Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

HARAPAN SISWA TERHADAP GURU BK DALAM KUNJUNGAN RUMAH DI SMP NEGERI 5 KOTA JAMBI Veni Mariyani; Akmal Sutja; Rully Andi Yaksa
Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 7, No 2 (2022): Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling - Juli-Desember 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/ristekdik.2022.v7i2.165-173

Abstract

Penelitian ini membahas tentang Harapan siswa terhadap guru BK dalam kunjungan rumah. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif studi kasus. Partisipan dalam penelitian ini berjumlah 3 orang siswa kelas VII di SMP Negeri 5 Kota Jambi yang 2 orang sudah dilakukan kunjungan rumah dan 1 orang belum dilakukan kunjungan rumah. Informan yang terkait pada penelitian ini adalah orang tua partisipan. Tehnik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu Observasi, Wawancara, dan Dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa : Setiap siswa memiliki harapan dan aspirasi yang berbeda-beda dengan tujuan yang sama, dalam pelaksanaan kunjungan rumah guru BK melakukan kegiatan kunjungan rumah tidak sesuai prosedur karena keterbatasan komunikasi namun guru BK memiliki strategi dan perlakuan yang menyenangkan. Berdasarkan penelitian ini hendaknya partisipan, informan dan guru BK dapat bekerjasama untuk mengoptimalkan kedekatan komunikasi antara siswa dengan guru serta guru dengan orang tua.  
Penerapan Media Sumpit Logaritma dalam Meningkatkan Minat Belajar Pada Siswa SMP N 8 Kota Jambi Akmal Sutja; Rully Andi Yaksa
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 5 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i5.7027

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan media sumpit logaritma dalam meningkatkan minat belajar pada siswa. Pengabdian ini menggunakan metode PTL (Penelitian Tindakan Layanan) ditambah lagi adangya pengevaluasian melalui beberapa soal latihan akan menambah kemampuan siswa dalam menyelesaikan tes logaritma. Jumlah subjek pengabdian dua puluh tiga orang. Pengabdian ini dilaksanakan di SMP Negeri 8 Kota Jambi.. Dapat disimpulkan bahwa: 1) Siswa mendapatkan pemahaman, wawasan dan keterampilan baru dalam pemecahan masalah mengenai materi logaritma, 2) siswa merasa terbantu dalam mempelajari materi logaritma melalui media sumpit logaritma, dan 3) siswa merasa senang dan tidak merasa sulit dalam mempelajari materi tentang logaritma
Pelatihan Ice Breaking Dalam Meningkatkan Keterampilan Guru Akmal Sutja; Fellicia Ayu Sekonda; Rully Andi Yaksa
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 5 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i5.7710

Abstract

Keberhasilan proses pembelajaran sebagai proses pendidikan dipengaruhi oleh banyak faktor. Mulai dari guru, siswa, kurikulum, lingkungan sosial, dan lainnya. Namun dari faktor-faktor tersebut, guru dan siswa faktor menjadi terpenting. Berdasarkan analisis situasi Kegiatan ice breaking sangat membantu guru mengkondisikan siswa pada saat gaduh, pada saat siswa tidak siap mengikuti pelajaran, atau pada saat permulaan proses pembelajaran dimulai agar semangat pada saat mengikuti pembelajaran yang berlangsung. Pada kenyataanya siswa kurang semangat pada saat siswa datang ke sekolah. Wajah yang terpancar sangat tidak semangat dan terlihat lelah. Penyebabnya siswa tidak semangat mengikuti pembelajaran karena siswa merasa lelah belajar seharian. Dengan adanya ketrampilan ice breaking pada guru di saat pembelajaran diharapkan dapat membangun suasana belajar yang dinamis penuh semangat dan antusias yang menyenangkan, serius tapi santai dan tidak monoton dalam pembelajaran. Ice breaking ini adalah salah satu solusi untuk menjaga semangat siswa tetap tinggi dalam mengikuti pembelajaran, agar siswa termotivasi dan Kembali berfokus pada pembelajaran. Pelatihan ini dengan memberikan keterampilan dan Teknik ice breaking kepada guru, agar nantinya guru-guru tersebut dapat menerapkannya kepada siswa. Pelatihan ini diberikan kepada 25 orang guru-guru sebagai peserta dengan metode ceramah dan dengan menggunakan simulasi. Dari pelaksanaan pelatihan ini guru-guru bisa mengikuti kegiatan dan mengetahui bentuk-bentuk dari ice breaking.
Penerapan Teknik Assertive Training untuk Meningkatkan Kemampuan Mengungkapkan Pendapat Siswa dalam Layanan Konseling Kelompok pada Kelas XI di SMA Negeri 3 Kota Jambi Desti Sarimadana; Akmal Sutja; Rully Andi Yaksa
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 6 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i6.9317

Abstract

Kemampuan mengungkapkan pendapat merupakan adanya kesanggupan untuk menyatakan pikiran atau perasaannya, kemampuan mengekspresikan ide, mempertahankan hak individu dan tidak melanggar dan menghargai hak orang lain. Saat pemberian layanan BK terkhusus layanan konseling kelompok yang pernah dilakukan masih ada siswa yang tidak memberikan pendapat dan tanggapannya sehingga tidak terlihatnya dinamika kelompok. Maka diterapkan teknik assertive training di mana sangat efektif dalam membantu siswa memberikan pendapat, tanggapan, ataupun contoh dengan metode role playing yang di mana membangun hubungan dan interaksi satu sama lain, selain itu bagaimana dapat berbicara atau berinteraksi dengan orang lain dengan tetap menghargai orang lain tersebut, serta membantu menghadapi atau mengentaskan permasalahan yang dialami. Jenis penelitian ini adalah PTL (Penelitian Tindakan Layanan). Subjek dalam penelitian ini adalah beberapa siswa kelas XI yakni terdiri dari 2 Laki-laki dan 4 Perempuan dengan inisial A1P, C2H, I3P, H4S, C5A dan R6S. Penelitian ini terdiri dari 3 siklus, di mana setiap siklus terdiri dari Perencanaan, Pelaksanaan, Evaluasi dan Refleksi. Berdasarkan hasil yang didapat setelah satu (I) maka peningkatan mengungkapkan pendapat siswa terjadi sebanyak 46%, kemudian pada pelaksanaan siklus dua (II) peningkatan mengungkapkan pendapat siswa terjadi sebanyak 62% sedangkan pada siklus ketiga (III) peningkatan mengungkapkan pendapat siswa terjadi sebanyak 88%.
Hubungan Antara Motivasi Belajar dengan Kemandirian Belajar Siswa Kelas XI di SMA Negeri 11 Kota Jambi Amalia Amalia; Rasimin Rasimin; Rully Andi Yaksa
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 6 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling: Special Issue (General)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i6.9653

Abstract

Motivasi belajar adalah dorongan yang terjadi di dalam dan di luar diri seseorang. Motivasi belajar berguna untuk memberikan perubahan tingkah laku terhadap tingkah laku individu. Seseorang individu akan belajar dengan baik apabila didalam dirinya memiliki motivasi. Sedangkan kemandirian belajar adalah suatu perilaku yang mana aktivitas belajar diarahkan ke diri sendiri. Individu yang memiliki sikap mandiri seperti dapat memcahkan masalah, bertanggung jawab, memiliki inisiatif, serta percaya diri. semakin tinggi motivasi belajar siswa maka semakin tinggi juga kemandirian belajar peserta didik tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasi. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 74 siswa kelas XI Tahun Ajaran 2021/2022 SMA Negeri 11 Kota Jambi. Adapun untuk penarikan sampel menggunakan teknik Simple Random Sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Motivasi Belajar memiliki presentase sebesar 63,44% sedangkan Kemandirian Belajar 66,29%.
Upaya Meningkatkan Kepercayaan Diri Siswa Menggunakan Teknik Sosiodrama pada Layanan Bimbingan Kelompok di SMA Negeri 4 Kota Jambi Sintia Nurmila; Rasimin Rasimin; Rully Andi Yaksa; Muhammad Ferdiansyah
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 6 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling: Special Issue (General)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i6.9654

Abstract

Penelitian ini berjudul upaya meningkatkan kepercayaan diri siswa menggunakan teknik sosiodrama pada layanan bimbingan kelompok di SMA Negeri 4 Kota Jambi. Metode yang digunakan adalah metode penelitian tindakan layanan (PTL). Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 8 orang siswa kelas X IPS 2 Tahun Ajaran 2021/2022 dalam kategori kurang memiliki kepercayaan diri berdasarkan kriteria tertentu. Adapun tahap bimbingan kelompok dalam penelitian ini meliputi:1)Tahap pembentukan, 2)Tahap peralihan, 3)Tahap kegiatan, 4)Tahap pengakhiran. Penelitian ini dilaksanakan dalam tiga siklus, yang terdiri dari empat kompetensi pada setiap siklusnya yaitu; perencanaan, pelaksanaan, evaluasi dan refleksi. Penelitian ini dilakukan secara kolaboratif dengan guru bimbingan konseling. Adapun alat pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi observasi dan wawancara dengan teknik analisis data menggunakan presentase. Hasil penelitian menunjukan terdapat peningkatan hasil aktivitas siswa pada setiap siklusnya, pada siklus I memperoleh presentase sebesar 37.5% dalam kategori “kurang baik” pada siklus II memperoleh presentase sebesar 62.5% dalam kategori “baik” dan pada siklus III memperoleh presentase sebesar 75% dalam kategori “baik” hal ini dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan layanan bimbingan kelompok dengan teknik sosiodrama dapat meningkatkan kepercayaan diri siswa teruatama kepercayaan diri siswa dalam menyampaikan pendapat.
Penerapan Emotional Freedom Technique (EFT) untuk mengatasi Kecemasan terhadap Orang Lain dalam Layanan Konseling Kelompok di SMPN 14 Kota Jambi Putra Suharnadi; Rasimin Rasimin; Rully Andi Yaksa; Muhammad Ferdiansyah
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 6 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling: Special Issue (General)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i6.10095

Abstract

Kecemasan didefinisikan sebagai keadaan psikologis yang ditandai oleh adanya tekanan, ketakutan, kegalauan dan ancaman serta gelisah yang berasal dari lingkungan. Emotional Freedom Technique (EFT) adalah teknik menghapuskan emosi dan pikiran negatif yang menjadi sumber positif dan hanya bisa dilakukan melalui ketukan pada titik meridian yang terhubung dan dapat menghilangkan emosi negatif tersebut.Jenis penelitian ini termasuk kedalam Penelitian Tindakan Layanan (PTL). Subjek dalam penelitian ini berjumlah 7 siswi kelas VIII SMPN 14 Kota Jambi dengan inisial ANH, KAK, AAM, HFH, KDR, ADS, FNS. Penelitian ini terdiri dari 3 siklus, dimana setiap siklus terdiri dari Perencanaan, Pelaksanaan, Evaluasi, dan Refleksi. Untuk melihat proses dari setiap siklus yang dilakukan yaitu dengan mengumpulkan lembaran SGS/SUD dan pedoman wawancara serta didukung oleh kriteria keberhasilan.Hasil penelitian menunjukan bahwa menggunakan Emotional Freedom Technique (EFT) dapat mengatasi permasalahan yang dialami oleh siswa yaitu kecemasan terhadap orang lain. Siklus ke-3 memiliki hasil terbaik yaitu dapat mengatasi permasalahan dari siswi dan Dapat disimpulkan hasil intensitas ketakutan yang diukur dari lembaran SGS/SUD pada siklus III terjadi perubahan sangat signifikan. Ini dapat dilihat dari pelaksanaan siklus I, II dan III. Dilihat dari siklus III dapat dikategorikan sudah mencapai 90% dari 100% yang berarti adanya keberhasilan yang bertahap dimulai dari awal proses tindakan pada siklus I sampai siklus III .
Faktor Motivasi dalam Mendorong Keberhasilan Belajar Siswa di SMA Negeri 4 Kota Jambi Andrea Fernando Lumban Gaol; Nelyahardi Nelyahardi; Rully Andi Yaksa
Journal on Education Vol 5 No 2 (2023): Journal on Education: Volume 5 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v5i2.927

Abstract

Learning motivation is very important because it affects the success of students' learning. A person who lacks motivation to learn may not be able to do learning activities well. Everyone has a purpose in carrying out an activity. The level of motivation is always used as an indicator of the good and bad academic performance of the student. The purpose of this study is to find out how the motivational factor in encouraging student learning success at SMA Negeri 4 Jambi City. This type of research is quantitative using a descriptive method, the number of students sampled in this study was 72 students using purposive sampling techniques. The data collection tool used is a questionnaire instrument. The results of this study show that the motivational factor in encouraging student learning success is in the high category with a percentage of 79.33%. The results of this study are expected to provide assistance to BK teachers in developing motivation in student learning so that students have a higher learning success rate and this research can be a reference in providing services that are in accordance with student needs.
EFEKTIVITAS LAYANAN INFORMASI BERBASIS VIDEO TERHADAP PENINGKATAN PEMAHAMAN SISWA TENTANG STRATEGI 3R RESTORASI GAMBUT Anggi Setiawan; Bambang Hariyadi; Rully Andi Yaksa
Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 8, No 1 (2023): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - JANUARI-MARET 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/ristekdik.2023.v8i1.37-46

Abstract

Lahan gambut terus mengalami degradasi. Pemerintah melalui Badan Restorasi Gambut melakukan upaya restorasi gambut dengan strategi 3R, yaitu rewetting, revegetation, dan revitalization yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat. Pemahaman siswa tentang strategi tersebut masih sangat rendah. Tujuan penelitian ini untuk mengukur efektivitas layanan informasi berbasis video terhadap peningkatan pemahaman siswa tentang strategi 3R restorasi gambut. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode quasi experimental design. Design yang digunakan adalah nonequivalent control group dengan metode sampling yaitu purposive sampling yang berjumlah 64 siswa, 32 siswa XI MIPA 2 dan 32 siswa XI MIPA 4 di SMAN 5 Tanjung Jabung Timur. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner skala pemahaman dengan skala pengisian jawaban Likert. Teknik analisis data yang digunakan adalah paired samples t-test. Berdasarkan hasil analisis data bahwa layanan informasi berbasis video efektif untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang strategi 3R restorasi gambut.
Upaya Meningkatkan Empati Siswa dengan Teknik Psikodrama dalam Layanan Konseling Kelompok di SMP Negeri 2 Kota Jambi Amalia Rahma Putri; Rasimin Rasimin; Rully Andi Yaksa
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.745 KB)

Abstract

Fenomena lapangan yang ditemui adalah banyak siswa yang menunjukkan sikap tidak mencerminkan empati seperti acuh saat di panggil guru, tidak peduli saat mendengar intruksi guru, tidak memperdulikan teman dan lingkungannya dan saling ejek satu sama lain. Tujuan penelitian ini adalah menerapkan untuk meningkatkan empati siswa menggunakan dengan teknik psikodrama di SMPN 2 Kota Jambi. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Layanan (PTL) dengan penerapan teknik psikodrama. Subjek penelitian ini ialah siswa- siswi yang mengalami empati rendah dan sedang sebanyak 10 siswa. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah LAISEG, observasi. Penelitian ini dilakukan dengan 3 siklus dan setiap siklusnya terdiri dari 1 tindakan dan penelitian ini terdiri dari empat kompetensi setiap siklusnya yaitu perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan refleksi. Pada siklus ketiga di dapat rata-rata proses tindakan 80% yang sudah tergolong baik dan mengalami peningkatan dari sebelumnya. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan empati, hal itu terlihat dari hasil proses tindakan dan adanya pola pemahaman perilaku siswa yang baru mengenai empati.