Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Analytic Hierarchy Process pada Evaluasi Kejadian Longsor di Kecamatan Samigaluh Kulon Progo, D.I. Yogyakarta Apriani, Ani; Putra, Bayurohman Pangacella; Alfariji, Moh.; Habib, Juhair Al; Trisnaning, Paramitha Tedja
Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi Vol 13, No 2 (2022)
Publisher : Badan Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34126/jlbg.v13i2.403

Abstract

ABSTRAK Kondisi geografis Indonesia yang heterogen dengan kemiringan cukup tinggi menjadi potensi terjadinya bencana tanah longsor. Meskipun tanah longsor terjadi juga karena faktor yang memicu seperti curah hujan dan tata guna lahan. Daerah yang kerap terjadi tanah longsor yaitu Kecamatan Samigaluh Kabupaten Kulon Progo. Menganalisa penyebab terjadinya tanah longsor di daerah tersebut menjadi penting dilakukan agar penanganan dan pengendalian dilakukan sedini mungkin. Faktor pengontrol yang dianalisa yaitu kelerengan, litologi, kerapatan vegetasi dan jenis tanah sedangkan faktor pemicu yaitu curah hujan dan tata guna lahan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui seberapa besar faktor pengontrol dan pemicu tersebut terhadap terjadinya tanah longsor di Kecamatan Samigaluh Kabupaten Kulon Progo. Penelitian melalui beberapa tahapan yaitu pengambilan data primer dilapangan dan data sekunder yang didapatkan dari peta rupa bumi Indonesia, peta geologi dan pengolahan citra landsat. Analisa data dilakukan secara kuantitatif menggunakan AHP (Analytical Hierarchy Process). Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor kelerengan menjadi penyebab terbesar terjadinya tanah longsor di Kecamatan Samigaluh yaitu 33,3%, curah hujan 22,8%, litologi 17%, tata guna lahan 11,8%, kerapatan vegetasi 8,8% dan jenis tanah 5,8%. Dengan diketahuinya penyebab terjadinya tanah longsor diharapkan masyarakat lebih berhati-hati dalam pemilihan lahan permukiman serta pemerintah dapat membuat kebijakan tentang pola tata ruang.Kata kunci: AHP, Kelerengan, Samigaluh,Tanah longsor ABSTRACT The heterogeneous geographical condition of Indonesia with a fairly high slope is a potential for landslide disasters. Although landslides also occur due to triggering factors such as rainfall and land use. Areas that often occur landslides are Samigaluh District, Kulon Progo Regency. Analyzing the causes of landslides in the area is important so that handling and control is carried out as early as possible. The analyzed controlling factors were slope, lithology, vegetation density and soil type, while the trigger factors were rainfall and land use. The purpose of this study was to determine how much the controlling and triggering factors for the occurrence of landslides in Samigaluh District, Kulon Progo Regency. The research went through several stages, namely primary data collection in the field and secondary data obtained from Indonesian topographic maps, geological maps and landsat image processing. Data analysis was carried out quantitatively using AHP (Analytical Hierarchy Process). The results showed that the slope factor was the biggest cause of landslides in Samigaluh District, namely 33.3%, rainfall 22.8%, lithology 17%, land use 11.8%, vegetation density 8.8% and soil type 5,8%. By knowing the causes of landslides, it is hoped that people will be more careful in choosing residential land and the government can make policies on spatial patterns. Keywords: AHP, Slopes, Samigaluh, Landslide
Kajian Teknis Manajemen Stockpile Pada Area Exportable Transit Ore Terhadap Moisture content Bijih Nikel Di PT. Koninis Fajar Mineral Kabupaten Banggai, Provinsi Sulawesi Tengah Afandi, Rian; Purnomo, Hendro; Pangacella Putra, Bayurohman
Retii Vol 18 No 1 (2023): Prosiding Seminar Nasional ReTII ke-18 (Edisi Penelitian)
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. Koninis Fajar Mineral is a company engaged in nickel mining operating in Banggai Regency. In the nickel mining process, nickel is not sent directly to the smelter, but nickel is stored first in the stockpile. The nickel produced must comply with the demand and conditions desired by the smelter, the specifications for the request for smelter nickel content are Ni 1.8%, Fe 15-40%, moisture content (MC) <35%, and SiO2 <2.5%. This study focuses on moisture content levels. This study aims to analyze the potential for increased moisture contentlevels from various factors in stockpile management activities. The method used is to observe the stockpilemanagement process from the beginning of nickel being stacked until it is transported. Based on the results of research and observations made, there are several factors that have the potential to increase the moisture content of nickel piles. Factors causing an increase in the moisture content in the piles include the condition of the stockpile floors being unfavorable, not closing the piles when it rains, not optimally stacking the piles, and unfavorable ditch conditions. Efforts that can be made to maintain nickel quality so that moisture contentdoes not increase include repairing stockpile floors, covering piles using tarpaulin when it rains, maximizingstockpile maintenance and supervision, and repairing stockpile area ditches.
Analisis Klasifikasi Massa Batuan Dengan Metode Slope Mass Rating Pada Lereng Tambang Emas Pit Gosowong North PT. Nusa Halmahera Minerals, Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara Agustian, Wewen; Novandri Kusuma Wardana; Bayurohman Pangacella Putra
Retii Vol 18 No 1 (2023): Prosiding Seminar Nasional ReTII ke-18 (Edisi Penelitian)
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nusa Halmahera Minerals merupakan perusahaan yang bergerak dibidang pertambangan bijih emas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi parameter-parameter Rock Mass Rating untuk mengetahui massa batuan lereng. Menganalisa arah kekar, kemiringan kekar, arah lereng, dan kemiringan lereng yang bertujuan untuk menentukan kelas massa batuan pada daerah penelitian berdasarkan metode Slope Mass Rating. Nilai Slope Mass Rating didapatkan dari hasil pembobotan nilai RMR dengan faktor penyesuaian yang tergantung pada lereng dan menambahkan satu faktor tergantung peda metode pengupasan lereng. Hasil perhitungan oleh peneliti maka didapatkan pembobotan antara lain : (1) kuat tekan batuan utuh yaitu 22,98 Mpa dengan bobot 2, (2) Rock Quality Designation memiliki persentase 94.55% dengan bobot 20, (3) spasi diskontinuitas 0.83 meter dengan bobot 15, (4) Kondisi diskontinuitas memiliki bobot 17,33, (5) kondisi air tanah dalam keadaan kering dengan bobot 15. Sehingga diketahui pembobotan akhir RMR yaitu 67 untuk scanline 1, 71 untuk scanline 2, dan 70 untuk scanline 3. Setelah didapatkan bobot akhir RMR, diperoleh hasil SMR dengan bobot bobot 62,22 pada scanline 2 termasuk kedalam kelas II dengan deskripsi Baik, memiliki tingkat kestabilan Stabil, dan kriteria kelongsorannya berupa beberapa blok. Sedangkan bobot 49,13 pada scanline 1 dan 56,22 pada scanline 3 yg termasuk kedalam kelas III dengan deskripsi Sedang, memiliki tingkat kestabilan Sebagian Stabil, dan kriteria kelongsorannya berupa beberapa kekar atau banyak baji.
Identifikasi Bahaya Dan Penilaian Resiko (Ibpr) Pada Unit Peleburan Timah Di Pt Menara Cipta Mulia Kecamatan Kelapa Kampit Kabupaten Belitung Timur Provinsi Keplauan Bangka Belitung Jesika Septiana Naema Oan; Andy Erwin Wijaya; Bayurohman Pangacella Putra
Retii Vol 18 No 1 (2023): Prosiding Seminar Nasional ReTII ke-18 (Edisi Penelitian)
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT Menara Cipta Mulia adalah perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan timah di Kecamatan Kelapa Kampit, Kabupaten Belitung Timur, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Salah satu kegiatan utama yang di lakukan oleh PT Menara Cipta Mulia adalah kegiatan pengolahan berupa peleburan dengan tingkat resiko dan keselamatan kerja yang tinggi sehingga menimbulkan potensi tidak aman dan mengakibatkan kecelakaan kerja seperti terjadinya ledakan, percikan material panas, semburan api, terpapar debu hingga tertimpa ingot. Dari kecelakan kerja yang ada pada proses peleburan tersebut perlu adanya identifikasi potensi bahaya supaya mengetahui lebih jelas asal mula kecelakaan tersebut terjadi lalu melakukan penilaian resiko dari kecelakaan yang ada apakah kecelakaan tersebut termasuk kategori tinggi, sedang, atau rendah. Dan perlunya melalukan pengendalian resiko Untuk mengantisipasi atau mengurangi kecelakaan yang ada pada proses peleburan tersebut. Maka dari itu diperlukan identifikasi bahaya dan penilaian resiko pada kegiatan peleburan dengan menggunakan metode HIRADC (Hazard Identification, Risk Assessment and Determining Control) yang bertujuan untuk mengidentifikasi bahaya yang dapat ditimbulkan setiap pekerjaan dalam sebuah organisasi yang kemudian dilakukan penilaian risiko dan pengendalian terhadap resiko tersebut. Hasil dari penelitian ini terdapat beberapa potensi bahaya kecelakaan kerja yang ada di PT Menara Cipta Mulia seperti ledakan, percikan material panas, semburan api, terpapar debu hingga tertimpa ingot .kemudian hasil dari penilaian resiko terdapat 3 kategori yaitu Tinggi, Sedang, Rendah. Sedangkan pengendalian dengan melakukan perbaikan pada setiap alat yang digunakan dan bisa juga membuat alternatif yang memudahkan proses peleburan, peningkatan penggunaan APD, peningkatan keamanan pada area operasional.
The Optimasi Fleet Management System Modular Untuk Mengurangi Waktu Tidak Produktif Sebagai Efisiensi Bahan Bakar Pc 4000 Pada Penambangan Batubara Yunita, Chrissensia; Sidiq, Hidayatullah; Bayurohman Pangacella Putra
Retii Vol 18 No 1 (2023): Prosiding Seminar Nasional ReTII ke-18 (Edisi Penelitian)
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Waktu tidak produktif merupakan suatu waktu yang terjadi tetapi tidak di harapkan ketika pada kegiatan operasional berlangsung yang berdampak akan menurunkan produktivitas maupun produksi dan mengakibatkan pemborosan bahan bakar terutama pada big fleet yang menjadi prioritas karena kapasitas dan penggunaan bahan bakar yang cukup besar, ketika big fleet yang tidak termanajemen dengan baik maka akan menyebabkan loss fuel dan produksi maupun perduktivitas tidak maksimal pada pengupasan overburden, fuel cost merupakan unit cost terbesar didalam operational penambangan, sehingga diperlukan perhatian khusus terhadap pemakakaian fuel dalam aktifitas penambangan salah satu dengan penggunaan fleet management system yang sudah memiliki tingkat perincian data yang tinggi dari setiap pergerakaan alat yang ada dilapangan. Permasalahan yang masih terjadi saat ini masih tinggi nya waktu tidak produktif yang membuat mesin menyala dalam keadaan tidak berproduksi, hal tersebut menyebabkan pemborosan konsumsi bahan bakar. Berdasarkan data-data yang ada waktu tidak produktif yang paling besar adalah hanging time dimana rata-rata setiap ritasi hanging time adalah 0,61 menit/ritasi atau setara 16% dari total hoursmeter yang berarti juga terdapat 16% bahan bakar terbuang. dalam penurunan ini harus berdasarkan ketercapaian alat dengan memasukan parameter hanging time disetiap ritasinya dalam menghitung produktivitas, match factor dan jumlah truck yang digunakan. perusahaaan memiliki target produktivitas yang berbeda beda di setiap material. fuel ratio hasil perhitungan bahan bakar dan produksi aktual yaitu 0,25 liter/jam, dalam mengurangi fuel ratio 0,25 liter/jam agar mendekati standar 0,20 yaitu dilakukan rekomendasi hanging maksimal setiap material, yang dilanjutkan perbaikan setting fleet dalam mencapai match factor mendekati 1. setelah dilakukan rekomedasi hanging time maksimal/material pada setiap fleet dan optimasi perbaikan setting fleet, produktivitas material blasting rata-rata mencapai 1.505 BCM/Jam, material non blasting rata-rata mencapai 1.007 BCM/Jam, dan material redsitub rata-rata mencapai 1.152 BCM/Jam. Maka peningkatan match factor hasil optimasi meningkat menjadi 0,96 dari aktual 0,76 dan rata-rata fuel ratio setelah dilakukan optimasi meningkat menjadi 0,21 liter/jam dari aktual 0,25 liter/jam. sehingga utilisasi alat yang dimiliki dan penggunaan fleet management system lebih maksimal.
Analisis Kestabilan Lereng Highwall Seam C Pada Area Pit B Tambang Batubara PT. Mifa Bersaudara Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh Muhamad Anton Nugroho; Supandi; Bayurohman Pangacella Putra
Retii Vol 18 No 1 (2023): Prosiding Seminar Nasional ReTII ke-18 (Edisi Penelitian)
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT Mifa Bersaudara is a mining company that mines coal commodities, this company operates in West Aceh, Aceh Province. The mining system used is an open pit mining system with a downward mining direction. On March 16, 2021 the main IPD slope of seam C has experienced a landslide at RL 40 to the lowest radius level of RL 25 where the location of the slide is above the highwall seam C slope which is feared to affect the mining process carried out because of the analysis of the condition of the highwall seam C slope also experienced extreme weathering with saturated rock conditions. Based on the results of the analysis carried out during the initial geotechnical exploration of the 2014 Final Report Geotechnical and Hydrogeological Study for MBD Coal Mine at Drill point GT 05 and section J, the specific gravity values of coal 1 and coal 2 = 14 kN/m3, sandstone = 22 kN/m3 , mudstone 1 and mudstone 2 = 23 kN/m3, mudstone 3 = 22 kN/m3. Assuming the rock strength is coal 1 = 4500 kPa, coal 2 = 6000 kPa, sandstone = 700 kPa, mudstone 1 = 800 kPa, mudstone 2 = 2000 kPa, mudstone 3 = 5000 kPa. Whereas the value of the internal friction angle is 0 ͦ which is accompanied by a slope model and its constituent materials, but the attached data is not right at the location where the slide occurred and must be re-validated through several approaches to obtain the embankment stratigraphy and material property values that coincide at the location of the landslide. Based on field validation, it shows changes in material properties and stratigraphy on the slopes with FK = 1.376 and the results of back analysis data show FK = 0.835 with changes in material properties that can affect the safety factor of the slope. The results of the evaluation data are based on entering the parameters from the results of back analysis and incisions after the landslide, so FK = 1,000
Coping Capacity Model on Landslide Response Using OLR Apriani, Ani; Putra, Bayurohman Pangacella; Fahrurrozi, Muhammad Ikrom; Hentihu, Shintia Pratiwi
International Journal of Advanced Science Computing and Engineering Vol. 5 No. 2 (2023)
Publisher : SOTVI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62527/ijasce.5.2.108

Abstract

The community's unpreparedness for landslides that often occur suddenly has a big impact. This is due to community's ignorance of the symptoms and preventive measures. The improvement coping capacity in landslide-prone areas is important to mitigate the disaster. It is important to know the Coping Capacity in order to give recommendation in improvement of community’s ability on landslide disaster. Thus, this study aims to construct the model coping capacity using Ordinal Logistic Regression (OLR).  The model is conducted using OLS by look at the influence of mitigation knowledge, action plans and local wisdom on general knowledge about risks and efforts to save from disasters. The primary data is taken from  Sidoharjo, Yogyakarta where  86,17 %  in high potential landslide to the total area is 1113,99 Ha. The results are two model logistic of the coping capacity. The first result is the risks disaster model logistic with chi-square deviance value is 74.085 and sign level is 0.99. The second is the effort to save from the disaster model logistic with with chi-square deviance value is 70.492 and sign level is 0.901.  It can be said that the model is well to be used to modelled the coping capacity in Sidoharjo which the most influential on risks and efforts to save from disasters are mitigation knowledge and action plans, respectively. 
REAL-TIME CORRELATION ANALYSIS MONITORING SLOPE MOVEMENT USING SLOPE STABILITY RADAR (SSR605-XT) WITH ROCK MASS RATING AND ALTERATION TYPE DATA Wijaya, R. Andy Erwin; Putra, Bayurohman Pangacella; Mamonto, Tesya Puspita
Jurnal Geosaintek Vol. 11 No. 1 (2025)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25023659.v11i1.1882

Abstract

The North Main Ridge Pit location is an open gold mining area with several benches and steep slopes, which have the potential to cause landslides. Therefore, monitoring slope movements is crucial to reducing landslide risks and ensuring safe mining activities. This monitoring utilizes real-time methods directly within the mine pit using the Slope Stability Radar (SSR605-XT) tool. Data obtained from radar monitoring is analyzed using the IQ Monitor software to acquire information on slope deformation and movement speed. Mapping within the mine pit is conducted by measuring a distance of 5 meters for each segment, with a total length of 575 meters divided into 115 segments. The condition of the monitoring site at the mining level, characterized by significant slope movements, is heavily influenced by data estimates of rock mass assessment and alteration types. The weaker the rock mass class (3 and 4) and the argillic alteration type, the potential for slope movement to occur. On the other hand, the stronger the rock mass class (1 and 2) and the silicic and advanced argillic alteration, the less slope movement.
Analisis Tingkat Kebisingan Kegiatan Penambangan Batu Andesit CV. Handika Karya Kulon Progo Yogyakarta Dika, Dandika Budiawan; Mycelia Paradise, S.T., M.T.; Bayurohman Pangacella Putra
Retii 2024: Prosiding Seminar Nasional ReTII ke-19 (Edisi Penelitian)
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Handika Karya (CV. HK) is a company operating in andesite mining using an open pit mining system located in Kaliduka II Hamlet, Kalirejo Village, Kapanewon Kokap, Kulon Progo Regency, Yogyakarta Special Region Province. The mining operations create noise that can significantly impact the performance of the workers. To address this, it is crucial to effectively monitor and control the noise to optimize performance and safeguard the workers' hearing health. The purpose of this report is to definitively determine the noise level produced by the mining process at CV. Handika Karya, identify the primary sources of noise, and confidently establish the safe time for mining operations in compliance with regulations such as Permenaker No. 5 of 2018 and SNI 7570 of 2010 regarding noise level standards. The research site was precisely divided into three collection points (office, temporary workshop, and monitoring area), and comprehensive data collection was conducted on two different days to accurately reflect the varying mining conditions and intensities. The noise levels due to the mining operations at CV. Handika Karya, based on the worker gathering points, were conclusively determined: 83 dBA in the monitoring area on the first day, 89.3 dBA on the second day; 82.2 dBA in the workshop on the first day, 82.75 dBA on the second day; 76.12 dBA in the office on the first day, and 80.6 dBA on the second day. The noise levels produced by specific mining operations were unequivocally recorded as follows: 95 dBA during the loading operation, 81.9 dBA for 15 seconds during the blasting process, and 101.9 dBA during drilling operations, surpassing the established noise threshold value. To effectively address excessive noise, operators are confidently provided with APT (Active Noise Reduction Earmuffs) with an NRR (Noise Reduction Rating) value of 33 dB, eliminating the need for unnecessary operator changes every 1.28 hours.
ANALISIS KLASIFIKASI MASSA BATUAN TAMBANG KUARI BATUGAMPING BERDASARKAN METODE ROCK MASS Permadi, Fikri; Andy Erwin Wijaya; Bayurohman Pangacella Putra; Auliawan Tri Barata
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 25 No. 2 (2025)
Publisher : Institut Teknologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37412/jrl.v25i2.413

Abstract

Berdasarkan pemahaman yang mendalam tentang geologi dan geoteknik lokal, geoteknik adalah untuk menyusun strategi penambangan yang aman dan efisien. Hal ini meliputi pemilihan metode penambangan yang sesuai, lokasi peledakan yang optimal, dan perencanaan pengelolaan limbah tambang. Analisi geoteknik penting untuk memastikan keselamatan struktur dan personel yang terlibat dalam operasi penambangan. Dengan pemahaman yang mendalam tentang karakteristik geoteknik dari tanah dan batuan di sekitar lokasi tambang, risiko terhadap kegagalan struktur dan bahaya terkait lainnya dapat diidentifikasi dan dikelola. Berdasarkan analisis geoteknik, perusahaan tambang dapat menentukan metode penambangan yang paling sesuai dengan kondisi geologi dan geoteknik setempat. Meliputi pemilihan lokasi peledakan yang aman, strategi penambangan yang efisien, dan perencanaan pemulihan lahan yang berkelanjutan, dengan geoteknik memungkinkan evaluasi terhadap stabilitas lereng di sekitar tambang, termasuk potensi risiko longsor atau keruntuhan yang dapat mempengaruhi kegiatan tambang dan lingkungan sekitarnya. Informasi ini penting untuk merencanakan tindakan mitigasi risiko yang sesuai. Analisis geoteknik di tambang batugamping wilayah Temandang PT Semen Indonesia (Persero) Tbk menjadi penting untuk memastikan operasi tambang berjalan dengan aman, efisien, dan berkelanjutan sambil meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan dan masyarakat setempat.