Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Penyuluhan Kesiapan Menghadapi Menarche Guna Mengurangi Kecemasan Pada Anak SD Ana Lestari; Iga Maliga; Rafi’ah Rafi’ah; Asri Reni Handayani; Herni Hasifah; Nur Arifatus Sholihah
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 4 No. 2 (2024): April-Juni 2024
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jai.v4i2.769

Abstract

Menstruasi yang pertama kali terjadi pada remaja putri di sebut dengan Menarche. Remaja putri yang mengalami menarche akan merasa gelisah, bingung dan tidak nyaman. Ketidakstabilan psikologis, emosi, dan rendahnya pengetahuan siswi Sekolah Dasar menjadikan siswi cemas, takut dan tidak mengerti apa yang harus mereka lakukan ketika mengalami menstruasi tersebut, tetapi mau tidak mau siswi tersebut harus siap menerima kondisi ini, oleh karena itu persiapan menjelang menstruasi penting untuk dipelajari untuk kesiapan jika menstruasi terjadi secara tiba-tiba. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan siswi Sekolah Dasar tentang Menarche. Penyuluhan ini dilakukan di SD Negeri Pungkit, Kecamatan Moyo Utara dengan jumlah peserta 27 siswi kelas V dan VI, pada tanggal 09 Juli 2024. Hasil yang diperoleh menunjukkan perubahan pengetahuan setelah mendapat penyuluhan kesehatan. Dapat disimpulkan bahwa edukasi kesehatan tentang Menarche efektif dalam meningkatkan pengetahuan siswi untuk meningkatkan persiapan mereka sebelum menstruasi, kurangnya pengetahuan menyebabkan siswi tidak siap dalam menghadapi menarche. Peneliti menyarankan guru bekerja sama dengan Puskesmas untuk melakukan Pendidikan kesehatan secara teratur tentang menstruasi sehingga Siswi akan siap ketika mendapatkan menstruasi untuk pertama kalinya.
Advokasi Pencegahan Kekerasan Seksual Pada Siswa-Siswi SMK Islam Farmasi Sumbawa Asri Reni Handayani; Ana Lestari; Nur Arifatus Sholihah; Rafi'ah Rafi'ah
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 4 No. 3 (2024): Juli-September 2024
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jai.v4i3.804

Abstract

Kasus kekerasan seksual mengalami peningkatan setiap tahun, dengan remaja sebagai kelompok rentan yang sering menjadi korban. Pelecehan seksual ini sering terjadi karena adanya penyalahgunaan kekuasaan (Quid Pro Quo). Oleh karena itu, penting bagi pihak sekolah untuk membuat kebijakan dalam mencegah dan menangani kekerasan seksual agar terciptanya ruang-ruang aman yang menjamin baiknya tumbuh kembang siswa-siswi. Siswa-siswi juga perlu mengetahui tindakan yang harus dilakukan jika mengalami kekerasan seksual dan juga perlu adanya gerakan yang mendorong siswa untuk melawan kekerasan di lingkungan sekolah. Pengabdian ini berupa kegiatan sosialisasi yang bertujuan untuk memberikan informasi atas bahaya, dampak dan pencegahankekerasan seksual terhadap siswa-siswi SMK Islam Farmasi Sumbawa. Kegiatan ini dilaksanakan melalui tiga tahap yaitu persiapan, pelaksanaan dan evaluasi kegiatan. Kegiatan ini diikuti oleh pihak sekolah dan siswa-siswi SMK Islam Farmasi Sumbawa. Secara keseluruhan, kegiatan berlangsung dengan baik dan diikuti oleh para peserta dengan antusias. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan peningkatan pengetahuan, afektif, dan psikomotor terkait pencegahan dan penanganan kekerasan seksual.
Pembentukan Kader Remaja Sehat Kespro di SMA Negeri 1 Moyo Utara Ana Lestari; Luh Putu Sri Yuliastuti; Galuh Permatasari; Fitri Setianingsih; Iga Maliga; Rafi’ah Rafi’ah; Asri Reni Handayani; Herni Hasifah; Nur Arifatus sholihah
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 5 No. 1 (2025): Januari-Maret 2025
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34697/jai.v5i1.1289

Abstract

Masa remaja adalah periode yang rentan terhadap masalah kesehatan reproduksi. Hal tersebut dapat mempengaruhi kehidupan dan perilaku pribadi, lingkungan keluarga maupun masyarakat dimana remaja tersebut berada. Untuk menyikapi perkembangan tersebut maka setiap remaja perlu menyiapkan diri dengan baik. Salah satu cara dalam menyiapkan diri adalah dengan meningkatkan pemahaman tentang kesehatan reproduksi dengan benar melalui berbagai cara yang dapat dipertanggungjawabkan. Sebagai bagian dari lingkungan yang dapat memberikan pengaruh pada remaja khususnya dalam menjaga kesehatan reproduksinya, maka sekolah berkewajiban membangun lingkungan yang dapat mendukung perkembangan kesehatan reproduksi remaja ke arah yang positif. Pembentukan kader kesehatan remaja bertujuan untuk meningkatkan kesehatan reproduksi remaja dan sebagai wadah untuk memfasilitasi kebutuhan kesehatan remaja, dengan melibatkan siswi untuk menjaga kesehatan reproduksi sesuai fase yang dialaminya dalam rentang kehidupan remaja. Sosialisasi dilakukan di SMA Negeri 1 Moyo Utara, Sosialisasi diawali dengan pengerjaan pre test kemudian dilanjutkan edukasi terkait kesehatan reproduksi remaja. Pengerjaan post test dilakukan setelahnya dengan harapan tercapainya output dari edukasi yaitu peningkatan nilai tes dengan rata-rata nilai 80%. Diharapkan dengan Pembentukan Posyandu Remaja ini dapat meningkatkan derajat kesehatan remaja serta meningkatkan pengetahuan kesehatan reproduksi bagi para remaja.
Edukasi Hukum dan Etika Terhadap Kesehatan Mental Responsif Gender Bagi Kader Kesehatan di Labuan Badas Sumbawa Asri Reni Handayani; Nur Arifatus Sholihah; Ana Lestari; Evi Gustia Kesuma; Rafi'ah Rafi'ah
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 5 No. 1 (2025): Januari-Maret 2025
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34697/jai.v5i1.1342

Abstract

Kesehatan mental merupakan komponen fundamental dalam konsep kesehatan holistik. Banyak masalah-masalah gangguan mental yang terjadi tidak terdeteksi secara dini, sehingga tidak dapat dilakukan penanganan secara cepat, sehingga perlu dilakukan pencegahan dengan upaya promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif. Pencegahan kesehatan mental perlu melibatkan keluarga dan masyarakat salah satunya kader kesehatan jiwa. Serta perlunya memberikan pelayanan kesehatan mental yang menekankan pentingnya perlindungan hak-hak orang dengan gangguan jiwa dengan pendekatan Responsif gender. Kegiatan ini dilaksanakan melalui tiga tahap yaitu persiapan, pelaksanaan dan evaluasi kegiatan. Kegiatan ini diikuti kader kesehatan Desa Labuan Badas. Secara keseluruhan, kegiatan berlangsung dengan baik dan diikuti oleh para peserta dengan antusias. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan meningkatnya pengetahuan kader dan keterampilan terkait hukum dan etika dalam kesehatan mental yang responsif terhadap gender
Analysis of Pesticide Usage Behavior and Personal Protective Equipment (PPE) among Farmers in Batu Bangka Village Rafi’ah; Harmili; Reni Handayani, Asri; Maliga, Iga; Lestari, Ana
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 18 No 02 (2025): Jurnal Ilmiah Kesehatan (Journal of Health Science) 
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33086/jhs.v18i02.6189

Abstract

Various chronic health effects can arise due to long-term exposure to pesticides. Unsafe pesticide usage behaviour and inadequate Personal Protective Equipment (PPE) usage pose potential hazards to farmers. This study aims to analyse the behaviour of pesticide usage and Personal Protective Equipment (PPE) among farmers in the Batu Bangka Village, West Nusa Tenggara. This research is a quantitative study using a cross-sectional approach. The study sample was taken using a simple random sampling technique, involving 40 individuals. Respondent characteristics indicate that respondents in the age category are predominantly between 36 and 45 years old, with 15 respondents (50%); those with elementary or junior high school education were 25 respondents (62.5%); and the majority have been farmers for more than 10 years (37.5%). Farmer behaviour and personal protective equipment show that many respondents have an inadequate knowledge level, with 27 respondents (67.5%); the majority have a good attitude, with 29 respondents (72.5%); and the majority have good practices, with 33 respondents (82.5%), but the majority do not use complete PPE, with 21 respondents (52.5%). Efforts and cooperation from various parties are needed to improve farmers' knowledge and advise farmers to use complete PPE to prevent pesticide poisoning and work-related diseases.
Sosialisasi Etika Lingkungan dan Kesadaran Kesehatan pada Anak di SDN Kebayan Asri Reni Handayani; Nur Arifatus Sholiha; Rafi’ah Rafi’ah; Ana Lestari
Inovasi Sosial : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2025): Mei : Inovasi Sosial : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/inovasisosial.v2i2.2089

Abstract

The socialization of environmental ethics and environmental health awareness in children is a strategic step in forming a generation that cares, is responsible, and oriented towards the sustainability of natural resources. Children, as a growing age group, have great potential to internalize environmental values and apply them consistently into adulthood. This socialization activity was carried out in the elementary school environment with an interactive lecture and group discussion approach, designed to encourage active participation and deep understanding. The main goal of the activity is to increase children's environmental literacy, including understanding the importance of maintaining cleanliness, managing waste, avoiding pollution, and maintaining the health of the surrounding environment. The results of the evaluation showed a significant increase in students' knowledge about environmental and health issues, as well as a positive attitude towards environmentally friendly practices. Students show high enthusiasm during the activity, which is reflected in active involvement in discussions and commitment to implementing behaviors that support environmental sustainability. This socialization has proven to be effective in fostering environmental awareness and ethics from an early age, which is an important foundation for sustainable development. By equipping children with environmental knowledge and values, it is hoped that they can become agents of change in their respective communities. This kind of activity needs to be carried out continuously and integrated into the basic education curriculum, so that the impact can be wider and more sustainable. School-based socialization is a relevant and strategic approach in shaping a culture of environmental care in the future.
Sosialisasi GERMAS (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat) Pada Kader Posyandu di Wilayah Kerja Puskesmas Alas Kusuma, Arifa; Reni Handayani, Asri; Maliga, Iga
Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara Vol 2 No 1 (2022): Vol.2 No.1 (Desember 2022)
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/dimastara.v2i1.19094

Abstract

Health development is essentially a work carried out by all nations whose goal is to increase everyone's awareness, desire and ability to live healthily in order to achieve the highest degree of public health. Today's health problems are the result of an unhealthy lifestyle coupled with environmental sanitation and lack of access to clean water in many areas. In addition to the quality of environmental and health services and infrastructure, the family is an important part of disease prevention. GERMAS (Healthy Living Community Movement) is a systematic and planned activity carried out by all ethnic groups with awareness, desire and ability to live a healthy life to improve the quality of life. The purpose of community service activities is to inform people around the world. Board of directors Staff with GERMAS expertise. The method is lecture and discussion. The event was attended by 48 people. The activity was carried out on December 2, 2022 for 1 hour 20 minutes. The series of events of this activity are open, subject matter, discussion and closing. As a result of this activity, the cadres will receive information about GERMAS to be disseminated to the community and the GERMAS program can continue to be implemented in every community to create a physically and mentally healthy society. The GERMAS program can reduce the burden of disease, reduce the financial burden on health services due to increased disease and health service costs.