Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Pengaruh Running with The Ball dan Z-Pattern terhadap Kemampuan Dribbling Sepak Bola Asparegi, Henzidan; L. E, Balkis Ratu Nurul; Bausad, Andi Anshari
Gelora : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan IKIP Mataram Vol. 12 No. 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/gjpok.v12i1.20585

Abstract

Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh latihan running with the ball dan z-pattern terhadap kemampuan dribbling pemain sepak bola Raya FC Kecamatan Pringgarata. Masalah penelitian berangkat dari temuan lapangan bahwa pemain masih sering menggiring bola terlalu jauh dari jangkauan kaki, kehilangan penguasaan bola, dan kurang efektif melewati lawan saat pertandingan. Penelitian menggunakan rancangan kuantitatif eksperimen dengan model two-group pre-test and post-test yang dalam pelaporan penelitian ini dianalisis sebagai perubahan berpasangan karena seluruh subjek menerima program latihan teknik dribbling selama enam minggu. Sampel berjumlah 18 pemain yang dipilih secara purposive dari populasi pemain Raya FC. Instrumen penelitian adalah tes menggiring bola berbasis waktu, dengan tiga kesempatan pengukuran dan skor terbaik dicatat sebagai hasil tes. Program latihan dilaksanakan 18 kali pertemuan, tiga kali per minggu, melalui kombinasi running with the ball untuk melatih dorongan bola pada ruang terbuka dan z-pattern untuk melatih kontrol arah, perubahan lintasan, serta koordinasi kaki-bola saat melewati cone. Hasil menunjukkan penurunan waktu dribbling dari pre-test (M = 20.32 detik; SD = 0.20) menjadi post-test (M = 19.34 detik; SD = 0.41). Selisih rata-rata peningkatan adalah 0.98 detik atau sekitar 4.80%, dengan uji t berpasangan menghasilkan t (17) = 8.666, p < 0,001, dan effect size dz = 0.912. Temuan ini mengindikasikan bahwa kombinasi latihan linear cepat dengan bola dan latihan pola zig-zag efektif meningkatkan efisiensi dribbling pemain. Program dapat digunakan pelatih sebagai bentuk latihan teknik yang sederhana, progresif, dan mudah diterapkan pada konteks klub lokal. Kata Kunci: Running with the ball; z-pattern; dribbling; sepak bola; latihan teknik.
Pemetaan Keterampilan Gerak Dasar Lokomotor Anak Usia 4–6 Tahun Menggunakan TGMD-2 di TK Bina Anaprasa Aulia, Nurrahmatun; Bausad, Andi Anshari; Muliyani, Sri Erny
Sportify Journal Vol. 3 No. 2 (2023): December
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sj.v3i2.5060

Abstract

Penelitian ini bertujuan memetakan tingkat keterampilan gerak dasar lokomotor anak usia 4–6 tahun di TK Bina Anaprasa menggunakan subtes lokomotor Test of Gross Motor Development-2 (TGMD-2). Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif berbasis tes keterampilan. Sampel berjumlah 35 anak yang dipilih melalui total sampling. Instrumen mencakup enam keterampilan lokomotor, yaitu run, gallop, hop, horizontal jump, leap, dan slide, dengan skor performa 1 jika indikator gerak muncul dan 0 jika tidak muncul. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif berupa frekuensi, persentase, rerata, simpangan baku, nilai minimum, dan nilai maksimum. Hasil menunjukkan 60,0% anak berada pada kategori rata-rata, 25,7% di bawah rata-rata, 8,6% di atas rata-rata, dan 5,7% buruk. Temuan ini menunjukkan bahwa keterampilan lokomotor anak umumnya berada pada tingkat rata-rata, tetapi sebagian anak masih membutuhkan stimulasi gerak yang lebih terarah. Guru disarankan melaksanakan asesmen berkala dan permainan lokomotor terstruktur. Mapping Locomotor Fundamental Movement Skills among Children Aged 4–6 Years Using TGMD-2 at TK Bina Anaprasa Abstract This study aimed to map the level of locomotor fundamental movement skills among children aged 4–6 years at TK Bina Anaprasa using the locomotor subtest of the Test of Gross Motor Development-2 (TGMD-2). A quantitative descriptive skill-test design was applied. The sample consisted of 35 children selected through total sampling. The instrument assessed six locomotor skills: run, gallop, hop, horizontal jump, leap, and slide, using performance scoring of 1 when a movement criterion was demonstrated and 0 when it was not. Data were analyzed using descriptive statistics, including frequency, percentage, mean, standard deviation, minimum score, and maximum score. The findings showed that 60.0% of children were in the average category, 25.7% below average, 8.6% above average, and 5.7% poor. These results indicate that most children’s locomotor skills were average, while some still required targeted motor stimulation. Teachers are advised to conduct periodic assessment and structured locomotor play activities.
The Relationship Trunk Extension Flexibility, Body Height, and Arm Explosive Power Students’ Volleyball Serving Skills Akhmad, Noor; Bausad, Andi Anshari; Hasanuddin , M Imran
Sportify Journal Vol. 2 No. 2 (2022): December
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sj.v2i2.5233

Abstract

Smash ability in sepaktakraw is a complex attacking skill that requires the integration of anthropometric reach, lower-limb explosive power, flexibility, body coordination, and technical accuracy. This study aimed to examine the relationship between leg length, leg explosive power, and flexibility with smash ability among students of the Faculty of Sport Science, Universitas Negeri Makassar. A quantitative approach with a descriptive-correlational design was employed. The final sample consisted of 50 students with complete data and no missing values. Leg length was measured using an anthropometric procedure, leg explosive power using the vertical jump test, flexibility using a trunk flexibility test, and smash ability using a sepaktakraw smash skill test. The data were analyzed using descriptive statistics, the Kolmogorov-Smirnov normality test, Pearson correlation, simple regression, and multiple regression. The findings showed that leg length, leg explosive power, and flexibility were positively and significantly related to smash ability, with correlation coefficients of r = 0.552, r = 0.676, and r = 0.607, respectively. The multiple regression model indicated that the three predictors simultaneously explained 60.9% of the variance in smash ability. These findings indicate that sepaktakraw smash performance is more strongly supported by functional physical capacities, particularly lower-limb explosive power and flexibility, than by anthropometric characteristics alone.