Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Pelatihan Batik Ecoprint pada Kelompok Ibu-Ibu PKK di Kelurahan Warugunung Surabaya untuk Menunjang Pertumbuhan Ekonomi Kreatif Dwi Cahyo Kartiko; Kartika Rinakit Adhe; Hapsari Shinta Citra Puspita Dewi; Erta Erta
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 8 No. 2 (2023): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v8i2.1328

Abstract

Permasalahan sampah organik dapat dikreasikan dengan cara membuat sebuah karya berbahan baku sampah itu sendiri. Masyarakat perlu diedukasi untuk pemanfaatan sampah organik menjadi sebuah karya yang kreatif sehingga memiliki sebuah nilai pakai dan nilai seni tersendiri salah satunya adalah Ecoprint. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah memberikan Pelatihan Batik Eco Print yang masih jarang dikenal oleh masyarakat umum khususnya di kalangan ibu-bu PKK di kelurahan Warugunung, Surabaya. Dengan adanya pelatihan ini diharapkan bisa mengembangkan ekonomi kreatif, selain menghasilkan ekonomi kreatif batik Ecoprint juga bisa menjadi bahan utama untuk menghasilkan pakaian yang digunakan sehari-hari. Metode pelaksanaan kegiatan ini meliputi 4 tahapan, yakni (1) persiapan/perencanaan, (2) survei kebutuhan, (3) pelaksanaan, (4) evaluasi. Pada tahap persiapan/perencanaan dilakukan Tim PKM melakukan wawancara dan mengadakan studi awal pada ibu-ibu PKK di kelurahan Warugunung. Hasil pelatihan ini menunjukkan peserta belum memahami teknik percampuran alami dari daun eco print, akan tetapi setelah beberapa percobaan peserta mampu mengkreasikan motif dan warna yang di buat pada batik tersebut dan bisa menambahkan sentuhan inovasi dalam motif tersebut. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah pelatihan batik Ecoprint pada ibu-ibu PKK Warungun Surabaya dapat meningkatkan pemahaman dan inovasi dalam membuat batik sehingga diharapkan dapat meninkatkan kesejahteraan melalui inovasi ekonomi kreatif bagi peserta yang dilibatkan dalam kegiatan ini. Batik Ecoprint Training for PKK Mothers' Group in Warugunung Sub-district, Surabaya, to Support Creative Economic Growth Abstract The issue of organic waste can be addressed through creative means by transforming waste materials into artistic creations. Educating the community on the utilization of organic waste for creative purposes, such as Ecoprint, can lead to added value and artistic significance. This community service project aimed to provide training on Batik Eco Print, a technique that is relatively less known among the general public, especially among PKK mothers in the Warugunung district of Surabaya. The training intended to foster the development of creative economy, as Batik Ecoprint not only generates economic opportunities but can also serve as a primary material for everyday clothing. The implementation method of this project consisted of four stages: (1) preparation/planning, (2) needs survey, (3) implementation, and (4) evaluation. During the preparation stage, the PKM team conducted interviews and preliminary studies with PKK mothers in Warugunung. The results of the training showed that participants initially lacked knowledge of the natural blending techniques of Eco Print leaves. However, after several experiments, they became proficient in creating unique motifs and colors on the batik fabric, adding innovative touches to the designs. In conclusion, this Batik Ecoprint training for PKK mothers in Warugunung, Surabaya, improved their understanding and innovation in creating batik, thereby fostering creative economic development and enhancing the well-being of the participants involved in this community service initiative.
Sosialisasi Pentingnya Manajemen Resiko Pada Kegiatan Event Olahraga Erta Erta; Hapsari Shinta Citra Puspita Dewi; Nur Shanti Retno Pembayun
ABISATYA : Journal of Community Engagement Vol. 3 No. 1 (2025): ABISATYA: Journal of Community Engagement
Publisher : Center for Community Service and Science and Technology Marketing - The Institute for Research and Community Service Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/abisatya.v3i1.38327

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mensosialisasikan pentingnya manajemen risiko pada kegiatan event olahraga, khususnya dalam kerjasama dengan PASI Jawa Timur. Dalam konteks penyelenggaraan kejuaraan olahraga yang melibatkan banyak peserta dan stakeholder, risiko yang mungkin terjadi, seperti cedera atlet, masalah logistik, dan cuaca, menjadi perhatian utama. Metode pengabdian yang digunakan meliputi penyuluhan, pelatihan, dan penyusunan panduan praktis untuk penyelenggara event. Kegiatan ini dilaksanakan selama delapan bulan, dimulai dari Maret hingga November 2024, dan melibatkan tim yang terdiri dari akademisi dan praktisi di bidang manajemen olahraga. Hasil dari kegiatan ini mencakup publikasi artikel di media massa, pembuatan video kegiatan, dan penyusunan modul panduan manajemen risiko. Melalui sosialisasi ini, diharapkan penyelenggara event olahraga dapat memahami dan mengelola risiko dengan lebih efektif, sehingga dapat menciptakan acara yang lebih aman dan sukses. Pentingnya hasil pengabdian ini terletak pada peningkatan pengetahuan dan kesiapan penyelenggara dalam menghadapi berbagai potensi risiko, yang pada gilirannya dapat meminimalisir kerugian dan meningkatkan kualitas event olahraga yang diselenggarakan.
Pemberdayaan Perempuan Melalui Kewirausahaan Erta Erta; Herma Retno Prabayanti; Hapsari Shinta Citra Puspita Dewi
ABISATYA : Journal of Community Engagement Vol. 3 No. 1 (2025): ABISATYA: Journal of Community Engagement
Publisher : Center for Community Service and Science and Technology Marketing - The Institute for Research and Community Service Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/abisatya.v3i1.38328

Abstract

Kemiskinan menjadi salah satu isu penting dalam pembangunan. Saat ini, kurang dari 10 persen penduduk Indonesia hidup di bawah garis kemiskinan. Salah satu upaya menurunkan tingkat kemiskinan tersebut adalah melalui peningkatan pelayanan dasar karena kemiskinan sering kali disebabkan ketidakmampuan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan dasarnya. Selain itu, pemerintah berupaya untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi, terutama untuk masyarakat kurang mampu. Saat ini, kurang dari 10 persen penduduk Indonesia hidup di bawah garis kemiskinan. Potensi kaum perempuan dalam kehidupan masyarakat masih belum mendapat porsi yang wajar. Perempuan lebih banyak tertinggal dalam mengakses layanan publik, pendidikan, kesehatan, dan aspek lain, sehingga menjadi kaum yang rentan dan miskin. Metode pelaksanaannya ini meliputi 4 tahapan, yakni (1) kegiatan pemberdayaan yang diobservasi tidak mungkin dipisahkan dari konteksnya, (2) pemahaman terhadap studi ini membutuhkan perangkat kualitatif berupa observasi dan wawancara (3) laporan ini didasarkan pada asumsi dari teori kewirausahaan sosial. Hasil dari pengabdian ini para perempuan menghasilkan produk berkualitas dan dapat mengelola waktu dengan baik karena di samping mengurus rumah tangga, Perempuan juga memiliki target untuk menyelesaikan pekerjaan.
Sosialisasi Pentingnya Berbagi di Bulan Suci Ramadhan Dwi Cahyo Kartiko; Erta Erta; Nur Shanti Retno Pembayun
ABISATYA : Journal of Community Engagement Vol. 3 No. 1 (2025): ABISATYA: Journal of Community Engagement
Publisher : Center for Community Service and Science and Technology Marketing - The Institute for Research and Community Service Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/abisatya.v3i1.38397

Abstract

Dalam rangkaian kegiatan ini, tim membagikan 500 paket takjil kepada masyarakat yang membutuhkan, termasuk pemulung dan warga kurang mampu, serta mengadakan kajian keagamaan yang menekankan pentingnya berbagi dalam konteks ajaran Islam. Kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan semangat berbagi dan meningkatkan kesadaran sosial di lingkungan masyarakat. Selama pelaksanaan kegiatan, lebih dari 200 peserta terlibat dalam sosialisasi, menunjukkan antusiasme yang tinggi terhadap tema berbagi di bulan suci. Kajian keagamaan yang diadakan juga berhasil menarik perhatian sekitar 100 orang, yang merasa lebih memahami makna berbagi dan kepedulian sosial. Melalui pendekatan ini, kegiatan tidak hanya memberikan manfaat langsung berupa makanan untuk berbuka puasa, tetapi juga memperkuat nilai-nilai sosial yang penting dalam kehidupan bermasyarakat. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan dampak positif yang signifikan terhadap masyarakat, baik dalam hal peningkatan kesadaran sosial maupun dalam membangun hubungan yang lebih baik antar warga. Dokumentasi kegiatan dalam bentuk foto dan video yang dipublikasikan di media sosial membantu menyebarluaskan pesan positif ini ke masyarakat yang lebih luas. Dengan demikian, kegiatan ini menjadi model bagi program-program sosial di masa depan, yang bertujuan untuk terus menumbuhkan semangat berbagi dan kepedulian di masyarakat, terutama di bulan-bulan suci lainnya.
Edukasi Pelestarian Lingkungan Pada Laboratorium Merdeka Belajar Erta Erta; Nur Salsabila Rhesa Pandhadha Putra; Hapsari Shinta Citra Puspita Dewi
ABISATYA : Journal of Community Engagement Vol. 3 No. 1 (2025): ABISATYA: Journal of Community Engagement
Publisher : Center for Community Service and Science and Technology Marketing - The Institute for Research and Community Service Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/abisatya.v3i1.38398

Abstract

Indonesia merupakan negara dengan tingkat keanekaragaman hayati yang tinggi, agar dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan pendidikan konservasi perlu diperkenalkan sejak dini. Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran dan kepedulian manusia terutama siswa pada usia sekolah dasar terhadap lingkungan melalui pendidikan lingkungan hidup atau pendidikan konservasi serta memberikan pengetahuan dan keterampilan yang bersifat praktik pada guru sekolah dasar. Adapun subyek dalam kegiatan ini adalah seluruh siswa dan guru di SD Labschool Unesa Lidah. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Kegiatan yang dilakukan terbagi menjadi dua sesi. Sesi pertama diisi dengan penyajian materi pada siswa, menggunakan penerapan metode pembelajaran learning by game. Jenis permainan yang diberikan berupa pesan berantai, teka teki silang dan acak kata. Sesi kedua dilakukan diskusi dan wawancara dengan guru-guru. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta pendidikan konservasi merespon positif, antusias dan rasa ingin tahu yang tinggi dalam belajar mengenal tumbuhan dan satwa yang harus dilestarikan. Melalui kegiatan ini, guru-guru di SD Labschool Unesa Lidah mampu menangkap dan mengaplikasikan metode learning by game dalam edukasi konservasi lingkungan.
Driving Circular Business Practices in MSMEs: The Role of Green Human Resources, Green Environmental Strategy, Innovation, and Business Ecosystem Collaboration Erta Erta
International Journal of Emerging Research and Review Vol. 4 No. 2 (2026): June
Publisher : IKIP Widya Darma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56707/ijoerar.v4i2.176

Abstract

Objective: This study aims to examine the influence of green human resources and green environmental strategies on circular business practices in food and beverage MSMEs in East Java, with innovation as a mediating variable and business ecosystem collaboration as a moderating variable. Method: This study used a quantitative explanatory approach. Data were collected through questionnaires from 278 food and beverage MSMEs in Surabaya City, Gresik Regency, Malang Regency, and Malang City. Data were analyzed using Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS). Results: The results show that green human resources and green environmental strategies have a positive and significant effect on innovation and circular business practices. Innovation also has a positive effect on circular business practices and mediates the relationship between green human resources, green environmental strategies, and circular business practices. Furthermore, business ecosystem collaboration has been shown to strengthen the influence of green human resources and green environmental strategies on circular business practices. Novelty: The novelty of this research lies in the integration of green human resources, green environmental strategies, innovation, and business ecosystem collaboration in one model to explain circular business practices in food and beverage MSMEs in East Java.
Peningkatan Kompetensi Digital Guru Pendidikan Jasmani Melalui Pelatihan Branding Profesional Berbasis Media Sosial Suryanto Agung Prabowo; Lutfhi Abdil Khuddus; Eva Ferdita Yuhantini; Erta Erta; Nurshalsabila Reza Pandhadha Putra; Bayu Ristiawan; Alvin Afandi; Nandya Rizky Nur Febriana
Jurnal Insan Pengabdian Indonesia Vol. 4 No. 3 (2026): September : Jurnal Insan Pengabdian Indonesia
Publisher : PT. ALHAFI BERKAH INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62007/jouipi.v4i3.983

Abstract

Event management is one of the competencies that sports students need to have to support their readiness to enter the workforce in the sports industry. However, students' practical experience in managing events is still limited, so a training program that can integrate conceptual learning with practical experience is needed. This community service activity aims to improve sports students' knowledge of event management through experiential learning-based training. The program was implemented using a participatory approach with a one-group pretest–posttest design involving 30 students from the Faculty of Sport and Health Sciences, Surabaya State University. The training consisted of lectures, discussions, case studies, workshops, and simulations of organizing sports events. Evaluation was carried out using a knowledge test and a participant satisfaction questionnaire. The data were analyzed descriptively, using the Shapiro–Wilk normality test, paired sample t-test, effect size (Cohen's d), and Normalized Gain (N-Gain). The results showed that the post-test score increased significantly compared to the pre-test (p < 0.001) with a Cohen's d value of 2.84 indicating a very large effect and an N-Gain value of 0.62 in the moderate category. Furthermore, participant satisfaction reached 90.45%, categorized as very good, particularly in terms of resource person competency and learning methods. These findings demonstrate that experiential learning-based training effectively enhances student knowledge while providing a positive learning experience relevant to the needs of organizing sporting events. This program has the potential to become a model for developing event management competencies that can be replicated in universities and sporting organizations.