Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Identifikasi Miskonsep yang Dialami Siswa pada Materi Sistem Reproduksi dengan Menggunakan CRI (Certainty of Response Index) Sri Mulyaningsih; Merti Malihah Tisna Putri; Indra Dodo Saputra; Lida Amalia
Jurnal Life Science : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol. 6 No. 2 (2024)
Publisher : IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/lsciences.v6i2.1606

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil identifikasi miskonsepsi yang terjadi pada siswa dengan menggunakan teknik CRI (Certainty of Response Index), persentase siswa yang mengalami miskonsepsi, submateri yang paling banyak mengalami miskonsepsi serta penyebab siswa mengalami miskonsepsi. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran sangat penting dalam keberlangsungan pembelajaran terutama materi biologi yang dianggap sebagai pembelajaran yang sulit untuk dipahami karena banyak mengandung konsep dan kata-kata ilmiah yang sulit dipahami. Ketidakpahaman peserta didik mengenai suatu materi dapat menyulitkan peserta didik dalam mengaitkan suatu konsep yang saling berhubungan hal ini yang dapat menyebabkan miskonsepsi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Dalam penelitian ini yang menjadi sampel yaitu kelas XI IPA 1 yang berjumlah 31 siswa. Instrumen yang digunakan berupa tes pilihan ganda yang disertai dengan CRI (Certainty of Response Index) berjumlah 25 butir soal dan angket. Data yang didapat menunjukkan siswa mengalami miskonsepsi sebesar 27% dengan kategori rendah atau hanya sebagian siswa. Miskonsepsi tertinggi ada pada subkonsep fertilisasi, yaitu sebesar 35,48% sedangkan miskonsepsi terendah ada pada subkonsep kehamilan, yaitu sebesar 19,35%. Hal tersebut jika dilihat dari hasil angket dikarenakan kurangnya minat belajar siswa dan siswa menginterpretasikan sebuah materi sesuai pemahamannya sendiri.
Pengaruh Media Pembelajaran Flashcard terhadap Hasil Belajar Siswa pada Materi Bioteknologi di Kelas X SMAN 16 Garut Indra Dodo Saputra; Siti Nurul Khodijah; Asep Rohayat; Sri Mulyaningsih; Lida Amalia
Jurnal Life Science : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol. 6 No. 2 (2024)
Publisher : IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/lsciences.v6i2.1613

Abstract

Permasalahan utama dalam penelitian ini adalah kepasifan siswa selama proses pembelajaran jugadisebabkan oleh pemilihan media pembelajaran yang tidak tepat sehingga menyebabkan rendahnya hasilbelajar siswa. Berdasarkan permasalahan tersebut, tujuan penelitian dirumuskan untuk mengetahuibagaimana pengaruh media pembelajaran flashcard terhadap hasil belajar siswa terhadap materibioteknologi di kelas X SMAN 16 GARUT. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah QuasiExperiment dengan desain eksperimen yang digunakan yaitu non-equivalent pretest-posttest controlgroup design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMAN 16 GARUT, sedangkansampel adalah kelas X J kelas aplikasi media flashcard pada materi bioteknologi dan kelas X L yangmenerapkan media gambar hitam putih pada materi bioteknologi sebagai media pembanding. Instrumen yangdiuji adalah tes objektif (pilihan ganda) dengan total 30 pertanyaan. Berdasarkan tes akhir (posttest)menggunakan tes t ( (Tes Sampel Mandiri) hasil belajar siswa diketahui Sig.(2-tailed) adalah 0,002 < 0,05, makaHa diterima dan Ho ditolak. Sehingga terdapat pengaruh yang signifikan terhadap penggunaan mediaflashcard terhadap hasil belajar materi bioteknologi di kelas X SMAN 16 Garut. Penggunaan flashcard nmediadapat lebih meningkatkan hasil belajar siswa dilihat dari rata-rata skor posttest pada kelas eksperimenmenggunakan media Flashcard yaitu 77,72 dibandingkan rata-rata skor posttest pada kelas kontrolmenggunakan media gambar hitam putih yaitu 55,94.
Analisis Hasil Uji Organoleptik dan Rendamen Selulosa Nata de Leri dari Leri Putih dengan Leri Merah Wilda Lidiani; Lida Amalia; Chevi Ardiana Rusmawan
Jurnal Life Science : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/b41z3p08

Abstract

Limbah cair rumah tangga, khususnya air cucian beras (leri), masih sering dianggap tidak berguna dan langsung dibuang, padahal mengandung karbohidrat, vitamin B kompleks, serta mineral seperti fosfor, mangan, dan zat besi yang berpotensi dimanfaatkan sebagai media fermentasi untuk menghasilkan nata yang bernilai gizi dan ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan hasil uji organoleptik dan rendemen selulosa Nata de Leri yang berasal dari air cucian beras putih dan beras merah. Penelitian dilaksanakan pada bulan April hingga Mei 2025. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL), menggunakan dua jenis leri yang berbeda (leri putih dan merah) masing-masing dengan 16 ulangan. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon dan uji t (Independent Samples Test) untuk menguji perbedaan berdasarkan jenis leri. Uji organoleptik dilakukan pada 35 panelis menggunakan skala hedonik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nata dari leri merah lebih disukai dalam aspek warna karena kandungan antosianinnya, sedangkan nata dari leri putih lebih unggul dalam aspek rasa, tekstur, dan aroma karena kandungan karbohidrat yang lebih tinggi dan proses fermentasi yang lebih optimal. Nata dari leri putih juga menghasilkan rendemen selulosa sebesar 22,61%, lebih tinggi dibandingkan nata dari leri merah. Dapat disimpulkan bahwa jenis leri sebagai substrat fermentasi berpengaruh terhadap hasil uji organoleptik dan rendemen selulosa nata yang dihasilkan. Temuan ini menunjukkan potensi pemanfaatan air cucian beras sebagai media fermentasi yang bernilai gizi dan ekonomi.