Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

STUDI SANITASI LINGKUNGAN DI PD TERMINAL MAKASSAR METRO JL KAPASA RAYA NO 33 DAYA MAKASSAR Jufri; Muhammad Hatta; Fresya Mouw
Jurnal Mitrasehat Vol. 11 No. 1 (2021): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v11i1.276

Abstract

Sanitasi lingkungan adalah usaha pengawasan yang tertujuh pada faktor lingkungan yang menjadi mata rantai penularan penyakit. Terminal Regional Daya adalah Terminal tipe A yang dikelolah oleh Perusahaan Daerah PD. Terminal Makassar Metro, kondisi sanitasi lingkungan Terminal seperti sampah yang masih banyak berserakan, konstruksi saluran pembuangan air limbah serta toilet yang belum memenuhi syarat kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui studi sanitasi lingkungan di Terminal Regional Daya Makassar. Jenis penelitian yang digunakan pada Penelitian ini adalah penelitian observasional dengan pendekatan deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah semua fasilitas sanitasi lingkungan Terminal Regional Daya Makassar yang terdiri dari fasilitas sanitasi toilet, tempat pembuangan sampah dan saluran pembuangan air limbah. teknik penarikan sampel yang digunakan yaitu dengan total sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa kondisi toilet yang ada di Terminal yang memenuhi syarat sebanyak 13 (52,0%) dan yang tidak 7 (28,0), kondisi tempat sampah yang memenuhi syarat sebanyak 19 (76,0) dan yang tidak 6 (24,0), sedangkan kondisi saluran pembuangan air limbah tidak memenuhi syarat yaitu 4 (100%). Simpulan yang diperoleh dari hasil penelitian ini yaitu Kondisi sanitasi terminal regional daya tidak memenuhi syarat Keputusan Direktorat PLP-Ditjen PPM Tahun 1997. Disarankan untuk pengelolah yang bertugas di Terminal Daya Makassar untuk lebih memperhatikan kondisi fasilitas sanitasi yang berada di Terminal dan untuk pengunjung mohon kiranya ada kesadaran untuk jangan membuang sampah sembarangan tetapi buanglah sampah pada tempat sampah yang sudah disediakan.
Pengukuran Kandungan Timbal (Pb) Pada Jajanan Gorengan Yang Dijual Dipinggir Jalan Maccini Raya Kota Makassar Tahun 2019 Andi Yulia Kasma; Muhammad Hatta; Andi Ayumar; Riza Shelvia
Jurnal Mitrasehat Vol. 12 No. 2 (2022): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v12i2.333

Abstract

Asap kendaraan merupakan salah satu sumber pencemar terhadap makanan jajanan terutama jajanan yang dijual dipinggir jalan yang mengandung timbal (Pb). Timbal (Pb) adalah logam berat beracun dan berbahaya yang dapat meracuni lingkungan dan mempunyai dampak pada seluruh sistem di dalam tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar cemaran timbal pada jajanan gorengan di pinggir Jalan Maccini Raya Kota Makassar. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah 5 sampel yang diambil dari tempat penjual gorengan di pinggir jalan Maccini Raya, dimana untuk tiap tempat jualan diambil 1 jenis gorengan (bakwan). Sampel kemudian di uji di laboratorium dan dianalisis dengan menggunakan metode Atomic Absorbtion Spectrophotometry (AAS). Hasil analisis menunjukkan bahwa semua sampel jajanan gorengan tidak terdeteksi (undetected) kandungan kadar timbal berdasarkan limit deteksi alat AAS yaitu <0,01 ppm, sehingga tidak melebihi batas maksimum yang telah ditetapkan berdasarkan Keputusan Dirjen POM Nomor HK.00.06.1.52.4011 Tahun 2009 tentang batas maksimum cemaran logam di dalam makanan <0,25 ppm. Dari hasil peneltian yang telah dilakukan, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa dari 5 sampel makanan jajanan gorengan yang dijual di pinggir Jalan Maccini Raya Kota Makassar, semua jajanan gorengan tidak terdeteksi (undetected) kadar timbal, sehingga makanan dapat dikatakan aman untuk dikonsumsi. Sebagai saran agar pihak penjual jajanan gorengan menjual atau menjajakan gorengan dalam keadaan tertutup, sehingga dapat mencegah dari kontaminasi cemaran asap kendaraan serta untuk masyarakat lebih selektif dalam memilih makanan
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI DI SMAN 2 BUNTUMALANGKA KABUPATEN MAMASA TAHUN 2017 Muhammad Hatta; Renaldi. M; Stevea Alicia
Jurnal Mitrasehat Vol. 8 No. 1 (2018): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v8i1.362

Abstract

Anemia dapat didefenisikan sebagai kondisi dengan kadar Hb berada di bawah normal, sebagian besar penyebab anemia di Indonesia adalah kekurangan besi yang berasal dari makanan yang dimakan setiap hari. Dampak anemia pada remaja putri yaitu pertumbuhan terhambat, tubuh pada masa pertumbuhan mudah terinfeksi, mengakibatkan kebugaran atau kesegaran tubuh berkurang, semangat belajar atau prestasi menurun Menurun. Menurut data Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) tahun 2014 menyatakan bahwa prevalensi anemia pada remaja putri usia 10 -18 tahun sebesar 57,1% dan usia 19 -45 tahun sebesar 39,5%. Wanita mempunyai risiko terkena anemia paling tinggi terutama pada remaja putri Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan, status gizi, lama haid, pendapatan orangtua dengan kejadian anemia pada remaja putri di SMAN 2 Buntumalangka. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan desain analitik pendekatan cross sectional. Sampelnya adalah remaja putri di wilayah SMAN 2 Buntumalangka, yang diamabil dengan total sampling sebesar 36 orang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan dengan kejadian anemia pada remaja putri (0,02), Tidak ada hubungan antara Lama Menstruasi dengan kejadian anemia pada remaja putri (1,000), dan ada hubungan antara pendapatan orangtua dengan kejadian anemia pada remaja putri (0,01). Simpulan, ada hubungan Pengetahuan, Pendapatan orangtua dengan kejadian anemia pada remaja putri, tidak ada hubungan antara lama menstruasi dengan kejadian anemia pada remaja putri. Saran, perlu diadakan penyuluhan gizi dan kesehata reproduksi khusunya melalui sekolah.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENGGUNAAN KONTRASEPSI IUD PADA WANITA USIA SUBUR DI KABUPATEN MAROS Muhammad Hatta; Suarni; Zachrani Fitra Ramadhani; Andi Wahyuni; Aminullah
Jurnal Mitrasehat Vol. 14 No. 1 (2024): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v14i1.448

Abstract

Latar belakang: IUD adalah bentuk kontrasepsi yang sangat andal dan aman yang saat ini digunakan oleh 15,5% wanita usia reproduksi Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Faktor yang Berhubungan dengan Penggunaan Kontrasepsi IUD Pada Wanita Usia Subur di Wilayah Kerja Puskesmas Turikale Kabupaten Maros. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian survei analitik dengan pendekatan cross-sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 70 orang. Data di uji dengan uji statistik Chi square dan uji statistic Fisher’s Exact Test dengan tingkat signifikan α < 0,05. Hasil: Penelitian didapatkan ada hubungan pada Umur (X2: 4.868), jumlah anak (X2:7.636), dan social ekonomi (X2: 7.636), sedangkan yang tidak ada hubungan pendidikan (X2/p: 1,479 ), pekerjaan (p=0.477) dan dukungan suami (p=1,000) padang penggunaan kontrasepsi IUD pada wanita usia subur di Wilayah Kerja Puskesmas Turikale Kabupaten Maros. Kesimpulan: Dari penelitian ini yaitu ada hubungan umur, jumlah anak, dan social ekonomi dengan penggunaan kontrasepsi IUD. Tidak ada hubungan pendidikan, pekerjaan dan dukungan suami dengan penggunaan kontrasepsi IUD pada wanita usia subur di Wilayah Kerja Puskesmas Turikale Kabupaten Maros.
PENGARUH METODE MAKE A MATCH TERHADAP KESIAPSIAGAAN SISWA SEKOLAH DASAR PADA BENCANA BANJIR DI MAKASSAR Sulaiman; Ilham Syam; Muhammad Hatta; Nurul Miftahul Izzah
Jurnal Mitrasehat Vol. 15 No. 2 (2025): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v15i2.535

Abstract

Latar belakang: Banjir merupakan bencana alam yang sering melanda berbagai daerah di Indonesia. Data BNPB di tahun 2022 tercatat 1.208 jiwa warga yang mengungsi kejadian bencana alam terjadi di Kecamatan Manggala.Kota Makassar memiliki wilayah berupa daratan, bukit, Pantai dan laut dengan luas wilayah mencapai 175,77 Km2. Setiap musim penghujan tiba, Kota Makassar dihadapkan dengan masalah adanya banjir di karenakan curah hujan yang sangat tinggi. Tujuan: Untuk mengetahui Pengaruh Metode Make A Match terhadap kesiapsiagaan siswa sekolah dasar pada bencana banjir di Kota Makassar. Metode: Jenis penelitian berupa kuantitatif dengan desain one group pretest-postest. Populasi penelitian ini berjumlah 62 responden dengan Teknik pengambilan sampel purposive sampling berjumlah 62 responden. Hasil: Menunjukan bahwa pengetahuan yang tertinggi yaitu kategori cukup yaitu sebanyak 39 orang (62,9%). Sikap yang tertinggi yaitu kategori positif sebanyak 59 orang (95,3%), Hal ini menunjukan ada pengaruh metode make a match terhadap kesiapsiagaan siswa sekolah dasar pada bencana banjir di Kota Makassar (p=0,000<0,05). Kesimpulan: Terdapat adanya pengaruh metode make a match terhadap kesiapsiagaan siswa sekolah dasar pada bencana banjir di Kota Makassar. Adapun saran diharapkan kepada guru disekolah untuk memberikan edukasi atau penyuluhan agar dapat meningkatkan pengetahuan siswa mengenai bencana banjir dan kesiapsiagaan yang dilakukan jika terjadi banjir.
HUBUNGAN GAYA KEPEMIMPINAN KEPALA PUSKESMAS DENGAN MOTIVASI KERJA PERAWAT DI PUSKESMAS MANNANTI KABUPATEN SINJAI Sulaiman; Muhammad Hatta; Jufri; Basri; Andi Ayumar; Hamzah Tasa; Dian Adriana Amri
Jurnal Mitrasehat Vol. 15 No. 4 (2025): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v15i4.638

Abstract

Latar belakang: Untuk mencapai tujuan organisasi, diperlukan adanya motivasi yang mampu memengaruhi dan membimbing sekelompok individu dalam lingkungan kerja. Salah satu faktor kunci yang berperan dalam meningkatkan motivasi kerja pegawai adalah gaya kepemimpinan. Gaya kepemimpinan yang diterapkan oleh kepala puskesmas dapat memberikan pengaruh terhadap tingkat motivasi kerja perawat dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya di tempat kerja. Tujuan: Untuk menganalisis hubungan antara gaya kepemimpinan dengan motivasi kerja perawat di Puskesmas Mannanti. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian berjumlah 33 orang, adapun teknik pengambilan sampel menggunakan metode total sampling. Hasil: Gaya kepemimpinan di Puskesmas Mannanti tergolong dalam kategori sesuai (66,7%), dengan gaya kepemimpinan yang paling dominan diterapkan adalah gaya demokratis dan/atau liberal. Tingkat motivasi kerja perawat di Puskesmas Mannanti sebagian besar termasuk dalam kategori tinggi, yaitu sebanyak 18 orang (54,5%). Berdasarkan hasil analisis menggunakan uji Chi-Square, diperoleh nilai ρ = 0,026 < α = 0,05. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara gaya kepemimpinan kepala puskesmas dengan motivasi kerja perawat di Puskesmas Mannanti, Kabupaten Sinjai. Oleh karena itu, disarankan agar pihak Puskesmas Mannanti, khususnya kepala puskesmas, menerapkan gaya kepemimpinan demokratis dan/atau liberal guna meningkatkan motivasi kerja perawat sehingga kinerja dan pencapaian tujuan organisasi dapat lebih optimal.
GAMBARAN PERILAKU SISWA DALAM PENCEGAHAN KECELAKAAN DI LINGKUNGAN SD INPRES BORONG JAMBU II Muhammad Hatta; Basri; Nurhana
Jurnal Mitrasehat Vol. 16 No. 2 (2026): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v16i2.691

Abstract

Latar belakang: Kecelakaan di sekolah merupakan salah satu penyebab cedera paling sering pada anak usia sekolah. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI (2018), sekitar 65,9% anak usia 5–14 tahun mengalami cedera ringan hingga sedang, seperti terjatuh, terkilir, atau luka lecet, yang sebagian besar terjadi di lingkungan sekolah. Tujuan: bertujuan menggambarkan pengetahuan, sikap, dan tindakan siswa dalam pencegahan kecelakaan di SD Inpres Borong Jambu II. Metode: Jenis penelitian ini adalah deskriptif. Sampel penelitian berjumlah 60 siswa kelas V yang diambil dengan teknik total sampling. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada variabel pengetahuan, sebagian besar siswa berada pada kategori cukup yaitu sebanyak 57 siswa (95%), dan kategori kurang sebanyak 3 siswa (5%). Pada variabel sikap, sebagian besar siswa memiliki sikap positif yaitu 55 siswa (91,7%), sedangkan 5 siswa (8,3%) bersikap negatif. Pada variabel tindakan, sebagian besar siswa menunjukkan tindakan positif yaitu 53 siswa (88,3%), dan 7 siswa (11,7%) menunjukkan tindakan negatif. Kesimpulan: disimpulkan bahwa pengetahuan, sikap, dan tindakan siswa terhadap keselamatan di sekolah tergolong baik secara keseluruhan, namun masih diperlukan peningkatan edukasi dan pembiasaan perilaku aman. Guru diharapkan dapat memperkuat pemahaman siswa melalui kegiatan simulasi, penyuluhan, dan keteladanan perilaku aman di lingkungan sekolah.
PENYULUHAN CEGAH STUNTING SEJAK DINI PADA BALITA DI PUSTU SAPANANG Sulaiman; Muhammad Hatta; Nur Amaliah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT) Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT)
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jgs.v4i2.466

Abstract

Latar Belakang : Kurang gizi dan stunting merupakan dua masalah yang saling berhubungan. Stunting pada anak merupakan dampak dari defisiensi nutrient selama seribu hari pertama kehidupan. Hal ini menimbulkan gangguan perkembangan fisik anak yang irreversible, sehingga menyebabkan penurunan performa kerja. Anak stunting memiliki rerata skor Intelligence Quotient (IQ) sebelas poin lebih rendah dibandingkan rerata skor IQ pada anak normal. Gangguan tumbuh kembang pada anak akibat kekurangan gizi bila tidak mendapatkan intervensi sejak dini akan berlanjut hingga dewasa. Tujuan : Untuk memberikan pengetahuan terkait stunting pada balita Metode : Metode penelitian yang digunakan ialah pemberian penyuluhan dan edukasi pada ibu yang memiliki anak stunting, sumber data dari UPTD Puskesmas Bungoro Hasil: . Berdasarkan hasil wawancara peneliti dengan ahli gizi dan petugas kesehatan lingkungan (kesling), serta dilakukan pula observasi kepada dua anak stunting juga wawancara kepada orangtua, ditemukan bahwa faktor-faktor yang memengaruhi stunting ialah sebagai berikut: pola makan yang tidak memenuhi gizi seimbang selama proses kehamilan dan setelah bayi lahir, pola makan anak sejak lahir sampai usia dua tahun, pemberian ASI eksklusif yang kurang dari 6 bulan, pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) terlalu dini (kurang dari enam bulan), pengasuhan orangtua yang kurang tepat (sering membentak anak, kurang dekat dengan anak, melakukan tindakan yang membuat anak menjauh dari orangtua), sanitasi lingkungan yang kurang baik, tidak mengenalkan toilet training kepada anak sejak dini, dan genetic tidak memiliki peran signifikan terhadap kejadian stunting Kesimpulan: setelah dilakukan penyuluhan pemahaman terkait stunting pada balita dan dapat menyadari pentingnya hal tersebut.
PEMANFAATAN IKAN LOKAL DALAM PEMBUATAN NUGGET SEHAT UNTUK MP-ASI Aminullah; Irwan; Reski; Jufri; Muhammad Hatta
Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT) Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT)
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jgs.v6i1.592

Abstract

Latar belakang : Stunting pada balita adalah masalah gizi yang berlangsung secara berkepanjangan dan memengaruhi pertumbuhan serta perkembangan anak secara permanen. Salah satu penyebab utamanya adalah kurangnya makanan bergizi, termasuk protein hewan. Edukasi dan pemanfaatan pangan lokal sebagai MP-ASI merupakan langkah strategis dalam pencegahan stunting. Tujuan: Memberikan edukasi dan memperkenalkan inovasi makanan tambahan bergizi berbahan dasar ikan lokal dalam bentuk nugget kepada ibu kader dan masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Samataring. Metode: Kegiatan dilakukan melalui demonstrasi pembuatan nugget ikan, serta pembagian dan evaluasi produk melalui wawancara kepada 23 partisipan yang terdiri dari kader posyandu dan anggota PKK. Hasil: Seluruh responden menyatakan rasa nugget enak (100%) dan habis dikonsumsi (100%). Komentar responden umumnya positif, beberapa menyatakan ingin mencoba membuatnya di rumah sebagai bentuk keberlanjutan inovasi. Kesimpulan: Pemanfaatan ikan lokal sebagai MP-ASI dalam bentuk nugget memberikan dampak positif dalam peningkatan pengetahuan dan minat masyarakat terhadap pengolahan makanan sehat untuk anak, serta berpotensi mencegah stunting di tingkat rumah tangga.