kerja yang tinggi, melainkan karena keterbatasan pilihan pekerjaan, faktor usia, tanggungan keluarga, serta pertimbangan keamanan ekonomi. Kondisi ini tidak selalu mencerminkan komitmen organisasi yang tinggi, tetapi lebih menunjukkan keterbatasan mobilitas kerja yang dialami karyawan. Fenomena tersebut menjadi semakin relevan pada sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang umumnya memiliki keterbatasan jenjang karier dan peluang kerja alternatif. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh usia, pendidikan, dan masa kerja terhadap job lock serta menguji peran Perceived Organizational Support (POS) sebagai variabel moderasi pada karyawan UMKM di Kota Pariaman. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data primer yang diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada 334 karyawan UMKM yang telah bekerja minimal satu tahun. Data dianalisis menggunakan analisis regresi linier berganda dan Moderated Regression Analysis (MRA) dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usia dan masa kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap job lock, sedangkan pendidikan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap job lock. Hasil analisis moderasi menunjukkan bahwa Perceived Organizational Support memperlemah pengaruh positif usia dan masa kerja terhadap job lock, serta memperkuat pengaruh negatif pendidikan terhadap job lock. Temuan ini menunjukkan bahwa dukungan organisasi berperan penting dalam mengurangi kecenderungan job lock melalui penguatan kesesuaian antara karakteristik individu dan lingkungan kerja. Penelitian ini memberikan kontribusi empiris terhadap pengembangan kajian job lock pada sektor UMKM serta menjadi masukan bagi pelaku UMKM di Kota Pariaman untuk meningkatkan dukungan organisasi melalui penghargaan, komunikasi yang efektif, perhatian terhadap kesejahteraan, dan penyediaan kesempatan pengembangan kompetensi guna meminimalkan risiko job lock.
PENGARUH BRAND LOYALTY, CHANNEL PRICE ADVANTAGE, SATISFACTION DAN PERCEIVED RISK TERHADAP CHANNEL SELECTION INTENTION MAKE OVER PADA SHOPEE Endjelita Farenza; Syahrizal Syahrizal
Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING) Vol. 9 No. 1 (2026): COSTING : Journal of Economic, Bussines and Accounting
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/v5ecvc40

Abstract

Penelitian ini menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi niat pemilihan saluran (channel selection intention) pada pembelian produk Make Over di Shopee dalam konteks persaingan e-commerce. Empat variabel diuji, yaitu loyalitas merek, keunggulan harga saluran, kepuasan, dan persepsi risiko. Metode kuantitatif digunakan melalui survei online terhadap 250 responden yang pernah membeli produk Make Over, dan data dianalisis menggunakan PLS-SEM. Validitas dan reliabilitas instrumen telah memenuhi kriteria standar (loading factor >0,70; AVE >0,50; composite reliability >0,80). Hasil penelitian menunjukkan bahwa loyalitas merek menjadi faktor paling kuat yang memengaruhi niat pemilihan saluran (β = 0,441, p < 0,001), diikuti oleh kepuasan (β = 0,217, p = 0,034) dan keunggulan harga saluran (β = 0,115, p = 0,048). Persepsi risiko justru memberikan pengaruh positif signifikan (β = 0,166, p = 0,011), mengindikasikan adanya heuristic terhadap autentisitas produk kosmetik dalam pembelian online. Studi ini berkontribusi pada pengembangan model prediktif perilaku konsumen di e-commerce serta menyoroti paradoks risiko dalam pembelian kosmetik daring, dengan implikasi strategis bagi produsen dan pelaku e-commerce.