Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Efektivitas Penyaluran Modal Usaha Dalam Meningkatkan Usaha Kecil Di BUMDES Lembar Selatan Kecamatan Lembar Kabupaten Lombok Barat Rizal, Muhammad; Umam Taqiuddin, Habibul
Econetica: Jurnal Sosial, Ekonomi, dan Bisnis Vol 2 No 2 (2020): November 2020
Publisher : Program Studi Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi Universitas Nahdlatul UlamaNusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.0602/econetica.v2i2.107

Abstract

ABSTRAK Peran BUMDes dalam penyelenggaraan Pemerintahan Desa dan pemberdayaan masyarakat Desa berdasarkan prakarsa masyarakat berfungsi untuk menstimulasi, memfasilitasi dan melindungi, serta memberdayakan kesejahteraan ekonomi masyarakat pedesaan. Adapun yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah konsep penyaluran modal usaha masyarakat desa yang di lakukan oleh BUMDes Lembar Selatan dan bagaimanakah efektivitas program BUMDes Lembar Selatan Kecamatan Lembar Kabupaten Lombok Barat. Adapun tujuan yang hendak dicapai pada penelitian ini adalah Untuk mengetahui bagaimana konsep penyaluran pemberdayaan kinerja pengelolaan yang di berikan oleh BUMDes Lembar Selatan dan Untuk mengetahui efektivitas program pengelolaan BUMDesa Lembar Selatan dalam meningkatkan prekonomian masyarakat pedesaan khususnya Desa Lembar Selatan. Metode penelitian yang di gunakan adalah penelitian kualitatif diskriptif. Hasil peneliian menunjukkan bahwa Konsep penyaluran modal usaha kepada masyarakat Desa Lembar Selatan melalui BUMDes Lembar Selatan berupa melalui melalaui program unggulan simpan pinjam (SPP) dengan cara pemberian pinjaman dana usaha kecil kepada masyarakat dalam rangka menggerakkan perekonomian di Desa Lembar Selatan dan Pelaksanaan program-program BUMDes Lembar Selatan adalah efektif, karena penyaluran modal usaha yang di berikan kepada masyarakat Usaha Kecil Menengah (UKM), setelah memenuhi persyaratan yang di tentukan oleh peraturan perundang-undangan dengan memperhatikan potensi-potensi yang dimiliki oleh Desa Masyarakat Lembar Selatan
Sistem Bagi Hasil Peternak Sapi Ditinjau Dari Ekonomi Islam Studi Kasus Di Desa Sisik Kecamatan Praya Barat Lombok Tengah Taqiuddin, Habibul Umam; Riswandi, Dedi; Alfiani, Ria; Solatiyah, Baiq
Econetica: Jurnal Sosial, Ekonomi, dan Bisnis Vol 4 No 2 (2022): November 2022
Publisher : Program Studi Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi Universitas Nahdlatul UlamaNusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/econetica.v4i2.301

Abstract

The purpose of this study was to find out the system for the results of the cattle business in Sisik Village and the distribution of the proceeds from the sale of livestock carried out by shahibul maal and mudharib according to the agreement. The method used is a qualitative method with primary and secondary data collection techniques. Based on the results of the study, it can be concluded that the profit sharing system for cattle farming in Sisik Village after being reviewed using an oral contract in its implementation, 100% capital is given to mudharib and the agreed profit sharing is 50%: 50% profit value is in accordance with the portion and responsibility answer. And the division of the calf system is by giving the first benefit to mudharib and the second to shahibul maal.
Islamic Sharecropping and Farmer Welfare Apriani, Sindi; Taqiuddin, Habibul Umam; Yakub, Muhammad
Econetica: Jurnal Sosial, Ekonomi, dan Bisnis Vol 5 No 2 (2023): November 2023
Publisher : Program Studi Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi Universitas Nahdlatul UlamaNusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/econetica.v5i2.537

Abstract

This study investigates the implementation of the muzara‘ah profit-sharing system and its impact on farmer welfare in West Lombok, Indonesia, through the lens of Islamic economics. Using a qualitative descriptive approach, the research examines how Islamic sharecropping arrangements between landowners and tenant farmers influence income distribution, productivity, and social cohesion within rural communities. Data were collected through in-depth interviews, field observation, and documentation involving both landowners and sharecroppers in Bagik Polak Village, Labuapi District. The findings reveal that the muzara‘ah contract, conducted orally based on mutual trust and kinship, reflects key Islamic ethical principles such as amanah (trust), ‘adl (justice), and ta‘awun (mutual cooperation). The typical profit-sharing ratios—½:½ for rice and ⅓:⅔ for horticultural crops—provide equitable returns that enhance household income and strengthen community solidarity. Despite the absence of written agreements, the practice remains sharia-compliant, as it fulfills the essential requirements of muzara‘ah. However, sustainability challenges persist, including limited access to capital, the absence of formal documentation, and vulnerability to crop failure. The study concludes that the muzara‘ah system not only functions as an agricultural financing mechanism but also embodies a moral economy model that promotes fairness, productivity, and welfare within Islamic rural society.
Strategi Pengembangan Pariwisata Halal Taman Surga Rinjani Desa Sembalun Bumbung Kecamatan Sembalun Kabupaten Lombok Timur Hasbiatun, Hasbiatun; Taqiuddin, Habibul Umam; Yakub, Muhammad
Econetica: Jurnal Sosial, Ekonomi, dan Bisnis Vol 5 No 2 (2023): November 2023
Publisher : Program Studi Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi Universitas Nahdlatul UlamaNusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/econetica.v5i2.541

Abstract

Tourism development which is currently becoming a trend in several countries in the world, including Indonesia, is the development of sharia tourism or what is better known as halal tourism. The development of halal tourism in Rinjani Paradise Park, Sembalun Bumbung Village, Sembalun District, has not yet been seen and has not been fully campaigned to the community. Based on this, the formulation of the problem in this research is: 1) what is the strategy for developing Halal Tourism in Taman Surga Rinjani, Sembalun Bumbung Village, Sembalun District? ?. The aims of this research are: 1. To analyze the Halal Tourism development strategy at Rinjani Paradise Park, Sembalun Bumbung Village, Sembalun District. 2. To analyze the influence of the Halal Tourism development strategy at Rinjani Paradise Park on the economy of the people of Sembalun Bumbung Village, Sembalun District. This type of research is descriptive research. The research design in this study uses qualitative research methods. The data collection techniques in this research are observation, interviews and documentation. Meanwhile, the data analysis techniques used in this research are data reduction, data display, and drawing conclusions. The results of this research show that: 1. The strategy for developing Halal tourism in Rinjani Paradise Park is to promote it both offline by distributing it using brochures and online using social media platforms. 2. The existence of Rinjani Paradise Park tourism has an influence on the economic development of the Sembalun Bumbung Village community where the unemployment rate is reduced and the growth of MSMEs around the Sembalun Bumbung areaStrategy
The Role of Islamic Boarding Schools in Community Economic Empowerment Muniah, Baiq; Taqiuddin, Habibul Umam; Yakub, Muhammad
Econetica: Jurnal Sosial, Ekonomi, dan Bisnis Vol 5 No 2 (2023): November 2023
Publisher : Program Studi Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi Universitas Nahdlatul UlamaNusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/econetica.v5i2.543

Abstract

This study explores the role of Islamic boarding schools (pondok pesantren) in fostering community-based economic empowerment in rural Indonesia. The research focuses on Mertak Tombok Village, Central Lombok, where the Pondok Pesantren serves as both a religious institution and an agent of socio-economic transformation. Using a qualitative descriptive approach, data were collected through interviews, observation, and documentation involving kiai (religious leaders), students, and local residents. The findings indicate that the pondok pesantren plays a pivotal role in developing community entrepreneurship through education, social training, and the establishment of productive enterprises such as agriculture, livestock, and handicraft cooperatives. Its leadership model—anchored in Islamic ethical values—has fostered a culture of self-reliance and collaboration among local residents. Nevertheless, challenges remain in managerial capacity, market access, and the integration of modern business practices. The study concludes that the effectiveness of pesantren-based empowerment depends on three critical factors: institutional leadership, socio-religious legitimacy, and the synergy between religious education and local economic initiatives. These findings contribute to the broader discourse on Islamic social entrepreneurship and sustainable community development in developing regions.
Penerapan Asas Batas Minimal Pembuktian Dalam Perkara Hukum Perdata (Studi Putusan Pengadilan Negeri Selong Nomor : 55/Pdt.G/2020/PN.Sel) Risdiana, Risdiana; Taqiuddin, Habibul Umam
Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME) Vol 7, No 2 (2021): Jurnal Ilmiah Mandala Education
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jime.v7i2.2065

Abstract

Dalam suatu proses peradilan perdata, salah satu tugas hakim adalah untuk menyelidiki apakah suatu hubungan hukum yang menjadi dasar gugatan benar-benar ada atau tidak. Adanya hubungan hukum inilah yang harus terbukti apabila penggugat menginginkan kemenangan didalam suatu perkara. Apabila penggugat tidak berhasil membuktikan dalil-dalil yang menjadi dasar gugatnya, maka gugatannya tersebut akan ditolak, sedangkan apabila berhasil, maka gugatannya tersebut akan dikabulkan. Dalam perkara Nomor. 55/Pdt. G/2020 alat-alat bukti yang diajukan oleh Para Penggugat untuk membuktikan seluruh dalil gugatannya baik bukti surat maupun surat tidak ada satu pun yang bersesuaian satu dengan lain, sehingga tidak mencapai batas minimal pembuktian. Sebaliknya alat-bukti-bukti yang diajukan oleh Kuasa Hukum Tergugat 1, Tergugat 2, dan Tergugat 3 untuk membuktikan seluruh dalil bantahannya telah bersesuaian satu dengan lainnya dan telah mencapai batas minimal pembuktian. Oleh karena itu Putusan Judex Factie Pengadilan Negeri Selong dalam perkara  a-quo adalah sah dan benar berdasarkan hukum karena berdasarkan fakta-fakta persidangan Para Penggugat tidak dapat membuktikan seluruh dalil gugatannya dan Kuasa Hukum Para Tergugat (Tergugat 1, Tergugat 2, dan Tergugat 3) telah mampu membuktikan seluruh dalil bantahannya. Dengan demikian dalam pembuktian suatu perkara yang menentukan di persidangan adalah apakah alat-alat bukti yang diajukan oleh para pihak telah mencapai batas minimal pembuktian untuk membuktikan dalil-dalil baik dalam gugatan maupun eksepsi dan jawaban sesuai dengan adagium hukum pembuktian yang tersirat dalam ketentuan pasal 163 HIR jo. pasal 283 RBg jo. pasal 1865 KUHPerdata yang berbunyi “Barangsiapa yang mengaku mempunyai hak atau mendasarkan pada suatu peristiwa untuk menguatkan haknya itu atau untuk menyangkal hak orang lain, harus membuktikan adanya hak atau peristiwa itu”
Strategi Pengembangan Desa Wisata Sebagai Pembangkit Ekonomi Kerakyatan (Studi di Desa Setanggor Kecamatan Praya Barat Kabupaten Lombok Tengah) Taqiuddin, Habibul Umam; Yakub, Muhammad
Indonesian Journal of Education Research and Technology (IJERT) Vol 1 No 2 (2021): Indonesian Journal of Education Research and Technology (IJERT)
Publisher : LPPM Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui strategi pengembangan desa wisata dan strategi pengembangan ekonomi kerakyatan di Desa Setanggor. Penelitian ini dilaksanakan di Desa etanggor Kecamatan Praya Barat Kabupaten Lombok Tengah selama 6 bulan dari bulan September 2020 sampai dengan bulan Februari 2021. Adapun metode yang dilakukan adalah metode penelitian kualitatif, yaitu dilakukan pada kondisi yang alamiah dan peneliti berperan sebagai instrument kunci. Teknik pengumpulan data penelitian data penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif. Pertama, memilih data yang berhubungan dengan masalah yang peneliti teliti dan membuang data yang tidak diperluan. Kedua, melakukan penyajian data dalam bentuk naratif dan gambaran yang terjadi di lapangan, penarikan kesimpulan, dan verifikasi. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini menunjukkan adalah pertama. Strategi pengembangan Desa Setanggor sebagai desa wisata adalah dengan menonjolkan potensi destinasi wisada, berupa budaya, seni, tradisi, dan lain-lain yang terdapat di Desa Wisata. Hal ini dimaksudkan karena salah satu jenis potensi yang dapat memperkuat daya saing desa wisata adalah potensi budaya yang ada di desa tersebut. Kedua, salah satu upaya yang dilakukan oleh pemerintah Desa Setanggor untuk mengembangkan ekonomi kerakyatan adalah melalui sektor pariwisata dan industri kreatif. Sektor yang diandalkan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat adalah melalui pengembangan ecotourism (pariwisata alam).
Pelatihan Mediasi Desa di Desa Bonder Habibul Umam Taqiuddin; Baiq Mulianah
Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2021): Abdinesia: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berbagai permasalahan di masyarakat kini semakin kompleks, meningkatnya dinamika sosial di era cyberspace dan kebutuhan ekonomi yang tidak terbendung semakin menjadi pemicu terhadap permasalahan ini. Efeknya yaitu sistem peradilan Indonesia sudah terlalu over untuk menampung perkara-perkara oleh para pencari keadilan. Pada dasarnya sengketa bisa diselesaikan dengan pendekatan non litigasi (diluar jalur pengadilan) melalui proses mediasi (musyawarah-mufakat) dengan bantuan mediator. Kebutuhan akan tenaga mediasi di desa dalam penyelesaian sengketa menjadi hal yang tidak bisa dielakkan lagi. Mediasi sebagai alternatif penyelesaian sengketa akan menjadi pilihan masyarakat, disamping itu proses ini akan mengurangi penumpukan perkara di pengadilan. Suatu keuntungan dari proses mediasi adalah sifatnya yang tertutup memberikan jaminan privacy dari pihak-pihak yang bersengketa, disamping juga hubungan dari pihak-pihak yang bersengketa menjadi baik karena dasar pendekatannya adalah musyawarah mufakat. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini yaitu: meningkatkan pengetahuan, pemahaman dan keterampilan tentang mediasi melalui pelatihan mediasi (alternative penyelesaian sengketa) Kepala Desa dan BPD Desa Bonder Kecamatan Praya Barat Kabupaten Lombok Tengah, mengetahui tentang apa itu konflik atau sengketa dan mengatasinya dengan mediasi, mendorong pelibatan kepala Desa atau BPD atau pamong desa dalam menyelesaikan sengketa di masyarakat secara mediasi. Sedangkan manfaat yang diharapkan dari kegiatan ini adalah peserta pelatihan dapat memahami dan memiliki keterampilan tentang mediasi melalui pelatihan mediasi (alternative penyelesaian sengketa) Kepala Desa dan BPD Desa Bonder Kecamatan Praya Barat Kabupaten Lombok Tengah, dan peserta pelatihan dapat menjadi mediator desa dalam menyelesaikan sengketa di masyarakat Desa Bonder.
Pelatihan Wira Usaha Pemuda Habibul Umam Taqiuddin; Baiq Mulianah
Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2022): Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rendahnya minat berwirausaha di kalangan lulusan perguruan tinggi merupakan masalah yang menjadi perhatian bersama. Peran perguruan tinggi dituntut semakin jelas dan nyata dalam menggiatkan jiwa, semangat dan dan perilaku kewirausahaan. Jiwa wirausaha dapat dibangkitkan melalui pembelajaran dan pelatihan adapun yang menjadi rumusan masalah dalam kegiatan pelatihan wira usaha pemuda ini adalah apakah kegiatan pelatihan wira usaha dapat memberikan kontribusi dalam menumbuhkan minat berwirausaha di kalangan pemuda? Sedangkan tujuan dan manfaat yang ingin dicapai dalam kegiatan ini adalah (1) memberikan pemahaman kepada para pemuda akan pentingnya usaha (bisnis) untuk mewujudkan mahasiswa yang mandiri dan bisa menciptakan lapangan kerja, (2) memberikan pemahaman kepada para pemuda mengenai strategi bisnis dalam menghadapi persaingan usaha dan persaingan kerja, (3) memberikan keterampilan (bisnis) kepada mahasiswa sesuai dengan minat yang dimiliki, sehingga dapat menciptakan inspirasi bisnis baru. Sasaran utama pelatihan wirausaha mahasiswa adalah adalah kelompok pemuda yang memiliki komitmen tinggi untuk mengembangkan usaha kecil dan menengah di perguruan tinggi. Metode pelaksanaan kegiatan pelatihan pelatihan wira usaha pemuda di Aula Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat adalah focus group discussion (FGD). Hasil kegiatan pelatihan wira usaha pemuda ini 1) para peserta sangat antusias dalam setiap materi yang diberikan, 2) para peserta mulai memahami pentingnya wira usaha, 3) para peserta mulai bersemangat untuk mengembangkan kegiatan wira usaha.
Pelatihan Penyusunan Kontrak/Akad Syariah Baiq Mulianah; Habibul Umam Taqiuddin; Irpan Suriadiata
Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2022): Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/abdinesia.v2i2.223

Abstract

Kontrak/akad syariah memiliki karakteristik tersendiri dibandingkan dengan perjanjian atau kontrak konvensional. Adanya perbedaan dasar hukum dan karakteristik ini secara langsung dan tidak langsung akan berpengaruh terhadap klausul-klausul di dalam kontrak. Melalui kegiatan pelatihan ini, para pelaku usaha dapat memahami bagaimana teori dan praktek dalam membuat kontrak/akad syariah. Tujuan kegiatan manfaat kegiatan ini adalah 1) untuk memberikan pengetahuan mengenai kontrak/akad syariah, 2) untuk memberikan pemahaman mengenai teknik-teknik dan panduan mudah dalam penyusunan kontrak/akad syariah dalam transaksi bisnis dan keuangan. Metode pelaksanaan kegiatan pelatihan penyusunan kontrak/akad syariah di Aula Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat adalah focus group discussion (FGD) disertai dengan praktik penyusunan kontrak/akad syariah. Hasil kegiaan pelatihan penyusunan kontrak/akad syariah, di antaranya 1) para peserta sangat antusias dalam setiap materi yang diberikan, karena berhubungan langsung dengan persoalan di lapangan, 2) para peserta mulai memahami kontrak/akad syariah, 3) para peserta mulai memahami dasar-dasar penyusunan kontrak/akad syariah.