Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Upaya Promotif Sakit Gigi Dan Pencegahan Karies Dini Pada Siswa Sekolah Dasar Kabupaten Kupang Applonia Leu Obi; Mery N Pay; Fitri I. Ramli; M. Ibra Ayatullah
Joong-Ki : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2: Mei 2022
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/joongki.v1i2.352

Abstract

Anak sekolah merupakan kelompok rentan terhadap kesehatan gigi dan mulut. Melalui promosi kesehatan gigi dapat merubah kebiasaan anak dalam menjaga kebersihan gigi. karena pada usia ini anak sedang dalam proses tumbuh kembang, dan perlu perhatian dan pendampingan dari orang tuanya. Tujuan pengabdian kepada masyarakat adalah untuk meningkatkan upaya promotif sakit gigi dan pencegahan karies dini pada siswa SDN Balfai Kecamatan Kupang Tengah Kabupaten Kupang. Pengisian kuesioner pre test serta promosi kesehatan gigi dengan metode demonstrasi kemudian post test untuk mengetahui pengetahuan,sikap dan tindakan. Analisis statistik digunakan untuk mengetahui skor pretest dan post test dengan analisis Wilcoxon dengan tingkat kepercayaan (p<0,05). Hasil pengolahan data sebelum intervensi. kriteria pengetahuan baik hanya 15 siswa (50,0%) sedangkan kriteria kurang sebanyak 12 siswa (40,0%), setelah intervensi meningkat pengetahuannya 27 siswa (90,0%). Sikap termasuk kriteria cukup 14 siswa (46,7%) dan kriteria baik hanya 10 siswa (33,3%), sedangkan setelah intervensi mengalami peningkatan 20 siswa (66,7%). Tindakan siswa yang berkaitan dengan kesehatan gigi dan mulut sebelum intervensi kriteria cukup 12 orang(40,0%), kriteria baik dan kurang ada 9 orang (30,0%), setelah intervensi, mengalami peningkatan 15 siswa (50,0%). hasil uji statistik diperoleh pengetahuan dan tindakan menggunakan uji Wilcoxon diperoleh nilai signifikansi p<0,000 sedangkan sikap nilai siknifikansinya p<0,001. Hal ini menunjukan bahwa informasi kesehatan gigi pada anak sekolah dasar penting agar dapat memahami teknik dan cara menyikat gigi yang baik dan benar. Ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan, sikap dan tindakan siswa sekolah dasar sebelum dan sesudah diberikan promotif sakit gigi dan pencegahan karies dini. Saran : Diharapkan pihak sekolah dapat bekerja sama dalam upaya pelayanan asuhan kesehatan gigi dengan Program Studi Kesehatan Gigi untuk memberikan promosi kesehatan gigi secara kontinyu sehingga siswa sekolah dasar dapat meningkatkan budaya tindakan pemeliharaan kesehatan gigi dengan benar.
Pelatihan Dan Pendampingan Kader Kesehatan Gigi Pada Guru SD Manefu Kecamatan Taebenu Merniwati Sherly Eluama; Mery Novaria Pay; Leny M.A Pinat; Applonia Leu Obi; Christina Ngadilah; Melkisedek O. Nubatonis
Joong-Ki : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2: Mei 2022
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/joongki.v1i2.367

Abstract

Proper care for dental and oral health needs to be performed since early ages. Elementary school students should develop good habit related to dental health by regular teeth brushing and consuming health food, including at school. Dental health cadres have been appointed to assist dental health workers in carrying out efforts to maintain the dental and oral health of school members. Teachers are potential dental health cadres who can guide students to develop proper dental health behavior at schools. Purpose: This community service was administered to enhance the knowledge and skills of dentalhealth cadres to be able to assist elementary school students in improving their dental and oral health. Method: The training was conducted through lectures, demonstrations and simulations for teachers as dental health cadres at Manefu Elementary School, Taebenu District. Some educational media were used including posters, phantoms and toothbrushes and training manuals. Training and simulations on how to properly brush teeth and maintain dental health were held. In this study,a quasi-experimental pretest and posttest design was also performed and data of the study were analyzed using the paired sample test. Results: Training and assistance program for dental health cadres was found effective in improving the knowledge and skills of dental health cadres with a p-value of 0.000.
Upaya Promotif Sakit Gigi Dan Pencegahan Karies Dini Pada Siswa Sekolah Dasar Kabupaten Kupang Applonia Leu Obi; Mery N Pay; Fitri I. Ramli; M. Ibra Ayatullah
Joong-Ki : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2: Mei 2022
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/joongki.v1i2.352

Abstract

Anak sekolah merupakan kelompok rentan terhadap kesehatan gigi dan mulut. Melalui promosi kesehatan gigi dapat merubah kebiasaan anak dalam menjaga kebersihan gigi. karena pada usia ini anak sedang dalam proses tumbuh kembang, dan perlu perhatian dan pendampingan dari orang tuanya. Tujuan pengabdian kepada masyarakat adalah untuk meningkatkan upaya promotif sakit gigi dan pencegahan karies dini pada siswa SDN Balfai Kecamatan Kupang Tengah Kabupaten Kupang. Pengisian kuesioner pre test serta promosi kesehatan gigi dengan metode demonstrasi kemudian post test untuk mengetahui pengetahuan,sikap dan tindakan. Analisis statistik digunakan untuk mengetahui skor pretest dan post test dengan analisis Wilcoxon dengan tingkat kepercayaan (p<0,05). Hasil pengolahan data sebelum intervensi. kriteria pengetahuan baik hanya 15 siswa (50,0%) sedangkan kriteria kurang sebanyak 12 siswa (40,0%), setelah intervensi meningkat pengetahuannya 27 siswa (90,0%). Sikap termasuk kriteria cukup 14 siswa (46,7%) dan kriteria baik hanya 10 siswa (33,3%), sedangkan setelah intervensi mengalami peningkatan 20 siswa (66,7%). Tindakan siswa yang berkaitan dengan kesehatan gigi dan mulut sebelum intervensi kriteria cukup 12 orang(40,0%), kriteria baik dan kurang ada 9 orang (30,0%), setelah intervensi, mengalami peningkatan 15 siswa (50,0%). hasil uji statistik diperoleh pengetahuan dan tindakan menggunakan uji Wilcoxon diperoleh nilai signifikansi p<0,000 sedangkan sikap nilai siknifikansinya p<0,001. Hal ini menunjukan bahwa informasi kesehatan gigi pada anak sekolah dasar penting agar dapat memahami teknik dan cara menyikat gigi yang baik dan benar. Ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan, sikap dan tindakan siswa sekolah dasar sebelum dan sesudah diberikan promotif sakit gigi dan pencegahan karies dini. Saran : Diharapkan pihak sekolah dapat bekerja sama dalam upaya pelayanan asuhan kesehatan gigi dengan Program Studi Kesehatan Gigi untuk memberikan promosi kesehatan gigi secara kontinyu sehingga siswa sekolah dasar dapat meningkatkan budaya tindakan pemeliharaan kesehatan gigi dengan benar.
Pelatihan Dan Pendampingan Kader Kesehatan Gigi Pada Guru SD Manefu Kecamatan Taebenu Merniwati Sherly Eluama; Mery Novaria Pay; Leny M.A Pinat; Applonia Leu Obi; Christina Ngadilah; Melkisedek O. Nubatonis
Joong-Ki : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2: Mei 2022
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/joongki.v1i2.367

Abstract

Proper care for dental and oral health needs to be performed since early ages. Elementary school students should develop good habit related to dental health by regular teeth brushing and consuming health food, including at school. Dental health cadres have been appointed to assist dental health workers in carrying out efforts to maintain the dental and oral health of school members. Teachers are potential dental health cadres who can guide students to develop proper dental health behavior at schools. Purpose: This community service was administered to enhance the knowledge and skills of dentalhealth cadres to be able to assist elementary school students in improving their dental and oral health. Method: The training was conducted through lectures, demonstrations and simulations for teachers as dental health cadres at Manefu Elementary School, Taebenu District. Some educational media were used including posters, phantoms and toothbrushes and training manuals. Training and simulations on how to properly brush teeth and maintain dental health were held. In this study,a quasi-experimental pretest and posttest design was also performed and data of the study were analyzed using the paired sample test. Results: Training and assistance program for dental health cadres was found effective in improving the knowledge and skills of dental health cadres with a p-value of 0.000.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Pemeliharaan Kebersihan Gigi Dan Mulut Ibu Hamil Di Puskesmas Kabupaten Kupang APPLONIA LEU OBI
JURNAL INFO KESEHATAN Vol 15 No 1 (2017): JURNAL INFO KESEHATAN
Publisher : Research and Community Service Unit, Politeknik Kesehatan Kemenkes Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

During pregnancy, the mother's oral cavity is susceptible to inflammation due to hormonal changes, causing the gingiva to become sensitive when oral health is not maintained. This study aims to determine the factors - factors that influence the hygiene and oral hygiene care behavior of pregnant women in Puskesmas Kabupaten Kupang. The analytic observational study with a cross-sectional design is done by taking the subjects of 97 pregnant women. Measuring tool of this study using questionnaires prepared by a Likert method is to measure the variable attitude, facilities, and infrastructure of dental health services and hygiene and oral hygiene care behavior of pregnant women. Questionnaires with two choices (true or false) to measure the known variables and services of the public health center officers and multiple choice questionnaires to measure the host habit variable. The questionnaire has been tested for validity (correlation value ≥ 0.30) and reliability with Cronbach ɑlpha> 0.60. To measure the level of education and socioeconomic status by filling in the field. Inspection of dental and oral hygiene status is done to find out the hygiene and dental hygiene maintenance behavior of pregnant women. Analysis of data by using analysis: correlation and multiple regression at a significance level <0.05. The result of multiple regression analysis showed that the level of education, facilities and infrastructure of dental health services did not significantly affect the behavior of α <0,05. The variables of socioeconomic status, knowledge, attitude, customs, dental and mouth hygiene status, service of puskesmas officers significantly correlated with dental and oral hygiene (F = 21,206, p = 0,000 *)) contributed 53,8%. Knowledge gives the biggest influence that is 20,0% to behavior of dental and oral hygiene. Conclusion: 1). The better the socioeconomic status, knowledge, attitude, dental and oral hygiene status, puskesmas service staff and the better the care of oral hygiene and mouth and the more often the habit of getting worse dental and oral hygiene maintenance behavior. 2). The level of education, facilities and infrastructure of dental health services do not give a significant effect on the maintenance behavior of oral hygiene.
Dampak Psikologi STAIN Bagi Perokok Pada Orang Dewasa Pada Di RT 37, RW 10 Kelurahan Liliba Friska D. Simamora; Applonia Leu Obi; Fausano Umbu Botu
Journal of International Multidisciplinary Research Vol. 3 No. 7 (2025): Juli 2025
Publisher : PT. Banjarese Pacific Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62504/jimr1312

Abstract

Latar Belakang: Merokok merupakan kebiasaan yang berdampa buruk terhadap kesehatan gigi dan mulut, salah stunya adalah terbentuknya stain (noda) pada gigi. Pewarnaan ini, terutama pada gigi anterior tidak hanya mengganggu estetika tetapi, juga dapat memengaruhi kondisi psikologis individu, seperti rasa percaya diri dan citra diri. Penilitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak psikologi stain bagi perokok pada orang dewasa di RT 37, RW 10 Kelurahan Liliba, Kota Kupang. Metode: penilitian yang di gunakan adalah deskriptip. Sempel berjumlah 41 orang laki-laki berusia 18-23 tahun yang merupakan perokok aktif. Pengumpulan data di lakukan melalui pemeriksaan stain menggunakan indeks loebene dan pengisian kuesiones dampak psikologis. Hasil: Penilitian menunjukan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat stain sedang (73,18%) dan mayoritas responden (83,36) tidak mengalami dampak psikologis yang signifikan hal ini menunjukan bahwa meskipun terdapat perubahan warna pada gigi akibat merokok, sebagian besar individu belum merasa terganggu secara psikologis, Kemungkinan karna kurang kesadaran atau kepedulian terhadap estetika gigi dan kurangnya pengetahuan mengenai dampak stain. Kesimpulan: Bahwa kebanyakan perokok mengalami stain sedang namun tetap memiliki kondisi psikologis yang baik. Penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran tentang pentingnya menjaga kebersihan gigi serta memahami dampak merokok terhadap kesehatan mental dan fisik.
PENGARUH PENGETAHUAN ORANG TUA DALAM MERAWAT KESEHATAN GIGI DAN MULUT TERHADAP KEBERSIHAN RONGGA MULUT ANAK TUNA GRAHITA DI SLB NEGERI KOTA KUPANG Merniwati Sherly Eluama; Sumi Milka Asakameng; Yulwans Alu Ratu; Applonia Leu Obi; Leny Marlina A. Pinat; Mery Novaria Pay
EMPIRIS : Jurnal Sains, Teknologi dan Kesehatan Vol. 2 No. 4 (2025): EMPIRIS : Jurnal Sains, Teknologi dan Kesehatan, Desember 2025
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/empiris.v2i4.2061

Abstract

This study aims to determine the effect of parental knowledge regarding dental and oral health care on the oral hygiene of children with intellectual disabilities at a special needs school in Kupang City. The research method used a quantitative approach with a cross-sectional design. Data collection was conducted through a questionnaire to measure parental knowledge and an examination of the children's oral hygiene index. Data analysis used the Spearman Rank test. The results showed a correlation coefficient (rₛ) of 0.254 with a p-value of 0.161, indicating a weak and insignificant positive relationship between parental knowledge and children's oral hygiene. Therefore, it can be concluded that parental knowledge does not significantly influence the oral hygiene of children with intellectual disabilities.
PENGETAHUAN IBU TENTANG KEBIASAAN PEMBERIAN DOT SUSU TERHADAP KARIES GIGI PADA BALITA DI POSYANDU Applonia Leu Obi; Pietrecina Moi
SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah Vol. 3 No. 6 (2026): SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah, Juni 2026
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/sinergi.v3i6.2712

Abstract

Background: Dental caries remains a common oral health problem among toddlers. One of the contributing factors is the habit of using feeding bottles or pacifiers, especially during sleep. Mothers’ knowledge regarding the impact of pacifier use on children’s oral health plays an important role in preventing dental caries. This study aimed to determine the relationship between mothers’ knowledge of pacifier-feeding habits and the incidence of dental caries among toddlers at Posyandu Sodamolek Lasiana, Kupang City. Methods: This quantitative study used a cross-sectional design involving 35 mothers of toddlers selected through total sampling. Data were collected using a knowledge questionnaire and an observation sheet for dental caries. Data were analyzed using the Chi-Square test with a significance level of α = 0.05. Results: Most mothers had a moderate level of knowledge (42.9%). The majority of toddlers used pacifiers while sleeping (74.3%), and 62.9% had dental caries. Chi-Square analysis showed a significant relationship between mothers’ knowledge and dental caries incidence (p = 0.021). Conclusion: Mothers’ knowledge is significantly associated with dental caries among toddlers. Oral health education for mothers should be strengthened to support early caries prevention.
BESAR RESIKO DAN PENCEGAHAN KARIES GIGI DENGAN METODE “IRENE DONAT” DI PAUD SEKECAMATAN TAEBENU KABUPATEN KUPANG Melkisedek O. Nubatonis; Leny Marlina A. Pinat; Applonia Leu Obi
Jurnal Ilmiah Hospitality Vol 12 No 1: Juni 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/jih.v12i1.2799

Abstract

Latar belakang: Risiko karies adalah kemungkinan berkembangnya karies pada individu atau terjadinya perubahan status kesehatan yang mendukung terjadinya karies pada suatu periode tertentu. Risiko karies bervariasi pada setiap individu tergantung pada keseimbangan faktor pencetus dan penghambat terjadinya karies. Risiko karies dibagi menjadi tiga tingkatan yaitu risiko karies tinggi, sedang dan rendah. Agar dapat mengidentifikasi risiko karies anak digunakan suatu penilaian risiko karies. Penilaian risiko karies ini merupakan suatu metode evaluasi klinik di mana dokter gigi nantinya dapat menyesuaikan tindakan pencegahan dan perawatan pada setiap anak. Penilaian risiko karies ini harus dilakukan pada setiap anak sebagai suatu pemeriksaan dasar rutin. Tujuan: Untuk mengetahui besar risiko terjadinya gigi berlubang atau karies dan Tindakan pencegahan karies gigi pada siswa PAUD se Kecamatan Taebenu Kab Kupang. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 50 responden yang diambil secara total sampling. Analisa data menggunakan software simulator Irene Donat. Dalam software, ditampilkan 15 pertanyaan faktor risiko gigi berlubang pada anak yang akan dijawab orang tua. Hasil: Besar Resiko untuk terjadinya karies gigi pada anak di PAUD tinggi sebesar 68% dan beresiko sedang sebesar 20%. Anggota keluarga yang mengasuh 98%, lama minum susu botol <4 tahun 96%, makan permen karet atau manis 92%, pendidikan ibu terakhur bukan sarjana 88%, lama minum Asi >1 tahun 86% dan sering anak minum susu ≤ 3 sehari 86%. Kesimpulan: Besar Resiko untuk terjadinya karies gigi pada anak di PAUD sangat tinggi. Hal ini terjadi karena tingkat pengetahuan dan cara mengasuh anak yang kurang diperhatikan oleh orang tua dimana pada saat sebelum tidur malam anak tidak dibiasakan menggosok gigi, dan juga anak suka makan makanan dan minum yang manis, anak mempunyai kebiasaan mengemut makanan hal ini dapat memicu terjadinya gigi berlubang (karies).