Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

APLIKASI MOBILE TRAVEL: TEKNOLOGI KOMUNIKASI DALAM BUDAYA BERWISATA TANPA BATAS Muhammad Irfan Djamzuri; Agung Putra Mulyana
Akrab Juara : Jurnal Ilmu-ilmu Sosial Vol 5 No 4 (2020): November
Publisher : Yayasan Azam Kemajuan Rantau Anak Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan informasi dan komunikasi berdampak pada teknologi dan budaya. Pariwisata Indonesia sebagai sinergi bersama untuk berkembangnya budaya berwisata yang akan meningkatkan pendapatan devisa negara. Perkembangan berbagai aplikasi mobile travel dengan platfom android sangat mendukung untuk menguatkan industri pariwisata. Indonesia begitu banyak budaya komunitas lokal yang dapat dipromosikan dimancanegara. Hal tersebut merupakan sumber daya yang bernilai tinggi dan tidak terbatas dalam menampilkan budaya indonesia di kancah internasional. Budaya Indonesia juga diakui sebagai warisan peradaban dunia. Jumlah Aplikasi yang langsung dan tidak langsung bersinggungan dengan industri pariwisata, semakin banyak dan semakin beragam, sesuai dengan kebutuhan para user berdasarkan pengalaman yang mereka miliki. Pendekatan teknologi komunikasi dengan aspek usabilitas pada aplikasi mobile travel diharapkan dapat meningkatkan budaya berwisata. Penelitian ini merupakan artikel ilmiah dengan teknik pengumpulan data, observasi dan studi dokumen dengan mengedepankan narasi, argumentasi dan justifikasi akademis. Penelitian dilakukan dengan mencoba untuk melakukan pemetaan dengan berbagai referensi berupa bukti, data, fakta dan pendapat yang memberikan gambaran secara logis dan sistematis. Penelitian juga mendukung pendekatan UX pada aspek usabilitas yang dapat menjelaskan pola budaya terbentuk dan menjelaskan bahwa aspek budaya dalam komunikasi teknologi memberikan arti secara menyeluruh mengenai teknologi itu sendiri. Pergulatan antara komunikasi teknologi sebagai determinan dan teknologi komunikasi sebagai kontruksi sosial menimbulkan banyak argumen yang tidak bisa diselesaikan. Peneliti beragumentasi bahwa dalam teknologi komunikasi, media baru/aplikasi dan budaya sebenarnya terjadi karena adanya peradaban.
E-COMMERCE CONTENT CREATIVE DALAM STRATEGI KOMUNIKASI PEMASARAN DIGITAL UNTUK MENINGKATKAN BRAND AWARENESS (Studi Kasus Content Instagram Payfazz) Ade Budi Santoso; Agung Putra Mulyana; Muhammad Irfan
Akrab Juara : Jurnal Ilmu-ilmu Sosial Vol 5 No 4 (2020): November
Publisher : Yayasan Azam Kemajuan Rantau Anak Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Payfazz merupakan Jasa Aplikasi Online to Offline di Indonesia. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mengkaji Bagaimana Konsep Content Creative 4.0 PT. Payfazz Teknologi Nusantara dalam meningkatkan Brand Awareness dan mengkaji terkait Engagement Rate Content Creative 4.0 melalui Media Instagram @Payfazz _Indonesia untuk meningkatkan Brand Awareness User, Followers ataupun Agen Payfazz. Penelitian ini menggunakan teori revolusi digital, New Wave Marketing dan analisis Engagement Rate. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian studi kasus dan paradigma penelitian konstruktivis. Hasil penelitian ini adalah bagaimana Content Creative bisa meningkatkan Brand Awareness melalui media sosial Instagram Payfazz, bagaimana melalui Content Payfazz berusaha untuk menarik Awareness dengan para konsumennya, hal itu sesuai dengan konsep Content Marketing dimana hubungan suatu Brand dengan konsumennya bersifat Horizontal. Dalam meningkatkan Brand Awareness melalui content pada media social Instagram, Payfazz menggunakan unsur yang terdapat pada konsep New Content Marketing 7 (Tujuh) langkah Content Marketing yaitu : mentukan tujuan, memetakan target, menentukan tema besar dari Content yang disajikan, menentukan kapan dan siapa yang membuat Content, mendistribusikan Content, penguatan Content dan evaluasi. Brand Payfazz sudah memiliki karakter yang kuat pada penggiat bisnis Online dikarenakan Brand Payfazz memiliki 7 langkah Cotent Marketing.
DUKUNGAN TEKNOLOGI DTMF SEBAGAI BENTUK DETERMINISME TEKNOLOGI DALAM BUDAYA KOORDINASI Agung Putra Mulyana; Muhammad Irfan; Ade Budi Santoso
Jurnal Akrab Juara Vol 5 No 4 (2020)
Publisher : Yayasan Akrab Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknologi Dual Tone Multiple Frequency ( DTMF ) mampu menerjemahkan signal tone dari sebuah keypad handphone ( HP ) sehingga dapat dimanfaatkan sebagai sistem kendali untuk alat yang akan dikendalikan. Peralatan tersebut digunakan untuk mendukung komunikasi tanpa tatap muka disaat proses koordinasi. Keterbatasan perangkat komunikasi HT ( Handy Talkie ) yang memiliki jangkauan komunikasi yang pendek, sebelumnya para crew televisi sudah terbiasa membentuk kordinasi penting dalam budaya tatap muka. Namun disaat perangkat DTMF digunakan oleh para crew maka budaya tatap muka telah mulai ditinggalkan meskipun antar crew dengan stasiun pusat telah berjauhan. Maka pemanfaatan dukungan dtmf mampu membentuk budaya kelompok kecil masyarakat. Dimana teknologi DTMF mampu mempengaruhi aspek moral dan etika dalam hubungan antara manusia dan manusia krena sebuah teknologi. Para crew televisi sebelum menggunakan dukungan teknologi DTMF memiliki budaya kordinasi tatap muka atau face to face. Namun saat ini membentuk budaya baru kordinasi yang sudah mengandalkan DTMF karena dianggap sebagai teknologi yang memiliki parameter efisiensi dak efektivitas dalam mencapai tujuan tertentu tanpa tatap muka. Akibatnya makna dalam kehidupan manusia telah usai karena relasi antara manusia dan teknologi.
BENTUK PERTARUNGAN WACANA IDEOLOGI MEDIA MASSA MENJELANG PEMILIHAN PRESIDEN Agung Putra Mulyana; Muhammad Irfan
Akrab Juara : Jurnal Ilmu-ilmu Sosial Vol 6 No 2 (2021): Mei
Publisher : Yayasan Azam Kemajuan Rantau Anak Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58487/akrabjuara.v6i2.1475

Abstract

Tahun 2018 merupakan tahun politik menjelang pilpres 2019. Isu politik kian bergulir, penguasa partai sudah mengatur strateginya untuk calon yang diusung bahkan media massa televisi juga ikud serta dalam mempengaruhi proses demokrasi menjelang pilpres 2019. Pemilik media sudah membaca bentuk situasi ideologi yang akan dijalankan maka bentuk pertarungan yang di hadirkan yaitu mengemas program yang sesuai untuk disajikan menjelang pilpres. Penelitian ini menggunakan paradigma kritis dengan pendekatan kualitatif. Dengan menggunakan metode analisis wacana kritis Van Dijk, penelitian ini bertujuan bagaimana teks di jadikan instrument untuk mengungkapkan paham – paham tentang keberpihakan melalui program televisi. Hasil penelitian menunjukan bahwa program yang diangkat membawa ideologi yang meggambarkan politik di Indonesia yang banyak menggunakan kata yang berhubungan dengan cara menunjukan prestasi petahana dan juga menunjukan prestasi pendukungnya. Kepemilikan media juga berperan dalam pembentukan teks yang diperantarai oleh praktik kewacanaan, jejak keberpihakan dapat dilacak dengan membaca kognisi sosial dalam institusi media.
Integrasi Komponen Nonmanusia Dalam Meningkatkan Brandawarness PT. Jinan Nusantarafood Group Pada Media Baru ( Analisis Teori Jaringan Aktor Bruno Latour ) Agung Putra Mulyana; Muhammad Irfan
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 1 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i1.2507

Abstract

Perkembangan teknologi saat ini terjadi beberapa proses, seperti halnya komunikasi yang mulai dari komunikasi tradisional sampai menjadi teknologi digital . Seperti halnya menyampaikan pesan pada saat ini memiliki kecenderungan ke arah digitalisasi dengan berbagai platform yang tersedia. Karena kemudahan internet yang diakses cukup mudah dan luas, bahkan pihak korporasi juga memiliki peran besar dalam menggerakan produk perusahaannya dengan memanfaatkan media digital dengan membentuk sebuah jaringan. Penelitian yang digunakan yaitu deskrptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan teori jaringan aktor Bruno Latour sebagai analisa hasil temuan. Dalam proses terbentuknya citra perusahaan ditemukan integrasi antara aktan, aktor dan sub aktor didalamnya. Admin sebagai aktan tidak akan mampu menaikan citra perusahaan tanpa melibatkan unsur elemen entitas non manusia. Aktor non manusia ini memberikan akses berintegrasi dalam menyebarkan citra PT. Jinan Nuasantarafood Group meskipun dalam kategori sub aktor. Karena beberapa unsur tersebut selalu berevolusi membentuk sistem yang saling berintegrasi.
Fenomena Bullying Dalam Mendorong Kebijakan Literasi Berbasis AI (Artificial Intelligence ) Pada Teknologi Media Baru Muhammad Irfan Djamzuri; Agung Putra Mulyana
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 6 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i6.6389

Abstract

Berdasarkan data UNICEF 2020, 41% pelajar berusia 15 tahun pernah mengalami perundungan setidaknya beberapa kali dalam satu bulan, Adanya Kasus Pembakaran Sekolah oleh Siswa SMP di Temanggung dipicu oleh bullying yang dialami oleh pelaku pembakaran. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mendorong sekolah beserta Dinas Pendidikan untuk antisipasi maupun literasi penguatan anti-bullying, serta berharap kepolisian bisa professional dan menerapkan Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA) terhadap anak yang berkonflik dengan hukum. Pemahaman literasi bullying pada Pendidikan dirasakan kurang memadai, dengan pemahaman bullying dari Coloroso, kita dapat menyoroti pengalaman orang-orang yang ditindas, menekankan dampak emosional dan psikologis serta mendorong para saksi perundungan untuk mengambil Tindakan/intervensi dalam menumbuhkan budaya empati dan inklusi. Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) juga mengkritisi tindakan yang dilakukan oleh kepolisian dengan meng-ekspos pelaku yang masih dibawah umur. Adanya Kekerasan Antar Pribadi di Institusi Sekolah yang seharusnya sebagai tempat untuk sarana pendidikan, tetapi tidak lepas dari praktek bullying/perundungan di sekolah. Perlu adanya sebuah literasi anti-bullying yang bisa diterapkan di dunia Pendidikan. Mengatasi perundungan perlu melibatkan pendekatan yang komprehensif, termasuk pendidikan tentang etika, empati, dan menghormati perbedaan, serta penerapan kebijakan sekolah yang tegas terhadap perundungan. Peran pemerintah memiliki kekuatan besar terhadap teknologi - teknologi baru yang telah masuk dan mempengaruhi pola berfikir anak - anak. Pemerintah dapat berdiskusi langsung oleh para pemegang teknologi media baru untuk menanamkan pertahanan proses terjadinya tindakan bullying didalam system yang dirancang yang biasa kita sebut teknologi AI
Makna Simbol Isi Peras Di Tengah Era Moderenisasi Zaman (Analisis Semiotika Charles Sander Pierce Pada Persyaratan Ritual Masyarakat The Sun Rise Of Java) Agung Putra Mulyana; Muhammad Irfan
Jurnal Ilmu Komunikasi AKRAB Vol. 5 No. 1 (2020): APRIL
Publisher : AKADEMI KOMUNIKASI RADYA BINATAMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study describes the of Charles Sanders Pierce’s semiotic analysis simbol peras the contents of the rituals in Banyuwangi. Peras is another name commonly used public offerings Banyuwangi. The aim of this research is to find out the meaning of simbols that exist on the content wring in modernization era banyuwangi society. Juicing is used as a condition of society in implementing hajatnya banyuwangi. The method in this research is descriptive qualitative meaning triangle approach semiotics Charles Sanders Pierce. The results showed that simbols of the contents peras in Banyuwangi is a simbol of hope or values - values that contain the prayer of the owner's intent, not to present to the nation for ghost. In addition to the desired expectations, the form of wringing is also a defense of the traditions of the ancestors.
Fenomena Cyberbullying Pembiaran Juvenile Deliquency Dalam Teknologi Media Baru Djamzuri, Muhammad Irfan; Mulyana, Agung Putra
JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 7, No 1 (2023): JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan) (Januari)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jisip.v7i1.4801

Abstract

Berdasarkan data APJII tahun 2020 mengenai bully di media sosial 31,8 % memilih untuk membiarkan saja, sedangkan hanya 6,7 % yang menjawab melaporkan kepihak berwajib, dan paling besar sekitar 40 % menjawab tidak tau. Tidak teridentifikasinya bully dan cyber-bully pada masyarakat Indonesia, menyebabkan munculnya berbagai fenomena-fenomena perundungan yang berakhir dengan didapatkan kasus korban depresi dan meninggal. Seperti muncul kasus Bullying/perundungan Anak Setubuhi Kucing di Tasikmalaya. Korban dipaksa oleh teman-temannya. direkam menggunakan video telepon seluler kemudian menyebar itu masih menyebar di kalangan tetangga melalui via WhatsApp dan bergulir di jejaring internet serta viral di media sosial. Dampak perundungan itu, menyebabkan korban depresi berat dan meninggal dunia. Ironinya ada usaha untuk berdamai dengan pertemuan antara para orang tua RT, RW dan kepala desa yang ada di lingkungan tersebut. Pertemuan tersebut berujung pada kedua pihak memaklumi kejadian tersebut hanya kenakalan yang biasa. Unggahan gambar dan video bahkan menyebarkan rumor di jejaring sosial. Awalnya hanya bersifat candaan/guyonan/meme namun berubah menjadi makian, cacian, hinaan bahkan ancaman. Pembiaran terhadap materi/konten tersebut bahkan tidak adanya efek jera bagi peng-upload materi/konten tersebut. Menyebabkan terjadinya pembiaran Juvenile Deliquency bahkan dianggap normal oleh masyarakat dan penegak hukum. Berbeda dengan cyberbullying/Juvenile Cyber Deliquency, Juvenile digitized Deliquency/kenakalan remaja mengunakan online bisa menjadi lebih berpotensi negative ketimbang perundungan maya itu sendiri.
Fenomena Netflix Platform Premium Video Streaming membangun kesadaran cyber etik dalam perspektif ilmu komunikasi Djamzuri, Muhammad Irfan; mulyana, agung putra
JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 6, No 1 (2022): JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jisip.v6i1.2804

Abstract

Netflix sebagai salah satu media layanan streaming video film dan serial televisi dunia memberikan dampak kepada budaya perfilman umat manusia. Menurut penelitian yang diterbitkan oleh Media Partners Asia (MPA) Mempublikasi bahwa platform video premium, seperti Netflix, Viu, WeTV, iQIYI dan Vidio mendapatkan 10% share/bagian dari Share Of Video Streaming Minutes In SEA di Q1 2021 (triwulan 1 tahun 2021). Dari Share Premium Video Streaming in SEA, Netflix telah memimpin konsumsi video premium dengan pangsa 40%, didorong oleh luas daya tarik katalog internasionalnya. Besarnya pemanfaatan Netflix yang begitu masif dan eskalatif di Indonesia, telah diantisipasi oleh Kementerian Kominfo sebagai perpanjangan dari regulator/ pemerintah RI. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif tentang konsep Etika maya/ cyber-ethics. Peneliti mencoba memahami Netflix sebagai entitas bentuk platform film Menggunakan penjelasan Richard A. Spinello mengenai Etika Maya (cyber-ethics) dan argumen Richard A. Spinello terkait Governing and Regulating the Internet yang dipubikasikan pada Artikel ACM SIGCAS Computers and Society tahun 2000 dengan judul Excerpt from CyberEthics: Morality and Law in Cyberspace. Film dan Televisi dapat dibahas dari berbagai aspek. Dalam konteks di Indonesia, regulasi yang dihasilkan untuk mengatur Film dan Televisi, yaitu lahirnya Undang-Undang Penyiaran No.32 Tahun 2002 dan Undang-Undang No. 33 Perfilman Tahun 2009. Netflix merupakan Platform Premium Video Streaming terindikasi mengandung unsur ponografi, SARA, LGBT, dan sadisme. Namun Netflix tidak bisa diregulasi oleh Undang-Undang Penyiaran No.32 Tahun 2002 dan Undang-Undang No. 33 Perfilman Tahun 2009. Tetapi  menggunakan UU Nomor 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi. Secara Regulasi netflix harus tunduk dengan aturan UU Telekomunikasi. Pemahaman cyber-ethics menjadi pembahasan yang penting dan harus mampu mengkaji perilaku yang sesuai moral, hukum, dan isu-isu sosial sebagai alat interaksi antar manusia. Berdasarkan Excerpt From CyberEthics: Morality and Law in Cyberspace ada solusi yang ditawarkan oleh Richard A. Spinello (2014) adalah Internet Governance/ Tata Kelola Internet. Selain melakukan Direct State Intervention, negara juga bisa membuat literasi terhadap membangun kesadaran cyber-ethics. Pemahaman Cyber-ethics dapat ditumbuhkan dengan memahami cyber wellness
Pelatihan Komunikasi Digital Guna Peningkatan Kompetensi Diri Bagi Komunitas Mersi FM Ika Widiastuti; Luluh Abdilah Kurniawan; Agung Putra Mulyana
Kreativitas Pada Pengabdian Masyarakat (Krepa) Vol. 2 No. 11 (2024): Kreativitas Pada Pengabdian Masyarakat (Krepa)
Publisher : CV SWA Anugerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.8765/krepa.v2i11.4508

Abstract

Pentingnya kompetensi untuk setiap orang didapatkan pada pendidikan formal dan non formal melalui pelatihan. Dalam perkembangan teknologi digital semakin banyak penyedia informasi pengembangan kompetensi dan dapat ditemui di media sosial. Komunitas Mersi FM yang terdiri dari para pekerja dan profesional tersebar pada profesi masing-masing sangat penting untuk mengikuti pelatihan untuk mengembangkan dirinya, yang tentu mempengaruhi jabatan dan penghasilannya di mana pun berkarya. Setiap anggota komunitas diberikan pemahaman dalam pemanfaatan komunikasi digital. Sehingga komunitas Mersi Fm mampu berkomunikasi dengan bijak, berbicara maupun membuat konten yang mengedukasi sehingga dapat mengembangkan kompetensi diri menjadi lebih baik