Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Kajian Pustaka Aktivitas Antijamur Tanaman Kayu Manis (Cinnamomum burmanii) terhadap Candida albicans Syahla Alpia Rachman; Lanny Mulqie; Umi Yuniarni
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.163 KB) | DOI: 10.29313/bcsp.v2i2.3580

Abstract

Abstract. Indonesia is a country with a tropical climate and has high humidity, so this can be a factor causing fungal infections of the skin. Cinnamon (Cinnamomum burmanii) is one of the plants from the family Lauraceae which is known to have potential as an antifungal causing candidiasis such as Candida albicans. The purpose of this study was to determine the part of the plant that has antifungal activity from the cinnamon plant (Cinnamomum burmanii) against Candida albicans and determine the content of active compounds and the mechanism of action of compounds that act as antifungals found in cinnamon. The method used in this research is a literature review with relevant data sources, both national and international journals, with the criteria for publication in the last 10 years. The observed parameter of the antifungal activity was the diameter of the inhibition zone. Cinnamon plants, including wood, bark, and leaves, have antifungal activity, and the strongest activity as antifungal is water extract and essential oil with inhibition zone diameter > 20 mm, active compounds and groups of compounds, namely cinnamaldehyde, eugenol, tanins, alkaloids, flavonoids, and saponins. The mechanism of action is by inhibiting cell walls, inhibiting colonization, inhibiting chitin synthesis, inhibiting cell wall synthesis, and lowering surface tension. Abstrak. Indonesia merupakan negara dengan iklim tropis dan memiliki kelembaban yang tinggi sehingga hal ini dapat menjadi faktor penyebab terjadinya infeksi jamur pada kulit. Kayu manis (Cinnamomum burmanii) merupakan salah satu tanaman dari famili Lauraceae yang diketahui mempunyai potensi sebagai antijamur penyebab kandidiasis seperti Candida albicans. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui bagian tanaman yang memiliki aktivitas antijamur dari tanaman kayu manis (Cinnamomum burmanii) terhadap Candida albicans serta mengetahui kandungan senyawa aktif dan mekanisme kerja senyawa yang berperan sebagai antijamur yang terdapat pada kayu manis. Metode yang dilakukan pada penelitian ini adalah kajian pustaka dengan sumber data yang relevan baik jurnal nasional maupun internasional dengan kriteria terbitan 10 tahun terakhir. Parameter yang diamati dari adanya aktivitas antijamur yaitu diameter zona hambat. Tanaman kayu manis meliputi kayu, kulit batang dan daun memiliki aktivitas antijamur dan aktivitas yang paling kuat sebagai antijamur adalah ekstrak air dan minyak atsiri dengan diameter zona hambat > 20 mm, senyawa aktif dan golongan senyawa yaitu sinamaldehid, eugenol, tanin, alkaloid, flavonoid dan saponin. Mekanisme kerja dengan menghambat dinding sel, menghambat kolonisasi, menghambat sintesis kitin, menghambat sistesis dinding sel dan menurunkan tegangan permukaan.
Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Jamur Tiram Putih (Pleurotus ostreatus) Annisa Ajeung Wulandari; Suwendar; Lanny Mulqie
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.466 KB) | DOI: 10.29313/bcsp.v2i2.3927

Abstract

Abstract. Infectious diseases are one of the biggest health problems causing death in the world, especially lower respiratory tract infections and diarrheal diseases. Infectious diseases can be caused by microorganisms that can weaken human health such as bacteria. One of the plants that can be used as an antibacterial is White Oyster Mushroom (Pleurotus ostreatus). This study aims to determine the antibacterial activity of the ethanol extract of white oyster mushroom, determination of the Minimum Inhibitory Concentration (MIC) and the working spectrum of the ethanol extract of white oyster mushroom. The results of this study showed that the ethanolic extract of white oyster mushroom did not produce the diameter of the inhibition zone on the growth of Staphylococcus aureus and Escherichia coli using the agar diffusion method at concentrations of 80%, 60%, 40%, 20% and 10%. MIC and working spectrum could not be determined because it did not inhibit the growth of Staphylococcus aureus and Escherichia coli using solid dilution method at concentrations of 80%, 40%, 20% and 10%. Abstrak. Penyakit infeksi adalah salah satu masalah kesehatan penyebab kematian terbesar di dunia terutama infeksi saluran pernapasan bawah dan penyakit diare. Penyakit infeksi dapat disebabkan oleh mikroorganisme yang dapat melemahkan kesehatan manusia seperti bakteri. Salah satu tanaman yang dapat dijadikan sebagai antibakteri yaitu Jamur Tiram Putih (Pleurotus ostreatus). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri dari ekstrak etanol jamur tiram putih, penetapan Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) dan spektrum kerja dari ekstrak etanol jamur tiram putih. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak etanol jamur tiram putih tidak menghasilkan diameter zona hambat pada pertumbuhan Staphylococcus aureus dan Escherichia coli menggunakan metode difusi agar pada konsentrasi 80%, 60%, 40%, 20% dan 10%. KHM dan spektrum kerja tidak dapat ditentukan karena tidak menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus dan Escherichia coli menggunakan metode dilusi padat pada konsentrasi 80%, 40%, 20% dan 10%.
Uji Perbandingan Efektivitas Antelmintik Ekstrak Etanol Bonggol, Daging Buah Nanas (Ananas comosus (L.) Merr) dan Kombinasinya terhadap Cacing Gelang Babi (Ascaris suum Goeze sp) Secara In Vitro Fani Eka Martiza; Ratu Choesrnia; Lanny Mulqie
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (552.989 KB) | DOI: 10.29313/bcsp.v2i2.4097

Abstract

Abstract. STH (Soil Transmitted Helminthiasis) worm infection is one of the quite high health problems. The prevalence in Indonesia in 2017 reached 28.12% which was transmitted through soil, food and drink lines, and toys contaminated with eggs. There is one plant used as an alternative treatment for worm infections empirically, namely Pineapple (Ananas comosus (L.) Merr). The purpose of this research is to identify the characteristics of simplicia and extracts from weevil and pineapple pulp (Ananas comosus (L.) Merr), analyze the potential anthelmintic activity for pork roundworm (Ascaris suum Goeza sp), and compare the effectiveness of the best anthelmintic between the ethanol extract of the hump, the pineapple pulp (Ananas comosus (L.) Merr), and a combination of both at the same concentration in vitro. In this study, a factorial design analysis was used which stated that the extract and worm factors had a significant effect on the anthelmintic activity, where the lower the concentration of the extract used, the stronger the anthelmintic effect. The obtained R2 value 0.3963 ~ 0.4 indicates a large variability of data, so that based on the prediction results from linear modeling, grup of combination extract 2% was obtained as the best anthelmintic effectiveness compared to the 4% and 8% extract groups from the weevil and pulp of pineapple (Ananas comosus (L.) Merr). Abstrak. Infeksi cacing STH (Soil Transmitted Helminthiasis) menjadi salah satu masalah kesehatan yang cukup tinggi. Prevalensi di Indonesia pada tahun 2017 mencapai 28,12% yang penularannya melalui tanah, jalur makanan dan minuman, serta mainan yang terkontaminasi telur. Terdapat salah satu tanaman yang dijadikan pengobatan alternatif infeksi cacing secara empiris, yakni Nanas (Ananas comosus (L.) Merr). Penelitian ini bertujuan mengindentifikasi karakteristik simplisia dan ekstrak dari bonggol dan daging buah nanas (Ananas comosus (L.) Merr), menganalisa potensi aktivitas antelmintik terhadap cacing gelang babi (Ascaris suum Goeze sp), dan perbandingan efektivitas daya antelmintik terbaik antara ekstrak etanol bonggol, daging buah nanas (Ananas comosus (L.) Merr), dan kombinasi keduanya pada konsentrasi yang sama secara in vitro. Pada penelitian digunakan analisis desain faktorial yang menyatakan faktor ekstrak dan cacing yang memiliki pengaruh bermakna pada aktivitas antelmintik, dimana semakin sedikit konsentrasi ekstrak yang digunakan akan menimbulkan efek antelmintik yang lebih kuat. Nilai R2 yang diperoleh sebesar 0.3963 ~ 0,4 menunjukkan data variabilitas yang besar, sehingga berdasarkan hasil prediksi dari pemodelan linier, diperoleh kelompok ekstrak kombinasi 2% sebagai efektivitas antelmintik terbaik dibandingkan kelompok ekstrak 4% dan 8% dari bonggol maupun daging buah nanas (Ananas comosus (L.) Merr).
Studi Literatur Aktivitas Hepatoprotektif Beberapa Tanaman Suku Lamiaceae Amelia Alfia Insani; Lanny Mulqie; Siti Hazar
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.957 KB) | DOI: 10.29313/bcsp.v2i2.4232

Abstract

Abstract. One of the complementary alternative therapies for liver damage is the use of hepatoprotector. Many studies have been carried out regarding hepatoprotective activity in plants. Two species from the Lamiaceae family are used empirically to treat liver disease. This study aims to determine the potential of Lamiaceae family as hepatoprotector. The method used in this research is a systematic literature review with data sourced from an article in International Journal published from 2012-2022 by article research, article selection based on inclusion and exclusion criteria then data extraction. The results of this study are Mentha piperita, Salvia officinalis, Scutellaria baicalensis, Rosmarinus officinalis, Ocimum gratissimum, Prunella vulgaris, Clerodendrum paniculatum, Ocimum basillicum, Teucrium polium, Melissa officinalis, Leucas cephalotes, Ajuga parviflora dan Thymus vulgaris plant have hepatoprotective activity. Abstrak. Salah satu terapi alternatif komplementer pada kerusakan hati adalah penggunaan hepatoprotektor. Banyak dilakukan penelitian terkait aktivitas hepatoprotektif yang berasal dari tanaman. Dua spesies tanaman suku Lamiaceae digunakan secara empiris untuk mengobati penyakit hati. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi tanaman dari suku Lamiaceae yang berperan sebagai hepatoprotektor. Metode penelitian yang digunakan adalah systematic literature review dengan sumber data dari artikel dalam Jurnal Internasional yang diterbitkan dari tahun 2012-2022 dengan tahapan pencarian artikel, penyaringan artikel berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi lalu dilakukan ekstraksi data. Dari hasil penelusuran pustaka diketahui bahwa tanaman Mentha piperita, Salvia officinalis, Scutellaria baicalensis, Rosmarinus officinalis, Ocimum gratissimum, Prunella vulgaris, Clerodendrum paniculatum, Ocimum basillicum, Teucrium polium,Melissa officinalis,Leucas cephalotes,Ajuga parviflora dan Thymus vulgaris memiliki aktivitas hepatoprotektif.
Evaluasi Tingkat Pengetahuan dan Kepatuhan Pasien Tuberkulosis Paru di Puskesmas Rancabali Syifa Egidia Delani; Umi Yuniarni; Lanny Mulqie
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.717 KB) | DOI: 10.29313/bcsp.v2i2.4334

Abstract

Abstract. Tuberculosis (TB) is an infectious disease that is still a major health problem in Indonesia because it has a major impact on the decline in work productivity. The purpose of this study was to determine the effect of the level of patient compliance on the success of pulmonary tuberculosis therapy. This study used descriptive survey method, and the data was collected by prospective method. In this study, there are 3 (three) forms of questionnaire, which are demographic data, the level of knowledge, and the level of adherence. This study has been done from April-May 2022. The subject who involved in this study are patients with pulmonary tuberculosis at Pulmonary Polyclinic General Puskesmas Rancabali. The assessments of the adherence level was done using MMAS (Morisky Medication Adherence Scale) questionnaire and knowledge level assessment using a general knowledge questionnaire about pulmonary TB. The result of 50 patients which fulfilled in inclusion criteria showed that the majority of patient’s age was 26-35 years which was 21 people (42%), the majority of gender was men which was 26 people (61%), the majority of high school student which was 20 people (40%), the majority of government officers which was 21 people (42%). The result shows mayoity the compliance of pulmonary tuberculosis treatment is good (46%). The level of knowledge about the complience therapy in the patients are in good category 30 people (60%). The result of statistical analysis showed that there was a relationship between patient knowledge and compliance in carrying out pulmonary TB treatment at Puskesmas Rancabali (p = 0.007) Abstrak. Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan utama di Indonesia karena berpengaruh besar terhadap penurunan produksitivitas kerja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk megetahui pengaruh tingkat kepatuhan pasien terhadap keberhasilan terapi Tuberkulosis Paru. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif, pengambilan data dilakukan secara prospective. Dalam penelitian ini terdiri dari 3 (tiga) bentuk kuisioner yaitu data demografi, tingkat pengetahuan, dan tingkat kepatuhan. Penelitian dilakukan pada bulan April-Mei 2022. Subjek yang terlibat dalam penelitian ini adalah pasien tuberkulosis paru di Poli TB Puskesmas Rancabali. Penilaian tingkat kepatuhan menggunakan kuesioner MMAS (Morisky Medication Adherence Scale) dan penilaian tingkat pengetahuan menggunakan kuisioner pengetahuan umum tentang TB Paru. Hasil dari 50 pasien yang memenuhi kriteria inklusi menunjukkan bahwa mayoritas pasien TB Paru adalah berusia 26-35 tahun sebanyak 21 orang (42%), jenis kelamin laki-laki sebanyak 26 orang (52%), pendidikan SMA/Sederajat sebanyak 20 orang (40%), pekerjaan pegawai swasta sebanyak 21 orang (42%). Berdasarkan hasil kepatuhan menunjukkan bahwa mayoritas tingkat kepatuhan pasien tuberkulosis paru adalah baik (46%). Penilaian tingkat pengetahuan pasien dengan kategori baik sebanyak 30 orang (60%). Hasil uji statistik menunjukkan adanya hubungan antara pengetahuan pasien dengan kepatuhan dalam menjalankan pengobatan TB Paru di Puskesmas Rancabali (p=0,007).
Uji Aktivitas Antijamur Ekstrak Etanol Buah Tin (Ficus carica L.) terhadap Aspergillus niger Sofie Ayunia Rachmawati; Lanny Mulqie; Suwendar
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (452.123 KB) | DOI: 10.29313/bcsp.v2i2.4346

Abstract

Abstract. Globally more than 300 million people suffer from serious fungal infections and more than 7.7 million people annually in Indonesia. The treatments for fungal infection is antifungal drugs, but antifungals drug have a risk of resistance. so we need to use natural ingredients for an alternative. In this study, the antifungal activity of fig fruit (Ficus carica L.) ethanol extract was tested against the fungus Aspergillus niger. The purpose of this study was to determine the activity of the ethanol extract of figs (Ficus carica L.) against fungus Aspergillus nigers and to determine the Minimum Inhibitory Concentration (MIC) against the fungus Aspergillus niger. The research method is agar diffusion with 6 mm diameter paper discs. The ethanol extract of fig (Ficus carica L.) has a tendency to inhibit the growth activity of the fungus Aspergillus niger and the strongest tendency to inhibit at a concentration of 30%. The determination of the MIC value has not been determined because in a concentration of 0.9375% there is a clear zone diameter in the fungus Aspergillus niger. Abstrak. Secara global lebih dari 300 juta orang menderita infeksi jamur serius dan lebih dari 7,7 juta orang pada setiap tahunnya di negara Indonesia. Salah satu pengobatan yang dilakukan adalah dengan diberinya obat antijamur, namun antijamur dalam penggunaannya memiliki resiko terjadinya resistensi. Maka diperlukannya alternatif untuk mengobatinya dan salah satunya adalah penggunaan bahan alam. Pada penelitian ini dilakukan uji aktivitas antijamur ekstrak etanol buah tin (Ficus carica L.) terhadap Aspergillus niger. Tujuan dilakukannya penelitian ini yaitu untuk mengetahui aktivitas ekstrak etanol buah tin (Ficus carica L.) terhadap Aspergillus nigers serta menetapkan Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) terhadap jamur Aspergillus niger. Metode penelitiannya adalah difusi agar dengan cakram kertas berdiameter 6 mm. Ekstrak etanol buah tin (Ficus carica L.) memiliki kecenderungan menghambat aktivitas pertumbuhan jamur Aspergillus niger dan kecenderungan menghambat paling kuat pada konsnetrasi 30%. Penetapan nilai KHM belum bisa ditentukan karena dalam konsentrasi 0,9375% terdapat diameter zona bening pada jamur Aspergillus niger.
Profil Tingkat Pengetahuan Bahaya Penggunaan Kosmetik Pemutih pada Ibu Hamil di Puskesmas Talaga Kabupaten Majalengka Dinda Hana; Umi Yuniarni; Lanny Mulqie
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.739 KB) | DOI: 10.29313/bcsp.v2i2.4404

Abstract

Abstract. Cosmetics are one of the preparations that are widely used by society, especially by women. The existence of figures that show that there are still very many cases of cosmetics side effect in Indonesia and many women, especially pregnant women, always use cosmetics product but few which is known about the dangers of whitening comsetics for pregnant women, because pregnant women rarely consult a dermatologist about the whitening cosmetics they use. The purpose of this study is to determine the relationship between the level of knowledge and include maternal age, gestational age, education and occupation in the use of whitening cosmetics for pregnant women. This study used a descriptive analysis method, data collection was carried out by purposive sampling. The study conducted in February-April 2022. The subject involved in this study were pregnant women patients at the Talaga Health Center. The sample of this study was 63 pregnant women, by filling out a questionnaire containing knowledge and then the data on the result were processed using the SPSS program. The results of this study show that the older the pregnant women, the better the level of knowledge of pregnant women in the category of good knowledge (71.4%); the higher the level of education of pregnant women, the better the level of knowledge of pregnant women with the category of good knowledge in junior high school education (75%) and the more diverse the work of pregnant women then in civil servant, traders and honorees have a good level of knowledge or a higher percentage (100%) when compared to IRT (74.5%) and Entrepreneurship (50%). Abstrak. Kosmetik salah satu sediaan yang banyak digunakan oleh masyarakat terutama oleh wanita. Adanya fakta angka yang menunjukkan kasus efek samping kosmetik di Indonesia masih sangat banyak dan banyak wanita terutama ibu hamil, yang selalu menggunakan produk kosmetik tetapi sedikit yang diketahui tentang bahaya kosmetik pemutih bagi ibu hamil, karena ibu hamil jarang berkonsultasi dengan dokter kulit tentang kosmetik pemutih yang mereka gunakan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dengan meliputi usia ibu, usia kehamilan, pendidikan dan pekerjaan dalam penggunaan kosmetik pemutih bagi ibu hamil. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif, pengambilan data dilakukan secara purposive sampling. Penelitian dilakukan pada bulan Februari-April 2022. Subjek yang terlibat dalam penelitian ini adalah pasien Ibu Hamil di Puskesmas Talaga. Sampel penelitian ini adalah sebanyak 63 orang ibu hamil, dengan mengisi kuesioner yang berisi pengetahuan kemudian data hasil dilah data dengan menggunakan program SPSS. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan semakin bertambah usia ibu hamil maka semakin baik tingkat pengetahuan ibu hamil dengan kategori baik (71,4%); semakin tinggi tingkat pendidikan ibu hamil maka semakin baik tingkat pengetahuan ibu hamil dengan kategori baik pada tingkat SMP (75%) dan semakin beragam pekerjaan ibu hamil maka pada PNS, Pedagang dan Honorer memiliki tingkat pengetahuan yang baik atau lebih tinggi persentase nya (100%) bila dibandingkan dengan IRT (74.5%) dan Wirausaha (50%).
Kajian Literatur Efek Farmakologi Biji dan Buah Anggur (Vitis vinifera L.) Kamilia Ayu Khairunnisa; Siti Hazar; Lanny Mulqie
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.747 KB) | DOI: 10.29313/bcsp.v2i2.4462

Abstract

Abstract. Grapes are divided into two types that are commonly cultivated and can be consumed, namely Vitis vinifera and Vitis Labrusca. The vine (Vitis vinifera L) is one of the fruit plants with a high production rate, which has an important function in health. This study aims to determine the pharmacological potential of grape seeds and fruit from several research results and to find out what types of secondary metabolite compounds are contained in grape seeds and fruit. The research method used is SLR with two keywords using several databases. The results of the literature search showed pharmacological activities as antibacterial, antifungal, anticancer, antioxidant, and antihyperlipidemic. Antibacterial activity obtained from the inhibition zone produced strong activity, activity as antifungal obtained from the inhibition zone resulted in moderate activity, activity as a strong anticancer with an LC50 value produced with some cancer cells, activity as an antioxidant with an IC50 value of 11.3998 g/mL and activity as antihyperlipidemia obtained from a significant decrease in total cholesterol values. The secondary metabolite compounds contained in seeds and grapes are alkaloids, flavonoids, carotenoids, saponins, tannins and terpenoids. Abstrak. Tanaman anggur dibagi menjadi dua jenis yang umum dibudidayakan dan bisa dikonsumsi, yakni Vitis vinifera dan Vitis Labrusca. Tanaman anggur (Vitis vinifera L) merupakan salah satu tanaman yang buah dengan tingkat produksi yang tinggi, yang memiliki fungsi penting dalam kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi biji dan buah anggur secara farmakologi dari beberapa hasil penelitian dan mengetahui apa saja golongan senyawa metabolit sekunder yang terkandung dalam biji dan buah anggur. Metode penelitian yang digunakan adalah SLR dengan dua kata kunci menggunakan beberapa basis data. Hasil pencarian literatur menunjukkan aktivitas farmakologi sebagai antibakteri, antifungi, antikanker, antioksidan, dan antihiperlipidemia. Aktivitas antibakteri diperoleh dari zona hambat dihasilkan aktivitas yang kuat, aktivitas sebagai antifungi diperoleh dari zona hambat dihasilkan aktivitas yang sedang, aktivitas sebagai antikanker kuat dengan nilai LC50 yang dihasilkan dengan beberapa sel kanker, aktivitas sebagai antioksidan dengan nilai IC50 sebesar 11,3998 µg/mL dan aktivitas sebagai antihiperlipidemia diperoleh dari penurunan nilai kolesterol total yang signifikan. Golongan senyawa metabolit sekunder yang terkandung dalam biji dan buah anggur yaitu alkaloid, flavonoid, karotenoid, saponin, tanin dan terpenoid.
Penetapan Kadar Sari Larut Air dan Kadar Sari Larut Etanol Simplisia Buah Tin (Ficus carica L.) Nabila Nur Latifa; Lanny Mulqie; Siti Hazar
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.002 KB) | DOI: 10.29313/bcsp.v2i2.4575

Abstract

Abstract. Fig fruits (Ficus carica L.) is one of the plants found in the Al-Quran Surah At-tin have many function as medicine. Raw material of fig fruit (Ficus carica L.) need to be standardized as one of the important stages in development of Indonesian medicine. Standardization of the simplicia of fig fruits (Ficus carica L.) was tested for water soluble extract content and ethanol soluble extract content to determine the amount of compound content in simplicial that can be attracted by solvent. A simplicia cannot be said to be of good quality if it does not meet the quality requirements stated in the simplicia monograph. However, the requirements for the standardization of the simplicia of fig fruits have not been listed in the general monograph. The purpose of this research was to determine of the water soluble extract content and ethanol soluble extract content of the simplicia of fig fruits (Ficus carica L.). The method used in this research is experimental at the Laboratory of the Islamic University of Bandung. Based on the results simplicia standardization of fig fruits (Ficus carica L.) water soluble extract content of 3.70% and ethanol soluble extract content of 39.25%. Abstrak. Buah Tin (Ficus carica L.) merupakan salah satu tanaman yang terdapat di dalam Al- Quran Surat At-tin yang memiliki banyak manfaat dalam pengobatan. Bahan baku buah Tin (Ficus carica L.) perlu dilakukan standardisasi sebagai salah satu tahapan dalam pengembangan obat di Indonesia. Standardisasi simplisia buah Tin (Ficus carica L.) dilakukan uji kadar sari larut air dan kadar sari larut etanol untuk mengetahui jumlah kandungan senyawa dalam simplisia yang dapat tertarik oleh pelarut. Suatu simplisia tidak dapat dikatakan bermutu jika tidak memenuhi persyaratan mutu yang tertera dalam monografi simplisia. Namun, persyaratan kadar sari larut air dan etanol simplisia buah Tin belum tercantum dalam monografi umum. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penetapan uji kadar sari larut air dan kadar sari larut etanol simplisia buah Tin (Ficus carica L.). Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah secara eksperimental di Laboratorium Universitas Islam Bandung. Berdasarkan hasil standardisasi simplisia buah Tin (Ficus carica L.) maka diperoleh kadar sari larut air sebesar 3,70% dan kadar sari larut etanol sebesar 39,25%.
Kajian Pustaka Aktivitas Antidiabetes Kapuk Randu (Ceiba pentandra (L.) Gaertn) In Vivo vini nur alfaeni; Lanny Mulqie; Umi Yuniarni
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (436.099 KB) | DOI: 10.29313/bcsp.v2i2.4671

Abstract

Abstract. Diabetes Mellitus is a chronic disease that occurs when the body is unable to produce enough insulin or cannot use insulin (insulin resistance). One of the plants that have anti-diabetic activity is kapuk randu (Ceiba pentandra (L.) Gaertn). The purpose of this article review is to determine the plant parts of kapuk randu plant that have antidiabetic activity seen from the decrease in blood glucose levels in vivo and also to determine the class of compounds found in kapuk randu as antidiabetic. The method used is in the form of a systematic literature review with the stages of library research, filtering based on inclusion and exclusion criteria and data extraction. Based on the results of a literature review, the parts of the kapok plant that have antidiabetic activity are seeds, bark, root bark, stem bark and also leaves. The highest percent (%) decrease in blood glucose levels was found in the seed plant, which was 65.31%. The group of compounds found in kapok plant parts that have antidiabetic activity are alkaloids, flavonoids, saponins, tannins and terpenoids. Abstrak. Diabetes Melitus adalah suatu penyakit kronik yang timbul saat tubuh tidak mampu memproduksi insulin yang cukup atau tidak dapat menggunakan insulin (resistensi insulin). Salah satu tumbuhan yang memiliki aktivitas antidiabetes adalah tumbuhan kapuk randu (Ceiba pentandra (L.) Gaertn). Tujuan dari review artikel ini adalah untuk mengetahui bagian tanaman dari kapuk randu yang memiliki aktivitas antidiabetes dilihat dari penurunan kadar glukosa darah secara in vivo dan juga untuk mengetahui golongan senyawa yang terdapat pada tumbuhan kapuk randu sebagai antidiabetes. Metode yang digunakan yaitu berupa kajian pustaka secara sistematis dengan tahapan penelusuran pustaka, penyaringan berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi serta ekstrasi data. Berdasarkan hasil kajian pustaka bagian tanaman kapuk randu yang meiliki aktivitas antidiabetes yaitu biji, kulit kayu, kulit akar, kulit batang dan juga daun. Persen (%) penurunan kadar glukosa darah paling tinggi terdapat pada bagian tanaman biji yaitu 65,31%. Golongan senyawa yang terdapat pada bagian tanaman kapuk randu yang memiliki aktivitas antidiabetes yaitu alkaloid, flavonoid, saponin, tannin dan terpenoid.