Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

PENGETAHUAN, MOTIVASI, PERAN GURU DENGAN PERILAKU KESEHATAN GIGI PADA MURID KELAS VI SEKOLAH DASAR: KNOWLEDGE, MOTIVATION, TEACHER'S ROLE ON DENTAL HEALTH BEHAVIOUR IN 6TH GRADE OF ELEMENTARY SCHOOL STUDENTS Mery Novaria Pay; Melkisedek O Nubatonis; Merniwati S Eluama; Leny M. A. Pinat
JDHT Journal of Dental Hygiene and Therapy Vol. 2 No. 2 (2021): JDHT Journal of Dental Hygiene and Therapy
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/jdht.v2i2.357

Abstract

Latar belakang: Keberhasilan pembangunan kesehatan khususnya kesehatan gigi adalah meningkatnya pengetahuan, kesadaran, dan perilaku di bidang kesehatan. Perilaku merupakan hasil interaksi dari faktor eksternal berupa stimulus dan faktor internal berupa respon. Tujuan penelitian: untuk mengetahui pengaruh pengetahuan, motivasi, peran guru dengan perilaku kesehatan gigi pada murid kelas VI  Desa Baumata Kecamatan Taebenu. Metode: merupakan penelitian observasional dengan rancangan cross-sectional. Subjek penelitian berjumlah 112 anak dengan kriteria meliputi berjenis kelamin laki-laki dan perempuan, bersedia menjadi responden dengan mengisi informed consent.  Variabel Motivasi dan perilaku diukur dengan kuesioner yang menggunakan skala Likert; variabel pengetahuan dan peran guru diukur menggunakan kuesioner dengan mengisi pilihan ya dan tidak. Hasil penelitian: Hasil analisis korelasi menunjukkan bahwa variabel pengetahuan (p=0,000), motivasi (p=0,014) dan peran guru (p=0,000)  berpengaruh secara signifikan dengan perilaku. Hasil analisis regresi berganda menunjukkan bahwa variabel motivasi (p=0,670) tidak berpengaruh secara signifikan terhadap perilaku. Variabel pengetahuan (p=0.000) dan peran guru (p=0.000) berpengaruh secara signifikan terhadap perilaku.  Kesimpulan: Ada pengaruh pengetahuan dan peran guru dengan perilaku kesehatan gigi pada murid kelas VI SD Desa Baumata Kecamatan Taebenu sedangkan motivasi tidak ada pengaruh dengan perilaku kesehatan gigi pada murid kelas VI SD Desa Baumata Kecamatan Taebenu
PENGETAHUAN, MOTIVASI, PERAN GURU DENGAN PERILAKU KESEHATAN GIGI PADA MURID KELAS VI SEKOLAH DASAR: KNOWLEDGE, MOTIVATION, TEACHER'S ROLE ON DENTAL HEALTH BEHAVIOUR IN 6TH GRADE OF ELEMENTARY SCHOOL STUDENTS Mery Novaria Pay; Melkisedek O Nubatonis; Merniwati S Eluama; Leny M. A. Pinat
JDHT Journal of Dental Hygiene and Therapy Vol. 2 No. 2 (2021): JDHT Journal of Dental Hygiene and Therapy
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/jdht.v2i2.357

Abstract

Latar belakang: Keberhasilan pembangunan kesehatan khususnya kesehatan gigi adalah meningkatnya pengetahuan, kesadaran, dan perilaku di bidang kesehatan. Perilaku merupakan hasil interaksi dari faktor eksternal berupa stimulus dan faktor internal berupa respon. Tujuan penelitian: untuk mengetahui pengaruh pengetahuan, motivasi, peran guru dengan perilaku kesehatan gigi pada murid kelas VI  Desa Baumata Kecamatan Taebenu. Metode: merupakan penelitian observasional dengan rancangan cross-sectional. Subjek penelitian berjumlah 112 anak dengan kriteria meliputi berjenis kelamin laki-laki dan perempuan, bersedia menjadi responden dengan mengisi informed consent.  Variabel Motivasi dan perilaku diukur dengan kuesioner yang menggunakan skala Likert; variabel pengetahuan dan peran guru diukur menggunakan kuesioner dengan mengisi pilihan ya dan tidak. Hasil penelitian: Hasil analisis korelasi menunjukkan bahwa variabel pengetahuan (p=0,000), motivasi (p=0,014) dan peran guru (p=0,000)  berpengaruh secara signifikan dengan perilaku. Hasil analisis regresi berganda menunjukkan bahwa variabel motivasi (p=0,670) tidak berpengaruh secara signifikan terhadap perilaku. Variabel pengetahuan (p=0.000) dan peran guru (p=0.000) berpengaruh secara signifikan terhadap perilaku.  Kesimpulan: Ada pengaruh pengetahuan dan peran guru dengan perilaku kesehatan gigi pada murid kelas VI SD Desa Baumata Kecamatan Taebenu sedangkan motivasi tidak ada pengaruh dengan perilaku kesehatan gigi pada murid kelas VI SD Desa Baumata Kecamatan Taebenu
Pelatihan Dan Pendampingan Kader Kesehatan Gigi Pada Guru SD Manefu Kecamatan Taebenu Merniwati Sherly Eluama; Mery Novaria Pay; Leny M.A Pinat; Applonia Leu Obi; Christina Ngadilah; Melkisedek O. Nubatonis
Joong-Ki : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2: Mei 2022
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (541.037 KB)

Abstract

Proper care for dental and oral health needs to be performed since early ages. Elementary school students should develop good habit related to dental health by regular teeth brushing and consuming health food, including at school. Dental health cadres have been appointed to assist dental health workers in carrying out efforts to maintain the dental and oral health of school members. Teachers are potential dental health cadres who can guide students to develop proper dental health behavior at schools. Purpose: This community service was administered to enhance the knowledge and skills of dentalhealth cadres to be able to assist elementary school students in improving their dental and oral health. Method: The training was conducted through lectures, demonstrations and simulations for teachers as dental health cadres at Manefu Elementary School, Taebenu District. Some educational media were used including posters, phantoms and toothbrushes and training manuals. Training and simulations on how to properly brush teeth and maintain dental health were held. In this study,a quasi-experimental pretest and posttest design was also performed and data of the study were analyzed using the paired sample test. Results: Training and assistance program for dental health cadres was found effective in improving the knowledge and skills of dental health cadres with a p-value of 0.000.
Distribusi Kasus Fissure Sealants Di Kabupaten Kupang Merniwati Sherly Eluama; Leny Marlina A.Pinat; Christina Ngadilah; Applonia Leu Obi; Mery Novaria Pay
Journals of Ners Community Vol 13 No 4 (2022): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v13i4.2025

Abstract

Karies gigi merupakan salah satu penyakit gigi dan mulut yang terbanyak terdapat dimasyarakat (Riskesdas, 2018). Di Propinsi Nusa Tenggara Timur, pada anak dengan kelompok umur 12 tahun keadaan gigi rusak, berlubang ataupun sakit menunjukkan angka 43,32%. Terapis gigi dan mulut mempunyai peran yang penting dalam mendeteksi, mengidentifikasi dan manajemen dental karies (Yamamoto dan Fannon, 2015). Berdasarkan data hasil Riskesdas 2018, persentasi jumlah anak yang sudah pernah mendapatkan perawatan fissure sealant hanyalah kelompok anak usia 15 tahun dan cuma 0.1% dari total sampel. Hal ini menunjukkan masih rendahnya ketercapaian program pencegahan penyakit gigi dan mulut dimasyarakat, sedangkan angka karies gigi pada anak cukup tinggi (DMF-T anak usia 12 tahun adalah 1.9) dan semakin meningkat dengan bertambahnya usia anak (Riskesdas 2018). Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui distribusi kasus fissure sealants di Kabupaten Kupang. Kasus gigi yang membutuhkan perawatan fissure sealant berdasarkan jenis kelamin, pada perempuan sebanyak 35.40%, laki-laki sebanyak 34.16%. Berdasarkan kelompok usia yang mempunyai indikasi perawatan fissure sealant maka anak pada usia 7 tahun yang mempunyai indikasi perawatan fissure sealant yang terbanyak yaitu 31.68%, diikuti oleh anak usia 8 tahun 24.22%, 6 tahun sebanyak 9.32% dan anak usia 9 tahun 4.35%. Dari keempat gigi molar pertama permanen yang dinilai, gigi molar pertama bawah kanan mempunyai jumlah indikasi kebutuhan perawatan fissure sealant yang lebih tinggi yaitu 92 (14.29%) gigi dan diikuti dengan gigi molar pertama kiri bawah dengan jumlah 89 (13.82%) gigi, gigi molar pertama kiri atas dengan jumlah 58 (9.01%) gigi dan gigi molar pertama kanan atas dengan jumlah 53 (8.23%) gigi yang terindikasi memerlukan perawatan fissure sealant
The Relationship Between the PH Saliva of Pregnant Women who Chewing Betel and the Incidence of Dental Caries Christina Ngadilah; Leny Marlina A. Pinat; Merniwati Sherly Eluama; Anton Radja Ratu
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 12 No 3 (2022): Jurnal Ilmiah Permas: jurnal Ilmiah STIKES Kendal: Juli 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.004 KB)

Abstract

Saliva has an important role in detecting several disease and even the method is very easy. People who chewing betel nut, the condition in their mouth will be different from people who do not chewing betel nut. Normal salivary pH is between 6.8-7.2. The aim of this research was to find a relationship between salivary pH in pregnant women who chewing betel nut with the incidence of caries. Methods : A cross sectional studi was conducted to examine the relationship and the study was conducted on 155 pregnant women who chewing betel nut,  aged between 16-50 years in remote area and urbanarea Kupang District. The significance value (0.371 > 0.01)   between pH and DMF-T (caries) means that there is ni relationship between salivary pH and caries rate. The avarege pH of pregnant women who chewing betel nut 10.13 in the 2nd trimester group and 10.12 in the 3rd trimester group. The avarege caries rate 4.2 for the 2nd trimester group and 4.3 for the  3rd trimester group. Although there is no significant relationship between Salivary pH and caries in pregnant women who chwing betel nut. However, pregnant women who chewing betel nut will cause various kind of damage, both damage to the supporting tissues of the teeth and other systemic damage such as diabetes, heart disease, nephrosis and others. Arecolin and arecaidin in areca nut are carcinogenic and damage the placenta to the mother and baby, resulting in adverse pregnancy outcome.
Mencegah Perilaku Orang Tua Tentang Kebiasaan Mengkonsumsi Sirih Pinang Pada Anak Usia Dini Di Desa Bokong Kecamatan Taebenu Kabupaten Kupang Christina Ngadilah; Leny Marlina A. Pinat; Merniwati Sherly Eluama; Antonius Radja Ratu; Yansestina E. Eky
Ahmar Metakarya: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2023): Ahmar Metakarya: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Ahmad Mansyur Nasirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53770/amjpm.v2i2.133

Abstract

Selain pendidikan kesehatan gigi dan mulut, juga penting untuk membangun sistem manajemen data keluhan keluhan menyangkut  akibat yang dirasakan para pengkonsumsi sirih pinang sebagai sistem monitoring dan evaluasi untuk pencegahan kanker mulut dan penyakit sistemik lainnya yang dikeluhkan masyarakat. Penerapan dari pengabmas ini akan diwujudkan dengan memberikan solusi yang tepat dalam membina dan memberi sosialisasi dengan memberikan penyuluhan yang tepat yang hasilnya dapat membuka wawasan para pengkonsumsi sirih pinang khususnya ibu-ibu di pedesaan yang mempunyai anak balita dan sekaligus memutus mata rantai keberlanjutan mengkonsumsi sirih pinang. Permasalahan. Masih banyaknya masyarakat termasuk  anak-anak yang mengkonsumsi sirih pinang padahal zat tersebut berbahaya bagi kesehatan. Solusi permasalahannya antara lain adalah dengan bekerja sama dengan para kader Posyandu di desa Bokong Kecamatan Taebenu juga sasaran yaitu ibu ibu yang mempunyai anak balita untuk dilakukan sosialisasi yang terus menerus tentang topik tersebut, memberikan peragaan cara menyikat gigi yang baik dan benar. Mendampingi dan memonitor yang mempunyai anak anak balita dalam menjalani cessation    untuk berhenti mengkonsumsi sirih pinang. Memberi sosialisasi kepada ibu ibu yang punya anak balita  dan juga para kader tentang bahayanya mengkonsumsi sirih pinang serta membuat Buku Saku yang dibagikan kepada ibu ibu yang mempunyai anak anak balita dan para kader kesehatan di posyandu desa Naiotel. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah edukasi masyarakat, pelatihan kader dan pendampingan agar ibu ibu yang mempunyai balita bisa sebagai contoh bagi anaknya dan diharapkan kedepan anak anak balita tersebut tidak mengkonsumsi sirih pinang, dan dapat menjaga kesehatan gigi dan mulutnya. Hasil menunjukkan telah dilatihnya 20 kader PKK dan kader posyandu serta guru PAUD dalam mengenal tentang berbahayanya sirih pinang bagi ibu hamil dan juga anak anak PAUD. Telah terjadi peningkatan pengetahuan kader dari nilai berkisar 50 menjadi 82. Terjadinya peningkatan sikap dari 48 menjadi 83. Diharapkan tindakan dan perilaku ke depan menjadi lebih baik dan para kader maupun orang tua dapat mengajarkan anak-anaknya tentang bahayanya mengkonsumsi sirih pinang.  Ibu-ibu tidak memberikan sirih pinang yang sudah dikunyah diberikan pada anak-anaknya karena hal inilah yang menyebabkan anak anak mengkonsumsi sirih pinang dan sifatnya yang adiktif. Sebanyak 59 ibu ibu hamil dan bapak-bapak yang mempunyai balita telah dilakukan sosialisasi mengenai berbahayanya sirih pinang dan sifat ketergantungan dari pinang tersebut. Disarankan agar digerakkan suatu kampanye yang menggandeng Pemerintah, tokoh masyarakat, LSM, guru guru, Civitas Akademika dari berbagai universitas untuk menghimbau masyarakat tentang berbahayanya mengkonsumsi sirih pinang.
THE EFFECT OF ONLINE COUNSELING USING PUZZLE AND POSTER MEDIA ON DENTAL CARRIES KNOWLEDGE Mery Novaria Pay; Agusthinus Wali; Leny M. A. Pinat; Merniwati Sherly Eluama
JDHT Journal of Dental Hygiene and Therapy Vol. 4 No. 1 (2023): JDHT Journal of Dental Hygiene and Therapy
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/jdht.v4i1.973

Abstract

Background: Dental and oral health is an integral part of overall health that can affect a person's quality of life so that it becomes a very important concern in Indonesia's health development, especially in elementary school-aged children. One way to increase children's knowledge is through online counseling using puzzles and posters. Research objective: to determine the effect of online counseling using puzzle media and posters on dental caries knowledge in students of Naikoten State Elementary School, Kupang City. The research design used a Quasi Experiment with a nonequivalent control group research design. Sampling was saturated sampling. The research instrument used a questionnaire and the analysis used SPSS with the Wilcoxon and Mann-Whitney tests. The results of the study: there is an influence between the level of knowledge of students who are given counseling using puzzle media is greater than poster media. This is evidenced by the results of the Mann-Whitney test, which obtained a p-value of 0.001 <0.05. From the results of the above study it was concluded that there was an effect before and after online counseling using pulzze media and posters.
Pelatihan Dan Pendampingan Kader Kesehatan Gigi Pada Guru SD Manefu Kecamatan Taebenu Merniwati Sherly Eluama; Mery Novaria Pay; Leny M.A Pinat; Applonia Leu Obi; Christina Ngadilah; Melkisedek O. Nubatonis
Joong-Ki : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2: Mei 2022
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proper care for dental and oral health needs to be performed since early ages. Elementary school students should develop good habit related to dental health by regular teeth brushing and consuming health food, including at school. Dental health cadres have been appointed to assist dental health workers in carrying out efforts to maintain the dental and oral health of school members. Teachers are potential dental health cadres who can guide students to develop proper dental health behavior at schools. Purpose: This community service was administered to enhance the knowledge and skills of dentalhealth cadres to be able to assist elementary school students in improving their dental and oral health. Method: The training was conducted through lectures, demonstrations and simulations for teachers as dental health cadres at Manefu Elementary School, Taebenu District. Some educational media were used including posters, phantoms and toothbrushes and training manuals. Training and simulations on how to properly brush teeth and maintain dental health were held. In this study,a quasi-experimental pretest and posttest design was also performed and data of the study were analyzed using the paired sample test. Results: Training and assistance program for dental health cadres was found effective in improving the knowledge and skills of dental health cadres with a p-value of 0.000.
THE EFFECT OF ONLINE COUNSELING USING PUZZLE AND POSTER MEDIA ON DENTAL CARRIES KNOWLEDGE Mery Novaria Pay; Agusthinus Wali; Leny M. A. Pinat; Merniwati Sherly Eluama
JDHT Journal of Dental Hygiene and Therapy Vol. 4 No. 1 (2023): JDHT Journal of Dental Hygiene and Therapy
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/jdht.v4i1.973

Abstract

Background: Dental and oral health is an integral part of overall health that can affect a person's quality of life so that it becomes a very important concern in Indonesia's health development, especially in elementary school-aged children. One way to increase children's knowledge is through online counseling using puzzles and posters. Research objective: to determine the effect of online counseling using puzzle media and posters on dental caries knowledge in students of Naikoten State Elementary School, Kupang City. The research design used a Quasi Experiment with a nonequivalent control group research design. Sampling was saturated sampling. The research instrument used a questionnaire and the analysis used SPSS with the Wilcoxon and Mann-Whitney tests. The results of the study: there is an influence between the level of knowledge of students who are given counseling using puzzle media is greater than poster media. This is evidenced by the results of the Mann-Whitney test, which obtained a p-value of 0.001 <0.05. From the results of the above study it was concluded that there was an effect before and after online counseling using pulzze media and posters.
Hubungan Karakteristik Gaya Belajar Visual dan Auditori dengan Prestasi Akademik Mahasiswa Prodi Kesehatan Gigi Kupang pada Masa Pandemi Covid-19 Leny Marlina A. Pinat; Merniwati Sherly Eluama; Mery Novaria Pay; Christina Ngadilah
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.989 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i9.9487

Abstract

Latar Belakang: Pada hakikatnya belajarmerupakan proses interaksi pada seluruh situasi yang berada di sekitar individu. Proses pembelajaran yang efektif mampu mengakomodasi kebutuhan mahasiswa. Gaya belajar merupakan salah satu faktor yang bisa mempengaruhi prestasi akademik.Para ahli banyak mendapati gaya belajar yang tidak sama antara lain adalah Gaya belajar menurut Neil Fleming yakni visual, auditorik, membaca/menulis, dan kinestik yang disingkat VARK.Gaya belajar visual memfokuskan pada ketajaman penglihatan, kemudian gaya belajar auditori mengutamakan pendengaran agar dapat memahami serta mengingatnya. Karakteristik model belajar seperti ini benar-benar memposisikan pendengaran menjadi instrumen utama menyerap informasi pengetahuan. Yang berarti kita perlu mendengar kemudian dapat mengingat serta memahami informasi itu.Di masa pandemi covid 19 model pembelajaran secara daring merubah gaya pembelajaran dari yang konvesional jadi semakin profesional. Kegiatan dalam pembelajaran online seharusnya mempunyai aktivitas dan psikologi belajar yang setidaknya mirip dengan aktivitas pembelajaran tatap muka. Tujuan: mengetahui hubungan karakteristik gaya belajar visual dan auditori dengan prestasi akademik mahasiswa prodi kesehatan gigi poltekkes kemenkes kupangpada masa pandemi Covid 19.Metode: Penelitian ini adalah penelitian cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 84 yang diambil secara total sampling. Hasil penelitian di tabulasisilang dan di analisis secara statistik menggunakan uji korelasi regresi berganda dengan nilai kemaknaan yaitu nilai p<0,05. Hasil: Diketahui gaya belajar Visual mempunyai hubungan yang signifikan pada prestasi akademik dengan signifikansi p<0,001, sehingga gaya belajar Visual dapat mempengaruhi prestasi akademik, begitu jugahasil jika gaya belajar Visualberkorelasi secara signifikan pada prestasi akademik dengan signifikansi p<0,001, sehingga gaya belajar auditorijuga dapat mempengaruhi prestasi akademiklebih dominan memiliki gaya belajar auditori dari pada visual dengan presentasi akademik sangat memuaskan 52,4%, gaya belajar visual 47,6%. Hal tersebut di karenakan mahasiswa tidak menyukai belajar dalam kebisingan. Diketahui juga bahwa tidak terdapat perbedaan hasil belajar (IPK) yang signifikan di antara kelompok mahasiswayang mempunyai gaya belajar visual dan auditori.Kesimpuan : ada korelasi yang signifikan anatara karakteristik gaya belajar visual dan auditori dengan prestasi akademik mahasiswa prodi kesehatan gigi kupang pada masa pandemi Covid-19.