Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

HUBUNGAN TANGGUNGJAWAB ORANGTUA DENGAN HASIL BELAJAR PAK SISWA KELAS VIII SMP NEGERI GUNUNG MERIAH TAHUN 2018 Selamat Karo-Karo
JURNAL PENELITIAN FISIKAWAN Vol 2 No 1 (2019): FEBRUARI
Publisher : Lembaga Penenlitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Darma Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (682.444 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tanggungjawab orangtua dengan hasil belajar PAK siswa kelas VIII SMP Negeri Gunung Meriah tahun 2018. Jenis penelitian ini adalah pendekatan korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri Gunung Meriah yang berjumlah 20 orang siswa yang beragama kristen. Untuk mengumpulkan data penelitian digunakan pengumpulan angket untuk mengukur variabel (X) Pola Asuh Orangtua dengan variabel (Y) Pembentukan Karakter Siswa yang berjumlah 18 item tiap variabel yang terlebih dahulu dilakukan uji coba untuk mengetahui validitas dan reliabilitas angket. Pada hasil penelitian yang telah dilakukan pada siswa kelas VIII SMP Negeri Gunung Meriah dengan jumlah angket pada variabel X 20 item dan Y 20 item, maka dari itu hasil uji normalitas dan linieritas diperoleh data Pola Asuh Orangtua denganPembentukan Karakter Siswa kelas VIII SMP Negeri Gunung Meriah Tahun 2018 berdistribusi normal dan linier. Berdasarkan hasil analisis diperoleh nilai koefisien korelasi adalah rhitung = 0,542dengan mengkonsultasikan terhadap nilai rtabel pada tarap kepercayaan 95% diperoleh rtabel = 0,444dengan jumlah responden 20 orang, maka harga rhitung>rtabel (0,542> 0, 444). Maka hal ini menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pola asuh orangtua dengan pembentukan karakter siswa. Oleh karena itu, orangtua harus benar-benar memperhatikan pola pengasuhan mereka terhadap anak dengan memberi teladan dan kasih sayang yang sebaik-baiknya bagi anak, sehingga anak dapat tumbuh menjadi siswa yang berkarakter baik pula
Building the Character of Science Students through Innovative Learning Based on Process Skills During the Covid-19 Pandemic Rosita Saragih; Elisabeth Sitepu; Rosma Nababan; Selamat Karo-Karo
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 9 No 8 (2023): August
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v9i8.5963

Abstract

The aim of this research is to describe student character through innovative learning based on process skills in class IX of Jambi Medan Private High School during the Covid-19 pandemic. This research is qualitative research, the research subjects were 34 students in class IX of Jambi Medan Private High School. Data collection techniques were obtained through interviews and questionnaires. The research results show that the science learning process in class IX of Jambi Medan Private High School during the Covid-19 pandemic was carried out offline using a shift system by applying a discovery learning model with a process skills-based approach and combined with several learning methods of mind mapping, group discussions, questions and answers and assignments. Student participation in learning during the Covid-19 pandemic was good. Students participate actively in the learning process. Assessment of student learning outcomes reaches the Minimum Completeness Criteria (KKM).
The Effect of Teacher Competence on Student Learning Outcomes Marioga Pardede; Selamat Karo-Karo; Yona Gulo; Fransiskus Gultom
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 10 No SpecialIssue (2024): Science Education, Ecotourism, Health Science
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v10iSpecialIssue.7374

Abstract

This study aims to determine the effect of teacher competence on the learning outcomes of grade IX students at SMP Negeri 1 Pulau Rakyat Asahan. The population in this study were all components in the school environment, such as: principals, teachers, administration, and students of SMP Negeri 1 Pulau Rakyat Asahan, namely 185 people. The sample in this study were class teachers and grade IX students totaling 50 people. This type of research is quantitative research with the approach used is correlational. The sampling method is purposive sample, namely a sample determination technique with special considerations so that it is worthy of being used as a sample. The data collection method used by the researcher is observation, questionnaire distribution, and documentation. The collected data were analyzed using statistical analysis techniques, namely the product moment correlation test. The results of hypothesis testing using correlation analysis show that the calculated r value is 0.6514 at a significance level of 5% and the r table is 0.279, meaning that the calculated r value is greater than the r table value, namely 0.6514 > 0.279. Thus, the working hypothesis (Ha) is accepted and the working hypothesis (H0) is rejected, meaning that it can be stated that there is an influence of teacher competence on student learning outcomes at SMP Negeri 1 Pulau Rakyat Asahan. The implication of this study is as a reference material to improve teacher competence, especially for science teachers at SMP Negeri 1 Pulau Rakyat Asahan.
Optimization of Students' Character Values Through Process Skill-Based Learning Selamat Karo-Karo
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 10 No SpecialIssue (2024): Science Education, Ecotourism, Health Science
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v10iSpecialIssue.7376

Abstract

The purpose of this paper is to determine the optimization of student character values through process-based learning skills in class IX of SMP Negeri 1 Pulau Rakyat Asahan. This research was conducted at SMP Negeri 1 Pulau Rakyat Asahan. The research method used was to provide questionnaires, literature studies and documentation. From the results of the research and discussion, it can be seen that the decline in behavioral values in society can be actualized through the tendency of non-educational behavior that is increasingly concerning, such as: violence, anarchy, pornography, corruption, acts of terrorism, to various modes of crime through information technology systems. This indicates that efforts to build character through the development of moral values integrated into learning in schools have not been successful, there are still many teachers at various levels of education in the learning process using lecture methods, textual and less based on scientific processes. One of the contributing factors is because the teacher's understanding of the lesson itself is not correct, as a result the material taught has not been taught in accordance with the nature of learning which refers to the process and product but only as a product (content). Process skill-based learning is learning that develops various skills such as: observation, classification, interpretation, prediction, asking questions, hypothesizing, conducting experiments, communicating experimental results (communication), so that students can have the experience of activities that involve cognitive skills (minds on), manual or psychomotor skills (hands on) and social skills (hearts on). Through learning material based on process skills, it is expected that various scientific attitudes can be developed such as: patience, honesty, thoroughness, tolerance, etc., which are the basic capital in building student character optimally. However, implementing learning material based on process skills requires the support of teacher readiness, both in determining strategies and learning instruments
Kajian Budaya dan Agama dalam Kehidupan Bermasyarakat Ahmad Mustaqim; Yona Gulo; Selamat Karo-Karo
All Fields of Science Journal Liaison Academia and Sosiety Vol. 2 No. 4: Desember 2022
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58939/afosj-las.v2i4.409

Abstract

Agama dan kebudayaan saling berkaitan erat satu sama lain dalam kehidupan bermasyarakat Jikala budaya maupun agama diartikan sebagai sesuatu yang terlahir di dunia maka manusia ingin atau tidak ingin harus menerima warisan tersebut hal tersebut tentunya akan terasa berat bagi setiap individu Adapun beberapa peran yang sangat penting bagi masyarakat dalam memahami pentingnya agama dan budaya dalam kehidupan sosial: 1 Budaya; maka itu sudah pasti menjadi suatu nilai kesatuan yang menyatu dan membaur dalam sebuah kebudayaan lokal; 2 Gender: persepektif dalam menanggapi gender dalam sebuah kemanusiaan baik kaum hawa dan kaum adam dimana katanya ada yang lebih berperan dalam segala hal yang di sisi lain ada yang di pandang tidak mampu bukanya itu bisa di katakan pembelaan secara sepihak; 3 Kebudayaan dalam diri sendiri: Tidak terlalu berambisi untuk mengatakan dan membahas sebuah apa itu inti dari kebudayaan dalam diri sendiri yang kaitanya dengan agama dan sebuah kebudayaan yang ada secara sederhana kebudayaan merupakan daya cipta hasil karya manusia yang di sertai akal budi yang dapat memperbaiki hingga mempermudah serta meningkatkan kualitas sebuah kehidupan atau kebudayaan yang mampu membenahi daya kemampuan dalam berfikir berkata dan bertindak sehingga mampu memahami serta berinteraksi dengan lingkungan yang sesuai dengan tuntutan keadaan yang ada karena sebuah kebudayaan muncul karena adanya dorongan sebuah adaptasi lingkungan dengan kehidupan pada keadaan manusia berada Kata Kunci : Budaya; Agama Masyarakat
Korelasi Kompetensi Pedagogik Guru dengan Hasil Belajar Siswa Kelas IX pada Mata Pelajaran Agama Kristen di SMP Negeri 1 Pulau Rakyat Asahan Selamat Karo-karo; Yona Gulo; Marioga Pardede
All Fields of Science Journal Liaison Academia and Sosiety Vol. 5 No. 2: Juni 2025
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58939/afosj-las.v5i2.811

Abstract

p Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi kompetensi pedagogik guru dengan hasil belajar siswa kelas IX pada mata pelajaran Agama Kristen di SMP Negeri 1 Pulau Rakyat Asahan Jenis penelitian ini adalah korelasional Populasi dalam penelitian ini adalah siswa Kelas IX SMP Negeri 1 Pulau Rakyat Asahan yang terdiri dari 4 empat kelas yaitu: IX 1 IX 2 IX 3 dan IX 4 sebanyak 146 orang Sampel penelitian ini adalah sebanyak 50 orang yang diambil dari siswa kelas IX 1 sebanyak 26 siswa dan siswa kelas IX 2 sebanyak 24 siswa Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket dokumentasi dan wawancara Angket yang digunakan sebanyak 30 butir soal dengan 5 lima option pilihan jawaban pemberian nilai untuk setiap jawaban nilai yang diberikan yaitu: a Selalu dengan nilai 5 b Sering dengan nilai 4 c Kadang kadang dengan nilai 3 d Jarang dengan nilai 2 dan e Tidak Pernah dengan nilai 1 Dari hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa ada hubungan signifikan secara simultan antara metode tanya jawab dengan minat belajar siswa kelas IX SMP Negeri 1 Pulau Rakyat Asahan hal ini telihat dari data yang menunjuKkan r sub hitung sub 0 68 gt; pada r sub tabel sub 0 18 pada taraf signifikan 5 Persen atau dapat diformulasikan sebagai 0 68 gt; 0 18 Jika dilihat dari tabel interpretasi r product moment r sub hitung sub 0 68 terletak pada titik 0 60 0 90 maka dapat dikatakan mempunyai korelasi yang kuat dan tinggi atau hubungan yang signifikan p
Sosialisasi Strategi Pengembangan Ekonomi Masyarakat Melalui Ekonomi Mandiri di Batubara Sumatera Utara Fransiskus Gultom; Ahmad Nadhira; Erni Yusnita; Selamat Karo-Karo; Yona Gulo; Sukmawati Sukmawati
Journal Liaison Academia and Society Vol 2 No 4: Desember 2022
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58939/j-las.v2i4.730

Abstract

Tujuan kegiatan PKM ini yaitu menciptakan masyarakat yang mandiri dalam pengembangan ekonomi paling tidak untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Waluapun kita ketahui pemerintah selalu berupaya menciptakan masyarakat yang makmur dan memastikan ketersediaan pangan, akan tetapi jika kita bisa mandiri tentunya akan lebih baik lagi. Adapun pelaksanaan PKM dimulai dengan menyampaikan materi persentase sesuai tema dan selanjutnya dilakukan tanyajawab dan selanjutnya dilakukan tahapan-tahapan pelakasanaan PKM. Adapun hasil dari kegiatan ini berupa laporan kegiatan yaitu berupa respon positif dari masyarakat batubara atas kegiatan PKM dan setelah memahami akan pentingnya pemanfaatan pekarang rumah yang dapat digunakan untuk pengembangan ekonomi mandiri tentunya masyarakat mulai melakukan penanaman sayuran dan buah-buahan yang mudah didapat bibitnya dan mudah pula membudidayakannya. Kata Kunci : Pengembangan Ekonomi Masyarakat; Ekonomi Mandiri; pemanfaatan Pekarangan Rumah.
Sosialisasi Pentingnya Penyediaan Akses Jalan yang Baik dan Parkir Kenderaan yang baik di Tempat Wisata dan Villa di Kawasan Wisata Bukit Lawang Dicky Edwar Daulay; Yona Gulo; Selamat Karo-karo; Ahmad Nadhira; Dina Hastalona; Elisabeth Sitepu
Journal Liaison Academia and Society Vol 3 No 2: Juni 2023
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58939/j-las.v3i2.756

Abstract

p Akses menuju wisata bukit lawang sangat baik akan tetapi ketika sampai dilokasi wisata, parkir yang dekat dengan kawasan wisata kurang memadai, sehingga wisatawan harus parkir jauh dari lokasi wisata. Hal ini tentunya memberikan pengalaman kurang menyenangkan. Adapun hasil temuan permasalahan yaitu: 1) Akses menuju penginapan, villa ataupun homestay yaitu masih kurang nyaman sebab jauh dari parkir, 2) Area parkir dekat area wisata masih sempit sehingga lebih banyak yang parkir jauh dari area wisata, 3) Sistem kutipan retribusi parkir dan masuk ke kawasan wisata banyak calo, sehingga terkesan tidak nyaman. Tujuan kegiatan ini untuk memberikan masukan kepada pengelola wisata dan masyarakat tentang pentingnya akses dan lokasi parkir bagi kawasan wisata bukit lawang. Hasil kegiatan PKM yaitu bahwa akses atau jalan menuju lokasi wisata bukit lawang sudah baik, hanya diperlukan atribut tambahan untuk memperindah jalan dan memudahkan wisatawan. Akses jalan menuju villa, penginapan dan homestay terlalu jauh sehingga perlu dilakukan perbaikan baik dari pihak pnegelola maupun pemerintah setempat. Saran: Perlu dilakukan edukasi dan dukungan dari pemerintah terkait pengelolaan kawasan wisata, jika perlu untuk parkir dan retribusi ditetapkan dengan harga yg murah dengan tetap memperhatikan cara mensejahterakan masyarakat sekitarnya.
Sosialisasi Pentingnya Penyediaan Akses Jalan yang Baik dan Parkir Kenderaan yang baik di Tempat Wisata dan Villa di Kawasan Wisata Bukit Lawang Dicky Edwar Daulay; Yona Gulo; Selamat Karo-karo; Ahmad Nadhira; Dina Hastalona; Elisabeth Sitepu
Journal Liaison Academia and Society Vol 3 No 2: Juni 2023
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58939/j-las.v3i2.759

Abstract

Akses menuju wisata bukit lawang sangat baik akan tetapi ketika sampai dilokasi wisata, parkir yang dekat dengan kawasan wisata kurang memadai, sehingga wisatawan harus parkir jauh dari lokasi wisata. Hal ini tentunya memberikan pengalaman kurang menyenangkan. Adapun hasil temuan permasalahan yaitu: 1) Akses menuju penginapan, villa ataupun homestay yaitu masih kurang nyaman sebab jauh dari parkir, 2) Area parkir dekat area wisata masih sempit sehingga lebih banyak yang parkir jauh dari area wisata, 3) Sistem kutipan retribusi parkir dan masuk ke kawasan wisata banyak calo, sehingga terkesan tidak nyaman. Tujuan kegiatan ini untuk memberikan masukan kepada pengelola wisata dan masyarakat tentang pentingnya akses dan lokasi parkir bagi kawasan wisata bukit lawang. Hasil kegiatan PKM yaitu bahwa akses atau jalan menuju lokasi wisata bukit lawang sudah baik, hanya diperlukan atribut tambahan untuk memperindah jalan dan memudahkan wisatawan. Akses jalan menuju villa, penginapan dan homestay terlalu jauh sehingga perlu dilakukan perbaikan baik dari pihak pnegelola maupun pemerintah setempat. Saran: Perlu dilakukan edukasi dan dukungan dari pemerintah terkait pengelolaan kawasan wisata, jika perlu untuk parkir dan retribusi ditetapkan dengan harga yg murah dengan tetap memperhatikan cara mensejahterakan masyarakat sekitarnya.   Kata Kunci : Sosialisasi; Akses; Jalan; Parkir.
Upaya Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pembinaan Usaha Sabun Cair pada Ibu-Ibu Arisan di Kecamatan Percut Seituan Deliserdang Selamat Karo-Karo; Yona Gulo; Marioga Pardede; Elisabeth Sitepu; Hernawaty Hernawaty; Fransiskus Gultom
Journal Liaison Academia and Society Vol 5 No 4: Desember 2025
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58939/j-las.v5i4.1254

Abstract

Ibu-ibu arisan memiliki potensi memproduksi sabun cair dengan buatan sendiri dalam bentuk industri rumahan melalui pemanfaatan hasil pertanian masyarakat. Produk sabun ini terbuat dari minyak dan alkali sehingga terjadi reaksi saponifikasi, Selanjutnya adonan pasta sabun dicairkan menjadi sabun cair serta siap untuk dikemas. Potensi ini memiliki prospek yang menjanjikan dalam mengembangkan wirausaha industri rumahan, selain itu dapat menciptakan lapangan pekerjaan baru melalui pemberdayaan masyarakat sekitar. Tujuan dari kegiatan ini (1) Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kelompok pengolah sabun buatan sendiri berbasis komoditas lokal; (2) Merintis upaya penganekaragaman industri rumahan salah satunya masyarakat yang bergerak di industri pembuatan sabun cair buatan sendiri untuk kebutuhan souvenir dan kado; (3) Membantu pemerintah desa untuk dapat memajukan kesejahteraan masyarakat; dan (4) Mensosialisasikan hasil penelitian dari perguruan tinggi kepada masyarakat pengguna melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pelatihan meliputi pelatihan cara melakukan pembuatan sabun cairhandmade, pendampingan, demonstrasi langsung dalam proses pembuatan pasta sabun, pencairan, pengemasan, monitoring kualitas akhir sabun, hingga ke pemasarannya. Berdasarkan kegiatan yang telah dilakukan dapat ditarik kesimpulan bahwa: 1) Kegiatan ini dapat meningkatkan motivasi usaha, kesadaran, pengetahuan dan ketrampilan masyarakat melalui penerapan teknologi tepat guna untuk mengolah komoditas lokal menjadi produk sabun cair buatan sendiri; 2) Peserta pelatihan terutama kelompok ibu-ibu arisan telah mengikuti serangkaian kegiatan pembuatan sabun buatan sendiri selanjutnya perlu dikembangkan kerjasama dengan pihak terkait untuk pengembangan bisnis sabun buatan sendiri kedepannya.