Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

GAMBARAN HYGIENE SANITASI PENGELOLAAN MAKANAN DI REASTORAN MADURA KOTA MASOHI KABUPATEN MALUKU TENGAH Muhammad Hatta; Erwindah; A. Marahena
Jurnal Mitrasehat Vol. 8 No. 2 (2018): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v8i2.185

Abstract

Berdasarkan Kepermenkes No.942/Menkes/SK/VII/2003 tentang pedomanpersyaratan Higiene dan Sanitasi Makanan Jajanan, hasil penelitian menunjukkan bahwaaspek higiene sanitasi perorangan masih rendah yaitu mencapai skor 25%, aspek higienesanitasi tempat dan fasilitasnya masih rendah yaitu hanya mencapai skor 35% dan aspekhigiene sanitasi peralatan dan perlengkapan masih sangat rendah yaitu mencapai skor 20%.Tujuan untuk mengetahui gambaran pengolahan makanan pada rumah makan danmengetahui pemilihan bahan baku, penyimpanan bahan baku, pengolahan makanan,penyimpanan makanan masak, pengangkutan makan masak dan penyajian makanan.Penelitian ini dilakukan secara observasional dan rancangan deskriptif denganmelihat Gambaran Hygiene Sanitasi Pengelolaan Makanan pada Rumah Makan.MenurutPermenkes RI No.1096/MENKES/PER/VI/2011, Untuk mencapai tersedianya makanan yangsehat seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, maka upaya hygiene sanitasi makanan harusmendasarkan 6 prinsip, yakni upaya pemilihan bahan baku, upaya penyimpanan bahan baku,upaya pengolahan makanan, upaya penyimpanan makanan masak, upaya pengangkutanmakan masak dan upaya penyajian makanan. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dirumah makan madura yaitu hasil penelitian menunjukkan bahwa pada prinsip hygine sanitasimakanan semuanya tidak memenuhi syarat kesehatan yang mendasarkan 6 prinsip diatas.Kesimpulan dan saran responden harus lebih lagi memperhatikan hygine sanitasipengolahan pada makanan maupun bahan baku makanan agar manusia tidak terkontaminasipenyakit berbahaya dan menular.
GAMBARAN EVALUASI PROGRAM PENGAWASAN MINUM OBAT (PMO) PADA PASIEN TUBERKULOSIS (TB) DI PUSKESMAS KABUPATEN KOLAKA UTARA Muhammad Hatta; Renaldi M; Verawati
Jurnal Mitrasehat Vol. 7 No. 2 (2017): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v7i2.226

Abstract

Tuberkulosis merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang penting di tingkat global, regional, nasional, maupun lokal. Tuberkulosis menyebabkan 5000 kematian per hari, atau hampir 2 juta kematian per tahun di seluruh dunia. Masih ditemukan banyak kendala dalam pelaksanaan program penanggulangan TB dalam pengawasan minum obat di seluruh Puskesmas yang ada di Kabupaten Kolaka Utara.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi Program Pengawasan Minum Obat (PMO) Pada Pasien Tuberkulosis (TB) di Puskesmas Kabupaten Kolaka Utara Tahun 2015.Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dimana Informan ditentukan sebanyak 11 informan. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik indepth interview (wawancara mendalam) selanjutnya dianalisis dengan metode content analysis.Input (masukan) pelaksanaan program penanggulangan TB dalam pengawasan minum obat (PMO) sudah berjalan dengan baik dan terjadi karena ketersedian tenaga PMO dan ketersediaan dana yang saling mendukung. Proses dalam hal ini pelaksanaan program Pengawas Minum Obat (PMO) dilaksanakan dengan baik karna petugas kesehatan terlibat langsung dalam melaksanakan PMO. Outputnya adalah berkurangnya pasien TB karena PMO berhasil dalam menjalankan tugasnya dimana semua pasien patuh dalam meminum obat.Saran diberikan kepada petugas TB diharapkan untuk lebih meningkatkan kunjungan, pemantauan, dan penyuluhan kepada PMO supaya PMO lebih memahami tugas dan fungsinya, diantaranya mengingatkan dan mengawasi penderita dalam meminum obat sehingga membantu proses penyembuhan penderita TB.
STUDI SANITASI LINGKUNGAN DI PD TERMINAL MAKASSAR METRO JL KAPASA RAYA NO 33 DAYA MAKASSAR Jufri; Muhammad Hatta; Fresya Mouw
Jurnal Mitrasehat Vol. 11 No. 1 (2021): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v11i1.276

Abstract

Sanitasi lingkungan adalah usaha pengawasan yang tertujuh pada faktor lingkungan yang menjadi mata rantai penularan penyakit. Terminal Regional Daya adalah Terminal tipe A yang dikelolah oleh Perusahaan Daerah PD. Terminal Makassar Metro, kondisi sanitasi lingkungan Terminal seperti sampah yang masih banyak berserakan, konstruksi saluran pembuangan air limbah serta toilet yang belum memenuhi syarat kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui studi sanitasi lingkungan di Terminal Regional Daya Makassar. Jenis penelitian yang digunakan pada Penelitian ini adalah penelitian observasional dengan pendekatan deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah semua fasilitas sanitasi lingkungan Terminal Regional Daya Makassar yang terdiri dari fasilitas sanitasi toilet, tempat pembuangan sampah dan saluran pembuangan air limbah. teknik penarikan sampel yang digunakan yaitu dengan total sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa kondisi toilet yang ada di Terminal yang memenuhi syarat sebanyak 13 (52,0%) dan yang tidak 7 (28,0), kondisi tempat sampah yang memenuhi syarat sebanyak 19 (76,0) dan yang tidak 6 (24,0), sedangkan kondisi saluran pembuangan air limbah tidak memenuhi syarat yaitu 4 (100%). Simpulan yang diperoleh dari hasil penelitian ini yaitu Kondisi sanitasi terminal regional daya tidak memenuhi syarat Keputusan Direktorat PLP-Ditjen PPM Tahun 1997. Disarankan untuk pengelolah yang bertugas di Terminal Daya Makassar untuk lebih memperhatikan kondisi fasilitas sanitasi yang berada di Terminal dan untuk pengunjung mohon kiranya ada kesadaran untuk jangan membuang sampah sembarangan tetapi buanglah sampah pada tempat sampah yang sudah disediakan.
Pengukuran Kandungan Timbal (Pb) Pada Jajanan Gorengan Yang Dijual Dipinggir Jalan Maccini Raya Kota Makassar Tahun 2019 Andi Yulia Kasma; Muhammad Hatta; Andi Ayumar; Riza Shelvia
Jurnal Mitrasehat Vol. 12 No. 2 (2022): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v12i2.333

Abstract

Asap kendaraan merupakan salah satu sumber pencemar terhadap makanan jajanan terutama jajanan yang dijual dipinggir jalan yang mengandung timbal (Pb). Timbal (Pb) adalah logam berat beracun dan berbahaya yang dapat meracuni lingkungan dan mempunyai dampak pada seluruh sistem di dalam tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar cemaran timbal pada jajanan gorengan di pinggir Jalan Maccini Raya Kota Makassar. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah 5 sampel yang diambil dari tempat penjual gorengan di pinggir jalan Maccini Raya, dimana untuk tiap tempat jualan diambil 1 jenis gorengan (bakwan). Sampel kemudian di uji di laboratorium dan dianalisis dengan menggunakan metode Atomic Absorbtion Spectrophotometry (AAS). Hasil analisis menunjukkan bahwa semua sampel jajanan gorengan tidak terdeteksi (undetected) kandungan kadar timbal berdasarkan limit deteksi alat AAS yaitu <0,01 ppm, sehingga tidak melebihi batas maksimum yang telah ditetapkan berdasarkan Keputusan Dirjen POM Nomor HK.00.06.1.52.4011 Tahun 2009 tentang batas maksimum cemaran logam di dalam makanan <0,25 ppm. Dari hasil peneltian yang telah dilakukan, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa dari 5 sampel makanan jajanan gorengan yang dijual di pinggir Jalan Maccini Raya Kota Makassar, semua jajanan gorengan tidak terdeteksi (undetected) kadar timbal, sehingga makanan dapat dikatakan aman untuk dikonsumsi. Sebagai saran agar pihak penjual jajanan gorengan menjual atau menjajakan gorengan dalam keadaan tertutup, sehingga dapat mencegah dari kontaminasi cemaran asap kendaraan serta untuk masyarakat lebih selektif dalam memilih makanan
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI DI SMAN 2 BUNTUMALANGKA KABUPATEN MAMASA TAHUN 2017 Muhammad Hatta; Renaldi. M; Stevea Alicia
Jurnal Mitrasehat Vol. 8 No. 1 (2018): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v8i1.362

Abstract

Anemia dapat didefenisikan sebagai kondisi dengan kadar Hb berada di bawah normal, sebagian besar penyebab anemia di Indonesia adalah kekurangan besi yang berasal dari makanan yang dimakan setiap hari. Dampak anemia pada remaja putri yaitu pertumbuhan terhambat, tubuh pada masa pertumbuhan mudah terinfeksi, mengakibatkan kebugaran atau kesegaran tubuh berkurang, semangat belajar atau prestasi menurun Menurun. Menurut data Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) tahun 2014 menyatakan bahwa prevalensi anemia pada remaja putri usia 10 -18 tahun sebesar 57,1% dan usia 19 -45 tahun sebesar 39,5%. Wanita mempunyai risiko terkena anemia paling tinggi terutama pada remaja putri Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan, status gizi, lama haid, pendapatan orangtua dengan kejadian anemia pada remaja putri di SMAN 2 Buntumalangka. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan desain analitik pendekatan cross sectional. Sampelnya adalah remaja putri di wilayah SMAN 2 Buntumalangka, yang diamabil dengan total sampling sebesar 36 orang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan dengan kejadian anemia pada remaja putri (0,02), Tidak ada hubungan antara Lama Menstruasi dengan kejadian anemia pada remaja putri (1,000), dan ada hubungan antara pendapatan orangtua dengan kejadian anemia pada remaja putri (0,01). Simpulan, ada hubungan Pengetahuan, Pendapatan orangtua dengan kejadian anemia pada remaja putri, tidak ada hubungan antara lama menstruasi dengan kejadian anemia pada remaja putri. Saran, perlu diadakan penyuluhan gizi dan kesehata reproduksi khusunya melalui sekolah.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENGGUNAAN KONTRASEPSI IUD PADA WANITA USIA SUBUR DI KABUPATEN MAROS Muhammad Hatta; Suarni; Zachrani Fitra Ramadhani; Andi Wahyuni; Aminullah
Jurnal Mitrasehat Vol. 14 No. 1 (2024): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v14i1.448

Abstract

Latar belakang: IUD adalah bentuk kontrasepsi yang sangat andal dan aman yang saat ini digunakan oleh 15,5% wanita usia reproduksi Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Faktor yang Berhubungan dengan Penggunaan Kontrasepsi IUD Pada Wanita Usia Subur di Wilayah Kerja Puskesmas Turikale Kabupaten Maros. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian survei analitik dengan pendekatan cross-sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 70 orang. Data di uji dengan uji statistik Chi square dan uji statistic Fisher’s Exact Test dengan tingkat signifikan α < 0,05. Hasil: Penelitian didapatkan ada hubungan pada Umur (X2: 4.868), jumlah anak (X2:7.636), dan social ekonomi (X2: 7.636), sedangkan yang tidak ada hubungan pendidikan (X2/p: 1,479 ), pekerjaan (p=0.477) dan dukungan suami (p=1,000) padang penggunaan kontrasepsi IUD pada wanita usia subur di Wilayah Kerja Puskesmas Turikale Kabupaten Maros. Kesimpulan: Dari penelitian ini yaitu ada hubungan umur, jumlah anak, dan social ekonomi dengan penggunaan kontrasepsi IUD. Tidak ada hubungan pendidikan, pekerjaan dan dukungan suami dengan penggunaan kontrasepsi IUD pada wanita usia subur di Wilayah Kerja Puskesmas Turikale Kabupaten Maros.
PENGARUH METODE MAKE A MATCH TERHADAP KESIAPSIAGAAN SISWA SEKOLAH DASAR PADA BENCANA BANJIR DI MAKASSAR Sulaiman; Ilham Syam; Muhammad Hatta; Nurul Miftahul Izzah
Jurnal Mitrasehat Vol. 15 No. 2 (2025): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v15i2.535

Abstract

Latar belakang: Banjir merupakan bencana alam yang sering melanda berbagai daerah di Indonesia. Data BNPB di tahun 2022 tercatat 1.208 jiwa warga yang mengungsi kejadian bencana alam terjadi di Kecamatan Manggala.Kota Makassar memiliki wilayah berupa daratan, bukit, Pantai dan laut dengan luas wilayah mencapai 175,77 Km2. Setiap musim penghujan tiba, Kota Makassar dihadapkan dengan masalah adanya banjir di karenakan curah hujan yang sangat tinggi. Tujuan: Untuk mengetahui Pengaruh Metode Make A Match terhadap kesiapsiagaan siswa sekolah dasar pada bencana banjir di Kota Makassar. Metode: Jenis penelitian berupa kuantitatif dengan desain one group pretest-postest. Populasi penelitian ini berjumlah 62 responden dengan Teknik pengambilan sampel purposive sampling berjumlah 62 responden. Hasil: Menunjukan bahwa pengetahuan yang tertinggi yaitu kategori cukup yaitu sebanyak 39 orang (62,9%). Sikap yang tertinggi yaitu kategori positif sebanyak 59 orang (95,3%), Hal ini menunjukan ada pengaruh metode make a match terhadap kesiapsiagaan siswa sekolah dasar pada bencana banjir di Kota Makassar (p=0,000<0,05). Kesimpulan: Terdapat adanya pengaruh metode make a match terhadap kesiapsiagaan siswa sekolah dasar pada bencana banjir di Kota Makassar. Adapun saran diharapkan kepada guru disekolah untuk memberikan edukasi atau penyuluhan agar dapat meningkatkan pengetahuan siswa mengenai bencana banjir dan kesiapsiagaan yang dilakukan jika terjadi banjir.
HUBUNGAN GAYA KEPEMIMPINAN KEPALA PUSKESMAS DENGAN MOTIVASI KERJA PERAWAT DI PUSKESMAS MANNANTI KABUPATEN SINJAI Sulaiman; Muhammad Hatta; Jufri; Basri; Andi Ayumar; Hamzah Tasa; Dian Adriana Amri
Jurnal Mitrasehat Vol. 15 No. 4 (2025): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v15i4.638

Abstract

Latar belakang: Untuk mencapai tujuan organisasi, diperlukan adanya motivasi yang mampu memengaruhi dan membimbing sekelompok individu dalam lingkungan kerja. Salah satu faktor kunci yang berperan dalam meningkatkan motivasi kerja pegawai adalah gaya kepemimpinan. Gaya kepemimpinan yang diterapkan oleh kepala puskesmas dapat memberikan pengaruh terhadap tingkat motivasi kerja perawat dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya di tempat kerja. Tujuan: Untuk menganalisis hubungan antara gaya kepemimpinan dengan motivasi kerja perawat di Puskesmas Mannanti. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian berjumlah 33 orang, adapun teknik pengambilan sampel menggunakan metode total sampling. Hasil: Gaya kepemimpinan di Puskesmas Mannanti tergolong dalam kategori sesuai (66,7%), dengan gaya kepemimpinan yang paling dominan diterapkan adalah gaya demokratis dan/atau liberal. Tingkat motivasi kerja perawat di Puskesmas Mannanti sebagian besar termasuk dalam kategori tinggi, yaitu sebanyak 18 orang (54,5%). Berdasarkan hasil analisis menggunakan uji Chi-Square, diperoleh nilai ρ = 0,026 < α = 0,05. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara gaya kepemimpinan kepala puskesmas dengan motivasi kerja perawat di Puskesmas Mannanti, Kabupaten Sinjai. Oleh karena itu, disarankan agar pihak Puskesmas Mannanti, khususnya kepala puskesmas, menerapkan gaya kepemimpinan demokratis dan/atau liberal guna meningkatkan motivasi kerja perawat sehingga kinerja dan pencapaian tujuan organisasi dapat lebih optimal.