Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Penerapan Sistem Proteksi Kebakaran Pada PT Gramedia Asri Media Balikpapan Agus Sukarsa; Impol Siboro; Dharma Saputra
EUNOIA Vol 5 No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Program Studi D4 K3 Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/eunoia.v5i1.1040

Abstract

PT Gramedia Asri Media Balikpapan, sebagai perusahaan ritel buku dengan material mudah terbakar yang tinggi, diklasifikasikan sebagai area Bahaya Sedang (Medium Hazard). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan sistem proteksi kebakaran aktif dan pasif, mengevaluasi kesesuaiannya dengan standar keselamatan kerja, serta mengidentifikasi kendala di lapangan. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, dengan membandingkan temuan lapangan terhadap regulasi seperti Permenaker No. 04/MEN/1980 dan NFPA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem proteksi kebakaran aktif, terutama Alat Pemadam Api Ringan (APAR), berada dalam kondisi sangat memadai, baik dari segi kuantitas (7 unit tersedia untuk kebutuhan minimum 3 unit) maupun aksesibilitas (jarak jangkauan ± 5 meter). Sistem deteksi dini (smoke detector dan fire alarm) serta sistem hydrant (tekanan 4-6 bar saat beroperasi) juga berfungsi dengan baik. Namun, ditemukanketidaksesuaian signifikan pada aspek proteksi kebakaran pasif, yaitu ketiadaan jalur evakuasi, pintu darurat, dan lampu darurat (emergency lamp) yang berpotensi menghambat proses penyelamatan jiwa dan bertentangan dengan standar NFPA 101 (Life Safety Code). Kesiapsiagaan Sumber Daya Manusia (SDM) dinilai cukup, namun frekuensi pelatihan pemadaman kebakaran (fire drill) yang hanya setahun sekali perlu ditingkatkan. Disarankan agar perusahaan segera melengkapi fasilitas proteksi pasif yang krusial tersebut untuk menjamin keselamatan pekerja, pengunjung, dan aset perusahaan.
Evaluasi Kesesuaian Pemasangan Dan Pemeliharaan Apar Di PT Biro Klasifikasi Indonesia Balikpapan Rijal Fathin Mufid Abdillah; Impol Siboro; Iwan Zulfikar
EUNOIA Vol 5 No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Program Studi D4 K3 Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/eunoia.v5i1.1041

Abstract

Kegiatan ini bertujuan mengevaluasi kesesuaian pemasangan dan pemeliharaan alat pemadam api ringan pada PT Biro Klasifikasi Indonesia Balikpapan berdasarkan ketentuan Permenaker No. 04/MEN/1980. Pengamatan dilakukan melalui studi lapangan, wawancara, dokumentasi, dan pemeriksaan langsung terhadap kondisi fisik, tekanan tabung, kelengkapan label, ketinggian pemasangan, serta jarak antarunit. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa sebagian besar aspek pemasangan telah sesuai dengan standar, termasuk aksesibilitas, keberadaan tanda pemasangan, serta kondisi fisik tabung dan selang. Namun demikian, ditemukan ketidaksesuaian signifikan pada dua unit alat pemadam api ringan di area lobby, yaitu penurunan tekanan dan kerusakan segel yang menyebabkan alat tidak berada dalam kondisi siap pakai. Proses pemeliharaan pada umumnya telah dilaksanakan, tetapi tindak lanjut terhadap penurunan performa media pemadam belum berjalan optimal. Temuan ini menunjukkan bahwa efektivitas sistem proteksi kebakaran awal masih perlu ditingkatkan melalui pemantauan tekanan yang lebih ketat, pengisian ulang segera, serta perbaikan berkelanjutan dalam prosedur inspeksi. Secara keseluruhan, kegiatan ini memberikan gambaran bahwa upaya peningkatan manajemen kebakaran diperlukan untuk memastikan kesiapan alat pemadam api ringan dalam keadaan darurat.
Penerapan Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Pada Pengoperasian Forklift Di Area Warehouse PT Cahaya Pengajaran Abadi Balikpapan Rahmat Rahmat; Impol Siboro; Iwan Zulfikar
EUNOIA Vol 5 No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Program Studi D4 K3 Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/eunoia.v5i1.1043

Abstract

Kajian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan keselamatan dan kesehatan kerja pada pengoperasian forklift di area warehouse PT Cahaya Pengajaran Abadi, Balikpapan. Kajian dilakukan dengan pendekatan deskriptif melalui observasi lapangan, wawancara dengan operator forklift dan petugas keselamatan kerja, serta telaah dokumen terkait standar operasional prosedur dan regulasi keselamatan kerja. Fokus kajian meliputi kepatuhan operator terhadap prosedur keselamatan, kondisi teknis forklift, serta lingkungan kerja di area warehouse. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan keselamatan dan kesehatan kerja pada pengoperasian forklift secara umum telah berjalan dengan baik, ditunjukkan oleh tingkat kepatuhan operator yang tergolong tinggi dan kondisi forklift yang sebagian besar layak operasi. Namun demikian, masih ditemukan beberapa temuan yang memerlukan perbaikan, antara lain penggunaan alat pelindung diri yang belum optimal dan ditemukannya alat pemadam api ringan yang telah kedaluwarsa pada salah satu unit forklift. Kajian ini menyimpulkan bahwa meskipun sistem keselamatan kerja telah diterapkan sesuai prosedur dan regulasi yang berlaku, penguatan pengawasan, pemeliharaan peralatan keselamatan, dan peningkatan disiplin kerja masih diperlukan untuk mengurangi potensi risiko kecelakaan kerja di area warehouse.
Evaluasi Pelaksanaan Program Cek Rutin Inspeksi Area Bandara (CERIA) Sebagai Upaya Peningkatan Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Di Area Terminal Bandara ZZZ Tri Ery Fatur Saputra; Impol Siboro; Erwin Ananta
EUNOIA Vol 5 No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Program Studi D4 K3 Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/eunoia.v5i1.1046

Abstract

Inspeksi CERIA (Cek Rutin Inspeksi Area Bandara) merupakan salah satu instrumen penting dalam penerapan Safety Management System (SMS) untuk memastikan keselamatan, kebersihan, dan kualitas pelayanan di Terminal Bandar Udara ZZZ. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kondisi fasilitas terminal melalui identifikasi temuan lapangan serta menganalisis akar permasalahan menggunakan metode RCA, 5W+1H, PDCA, dan 5R. Data diperoleh melalui observasi langsung, dokumentasi, dan formulir inspeksi resmi PT XYZ. Hasil penelitian menunjukkan tujuh ketidaksesuaian utama, yaitu gangguan eskalator, ketidakpatuhan penggunaan APD, kebocoran plafon, sarang laba-laba, hazard pada playground, kerusakan eskalator kedatangan, dan puntung rokok di area publik. Temuan tersebut mengindikasikan masih adanya kelemahan pada pemeliharaan fasilitas, kepatuhan K3, dan pengawasan kebersihan yang belum sepenuhnya memenuhi PR 29/2022, PM 62/2017, dan PM 41/2023. Penelitian ini menyimpulkan bahwa inspeksi rutin sangat berperan dalam mendeteksi potensi bahaya dan meningkatkan keselamatan operasional terminal, serta memberikan rekomendasi perbaikan yang dapat digunakan sebagai dasar peningkatan mutu pelayanan bandara.
Analisis Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Pada Pekerjaan Open Flame di Zona Satu PT XYZ Kota Balikpapan Komeyni Rusba; Impol Siboro; Achmat Hady Bowo
Healthcaring: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2026): Vol. 5 No. 2 (2026): Vol : 5 No : 2 : Periode Juli 2026
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/healthcaring.v5i2.9009

Abstract

Pekerjaan open flame seperti pengelasan, pemotongan, dan penggerindaan merupakan aktivitas yang memiliki potensi tinggi terhadap kebakaran, terutama jika dilakukan di area dengan risiko tinggi seperti zona satu PT. XYZ Kota Balikpapan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis sistem K3 dan implementasi mekanisme inhibition serta override dalam sistem proteksi kebakaran di PT. XYZ Kota Balikpapan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui studi literatur, wawancara mendalam, dan observasi langsung di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman pekerja lapangan terhadap fungsi inhibition dan override masih terbatas. Sebagian besar supervisor memahami prosedur teknis namun masih menghadapi tekanan operasional yang memengaruhi pelaksanaan K3. Observasi menunjukkan bahwa beberapa prosedur K3 telah diterapkan dengan baik, namun masih ditemukan kendala seperti kurangnya sosialisasi dan pelatihan teknis rutin. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan pelatihan teknis dan kesadaran pekerja terhadap sistem proteksi kebakaran, penguatan kontrol administratif dalam penggunaan inhibition dan override, serta pemantauan berkala untuk memastikan prosedur K3 berjalan efektif. Penerapan sistem proteksi yang optimal sangat penting dalam menjamin K3 di lingkungan industri yang berisiko tinggi.
Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia melalui Pelatihan Operator Wheel Excavator Sadat NS Sidabutar; Impol Siboro; Marsius Ferdnian; Komeyni Rusba; Aminoto Kalter; Silvanus Parayu Prana Warman
Jurnal Pengabdian Masyarakat (ABDIRA) Vol 6, No 3 (2026): Abdira, Juli
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdira.v6i3.1952

Abstract

The issue of equitable development and demographic conditions is a key issue facing the west Kutai (Kubar) Regency government, impacting job availability and improving the knowledge and skills of human resources (HR). The goal of the Community Service (PKM) operator training program is to prepare qualified Wheel Excavator Operator Trainees for the community and to help maximize the potential of their human resources in their respective fields through training. The implementation method for the Junior Level 2 Wheel Excavator Operator Training includes preparation stages, including determining the training schedule, socialization, training, and certification. The training took place at the Simpang Raya Village Meeting Hall, Barong Tongkok District, West Kutai (Kubar) Regency, East Kalimantan Province. The training provided participants with basic knowledge of safety, operation, and maintenance procedures (P2H). This significantly assisted them in improving their skills, particularly for future professional certification. It also positively impacted perceptions and increased participant enthusiasm for the training.
IDENTIFIKASI BAHAYA DAN RISIKO PADA AKTIVITAS PENGUPASAN PERMUKAAN TANAH DAN PENGANGKUTAN TOP SOIL DAN OVERBURDEN DI PT ALAM JAYA PRATAMA KUTAI KARTANEGARA Hardiyono Hardiyono; Patunru Pongky; Komeyni Rusba; Impol Siboro; Adrian Pranajaya
Jurnal Ilmiah Hospitality Vol 11 No 2: Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/jih.v11i2.2289

Abstract

Occupational Health and Safety (OHS) is in the interest of workers, employers and governments around the world. Coal mining is a long-term activity, involving high technology and capital intensive. Identification of occupational hazards and risks is an early stage that must be considered by the company. The purpose of this study is to identify hazards and risks as well as carry out risk assessment and risk control in stripping activities and transportation of top soil and overburden (OB) at PT. Alam Jaya Pratama Kutai Kartanegara. Data collection and regarding hazard identification and risk assessment are analyzed with IBPR then evaluated and determined for risk control efforts so that they can work safely. This research is a qualitative research, namely descriptive research. In the study there were 7 sources. The final result of the identification of hazards and risks are 27 identified hazard activities, and for the percentage before additional controls are carried out. Stripping activity and transportation of top soil, high 23%, medium 23% and low 54%. And the activity of stripping the soil surface and transporting overburden, high 21%, medium 21% and low 58%. After additional control was carried out, the percentage of risk experienced a good change with percentages, high 0%, medium 0% and low 100% in stripping activities and transporting top soil and overburden (OB). It is known that risk assessment and control are included in the effective category.