Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Faktor-faktor yang Memengaruhi Angka Kejadian Malaria pada Anak di Kecamatan Lembeh Selatan Kota Bitung Lahiang, Reinette M.; Rampengan, Novie H.; Tatura, Suryadi N. N.
e-CliniC Vol. 12 No. 3 (2024): e-CliniC
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v12i3.53687

Abstract

Abstract: Malaria is an infectious disease that contributes to high mortality and morbidity rates. Indonesia is no exception and is still one of the countries with high malaria endemicity. This study aimed to determine factors influencing the incidence of malaria in children in Lembeh Selatan, Bitung. This was an analytical and observational study with a retrospective approach and a case-control research design. Data were obtained from medical record data and through interviews by filling out questionnaires, and were analyzed using the chi-square test. The statistical test results of this study showed that the presence of livestock pens around the residence as well as the habit of using mosquito nets and mosquito repellent when sleeping at night were not factors that influenced the incidence of malaria in children in Lembeh Selatan. There was an influence of the presence of mosquito breeding sites around the residence (p-value of <0.001) and the habit of going out at night (p-value of <0.001) with the incidence of malaria in children in Lembeh Selatan. In conclusion, factors that influence the incidence of malaria in children in Lembeh Selatan, Bitung, are living close to mosquito breeding areas and the habit of going out at night. Keywords: incidence rate of malaria; children; influencing factors   Abstrak: Malaria merupakan salah satu penyakit menular dengan penyumbang angka mortalitas dan morbiditas yang tinggi. Indonesia tak terkecuali masih menjadi salah satu negara dengan endemisitas malaria yang cukup tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi angka kejadian malaria pada anak di Kecamatan Lembeh Selatan Kota Bitung. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan retrospektif dan desain penelitian case-control. Data diperoleh melalui data sekunder yaitu data rekam medis dan melalui wawancara dengan mengisi kuisioner. Analisis data menggunakan uji statistik chi-square. Hasil uji statistik penelitian ini menunjukkan tidak terdapat hubungan antara keberadaan kandang ternak di sekitar tempat tinggal serta kebiasaan menggunakan kelambu dan obat anti nyamuk saat tidur di malam dengan kejadian malaria pada anak di Kecamatan Lembeh Selatan. Terdapat hubungan bermakna antara keberadaan tempat perindukan nyamuk di sekitar tempat tinggal (nilai p<0,001) dan kebiasaan keluar rumah pada malam hari (nilai p=<0,001) dengan kejadian malaria pada anak di Kecamatan Lembeh Selatan. Simpulan penelitian ini ialah faktor yang memengaruhi angka kejadian malaria pada anak di Kecamatan Lembeh Selatan Kota Bitung ialah tempat tinggal dekat dengan tempat perindukan nyamuk dan kebiasaan keluar rumah pada malam hari. Kata kunci: angka kejadian malaria; anak; faktor yang memengaruhi
Analisis Faktor Faktor Yang Memengaruhi Waktu Tunggu Pelayanan Rawat Jalan di RSU GMIM Pancaran Kasih Manado Lukas, Josicca Vinly; Manoppo, Jeanette I Ch.; Rampengan, Novie H.
Jurnal Promotif Preventif Vol 8 No 5 (2025): Oktober 2025: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v8i5.2348

Abstract

Waktu tunggu pelayanan rawat jalan merupakan salah satu indikator mutu penting dalam menilai kinerja rumah sakit. Standar nasional pelayanan di Indonesia menetapkan waktu tunggu optimal kurang dari 60 menit, namun masih banyak rumah sakit belum memenuhi target tersebut akibat keterbatasan tenaga kesehatan, alur pelayanan yang belum efisien, serta permasalahan sarana prasarana. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi waktu tunggu pasien rawat jalan di RSU GMIM Pancaran Kasih Manado. Menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional terhadap 78 responden yang dipilih menggunakan purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan rekam medis, kemudian dianalisis menggunakan uji chi-square dan regresi logistik dengan bantuan program spss. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel pengetahuan pasien, pelayanan administrasi, sumber daya manusia, dan sarana prasarana memiliki hubungan yang signifikan dengan waktu tunggu pelayanan (p < 0,001). Uji regresi logistik menunjukkan model yang layak (Hosmer-Lemeshow p = 0,306), dengan faktor dominan adalah sarana prasarana (OR = 46.03; 95% CI = 3.16-669.98) diikuti sumber daya manusia (OR = 30.15; 95% CI = 4.00-226.91), pelayanan administrasi (OR = 24.87; 95% CI = 2.99-206.71), dan pengetahuan pasien (OR = 16.47; 95% CI = 2.04-132.86). Disimpulkan bahwa peningkatan sarana prasarana dan optimalisasi sumber daya manusia perlu menjadi prioritas manajemen rumah sakit untuk mempercepat waktu tunggu dan meningkatkan mutu pelayanan rawat jalan.
Relationship Between Service Quality and Patient Satisfaction in the Inpatient Room of Adventist Hospital Manado Christy Porong, Virginia; N. N. Tatura, Suryadi; Rampengan, Novie H.
International Journal of Health and Pharmaceutical (IJHP) Vol. 5 No. 4 (2025): November 2025 ( Indonesia - Thailand)
Publisher : CV. Inara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51601/ijhp.v5i4.474

Abstract

This study investigates the relationship between service quality and patient satisfaction in inpatient wards at Adventist Hospital Manado, a leading private healthcare institution in North Sulawesi, Indonesia. Using the SERVQUAL model—which evaluates five dimensions of service quality: Tangibles, Reliability, Responsiveness, Assurance, and Empathy—the research aims to identify which dimensions most significantly influence patient satisfaction. A quantitative correlational design was employed, involving 95 respondents selected through purposive sampling from the Seiruni and Asteir inpatient wards, covering all hospitalization classes (Class 1–3, VIP, Silver, and Gold). Data were collected through structured questionnaires and analyzed using multiple linear regression via SPSS 25.0. Descriptive results indicated that Responsiveness received the highest average score, followed by Empathy and Assurance. The regression analysis revealed that Tangibles and Reliability had a statistically significant positive effect on patient satisfaction, while Responsiveness, Assurance, and Empathy, although positively correlated, did not reach significance. The model accounted for 74.3% of the variance in patient satisfaction (R² = 0.743), indicating strong explanatory power. These findings suggest that physical infrastructure, cleanliness, medical equipment, and consistency in care delivery are critical determinants of patient satisfaction. Although interpersonal aspects such as empathy and courtesy remain essential, patients prioritize visible service reliability and facility quality. The study underscores the importance of strategic improvements in operational consistency and hospital environment to enhance overall patient experience.