Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

ANALISIS PENERAPAN HIGIENE SANITASI PANGAN DI CAFÉ PUAN KOPI CABANG GUNUNG MALANG BALIKPAPAN Al Qalam, Hanifah; Zainal, Isradi; Setyawati, Nur Falah
IDENTIFIKASI Vol 12 No 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v12i1.823

Abstract

Higiene dan sanitasi makanan merupakan bagian dari pemyelenggaraan keamanan pangan guna mengupayakan pengendalian terhadap faktor risiko terjadinya kontaminasi makanan, baik yang berasal dari bahan makanan, orang, tempat dan peralatan agar aman di konsumsi. Praktik hygiene sanitasi makanan mencakup lokasi dan bangunan, fasilitas sanitasi, dapur, ruang makan, dan gudang bahan makanan, bahan makanan dan makanan jadi, pengolahan makanan, tempat peyimpanan bahan makanan dan makanan jadi, penyajian makanan, peralatan makanan, dan tenaga kerja. Pengelolaan hygiene sanitasi makanan yang sehat menjadi prinsip dasar penyelenggaraan institusi. Makanan yang belum diolah dengan baik oleh penjamah makanan akan menimbulkan dampak buruk seperti penyakit dan keracunan oleh bahan kimia, mikroba tumbuhan atau hewan serta dapat menyebabkan alergi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa pada saat menghandling bahan baku terdapat risiko terkontaminasinya sebuah bahan baku. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melakukan analisis kondisi higiene sanitasi dalam meningkatkan kualitas kebersihan dan penyajian produk.
EFEKTIVITAS PELATIHAN PEMADAMAN KEBAKARAN TERHADAP TANGGAP DARURAT MASYARAKAT DI RT 2 KELURAHAN LAWE-LAWE PENAJAM PASER UTARA Setyawati, Nur Falah; Ramdhani, Nailah Nazwa; Ramdan, Muhamad
IDENTIFIKASI Vol 12 No 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v12i1.831

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelatihan pemadaman kebakaran terhadap peningkatan kemampuan tanggap darurat masyarakat di RT 2 Kelurahan Lawe-Lawe, Kabupaten Penajam Paser Utara. Evaluasi dilakukan menggunakan model Kirkpatrick yang meliputi empat level: reaksi, pembelajaran, perilaku, dan hasil.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada level reaksi, peserta memberikan tanggapan positif terhadap kualitas instruktur, relevansi materi, dan ketersediaan fasilitas pelatihan. Pada level pembelajaran, peserta menunjukkan pemahaman yang meningkat terkait teknik pemadaman menggunakan APAR dan karung goni. Level perilaku menunjukkan bahwa sebagian besar peserta mampu menerapkan teknik yang dipelajari dalam simulasi secara efektif dan tidak panik saat praktik. Pada level hasil, pelatihan memberikan dampak positif terhadap kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi risiko kebakaran rumah tangga.
Perilaku Aman (Safety Behavior) Terhadap Risiko Mekanis Pada Pekerja Shift Malam Bagian Jaringan Sumber Air PT XYZ Yolanda Cindy Thierryandi; Komeyni Rusda; Anthero Bagus Puji Gumelar; Nur Falah Setyawati
EUNOIA Vol 5 No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Program Studi D4 K3 Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/eunoia.v5i1.1059

Abstract

Penelitian ini menganalisis konsistensi perilaku aman (safety behavior) pekerja shift malam terhadap risiko mekanis di bagian PT XYZ. Kondisi kerja malam dan tuntutan perbaikan darurat diidentifikasi sebagai faktor determinan yang dapat menurunkan kewaspadaan. Data dikumpulkan melalui observasi menggunakan Critical Behavior Checklist (CBC) pada aktivitas perbaikan jaringan pipa, didukung oleh wawancara terstruktur dengan supervisor lapangan. Hasil observasi menunjukkan bahwa tingkat perilaku aman pekerja berada pada angka 66,67%, yang termasuk kategori cukup, dengan pelanggaran dominan berupa tidak menggunakan sarung tangan mekanik, tidak memakai headlamp di area gelap, serta tindakan berisiko seperti memasukkan tangan ke pipa atau valve bertekanan. Faktor penyebab perilaku tidak aman meliputi minimnya penerangan, kelelahan kerja malam, kurangnya safety talk, serta kebiasaan shortcut demi mempercepat pekerjaan. Pendampingan yang diberikan berkontribusi pada peningkatan pemahaman pekerja terhadap bahaya mekanis dan mendorong perbaikan pengendalian risiko, terutama pada penggunaan APD dan pengamanan area kerja. Kegiatan ini menyimpulkan bahwa intervensi berbasis perilaku dan edukasi terstruktur efektif dalam memperkuat budaya keselamatan dan menurunkan potensi risiko mekanis pada operasional shift malam.