Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Missio Ecclesiae

Persoalan Hermeneutis tentang Konsep Allah Kaum Feminis Berdasarkan Perspektif Teologi Injili Parimpasa, Samuel; Blegur, Romelus; Kotte, Yohanis; Wahyudi, Hari
Missio Ecclesiae Vol 13 No 2 (2024): Oktober
Publisher : Institut Injil Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52157/me.v13i2.316

Abstract

Teologi Feminis merupakan teologi yang dibangun berdasakan perspektif kaum Perempuan yang berdampak pada cara tefsir terhadap Alkitab. Prinsip hermeneutik atau penafsiran yang digunakan bertolak pada pengalaman konteks, sehingga otoritas teks Alkitab tidak dimutlakkan melainkan terbuka bagi kritik. Dari upaya tersebut, Allah pun kemudian ditafsir dari perspektif gender. Masalah inilah yang menjadi tujuan penelitian, sebab berdampak juga pada kekeliruan berteologi khususnya dari kalangan kaum Injili. Masalah yang disoroti di sini adalah terkait persoalan hermeneutis yang turut memengaruhi cara berteologi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif deskriptif. Hasil penelitian ini adalah bahwa hermeneutik kaum feminis telah menyebabkan kekeliruan berteologi melalui metode pendekatan terhadap Alkitab yang tidak kredibel. Teologi feminis juga memakai Alkitab sebagai sumber yang mendukung asumsi teologi mereka, namun tidak dengan tujuan mempertahankan otoritasnya. Sebaliknya teks Alkitab dibiarkan terbuka bagi kemungkinan baru melalui kritik demi melayani kepentingan konteks. Feminisme menempatkan Alkitab dibawah perspektif pengalaman manusia, sehingga mendistorsi kewibawaannya. Hal tersebut bertolak belakang dengan kaum injili yang memegang teguh kemutlakan Alkitab sebagai firman Allah.
Menginjili Anak Secara Kreatif: Analisis Dampak Program Unit Pembinaan Pelayanan Anak (UPPA) STT ATI di Kalangan Mahasiswa Blegur, Romelus; Gea, Leniwan Darmawati; Atty, Sonya Debora; Mangngi, Yovita; Yosua, Yosua
Missio Ecclesiae Vol 14 No 1 (2025): April
Publisher : Institut Injil Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52157/me.v14i1.331

Abstract

Anak adalah ciptaan Allah yang serupa dan segambar dan Allah, namun disamping itu mereka pun orang berdosa yang memerlukan keselamatan. Oleh karena itu, pemberitaan Injil merupakan hal yang penting bagi mereka. Meskipun demikian, tugas tersebut tidak mudah karena itu diperlukan kreativitas untuk menyampaikan Injil sesuai dengan minat dan pemahaman mereka. Hal inilah yang menjadi fokus pelayanan UPPA STT ATI dalam rangka memperlengkapi mahasiswa dan pelayan gereja untuk menghasilkan para pelayan anak yang kreatif dan inovatif. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis dampak program UPPA STT ATI di kalangan mahasiswa STT ATI melalui berbagai pembinaan yang telah dilakukan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan beberapa temuan pada para informan yaitu: pertama, mahasiswa memahami tentang penginjilan. Kedua, mahasiswa memahami bahwa penginjilan terhadap anak sangat penting. Ketiga, mahasiswa terlibat dalam program UPPA STT ATI dan memperoleh pembekalan yang memadai untuk melayani anak. Keempat, program UPPA STT ATI efektif bagi mahasiswa dalam melayani anak. Kelima, mahasiswa memiliki kemampuan dan terlibat secara efektif dalam mengijili anak secara kreatif. Keenam, program UPPA berdampak secara signifikan bagi mahasiswa, baik dalam hal membangun kemampuan mereka secara internal, maupun dampak eksternal bagi anak-anak yang diinjili.
Yesus sebagai Potret Ideal Gembala Masa Kini: Suatu Studi Biblis-Teologis atas Teks Yohanes 10:11 Blegur, Romelus; Kasipka, Enos; Kotte, Yohanis
Missio Ecclesiae Vol 13 No 1 (2024): April
Publisher : Institut Injil Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52157/me.v13i1.224

Abstract

Gembala merupakan figur utama dalam organisasi gereja, sebab seluk beluk kemajuan maupun kemunduran gereja secara organisatoris ditentukan oleh peran dan fungsi gembala sebagai pemimpinnya. Karena itu status sebagai gembala menuntut pertanggungjawaban yang besar pula. Hal itu jugalah yang dipraktekkan oleh Yesus ketika Ia hadir di dunia dan berhadapan dengan kondisi domba-domba gembalaan-Nya. Yesus menunjukkan peran yang sempurna tentang apa dan bagaimana menjadi gembala, karena itu gembala masa kini harus bercermin pada-Nya. Terkait itu, maka tujuan penelitian ini adalah menemukan figur Yesus sebagai potret ideal gembala yang tampak tidak umum dalam praktek penggembalaan masa kini. Hal tersebut penting bagi gembala masa kini untuk memahami dan mendalami peran dan fungsinya dengan baik dan benar. Metode penelitian yang digunakan adalan metode hermeneutik atau penafsiran Alkitab guna menemukan makna teks yang diteliti sehubungan dengan pokok penelitian. Teks yang diteiti adalah Yohanes 10:11. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa gembala yang ideal adalah, Berlandas Pada Tuhan Yesus Kristus sebagai Dasar Penggembalaan, rela berkorban, Setia dan Taat Terhadap Panggilan, tidak mencari kepentingan sendiri. Prinsip inilah yang dijalankan secara radikal oleh Yesus dan menjadi potret ideal bagi praksis gembala masa kini.