Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

THE INFLUENCE OF FASHION PRODUCT MARKETING STRATEGIES ON CONSUMER BUYING INTEREST IN GURLS CLUB IN BANDUNG CITY Oktapriani, Melinda; Nurhayati
Journal of Economic Empowerment Strategy (JEES) Vol. 7 No. 2 (2024): Volume 7 Number 2, August 2024
Publisher : Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jees.v7i2.17164

Abstract

Club is a business operating in the fashion sector. According to the researcher, researchers found that there was a problem with consumer buying interest. This problem was thought to be because the design and hion product marketing strategies on consumer purchasing interest at the Gurls Club in Bandung City. The method applied in this research is a quantitative approach. Primary data was collected through non-participant observation, structured interviews and distributing questionnaires given to Gurlscolor of the product did not match consumer trends or tastes and the product quality and price were always compared with competitors. The aim of this research is to understand the impact of fas Club Bandung City consumers with a total of 98 respondents using the Slovin formula, while secondary data was through literature and internet studies. To analyze the data, reliability and validity tests, simple linear regression analysis, level of certainty of the coefficient of determination, Spearman level relationships, and hypothesis testing were used. Data collected from research shows that there is a positive correlation between Marketing Strategy and Consumer Buying Interest at the Gurls Club in Bandung City, and also shows that marketing strategy has a contribution or influence. Marketing strategy on consumer buying interest at the Gurls Club in Bandung City is around 75% influenced by marketing strategy, while the remaining 25% is influenced by other factors such as service quality. The obstacles faced by the Gurls Club are in its implementation, namely the designs and colors available are only intended for teenagers and adults and the lack of promotion carried out by the Gurls Club. Suggestions that researchers can convey are adding neutral and pastel product colors so that market segmentation can be used for all groups and adding promotional media.
Pemberdayaan Pelaku Usaha Gabah Kopi di Gabah Kopi Atep Desa Warnasari Kecamatan Pangalengan Kabupaten Bandung Nurhayati, Nurhayati; Purwanti, Yanti; Fauzi, Teddy Hikmat
Jurnal Pengabdian Tri Bhakti Vol 2 No 2 (2020): Jurnal Pengabdian Tri Bhakti
Publisher : Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Langlangbuana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36555/tribhakti.v2i2.1526

Abstract

Pangalengan a district in Bandung Regency, West Java Province. Pangalengan is located in the south of Bandung City and is famous for various tourist objects such as Situ Cileunca, tea plantations and Cibolang hot springs. Pangalengan is also known as an area of agriculture, livestock and plantations. There are several tea plantations managed by PTPN. Pangalengan is also an area for producing cow's milk, livestock and milk processing in the Pangalengan area. Another potential that is currently growing rapidly is coffee plantations. Citiis Village, which is located in Warnasari Village, Pangalengan District, is one of the villages that produces Arabica coffee. Most of the farmers in Citiis village grow coffee, because the price of coffee cherries or what is called logs is higher than vegetables and tea. Common problems faced by partners are marketing management, production management and financial management. The priority problem of partners is the Production Aspect where the Milling Machine (pulper) is damaged so that it cannot grind coffee to separate the beans and skins and the partner cannot produce more coffee grain. As well as the capital aspect, currently partners do not get capital assistance from any banking or non-financial institution due to limited knowledge about recording or bookkeeping as a condition for borrowing capital. The solution offered is to repair the damaged coffee milling machine (pulper) so that it can function again, as well as provide training in making simple financial reports so that partners can lend to banks or other non-financial institutions to increase capital in developing their business.
KOMPETENSI KEWIRAUSAHAAN SEBAGAI FAKTOR PENENTU KINERJA USAHA KECIL KAMPOENG RADJOET Dindin Abdurohim; Nurhayati; Fajar Sidik Muhta; Ferdyansyah Wicaksono
Kebijakan : Jurnal Ilmu Administrasi Vol. 16 No. 02 (2025): Volume 16 No. 2 Juni 2025
Publisher : Program Magister Ilmu Administrasi dan Kebijakan Publik, Pascasarjana, Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/kebijakan.v16i02.27328

Abstract

Usaha kecil Kampoeng Radjoet binong jati telah memberikan kontribusi dan berperan penting dalam perekonomian Kota Bandung. Permasalah pokok yang di hadapi pelaku usaha sebenarnya bukan terletak pada permasala-han modal, pemasaran, tenaga kerja, teknologi, dan pasar saja, akan tetapi permasalahan yang lebih utama terletak pada kompetensi kewirausahaan yang berdampak pada kinerja usahanya, Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis kompetensi kewirausahaan sebagai penentu kinerja usaha kecil Kampoeng Radjoet kota bandung, Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus instrumental tunggal. Informan dalam penelitiian informan kunci dan informan tambahan. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan telaah dokumen, Adapun pengolahan data melalui proses menganalisis, merinci, mengonseptualisasikan, dan menyusun data. Hasil penelitian menunjukan, kompetensi kewirausahaan usaha kecil CV. Kampoeng radjoet, menujukan, dalam 1) kompetensi peluang, selalu melakukan kegiatan mengenali dan menciptakan dan memanfaatkan dengan kreativitasnya semaksimal mungkin. 2) Kompetensi organisasi, selalu memantau kegiatan, mengorganisasikan dan mengembangkan sumber daya yang berkaitan dengan pengetahuan, keterampilan. 3) Kompetensi Strategi, memahami yang menjadi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman terhadap usahanya, dan kemampuan menetapkan strategi. 4) Kompetensi Hubungan, membangun dan menjalin hubungan dengan konsumen, akademik, pelaku usaha, komunitas, pemerintah, media dan beberapa investor. 5) kompetensi Konseptual, memiliki kemampuan menggunakan kemampuan analitis, pengambilan keputusan yang cepat, berinovasi, 6) Kompetensi Komitmen, memiliki komitmen yang kuat dengan memanfaatkan sumber daya yang ada dan untuk terus bertindak proaktif. Sedangkan Kinerja usaha pada usaha kecil CV. Kampoeng Radjoet Kota Bandung telah sesuai dengan teori yang peneliti rujuk. Hal ini ditunjukan hasil penelitian, menunjukan kinerja usaha usaha kecil kampoeng radjoet, sebagai berikut : 1) pertumbuhan penjualan, meningkat dari tahun ketahun, 2) pertumbuhan keuntungan usaha, menunjukan perkembangan dari tahun ketahun, seperti asset bangunan, tenaga kerja, mesin, reseller, dan hak kekayaan intelektual (HKI), dan Profitabilitas cukup stabil, mampu mengefisiesikan kegiatan produksi dan operasional. Hasil penelitian menunjukan kompetensi kewirausahaan sebagai faktor penentu keberhasilan usaha atau kinerja usaha kecil CV. Kampoeng Radjoet, hal ini di lihat dari pertumbuhan penjualan, dan pertumbuhan keuntungan usaha kecil dari tahun ketahun, Hal ini sesuai dengan teori yang menjadi rujukan dalam penelitian ini. Akan tetapi adanya temuan – temuan yang menghambat kompetensi kewirausahaan pada usaha kecil CV. Kampoeng Radjoet: adanya tenaga kerja yang sulit untuk dilibatkan up-grade skill(peningkatan skill) dalam tuntutan memanfaatkan peluang. kecenderungan mereka untuk tetap berada di zona nyaman dan cara berfikir karyawan yang tidak sesuai dengan visi misi Perusahaan. Dan dalam kompetensi strategi, adanya hambatan dari faktor ekternal seperti : produk yang dihasilkan cenderung homogen atau terlalu banyak produk yang sama, infra-struktur akses jalan yang sempit menghambat operasional dan sulitnya tempat parkir, persaingan terbuka yang semakin ketat dari perusahaan luar negeri. Kata kunci: Kompetensi, Kewirausahaan, Kinerja Usaha, UMKM.
Analisis Laporan Keuangan Diukur dari Rasio Aktivitas dan Rasio Profitabilitas pada KPBS Pangalengan Periode 2021-2023 Firdaus, Sidki; Nurhayati, Nurhayati; Wicaksono, Ferdyansyah
Jurnal Bisnis Indonesia Vol 16, No 2: Oktober 2025
Publisher : Program Studi Ilmu Administrasi Bisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jbi.v16i2.5436

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah menilai kesehatan keuangan koperasi dengan mengukur kinerjanya menggunakan rasio aktivitas tertentu (Putaran Piutang, Putaran Persediaan, Putaran Utang, Putaran Modal Kerja, Putaran Aset Tetap, dan Putaran Aset Total) serta rasio profitabilitas (Margin Laba Kotor, Margin Operasional, Margin Sebelum Pajak, dan Margin Laba Bersih). Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif, dengan menggunakan data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan koperasi. Data dianalisis menggunakan analisis horisontal dan pendekatan komparatif untuk mengidentifikasi tren kinerja selama periode tiga tahun. Temuan menunjukkan bahwa meskipun KPBS Pangalengan menunjukkan rasio putaran piutang dan persediaan yang efektif, yang mencerminkan agilitas operasional, rasio profitabilitasnya tetap berada di bawah standar industri. Secara khusus, margin laba bersih cenderung di bawah 1%, menunjukkan adanya tantangan dalam menghasilkan imbal hasil yang memadai, meskipun biaya produksi tinggi dan pasokan susu fluktuatif, terutama selama wabah penyakit hewan pada tahun 2022. Penelitian ini menekankan perlunya strategi manajemen keuangan yang lebih baik di dalam koperasi dan merekomendasikan pemantauan kinerja berkala dengan menggunakan benchmark rasio keuangan yang baku. Hasil ini dapat menjadi acuan bagi manajer koperasi dan pembuat kebijakan untuk memperkuat tata kelola serta menjamin keberlanjutan keuangan koperasi produsen pedesaan di Indonesia.
PENDAMPINGAN PENGEMBANGAN USAHA PUTRA MANDIRI DALAM MENINGKATKAN PENJUALAN DI KABUPATEN BANDUNG BARAT Nurhayati, Nurhayati; Abdurrohim, Dindin; Khoerunisa, Ceni; Fadillah, M Arul
Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2024): November
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/dlppm.v5i2.12995

Abstract

Usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) memainkan peran penting dalam pembangunan dan pertumbuhan ekonomi. Usaha skala mikro, kecil dan menengah tersebar di seluruh wilayah salah satunya di Kabupaten Bandung Barat. Usaha Putra Mandiri yang merupakan usaha sub sektor industri pengolahan makanan yang salah satu produk yang dihasilkan yaitu Kripik Pisang, usaha ini dimiliki sekaligus pendirinya Ibu Alit, sebagai mitra program PKM yang berlokasi di  Kampung kancah RW 14/02 Desa Cihideung Kecamatan Parongpong, berdiri tahun 2010,  yang masih dihadapkan pada permasalahan prioritas sebagai berikut :  keterbatasan peralatan proses produksi, keterbatasan pembukuan / laporan keuangan dan, Keterbatasan Pemasaran Online. Solusi yang tawarkan yaitu: Peningkatan peralatan proses Produksi, peningkatan kapasitas Pembukuan Sederhana/ laporan keuangan, dan peningkatan kapasitas Digital Marketing. Metode pendekatan pendekatan yang digunakan sebagai berikut: Fasilitasi,  Pelatihan, dan Pendampingan pengembangan usaha.  Hasil yang dicapai melalui  Fasilitasi peralatan produksi, pelatihan dan pendampingan Laporan Keuangan dan digital marketing ini  dapat meningkatkan wawasan dan pengetahuan serta mampu menerapkan inovasi dan daya kreativitas mitra untuk mempromosikan produk melalui berbagai platform media sosial sehingga peluang untuk mengembangkan usahanya lebih besar melalui akses pasar dan jaringan bisnis. Selain itu juga mendapatkan konsumen atau pelanggan baru yang dapat meningkatkan hasil penjualan.
Business Revenue Enhancement Through Micro Credit: Case Study on MSME at Cimahi Keripik Pojok Center Nurhayati, Nurhayati; Maulana, Muhammad Fikri; Anggraeni, Nurul Meilani; Destianti, Selvia Nur
Atestasi : Jurnal Ilmiah Akuntansi Vol. 6 No. 2 (2023): September
Publisher : Pusat Penerbitan dan Publikasi Ilmiah, FEB, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57178/atestasi.v6i1.826

Abstract

This research aims to identify the implementation and effectiveness of Micro Credit distribution in enhancing business earnings for micro-enterprises in Cimahi, focusing on the Cimahi Keripik Pojok Center. It also investigates the constraining factors faced by these micro-entrepreneurs in accessing and utilizing Micro Credit. The study employs a qualitative descriptive research design, utilizing case study methods to gather detailed information from 15 micro-entrepreneurs at the Cimahi Keripik Pojok Center. Data was collected through observations, interviews, and questionnaires, and analyzed using data reduction, data presentation, and conclusion drawing techniques. Triangulation was used to ensure data validity. The research found that Micro Credit significantly enhances business revenue for micro-entrepreneurs. However, several constraints were identified, including lack of socialization about Micro Credit, complicated bureaucratic processes, high-interest rates, and inadequate collateral. Despite these challenges, entrepreneurs who accessed Micro Credit reported increased capital and production capabilities, which led to higher income and improved business stability. The study's findings highlight the need for improved socialization and simplified processes for accessing Micro Credit. Policymakers and financial institutions should focus on making Micro Credit more accessible and affordable, ensuring that micro-entrepreneurs can leverage these loans for business growth. This research contributes to the understanding of how Micro Credit can be optimized to support MSMEs, ultimately fostering economic development and reducing poverty
REKONSTRUKSI KEWIRAUSAHAAN KOPERASI MERAH PUTIH: INTEGRASI STRATEGI BLUE OCEAN DAN VALUE CO-CREATION MENUJU KEBERLANJUTAN EKONOMI DESA Dindin Abdurohim; Nurhayati Nurhayati; Ferdyansyah Wicaksono; Muhammad Hidayat; Ardi Hardiansyah
Kebijakan : Jurnal Ilmu Administrasi Vol. 17 No. 02 (2026): Volume 17 No. 02 Juni 2026
Publisher : Program Magister Ilmu Administrasi dan Kebijakan Publik, Pascasarjana, Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/kebijakan.v17i02.30755

Abstract

Penelitian ini mengkaji secara kritis peran strategis Corporate Entrepreneurship (CE) dalam meningkatkan daya saing organisasi bisnis. Dengan menggunakan pendekatan Systematic Literature Review yang dipadukan dengan Thematic Analysis, studi ini awalnya mengidentifikasi lebih dari 200 artikel ilmiah yang relevan dan telah melalui proses peer-review, diterbitkan antara tahun 2013 hingga 2024. Dari keseluruhan literatur tersebut, sebanyak 26 artikel dipilih berdasarkan kriteria inklusi seperti kredibilitas, relevansi, dan kualitas penelitian. Hasil analisis menunjukkan empat dimensi krusial dari strategi CE, yaitu inovasi, budaya kewirausahaan, pengembangan sumber daya manusia, dan kolaborasi ekosistem, sebagai pendorong utama keunggulan bersaing. Keempat dimensi ini memungkinkan organisasi untuk meningkatkan kelincahan, memberdayakan inisiatif intrapreneurial, serta memanfaatkan kemitraan eksternal guna beradaptasi dalam pasar yang dinamis. Studi ini menegaskan bahwa CE tidak hanya berperan sebagai katalisator inovasi dan kinerja, tetapi juga merupakan elemen mendasar dalam membangun strategi bisnis yang berkelanjutan. Artikel ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan literatur CE dengan menawarkan kerangka konseptual yang mengintegrasikan praktik kewirausahaan strategis dengan daya saing organisasi.