Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Distribusi Isoflavon dan Aktivitas Antioksidan Pada Kecambah Koro Pedang Putih (Canavalia Ensiformis L. (DC)) tsalissavrina, Iva; Murdiati, Agnes; Raharjo, Sri; Arsanti Lestari, Lily
Indonesian Journal of Human Nutrition Vol. 9 No. 2 (2022)
Publisher : Department of Nutrition, Faculty of Health Sciences, Universitas Brawijaya Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.ijhn.2022.009.02.7

Abstract

Isoflavon merupakan kelompok senyawa isoflavonoid dengan fungsi fisiologis yang bermanfaat bagi tubuh manusia. Bioaktivitas fisiologis isoflavon berasal dari potensinya sebagai antioksidan dan fungsinya yang bermanfaat bagi kesehatan seperti antikanker, antidiabetes, dan antiinflamasi. Isoflavon dalam bentuk tak terkonjugasi atau aglikon dianggap lebih aktif daripada bentuk glukosida. Sprouting merupakan salah satu metode pengolahan untuk meningkatkan bioavailabilitas isoflavon dengan mengubah isoflavon dari glukosida menjadi bentuk aglikon. Pada penelitian ini profil isoflavon dan aktivitas antioksidan yang dipengaruhi oleh perkecambahan selama 48 jam dilakukan pada bagian kecambah yaitu kotiledon (KTL) dan hipokotil (HPL). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bagian hipokotil mengandung isoflavon aglikon lebih tinggi daripada bagian kotiledon, terutama daidzein. Aktivitas antioksidan dilakukan dengan metode scavenging radikal DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl) untuk ekstrak bagian kecambah seperti kotiledon dan hipokotil. Hipokotil memiliki kapasitas antioksidan tertinggi (nilai IC50 1839,113 ppm), yang secara signifikan lebih baik dari kotiledon dan memiliki perbedaan yang signifikan (p<0,05). Perkecambahan meningkatkan aktivitas antioksidan dan kadar isoflavon yang lebih tinggi di hipokotil, terutama untuk isoflavon daidzein.
Customary Criminal Dispute Resolution in Baduy Tribe Customary Law and Indonesian National Criminal Law Muhammad Zahlan; Agus Hendrayadi; Sri Raharjo; Alam Suryo Laksono; Ade Saptomo
Jaksa : Jurnal Kajian Ilmu Hukum dan Politik Vol. 2 No. 2 (2024): April: Jurnal Kajian Ilmu Hukum dan Politik
Publisher : Universitas Sains dan Teknologi Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/jaksa.v2i2.1689

Abstract

The research explores the resolution of customary criminal disputes in the context of the Baduy tribe, an ethnic group in Banten Province, Indonesia, with a focus on harmonization between local customary law and national criminal law. Through normative juridical methodology and analytical descriptive analysis, this study explores the mechanisms for resolving customary criminal disputes and their relationship with national criminal law. The results reveal the challenges in achieving harmony between traditional values and modern criminal law principles, as well as the implications for legal justice and human rights. The statutory approach and case approach help to comprehensively describe these dynamics, provide in-depth insight into the interaction between Baduy tribal customary law and Indonesian national criminal law and highlight the need for improved policies that are more inclusive and just.