Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

PENGEMBANGAN LKPD TERINTEGRASI KEARIFAN LOKAL DAYAK MELALUI CROSSWORDLABS UNTUK PESERTA DIDIK MATERI KINGDOM PLANTAE Rahmi, Ennike Gusti; Fahrina, Ririn; Araina, Elga; Wijaya, Nuriman; Adam, Chaidir
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8, No 4 (2025): November 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i4.4519

Abstract

Abstract: Based on observations and interviews with biology teachers in grade X at PGRI Pulang Pisau High School, it was found that the learning resources used were still limited to textbooks that contained brief learning activities and practical work. The available student worksheets did not cover important components such as identity, basic competencies, and theoretical foundations, and were uninteresting due to the lack of variety in the material and questions. This condition has an impact on the low motivation and involvement of students in learning. To overcome this problem, integrated local Dayak wisdom LKPD based on CrosswordLabs was developed to make learning more contextual and interactive. This study aims to develop LKPD, its validity, and practicality. The development method used the modified 4D model (Define, Design, Develop, Disseminate) up to the Develop stage. The results showed that the worksheets fulfilled important learning elements such as identity, basic competencies, objectives, material, learning activities, and CrosswordLabs-based exercises. The overall validity test resulted in a percentage score of 83.00%, which is considered valid. The practicality test showed a very practical category with a response rate of 85.35% from students and 89.00% from teachers. Thus, this LKPD is feasible and very practical for use in biology learning.Keyword: Development, LKPD, Local Wisdom, CrosswordlabsAbstrak: Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan guru Biologi di kelas X SMA PGRI Pulang Pisau, ditemukan bahwa sumber belajar yang digunakan masih terbatas pada buku paket yang memuat kegiatan belajar dan praktikum secara singkat. LKPD yang tersedia belum mencakup komponen penting seperti identitas, kompetensi dasar, dan dasar teori, serta kurang menarik karena minimnya variasi materi dan soal. Kondisi ini berdampak pada rendahnya motivasi serta keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, dikembangkan LKPD terintegrasi kearifan lokal Dayak berbasis CrosswordLabs agar pembelajaran menjadi lebih kontekstual dan interaktif. Penelitian ini bertujuan untuk proses pengembangan LKPD, validitas, dan praktikalitas LKPD yang dikembangkan. Metode pengembangan dengan menggunakan model 4D (Define, Design, Develop, Disseminate) yang dimodifikasi sampai tahap Develop. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LKPD telah memenuhi unsur penting pembelajaran seperti identitas, kompetensi dasar, tujuan, materi, kegiatan belajar, serta latihan berbasis CrosswordLabs. Hasil uji validitas keseluruhan diperoleh nilai persentase 83,00 % dengan kriteria valid. Uji praktikalitas menunjukkan kategori sangat praktis dengan respon peserta didik 85,35% dan guru 89,00%. Dengan demikian, LKPD ini layak dan sangat praktis digunakan dalam pembelajaran Biologi.Kata kunci: Pengembangan, LKPD, Kearifan lokal, Crosswordlabs
EDUKASI MANFAAT DAN POTENSI BUNGA TELANG (Clitoria ternatea L.) UNTUK MINUMAN KESEHATAN BERNILAI EKONOMIS DENGAN PEMBERDAYAAN IBU-IBU SPPer GKE DESA LAWANG URU, KALIMANTAN TENGAH Araina, Elga; rahmi, Ennike Gusti; Fahrina, Ririn; Hartanti, Rio Eka Desi Purwandari; Mawardi, Indria Putri; Arisanti, Eka Maida
INTEGRITAS : Jurnal Pengabdian Vol 9 No 2 (2025): AGUSTUS - DESEMBER
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat - Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/integritas.v9i2.5513

Abstract

Sebagian besar masyarakat Desa Lawang Uru berprofesi sebagai ibu rumah tangga yang belum sepenuhnya mampu mengembangkan potensi, kemampuan, dan kreativitasnya dalam memanfaatkan sumber daya lokal yang memiliki nilai ekonomi. Di desa ini terdapat komunitas perempuan yaitu SPPer (Seksi Pelayanan Perempuan) GKE Lawang Uru, yang merupakan wadah persekutuan perempuan Kristen di lingkungan gereja setempat. Melimpahnya tanaman bunga telang di wilayah ini menjadi potensi yang dapat dikembangkan melalui program pemberdayaan masyarakat berupa edukasi dan pelatihan pembuatan minuman kesehatan berbasis bunga telang. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan kreativitas ibu-ibu SPPer dalam mengolah hasil alam menjadi produk bernilai jual, sekaligus menumbuhkan semangat kewirausahaan dan kemandirian ekonomi keluarga. Program pengabdian dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif dan edukatif, yang menekankan keterlibatan aktif peserta dalam seluruh tahapan, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi kegiatan. Hasil pelatihan menunjukkan respon positif dari peserta, dengan 80% menyatakan sangat setuju dan 20% setuju bahwa kegiatan ini memberikan manfaat nyata berupa peningkatan pengetahuan, keterampilan, serta motivasi dalam mengembangkan potensi diri dan usaha produktif di lingkungan mereka.
Pengembangan E-Modul Interaktif melalui Educaplay Materi Plantae di SMAN 1 Pulang Pisau Fahrina, Ririn; Rahmi, Ennike Gusti; Purnaningsih, Titin; Purba, Putri Lidia
Perspektif Pendidikan dan Keguruan Vol 17 No 1 (2026): Perspektif Pendidikan dan Keguruan Vol 17 No 1 April 2026
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/perspektif.2026.vol17(1).27444

Abstract

Education in the digital age continues to evolve by utilizing technology to create interactive and engaging learning experiences. One of the innovations used is gamification, which is the application of game elements in the learning process. Through the Educaplay platform, interactive multimedia-based E-Modules have been developed that are able to accommodate various learning styles and increase student engagement. In Biology education, particularly in the Plantae (Plants) subject, Educaplay provides activities such as quizzes, puzzles, and educational games that help reinforce conceptual understanding. This study aims to: (1) Determine the structure, (2) Feasibility, (3) Practicality. The development model used is ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). At this stage, we have only reached stage 3, Development. The results of the study show that the interactive E-Module developed is valid and feasible for use, with a rating of 81.17% from subject matter experts, 90.00% from media experts, and 82.00% from language experts. The practicality rating from teachers was 86.84% (very practical) and from students was 83.91% (practical). Thus, this module is feasible and very practical for use in biology learning.
Pelatihan Pemanfaatan Media Pembelajaran IPA Guna Meningkatkan Kemampuan Guru di SDN 03 Simpang Utara Rahmi, Ennike Gusti; Silvina, Rini; Sudirman, Destaria
Community Education Engagement Journal Vol. 7 No. 2 (2026): April
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/ceej.v7i2.27429

Abstract

Latar Belakang: Penggunaan media pembelajaran IPA merupakan salah satu upaya penting dalam meningkatkan kualitas proses belajar mengajar di sekolah dasar, namun pemanfaatannya oleh guru masih belum optimal. Tujuan: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada guru tentang pentingnya media pembelajaran, meningkatkan pemahaman guru mengenai peran media dalam proses pembelajaran, serta menjelaskan cara pembuatan media pembelajaran IPA. Metode: Metode pelaksanaan kegiatan meliputi tiga tahap, yaitu sosialisasi melalui penyampaian materi terkait pentingnya penggunaan media pembelajaran, pelatihan melalui praktik langsung dalam merancang dan menggunakan media pembelajaran IPA yang sederhana, kreatif, dan interaktif, serta pendampingan melalui pemberian bimbingan langsung kepada guru dalam menerapkan media pembelajaran melalui kegiatan simulasi di kelas. Hasil: Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan motivasi guru SDN 03 Simpang Utara dalam menggunakan dan mengembangkan media pembelajaran IPA. Pada aspek kualitas materi sekitar 78% peserta menyatakan sangat setuju, sedangkan sekitar 22% menyatakan setuju. aspek pemahaman dan penerapan media pembelajaran IPA sekitar 71% peserta sangat setuju dan sekitar 29% setuju dan pada aspek manfaat kegiatan serta peningkatan motivasi guru dalam mengembangkan media pembelajaran sekitar 75% peserta sangat setuju dan sekitar 25% setuju. Kesimpulan: Dengan demikian, kegiatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan, pemahaman, dan keterampilan guru dalam pemanfaatan media pembelajaran IPA secara optimal dan berkelanjutan.
Peningkatan Kompetensi Guru melalui Pelatihan Pembuatan Preparat Biologi sebagai Media Pembelajaran di SMAN 1 Bonjol Kabupaten Pasaman Fahrina, Ririn; Rahmi, Ennike Gusti
Community Education Engagement Journal Vol. 7 No. 2 (2026): April
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/ceej.v7i2.27434

Abstract

Latar Belakang: Mutu pendidikan IPA di Indonesia, khususnya pada mata pelajaran Biologi, masih memerlukan peningkatan melalui inovasi pembelajaran yang menekankan keterampilan proses sains serta pemanfaatan media yang efektif. Kenyataannya, pembelajaran berbasis praktikum belum berjalan optimal karena keterbatasan kemampuan guru dalam merancang dan membuat media, terutama preparat awetan biologi. Tujuan: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru dalam pembuatan preparat biologi, serta meningkatkan kemampuan mereka dalam memanfaatkan preparat sebagai media pembelajaran. Metode: Metode yang digunakan adalah pelatihan berbasis praktik melalui tahapan persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur pengetahuan, observasi untuk menilai keterampilan, dan angket untuk mengetahui respon peserta. Hasil: Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pengetahuan guru, ditunjukkan oleh kenaikan nilai rata-rata dari 58 menjadi 85. Keterampilan peserta juga berada pada kategori sangat baik dengan rata-rata skor 3,33. Selain itu, respon peserta terhadap pelatihan berada pada kategori sangat baik dengan skor rata-rata 3,65. Kesimpulan: Dengan demikian, pelatihan ini terbukti efektif dalam meningkatkan kompetensi guru secara kognitif dan psikomotorik. Kegiatan ini juga memberikan kontribusi dalam pengembangan media pembelajaran yang aplikatif dan berkelanjutan untuk mendukung pembelajaran biologi berbasis praktikum.