Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

The Relationship of Long Suffering With Quality of Life in Diabetes Mellitus Patients Nurlinda Shafitri R. Paris; Vivien Novarina A. Kasim; Ita Sulistiani Basir; Nirwanto K Rahim
An Idea Nursing Journal Vol. 2 No. 01 (2023)
Publisher : PT.Mantaya Idea Batara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53690/inj.v2i01.147

Abstract

The average diabetes mellitus patient at the Puskesmas Telaga has a long-suffering status of ? 3 years with a decreased life quality due to inadequate management of diabetes mellitus (self-care). This research aims to determine the relationship between the duration of illness and quality of life in type II diabetes mellitus patients in the working area of Puskesmas Telaga, Gorontalo Regency. The research employs a cross-sectional method with a sample total of 66 respondents obtained through purposive sampling. Data analysis employs the chi-square test with the Diabetes Quality of Life (DQOL) questionnaire as an instrument. The results indicate that 25 respondents (37.9%) have suffered for ? 3 years with poor life quality related to descreased patient self-care due to boredom and burnout. In addition, long suffering < 3 years with poor life quality, as many as six respondents (9.1%) related to the patient’s unpreparedness in receiving a diagnosis of diabetes mellitus. To conclude, a p-value = 0,041 is obtained so that there was a relationship between duration of illness and life quality in type II diabetes mellitus patients in the working area of Puskesmas Telaga, Gorontalo Regency. It is expected that patients will improve the management of diabetes mellitus and the public health center collaborating with mental nurses regarding stress management for diabetes mellitus patients.
The Relationship of Knowledge About COVID-19 and Compliance With Hand Washing With Soap in Primary School-Age Children Rachmawaty D Hunawa; Dea Aprilya A. Mano; Suwarly Mobiliu; Nirwanto K. Rahim; Ita Sulistiani basir; Suwardha Yunus
An Idea Nursing Journal Vol. 2 No. 02 (2023)
Publisher : PT.Mantaya Idea Batara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53690/inj.v2i02.226

Abstract

Covid-19 is an infectious disease caused by Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2). One part of the body that can transmit it is the hands. Washing hands with soap is one way to prevent the transmission of Covid-19. This study aims to determine the relationship between Covid-19 knowledge and hand washing using soap in elementary school-aged children at MIM Unggulan of Gorontalo City. This research is quantitative research with a cross sectional approach. The population are 167 elementary school students in grades 4 and 5. The total samples are 118 respondents using the Proportionate Stratified Random Sampling. The results showed that 88 respondents (74.6%) had good knowledge about Covid-19, 28 respondents (23.7%) had adequate knowledge, and two respondents (1.7%) had poor knowledge. In addition, respondents with good compliance with hand washing using soap were 85 respondents (72.0%), fair compliance were 32 respondents (27.1%), and one respondent with poor compliance (0.8%). It obtained p-Value = 0.000 (a < 0.005), which means that there is a relationship between Covid-19 knowledge and hand washing using soap compliance in elementary school-aged children at the MIM Unggulan of Gorontalo City.
Edukasi Gizi Warna Warni Isi Piringku Sebagai Upaya Pendampingan Percepatan Penurunan Stunting Herlina Jusuf; Ita Sulistiani Basir; Nikmatisni Arsad
Jurnal Sibermas (Sinergi Pemberdayaan Masyarakat) Vol 13, No 1 (2024): Jurnal Sibermas (Sinergi Bersama Masyarakat)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/sibermas.v13i1.18528

Abstract

Stunting dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan otak. Anak stunting juga memiliki risiko lebih tinggi menderita penyakit kronis di masa dewasanya. Piring Makanku: Sajian Sekali Makan, dimaksudkan sebagai panduan yang menunjukkan sajian makanan pada setiap kali makan (misal sarapan, makan siang, makan malam). Visual Piring Makanku ini menggambarkan anjuran makan sehat dimana separuh (50%) dari total jumlah makanan setiap kali makan adalah sayur dan buah dan separuh (50%) lagi adalah makanan pokok dan lauk pauk. Piring Makanku juga menganjurkan makan porsi sayuran harus lebih banyak dari porsi buah, dan porsi makanan pokok lebih banyak dari lauk pauk. Prevalensi stunting di Gorontalo sebesar 29%, tergolong masih tinggi jika dibandingkan dengan standar World Health Organization. Desa Dunggala merupakan salah satu lokus stunting di Kabupaten Bone Bolango. Tujuan Kegiatan adalah meningkatkan pengetahuan dan sikap dalam penerapan indahnya pelangi di piring makanku di Desa Dunggala, Kecamatan Tapa, Kabupaten Bone Bolango. Metode pelaksanaan yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu:. pelaksanaan kegiatan edukasi gizi stunting, edukasi piring makanku dan pelaksanaan lomba warna warni isi piringku sebagai proses perubahan sikap dari para peserta. Hasil pretest dan post test menjadi acuan adanya perubahan pengetahuan yang dimiliki oleh peserta, dan dalam kegiatan lomba isi piringku terlihat perubahan pengetahuan masyarakat dalam menyiapkan isi piring saat mengikuti perlombaan.
Pengaruh Active Stretching Kaki Terhadap Gula Darah pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Gusti Pandi Liputo; Ita Sulistiani Basir; Rahma Aulia Mansur
Journal Nursing Care Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Gorontalo Vol 12, No 1 (2026): JOURNAL NURSING CARE
Publisher : Poltekkes Kemenkes Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jnc.v12i1.1697

Abstract

Latar belakang: Diabetes melitus tipe 2 merupakan gangguan metabolik yang ditandai dengan hiperglikemia akibat resistensi insulin. Pengendalian kadar gula darah dapat dilakukan melalui terapi farmakologis dan nonfarmakologis, salah satunya aktivitas fisik ringan seperti active stretching kaki. Latihan ini dapat meningkatkan sirkulasi darah perifer dan sensitivitas insulin sehingga membantu menurunkan kadar glukosa darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh active stretching kaki terhadap kadar gula darah pada pasien diabetes melitus tipe 2. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan desain kuasi-eksperimen dengan pendekatan one group pretest-posttest design. Penelitian dilaksanakan pada September–Oktober 2025 di wilayah kerja Puskesmas Tilongkabila, Kabupaten Bone Bolango. Sampel berjumlah 50 responden yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Kadar gula darah sewaktu diukur menggunakan glukometer sebelum dan sesudah intervensi. Intervensi active stretching kaki diberikan selama 6 hari dengan durasi 15 menit setiap sesi. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil: Sebelum intervensi, seluruh responden (100%) memiliki kadar gula darah sewaktu dalam kategori abnormal. Setelah diberikan intervensi, sebanyak 44 responden (88%) menunjukkan kadar gula darah normal dan 6 responden (12%) masih berada pada kategori abnormal. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat pengaruh signifikan active stretching kaki terhadap penurunan kadar gula darah. Simpulan: Active stretching kaki efektif membantu menurunkan kadar gula darah melalui peningkatan aktivitas otot dan sensitivitas insulin serta perbaikan sirkulasi darah perifer. Latihan ini mudah dilakukan dan dapat menjadi alternatif intervensi nonfarmakologis untuk membantu pengendalian kadar gula darah pada pasien diabetes melitus tipe 2.
Self-Esteem dan Fungsi Psikoseksual pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Nur Riyadi Sarjono; Ita Sulistiani; Mihrawaty S. Antu
Journal of Telenursing (JOTING) Vol. 8 No. 3 (2026): Journal of Telenursing (JOTING)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/sbepf555

Abstract

This study aims to determine the relationship between self-esteem and psychosexual function in patients with type 2 diabetes mellitus in the Limboto Community Health Center (Puskesmas) in Gorontalo Regency. The method used was a quantitative cross-sectional approach. The results showed that the majority of respondents had low self-esteem (57 respondents (93.4%) and moderate psychosexual function (35 respondents (57.4%). Bivariate analysis revealed a significant relationship between self-esteem and psychosexual function, with a p-value of 0.000 (<0.05), indicating a strong, positive relationship. In conclusion, there is a significant relationship between self-esteem and psychosexual function in patients with type 2 diabetes mellitus, where higher self-esteem leads to better psychosexual function.   Keywords: Type 2 Diabetes Mellitus, Psychosexual Function, Self-Esteem
Peningkatan Perilaku Perawatan Kaki Melalui Edukasi Booklet Smart untuk Pencegahan Diabetic Food Ulcer pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Laila Revalina Madu; Ita Sulistiani Basir; Sitti Fatimah M. Arsad
Journal of Telenursing (JOTING) Vol. 8 No. 3 (2026): Journal of Telenursing (JOTING)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/ctkrpx73

Abstract

This study aimed to determine the effectiveness of the SMART Booklet educational media on foot care behavior in type 2 diabetes mellitus patients at the Limboto Community Health Center. The method used was a pre-experimental design with a one-group pre-test post-test design. The results showed an increase in foot care behavior after the intervention with a p-value of 0.000 (p < 0.05), indicating a significant difference before and after education. In conclusion, education using the SMART Booklet effectively improved foot care behavior in type 2 diabetes mellitus patients.   Keywords: SMART Booklet, Diabetic Foot Ulcer, Foot Care Behavior
Peningkatan Kapasitas Kader: Edukasi Terintegrasi Cegah Komplikasi Diabetes Fisik dan Mental Siti Hajar Salawali; Sulistiani Ita; Pakaya Nasrun; Zainuddin Zainuddin
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/qhtmm733

Abstract

Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan hiperglikemia dan dapat menimbulkan komplikasi fisik serta gangguan kesehatan mental seperti kecemasan dan depresi. Kasus DM di Indonesia, termasuk di Desa Langge, Kabupaten Bone Bolango, masih tinggi dan menjadi prioritas penanganan penyakit kronis. Rendahnya kapasitas kader kesehatan dalam memberikan edukasi pencegahan komplikasi DM, baik fisik maupun mental, menjadi tantangan dalam upaya promotif dan preventif. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader kesehatan melalui edukasi terintegrasi tentang pencegahan komplikasi fisik dan mental pada pasien DM. Metode pelaksanaan meliputi persiapan, koordinasi, pre-test, pelatihan partisipatif, simulasi, role play, dan evaluasi post-test. Materi yang diberikan mencakup dasar-dasar DM, skrining depresi ringan menggunakan PHQ-2, teknik relaksasi napas dalam, afirmasi positif, komunikasi efektif, serta perawatan diri kader. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pengetahuan kader, dari 60% kategori sedang dan 40% rendah pada pre-test menjadi 90% kategori tinggi setelah pelatihan. Temuan ini menunjukkan efektivitas pendekatan edukasi terintegrasi dalam memperkuat kapasitas kader sebagai agen perubahan di komunitas. Disarankan agar dilakukan pendampingan lapangan dan monitoring berkala untuk memastikan penerapan praktik yang berkelanjutan dan memperkuat peran kader dalam pencegahan komplikasi DM secara holistik.
Hubungan Pengetahuan dengan Upaya Pencegahan Pelecehan Seksual pada Remaja Putri di SMP N 1 Suwawa Kabupaten Bone Bolango Khairunnisa Otolomo; Ita Sulistiani; Nirwanto K. Rahim
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v9i1.873

Abstract

Pelecehan seksual pada remaja putri merupakan masalah yang semakin memprihatinkan karena dapat menimbulkan dampak fisik, psikologis, sosial, dan akademik. Salah satu faktor yang diduga berperan dalam mencegah terjadinya pelecehan seksual adalah tingkat pengetahuan remaja mengenai bentuk, risiko, dampak, dan cara pencegahannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dengan upaya pencegahan pelecehan seksual pada remaja putri di SMP Negeri 1 Suwawa Kabupaten Bone Bolango. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh siswi kelas VII dan VIII SMP Negeri 1 Suwawa sebanyak 92 orang, dengan sampel sebanyak 75 responden yang dipilih menggunakan teknik proportionate stratified random sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner pengetahuan dan kuesioner upaya pencegahan pelecehan seksual yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan responden sebagian besar berada pada kategori baik sebanyak 27 responden (36%), kategori cukup 25 responden (33,3%), dan kategori kurang 23 responden (30,7%). Upaya pencegahan pelecehan seksual sebagian besar berada pada kategori baik sebanyak 34 responden (45,3%), kategori cukup 27 responden (36%), dan kategori kurang 14 responden (18,7%). Hasil uji Spearman Rank menunjukkan nilai P-Value = 0,000 (< 0,05) dengan koefisien korelasi r = 0,798 yang menunjukkan hubungan positif dengan kekuatan korelasi kuat. Disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan upaya pencegahan pelecehan seksual pada remaja putri di SMP Negeri 1 Suwawa Kabupaten Bone Bolango. Semakin baik tingkat pengetahuan remaja putri, maka semakin baik pula upaya pencegahan pelecehan seksual yang dilakukan.
Hubungan Lama Menderita dengan Tingkat Pengetahuan Perawatan Kaki pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Tilongkabila Nurzia Delasfebrila Marukai; Ita Sulistiani; Sitti Fatimah M. Arsad
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1338

Abstract

Diabetes Melitus (DM) tipe 2 merupakan penyakit kronis yang dapat menyebabkan komplikasi serius, salah satunya ulkus kaki diabetikum. Pencegahan komplikasi tersebut dapat dilakukan melalui perawatan kaki yang tepat, yang dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan penderita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan lama menderita DM tipe 2 dengan tingkat pengetahuan perawatan kaki pada penderita DM tipe 2 di Puskesmas Tilongkabila. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel berjumlah 33 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner pengetahuan perawatan kaki yang disesuaikan dari Munali (2019). Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan nilai p = 0,003 (p < 0,05), yang menunjukkan terdapat hubungan antara lama menderita DM tipe 2 dengan tingkat pengetahuan perawatan kaki. Responden yang menderita DM tipe 2 selama ≥ 5 tahun cenderung memiliki tingkat pengetahuan perawatan kaki yang lebih baik dibandingkan responden yang menderita DM tipe 2 selama ≤ 5 tahun. Disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara lama menderita dengan tingkat pengetahuan perawatan kaki pada penderita DM tipe 2 di Puskesmas Tilongkabila.
Pendidikan Kesehatan Seksual pada Remaja Di SMA dalam Upaya Menurunkan Perilaku Seksual Beresiko Nirwanto K. Rahim; Ita Sulistiani
SERAMBI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2025): SERAMBI: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : TRANSBAHASA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54923/serambi.v2i1.16

Abstract

Masa remaja merupakan fase perkembangan yang krusial, ditandai dengan perubahan fisik, emosional, dan psikososial yang membuat individu rentan terhadap pengaruh lingkungan, termasuk dalam hal eksplorasi seksualitas. Minimnya pendidikan seksual yang tepat serta tingginya paparan informasi keliru melalui media sosial menyebabkan banyak remaja terjebak dalam perilaku seksual berisiko, yang berdampak pada meningkatnya kasus kehamilan remaja dan infeksi menular seksual. Fokus pengabdian ini adalah pemberian pendidikan kesehatan seksual komprehensif kepada siswa SMA Negeri 1 Bongomeme. Tujuan kegiatan adalah meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan remaja dalam menjaga kesehatan reproduksi serta mencegah perilaku seksual berisiko. Kegiatan dilakukan melalui metode penyuluhan interaktif berbasis partisipatif, meliputi pre-test, presentasi, video edukatif, roleplay, diskusi kelompok, dan post-test. Subjek kegiatan berjumlah 50 siswa kelas XI yang berpartisipasi aktif dalam seluruh rangkaian program. Hasil menunjukkan peningkatan skor pengetahuan rata-rata sebesar 24,8 poin dari pre-test ke post-test. Secara kualitatif, 91% siswa merasa lebih mampu menjaga batasan diri, dan 85% lebih bijak dalam memilih pergaulan. Sebanyak 18 siswa menyatakan komitmen sebagai peer educator di sekolah, menandai terbentuknya agen perubahan internal. Kesimpulannya, pendekatan edukatif yang menyeluruh dan disesuaikan dengan kebutuhan psikososial remaja efektif dalam membentuk pengetahuan, sikap, dan perilaku sehat terkait seksualitas, serta berpotensi memberikan dampak preventif jangka panjang di lingkungan sekolah.