Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

SKRINING FITOKIMIA SENYAWA METABOLIT SEKUNDER PADA EKSTRAK KLOROFORM DAUN KELOR Fadilah Qonitah; Deby Mariska Sune; Reni Ariastuti
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 8 No 1 (2024): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58365/4vvh1m27

Abstract

Daun kelor (Moringa oleifera L.) merupakan tanaman yang banyak dikenal masyarakat Indonesia. Daun kelor dikenal sebagai tumbuhan yang kaya akan manfaat seperti antioksidan, antikanker, anti-inflamasi, antidiabetes, dan agen antimikroba. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk mengetahui senyawa metabolit sekunder yang terkandung dalam suatu tanaman sehingga tanaman tersebut dapat dimanfaatkan sebagai obat adalah skrining fitokimia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui senyawa metabolit sekunder yang terkandung dalam ekstrak kloroform daun kelor. Metode yang digunakan untuk mengekstraksi daun kelor pada penelitian ini adalah metode maserasi menggunakan pelarut kloroform dengan perbandingan 1:5 (b/v). Senyawa metabolit sekunder dalam ekstrak kloroform daun kelor dianalisis secara kualitatif menggunakan pereaksi FeCl3 untuk uji fenolik, uji taubeck untuk flavonoid, pereaksi dragendorf dan mayer untuk uji alkaloid, uji busa untuk alkaloid, dan pereaksi FeCl3 1% untuk uji tanin. Uji fenolik menghasilkan larutan hitam pekat, uji flavonoid menghasilkan floresensi kuning, uji alkaloid tidak menghasilkan endapan, uji saponin tidak terbentuk busa stabil, dan uji tannin menghasilkan warna hijau kehitaman. Berdasarkan hasil skrining fitokimia tersebut, dapat disimpulkan bahwa ekstrak kloroform daun kelor positif mengandung senyawa fenolik, flavonoid dan tanin. 
Perbedaan Persepsi Pengetahuan Masyarakat Terhadap Tingkat Pengetahuan dan Keamanan Sirup Penurun Panas Pada Desa Pulutan Kabupaten Boyolali dan Desa Ngringo Indah Kabupaten Karanganyar Reyzha Reyzha Aulia Putra Maahendra; ahwan ahwan; Fadilah Qonitah
JIMSTEK: Jurnal Ilmiah Sains dan Teknologi Vol. 6 No. 02 (2024): JIMSTEK: Jurnal Ilmiah Sains dan Teknologi
Publisher : Fakultas Sains, Teknologi dan Kesehatan Universitas Sahid Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47942/jimstek.v6i02.1826

Abstract

Tingkat pengetahuan merupakan faktor utama dalam mengetahui suatu permasalahan terutama pada tingkat keamanan obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan persepsi pengetahuan masyarakat terhadap tingkat pengetahuan dan keamanan sirup penurun panas pada Desa Pulutan Kabupaten Boyolali dan Desa Ngringo Indah Kabupaten Karanganyar. Penelitian ini merupakan penelitian non parametrik korelasi dengan menggunakan instrumen kuesioner. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling. Analisis data dikategorikan menurut kriteria Arikunto (2017) yaitu nilai 81% - 100% amat baik (A), 61% - 80% baik (B), 41% - 60% cukup (C), 21% - 40% kurang (D), <21% sangat kurang (E). Berdasarkan hasil penelitian didapatkan hasil variabel tingkat pengetahuan Desa Pulutan kriteria cukup (59,4%) dan kurang (40,6%) sedangkan Desa Ngringo Indah kriteria baik (71%) dan kurang (29%), serta pada variabel keamanan sirup penurun panas Desa Pulutan kriteria baik (65,6%) dan kurang (34,4%) sedangkan Desa Ngringo Indah kriteria baik (76,8%) dan kurang (23,2%). Hasil uji Mann-Whitney menunjukkan nilai signifikasi (p.value>0,005). Kesimpulan dalam penelitian ini adalah tidak ada perbedaan persepsi tingkat pengetahuan terhadap keamanan sirup penurun panas pada masyarakat di Desa Pulutan Kabupaten Boyolali dan Desa Ngringo Indah Kabupaten Karanganyar.
Penentuan Nilai Sun Protection Factor (SPF) Ekstrak Air dan Kloroform Daun Kelor (Moringa oleifera L.) Litta ‘Ifina; Fadilah Qonitah; Risma Sakti Pambudi
Jurnal Riset Ilmu Kesehatan Umum dan Farmasi (JRIKUF) Vol. 3 No. 2 (2025): April : Jurnal Riset Ilmu Kesehatan Umum dan Farmasi (JRIKUF)
Publisher : LPPM STIKES KESETIAKAWANAN SOSIAL INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57213/jrikuf.v3i2.596

Abstract

Moringa (Moringa oleifera) is a plant that is easy to grow in lowlands that contains phenolic compounds and flavonoids that have the potential to be sunscreen. The purpose of this study is to determine the activity of sunscreen from water extract and chloroform of moringa leaves as seen from the SPF parameters. The process of making extracts by infusion and maceration methods. Testing of SPF values with the UV-Vis spectrophotometer method. The SPF (Sun Protection Factor) value was determined using a UV-Vis spectrophotometer by measuring absorbances from concentrations of 50 ppm, 100 ppm, 150 ppm, 200 ppm, and 250 ppm water extract solutions and chloroform moringa leaves at wavelengths (290-320 nm) every 5 nm intervals with ethanol pa as a blank. The calculation of the SPF (Sun Protection Factor) value uses the Mansyur equation. The experiments that have been carried out have obtained results that there is sunscreen activity with the highest SPF value in water extract with a concentration of 250 ppm of 7.97 (extra protection) and in chloroform extract with a concentration of 250 ppm of 8.72 (ultra protection). Based on this study, it can be concluded that chloroform extract has a higher SPF value content compared to moringa leaf water extract at the same concentration.
Analisis Kandungan Asam Retinoat Pada Sediaan Krim Malam Yang Beredar Di Toko Online Kota Surakarta Elvina erlan; ahwan ahwan; Fadilah Qonitah
Jurnal Farmasi Sains dan Teknologi Vol. 1 No. 01 (2023): Jurnal Farmasi Sains dan Teknologi
Publisher : PC Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65117/4e9d2z02

Abstract

Krim pemutih dapat mengandung bahan kimia yang berbahaya bagi kulit, seperti, merkuri, hidrokuinon, dan asam retinoat. Asam retinoat dilarang digunakan dalam krim pemutih karena dapat menyebabkan kulit kering, rasa terbakar, dan teratogenik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah krim malam yang beredar di toko online Kota Surakarta mengandung asam retinoat. Sampel dalam penelitian ini sebanyak sepuluh (10) produk krim malam yang beredar di kota Surakarta. Penelitian ini dilakukan dengan metode kromatografi lapis tipis (KLT) menggunakan fase diam silika gel dan fase gerak berupa n-heksana dan aseton (6:4) dan analisis kuantitatif menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis. Hasil pengamatan secara kualitatif dengan metode KLT menunjukkan noda bercak gelap berwarna biru tua pada sampel A, C, G jika dilihat dibawah sinar UV 254 nm dengan nilai Rf yaitu 0,45. Pemeriksaan kuantitatif diperoleh hasil tiga sampel krim malam mengandung asam retinoat. Kadar asam retinoat pada sampel yang diperiksa yaitu pada sampel A 12,42 ± 0,006 µg/mL, pada sampel C 15,46 ± 0,006 µg/mL dan pada sampel G 16,04 ± 0,007 µg/mL. Dari penelitian ini disimpulkan bahwa terdapat 3 sampel pada krim malam yang tidak memenuhi persyaratan BPOM RI (2008) melalui Peraturan Mentri Kesehatan RI No.445/MENKES/PER/V/1998.    
Formulasi Handbody lotion Ekstrak Kulit Buah Naga Merah (Hylocereus monacanthus) Sebagai Tabir Surya Anggit Puji Astutik; ahwan ahwan; Fadilah Qonitah
Jurnal Farmasi Sains dan Teknologi Vol. 1 No. 01 (2023): Jurnal Farmasi Sains dan Teknologi
Publisher : PC Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65117/y846x377

Abstract

Buah naga merah (Hylocereus monacanthus) merupakan tanaman yang mengandung flavonoid dan fenolik yang mempunyai potensi tabir surya, sehingga tanaman ini sangat berpotensi jika dibuat dalam bentuk kosmetik tabir surya. Tujuan penelitian untuk mengetahui syarat mutu fisik pada lotion dan mengetahui potensi tabir surya pada handbody lotion yang meliputi nilai SPF, %Te, dan %Tp. Metode dari penelitian ini adalah ekperimental dengan pengukuran nilai tabir surya menggunakan spektrofotometri Uv-Vis dan pengujian mutu fisik sediaan. Hasil evaluasi uji fisik handbody lotion memenuhi persyaratan kecuali uji daya sebar pada formula II dan III . Hasil uji potensi tabir surya pada FI(0%), F2(2%),F3(4%), F4(8%). Hasil nilai SPF yaitu FI=(4,92±0,18); FII=(4,86±0,31); FIII=(48,5±0,32) dan FIV=(4,43±0,025). %Te yaitu FI=(31,38%±1,72); FII=(32,34%±2,2); FIII=(34,02%±1,84); FIV=(35,86%±1,68). %Tp yaitu FI=(40,60%±1,36); FII=(40,68%±3,11); FIII=(45,33%±1,38); FIV=(51,56%±1,60).Uji statistik Oneway ANOVA pada uji viskositas, uji daya lekat, dan uji daya sebar menunjukkan p-value <0,05 berarti sampel signifikan. Uji statistik Kruskal Wallis pada uji pH p-value >0,05 berarti tidak signifikan. Uji statistik Oneway ANOVA pada SPF dan %Te p-value >0,05 berarti sampel tidak signifikan. Uji Oneway ANOVA pada %Tp p-value <0,05 berarti sampel signifkan. Handbody lotion memenuhi persyaratan kecuali pada daya sebar di formula II dan III dan tidak memiliki potensi tabir surya.
Karakteristik Ekstrak Etanol Buah Markisa (Passiflora Edulis Sims.) Dan Uji Aktivitas Antioksidan Secara In Vitro Reni Ariastuti; Fadilah Qonitah; Ahwan -
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 14, No 3 (2025): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/pjif.v14i3.8879

Abstract

Buah-buahan merupakan sumber antioksidan alami, salah satu buah yang memiliki aktivitas antioksidan adalah buah markisa. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui aktivitas antioksidan ekstrak etanol buah markisa secara in vitro. Metode ekstraksi dilakukan dengan cara maserasi dengan etanol 96%, dan etanol 50%, pengujian aktivitas antioksidan secara in vitro dilakukan menggunakan metode DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl) menggunakan alat ukur spektrofotometer Ultra Violet-Visibel. Aktivitas antioksidan ekstrak etanol buah markisa dinyatakan dalam nilai penghambatan terhadap radikal bebas yaitu IC50. Karakteristik ekstrak etanol 96% dan 50% memiliki nilai rendemen ekstrak 10% dan 12%, susut pengeringan 30% dan 35%. Kedua ekstrak memiliki kandungan fenolik, flavonoid, saponin, dan steroid. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol 96% dan 50% buah markisa memiliki aktivitas antioksidan dengan nilai IC50 berturut-turut sebesar 751 μg/mL dan 1468 μg/mL. Ekstrak etanol buah markisa memiliki aktivitas antioksidan namun kurang poten dibandingkan dengan vitamin C. 
Pemanfaatan Minyak Jelantah Sebagai Bahan Baku Lilin Aromaterapi Ramah Lingkungan Di Kelurahan Karangasem Reni Ariastuti; Chintya Rahma Ardistafani; Debi Ariyanti; Kornelia Bariap Apot; Fadilah Qonitah; Rosliana Patandung
JURNAL PENGABDIAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA Vol 7 No 1 (2026): Teknologi Tepat Guna (TTG)
Publisher : Universitas Sahid Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47942/jpttg.v7i1.2191

Abstract

Abstrak: Limbah minyak jelantah masih menjadi isu lingkungan dan kesehatan di masyarakat karena sering dibuang ke saluran air atau digunakan kembali tanpa pengolahan yang tepat, sehingga berpotensi mencemari tanah dan air serta membahayakan kesehatan. Pengabdian kepada masyarakat ini berfokus pada pengelolaan limbah minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi sebagai upaya edukasi lingkungan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Tujuan kegiatan ini adalah menganalisis proses pengolahan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi, mengidentifikasi manfaat ekonomi dan lingkungan, serta memberikan rekomendasi pengelolaan limbah minyak jelantah di masyarakat. Metode pengabdian menggunakan pendekatan edukatif dan partisipatif melalui sosialisasi, penyuluhan, dan pelatihan praktik langsung, disertai evaluasi menggunakan pretest dan posttest. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebelum pelatihan peserta belum memahami bahaya minyak jelantah dan pemanfaatannya. Setelah kegiatan, peserta mengalami peningkatan pengetahuan dan keterampilan, mampu menjelaskan dampak lingkungan minyak jelantah, serta mempraktikkan pembuatan lilin aromaterapi secara mandiri. Kegiatan ini meningkatkan kesadaran lingkungan dan membuka peluang usaha rumah tangga berkelanjutan. Kata Kunci: (Minyak Jelantah, Masyarakat, Lilin Aromaterapi, Pengabdian Masyarakat)
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pelatihan Pembuatan Sabun Antibakteri Ramah Lingkungan Berbahan Minyak Jelantah Fadilah Qonitah
JURNAL PENGABDIAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA Vol 7 No 2 (2026): Teknologi Tepat Guna (TTG)
Publisher : Universitas Sahid Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47942/jpttg.v7i2.2481

Abstract

Used cooking oil is a form of household waste that has the potential to pollute the environment and pose a health risk if reused repeatedly or disposed of improperly. This community service initiative aims to improve the community’s knowledge and skills in processing used cooking oil into environmentally friendly antibacterial soap. The activity was carried out in Karangasem Village, Laweyan Sub-district, Surakarta, involving local women through educational sessions, soap-making training, mentoring, and evaluation (pre-tests and post-tests). The results of the activity showed an increase in participants’ knowledge, as evidenced by a 27.9 per cent rise in the average score between the pre test and post test. Furthermore, participants actively took part in the community service activity. This initiative also raised public awareness of the importance of sustainable used cooking oil management and encouraged its utilisation to create environmentally friendly products with economic value.
PEMBUATAN HANDSANITAIZER ALAMI DARI DAUN SIRIH SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN COVID-19 DI GRENJENG SIWAL KALIWUNGU SEMARANG Fadilah Qonitah; Suwardi didi; Affan Hanafi
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Sidoluhur Vol 1 No 01 (2021)
Publisher : Universitas Islam Batik Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Indonesia telah menerapkan kesadaran mencuci tangan untuk menjaga kesehatan semenjak masuknya wabah covid 19. Salah satu cara yang paling efektif dalam mencuci tangan adalah mencuci tangan memakai air dan sabun. Jika tidak ada air untuk membersihkan tangan dapat digunakan antiseptik yang biasanya dalam bentuk sediaan handsanitaizer. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat dengan sosialisasi pembuatan handsanitizer alami dari daun sirih untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat dalam upaya preventif terhadap penularan covid-19. Metode kegiatan masyarakat ini dilakukan dengan penyuluhan dalam pembuatan maupun penggunaan handsanitaizer. Hasil Kegiatan pengabdian masyarakat terkait pembuatan handsanitaizer alami berdampak positif bagi masyarakat. Hal ini karena dapat meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan masyarakat untuk membuat handsanitaizer sendiri dengan menggunakan bahan-bahan alami yang ada disekitar mereka sehingga dapat digunakan sepbagai upaya untuk mencegah penularan penyakit Covid-19.
Tingkat Kepatuhan Minum Obat Pasien Tuberculosis Rawat Jalan di RSUD Soehadi Pridjonegoro Kabupaten Sragen Khotimatul Khusna; Syahida Ulya Amalina; Fadilah Qonitah
Jurnal Farmasi & Sains Indonesia Vol 8 No 2 (2025)
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Nusaputera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52216/jfsi.vol8no2p42-50

Abstract

Tuberculosis (TB) is a contagious infectious disease that is still a global health problem, with Indonesia as one of the countries with the highest cases. The success of TB therapy is highly dependent on patient compliance in taking anti-tuberculosis drugs (OAT) regularly. Factors that influence the level of medication compliance in pulmonary TB patients are gender, age, occupation, education, family support, and drug side effects. This study aims to determine the level of compliance of patients taking outpatient pulmonary TB medication at Soehadi Pridjonegoro Regional Hospital, Sragen Regency. This research uses a descriptive method with a quantitative approach. The sample used in the research was 97 respondents. Sampling using techniques purposive sampling. Data was taken using a validated questionnaire created based on the MARS questionnaire (Medication Adherence Rating Scale). The results of the study showed that patients with a high level of compliance were 65 respondents with a percentage of (67%) and moderate compliance was 32 respondents with a percentage of (33%). The conclusion of this research is that patients take outpatient pulmonary TB medication at Soehadi Pridjonegoro Hospital, Sragen Regency with a high level of compliance (67%) with a total of 65 respondents.