Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

SKRINING FITOKIMIA SENYAWA METABOLIT SEKUNDER PADA EKSTRAK KLOROFORM DAUN KELOR Fadilah Qonitah; Deby Mariska Sune; Reni Ariastuti
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 8 No 1 (2024): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58365/4vvh1m27

Abstract

Daun kelor (Moringa oleifera L.) merupakan tanaman yang banyak dikenal masyarakat Indonesia. Daun kelor dikenal sebagai tumbuhan yang kaya akan manfaat seperti antioksidan, antikanker, anti-inflamasi, antidiabetes, dan agen antimikroba. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk mengetahui senyawa metabolit sekunder yang terkandung dalam suatu tanaman sehingga tanaman tersebut dapat dimanfaatkan sebagai obat adalah skrining fitokimia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui senyawa metabolit sekunder yang terkandung dalam ekstrak kloroform daun kelor. Metode yang digunakan untuk mengekstraksi daun kelor pada penelitian ini adalah metode maserasi menggunakan pelarut kloroform dengan perbandingan 1:5 (b/v). Senyawa metabolit sekunder dalam ekstrak kloroform daun kelor dianalisis secara kualitatif menggunakan pereaksi FeCl3 untuk uji fenolik, uji taubeck untuk flavonoid, pereaksi dragendorf dan mayer untuk uji alkaloid, uji busa untuk alkaloid, dan pereaksi FeCl3 1% untuk uji tanin. Uji fenolik menghasilkan larutan hitam pekat, uji flavonoid menghasilkan floresensi kuning, uji alkaloid tidak menghasilkan endapan, uji saponin tidak terbentuk busa stabil, dan uji tannin menghasilkan warna hijau kehitaman. Berdasarkan hasil skrining fitokimia tersebut, dapat disimpulkan bahwa ekstrak kloroform daun kelor positif mengandung senyawa fenolik, flavonoid dan tanin. 
Perbedaan Persepsi Pengetahuan Masyarakat Terhadap Tingkat Pengetahuan dan Keamanan Sirup Penurun Panas Pada Desa Pulutan Kabupaten Boyolali dan Desa Ngringo Indah Kabupaten Karanganyar Reyzha Reyzha Aulia Putra Maahendra; ahwan ahwan; Fadilah Qonitah
JIMSTEK: Jurnal Ilmiah Sains dan Teknologi Vol. 6 No. 02 (2024): JIMSTEK: Jurnal Ilmiah Sains dan Teknologi
Publisher : Fakultas Sains, Teknologi dan Kesehatan Universitas Sahid Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47942/jimstek.v6i02.1826

Abstract

Tingkat pengetahuan merupakan faktor utama dalam mengetahui suatu permasalahan terutama pada tingkat keamanan obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan persepsi pengetahuan masyarakat terhadap tingkat pengetahuan dan keamanan sirup penurun panas pada Desa Pulutan Kabupaten Boyolali dan Desa Ngringo Indah Kabupaten Karanganyar. Penelitian ini merupakan penelitian non parametrik korelasi dengan menggunakan instrumen kuesioner. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling. Analisis data dikategorikan menurut kriteria Arikunto (2017) yaitu nilai 81% - 100% amat baik (A), 61% - 80% baik (B), 41% - 60% cukup (C), 21% - 40% kurang (D), <21% sangat kurang (E). Berdasarkan hasil penelitian didapatkan hasil variabel tingkat pengetahuan Desa Pulutan kriteria cukup (59,4%) dan kurang (40,6%) sedangkan Desa Ngringo Indah kriteria baik (71%) dan kurang (29%), serta pada variabel keamanan sirup penurun panas Desa Pulutan kriteria baik (65,6%) dan kurang (34,4%) sedangkan Desa Ngringo Indah kriteria baik (76,8%) dan kurang (23,2%). Hasil uji Mann-Whitney menunjukkan nilai signifikasi (p.value>0,005). Kesimpulan dalam penelitian ini adalah tidak ada perbedaan persepsi tingkat pengetahuan terhadap keamanan sirup penurun panas pada masyarakat di Desa Pulutan Kabupaten Boyolali dan Desa Ngringo Indah Kabupaten Karanganyar.
Penentuan Nilai Sun Protection Factor (SPF) Ekstrak Air dan Kloroform Daun Kelor (Moringa oleifera L.) Litta ‘Ifina; Fadilah Qonitah; Risma Sakti Pambudi
Jurnal Riset Ilmu Kesehatan Umum dan Farmasi (JRIKUF) Vol. 3 No. 2 (2025): April : Jurnal Riset Ilmu Kesehatan Umum dan Farmasi (JRIKUF)
Publisher : LPPM STIKES KESETIAKAWANAN SOSIAL INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57213/jrikuf.v3i2.596

Abstract

Moringa (Moringa oleifera) is a plant that is easy to grow in lowlands that contains phenolic compounds and flavonoids that have the potential to be sunscreen. The purpose of this study is to determine the activity of sunscreen from water extract and chloroform of moringa leaves as seen from the SPF parameters. The process of making extracts by infusion and maceration methods. Testing of SPF values with the UV-Vis spectrophotometer method. The SPF (Sun Protection Factor) value was determined using a UV-Vis spectrophotometer by measuring absorbances from concentrations of 50 ppm, 100 ppm, 150 ppm, 200 ppm, and 250 ppm water extract solutions and chloroform moringa leaves at wavelengths (290-320 nm) every 5 nm intervals with ethanol pa as a blank. The calculation of the SPF (Sun Protection Factor) value uses the Mansyur equation. The experiments that have been carried out have obtained results that there is sunscreen activity with the highest SPF value in water extract with a concentration of 250 ppm of 7.97 (extra protection) and in chloroform extract with a concentration of 250 ppm of 8.72 (ultra protection). Based on this study, it can be concluded that chloroform extract has a higher SPF value content compared to moringa leaf water extract at the same concentration.