Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Motion Graphic “Mutualism” Sebagai Media Publikasi Ekosistem Hardcore Punk Di Purwokerto Kalacakra, Galang; Linda, Gusnita; Tama Isdiarto, Aditya
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 3 (2025): Juni 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan musik hardcore punk di Purwokerto merupakan bagian darisubkultur yang menekankan kebersamaan, perjuangan, dan semangat an}-kemapanan.Meskipun komunitasnya besar dan ak}f, ekosistem ini masih kurang dikenal olehmasyarakat luas. Oleh karena itu, peneli}an ini merancang mo琀椀on graphic "Mutualism"sebagai media publikasi untuk memperkenalkan ekosistem hardcore punk. Mo琀椀on graphicini menggambarkan hubungan }mbal balik antar elemen dalam komunitas serta nilai-nilaiyang mendasarinya melalui elemen visual yang dinamis dan simbolis. Peneli}an inimenggunakan metode desain komunikasi visual yang mencakup analisis, perancangan,produksi, dan evaluasi. Desain mo琀椀on graphic melibatkan penggunaan warna, }pogra昀椀,dan animasi yang sesuai dengan karakter hardcore punk agar pesannya dapat diterimasecara luas, terutama oleh kalangan muda. Hasil peneli}an menunjukkan bahwa mo琀椀ongraphic "Mutualism" dapat menyampaikan informasi dengan menarik dan mudahdipahami. Media ini diharapkan menjadi jembatan komunikasi yang efek}f antarakomunitas hardcore punk dan masyarakat umum serta meningkatkan apresiasi terhadapsubkultur ini di Purwokerto.Kata Kunci: Mo琀椀on graphic, desain komunikasi visual, hardcore punk, publikasi,ekosistem, subkultur, Purwokerto.
Perancangan Buku Ilustrasi Digital Pangan Lokal Bergizi Sebagai Upaya Pencegahan Stunting Di Banyumas Aditya Basuki, Rio; Linda, Gusnita; Tita Negoro, Ajeng
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 3 (2025): Juni 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting masih menjadi permasalahan kesehatan serius di Indonesia, dengan prevalensi mencapai 21,6% pada tahun 2023. WHO menetapkan bahwa angka stunting di atas 20% masih tergolong tinggi dan memerlukan penanganan lebih lanjut. Faktor utama penyebab stunting meliputi kurangnya asupan gizi. Untuk menekan angka stunting, pemerintah menargetkan penurunan hingga 14% melalui berbagai upaya, termasuk edukasi kepada masyarakat. Salah satu program yang berperan dalam pencegahan stunting adalah Generasi Berencana (GENRE), yang mengedukasi remaja mengenai pentingnya pola hidup sehat dan gizi seimbang. Pemanfaatan pangan lokal sebagai sumber gizi yang kaya nutrisi juga menjadi solusi potensial dalam mengatasi stunting. Kabupaten Banyumas memiliki sumber pangan lokal seperti ikan tawar yang tinggi protein hewani serta mudah dijangkau. Namun, kesadaran masyarakat, terutama remaja, terhadap pentingnya gizi seimbang masih rendah. Oleh karena itu, diperlukan media edukasi yang efektif, salah satunya buku ilustrasi digital. Buku ini dirancang untuk memberikan pemahaman kemudahan akses untuk remaja. Dengan pendekatan visual dan digitalisasi, diharapkan buku ini dapatmeningkatkan kesadaran remaja mengenai pentingnya gizi seimbang dan pemanfaatan pangan lokal dalam pencegahan stunting.Kata kunci: Stunting, gizi seimbang, pencegahan stunting, edukasi remaja, pangan lokal, protein hewani, digitalisasi, buku ilustrasi
Motion Grafik sebagai Media Penyebaran Informasi Pencegahan dan Penanganan Seksual di Perguruan Tinggi Windy, Laurensius; Fauziah, Emmareta; Suryani, Riri Irma; Linda, Gusnita
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 14, No 1 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v14i1.147091

Abstract

Kekerasan seksual di lingkungan perguruan tinggi mencapai puncaknya di tahun 2021. Hingga akhirnya pemerintah melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi mengeluarkan Peraturan Menteri Nomor 30 tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) di Perguruan Tinggi. Selain itu pemerintah juga membuat video kampanye anti kekerasan seksual sebagai upaya penanggulangan. Namun dari segi jumlah dan kualitas kontennya dirasa belum cukup untuk menjangkau 4.600 kampus yang tersebar di seluruh provinsi Indonesia. Salah satu media yang efektif dan mempunyai jangkauan lebih luas adalah dengan menghadirkan video kampanye yang berbentuk motion grafik. Selain memuat info lengkap, video jenis ini dapat mempermudah penonton untuk mengingat isi video, karena gerakan grafis mampu menarik perhatian penonton dan menahan mereka untuk melihat video hingga selesai. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan memanfaatkan data studi pustaka terkait PPKS. Pembuatan video menggunakan tiga tahap produksi yaitu Pra Produksi, Produksi dan Pasca Produksi. Proses Pra Produksi termasuk perekaman naskah oleh voice over, pembuatan storyboard dan aset 2 dimensi, kemudian tahap Produksi meliputi editing suara, penyatuan visual dan suara, penambahan musik dan filter gambar. Tahap Pasca Produksi termasuk penyebaran video melalui sosial media. Hasil akhir penelitian ini berupa video motion grafik sebagai media kampanye PPKS di Perguruan Tinggi.
Peningkatan Literasi Kesehatan Anak melalui EduDiabetes AR Berbasis Augmented Reality dan Smart Flash Card Paramadini, Adanti Wido; Nur, Yohani Setiya Rafika; Linda, Gusnita; Fathan, Faizal Burhani Ulil; Yasin, Feri; Maulana, Ihsan
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 5 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v5i5.2076

Abstract

Childhood diabetes is an increasing health concern that requires early prevention strategies through education and health literacy. Conventional educational methods are often less engaging for children, leading to low effectiveness in delivering health information. This community service program aimed to improve children’s health literacy on diabetes through the innovation of EduDiabetes AR, an interactive educational media that combines Augmented Reality (AR) with Smart Flash Cards. The implementation consisted of media development, volunteer training, socialization sessions, and evaluation through pre-test and post-test. The program was carried out at Limbah Pustaka, Muntang Village, Purbalingga, involving 70 children from elementary and kindergarten levels and 20 volunteers. The results showed a significant improvement, with participants’ health literacy increasing by more than 90% after using EduDiabetes AR. Children expressed greater interest in learning through AR-based media, while volunteers considered the media effective in supporting health education. This program concludes that EduDiabetes AR is an effective interactive learning media to enhance children’s health literacy in the early prevention of diabetes. Future development may focus on expanding the scope of educational content and integrating the system into broader digital learning platforms.ABSTRAKDiabetes pada anak merupakan masalah kesehatan yang semakin meningkat dan membutuhkan strategi pencegahan dini melalui pendidikan serta literasi kesehatan. Metode edukasi konvensional sering kali kurang menarik bagi anak-anak sehingga efektivitas penyampaian informasi rendah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi kesehatan anak terkait diabetes melalui inovasi media EduDiabetes AR, sebuah aplikasi berbasis Augmented Reality (AR) yang dipadukan dengan Smart Flash Card interaktif. Metode pelaksanaan meliputi perancangan media edukasi, pelatihan relawan, sosialisasi kepada peserta, serta evaluasi literasi kesehatan melalui pre-test dan post-test. Kegiatan dilaksanakan di Limbah Pustaka, Desa Muntang, Purbalingga, dengan melibatkan 70 anak dari tingkat SD dan TK serta 20 relawan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman yang signifikan, dengan tingkat literasi kesehatan peserta meningkat lebih dari 90% setelah menggunakan media EduDiabetes AR. Anak-anak merasa lebih tertarik belajar dengan media berbasis AR, sedangkan para relawan menilai media ini efektif dalam membantu edukasi kesehatan. Kegiatan ini menyimpulkan bahwa EduDiabetes AR merupakan media edukasi interaktif yang efektif untuk meningkatkan literasi kesehatan anak dalam upaya pencegahan dini diabetes. Ke depan, program ini dapat dikembangkan lebih lanjut dengan memperluas cakupan materi dan integrasi ke dalam platform pembelajaran digital yang lebih luas.