Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

ANALISIS HUBUNGAN KUALITAS AIR MINUM DAN KEJADIAN DIARE DI WAWONDULA SEBAGAI WILAYAH PEMBERDAYAAN PT. VALE SOROWAKO Andi Zulkifli; Kristiawan Basuki Rahmat; Andi Ruhban
Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar Vol 12, No 1 (2017): Media Kesehatan
Publisher : Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.628 KB) | DOI: 10.32382/medkes.v12i1.128

Abstract

Diarrhea is still a major health problem, especially in developing countries, including Indonesia. The purpose of this study was to analyze the relationship between drinking water quality and diarrhea occurrence in the empowerment area of PT.Vale Indonesia. This study used cross sectional design which is one of the analytic epidemiological research designs, and included in observational research type with diarrhea respondents from January to July 2016. The results showed the relationship between the distance of pollutant sources with bacteriological quality, the construction of clean water facilities with bacteriological quality and the quality of drinking water with the occurrence of diarrhea. Significantly related variables were bacteriological quality (0.02), treatment action (0,000) and hygiene behavior (0.000). The most influential variable on the occurrence of diarrhea is the processing action. Based on the result of research, it is concluded that, the distance of dug well with pollutant source, dug well construction and processing action affect drinking water quality and diarrhea occurrence. Keywords: Diarrhea, Bacteriological Quality, Hygiene Behavior
ANALISIS HYGIENE SANITASI DAN PENERAPAN PROTOKOL KESEHATAN DI RUMAH MAKAN DALAM RANGKA PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN CORONA VIRUS DISEASE 2019 (COVID-19) Ekawaty Prasetya; Andi Ruhban
Sulolipu: Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat Vol 22, No 1 (2022): Jurnal Sulolipu: Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/sulolipu.v22i1.2695

Abstract

Rumah makan menjadi fasilitas umum yang memiliki potensi dalam penyebaran wabah Covid-19. WHO melaporkan bahwa potensi penularan Covid 19 pada makanan dapat terjadi melalui tangan, pekerja atau pengunjung yang bersin, dan batuk.Higiene sanitasi rumah makan dan Protokol kesehatan merupakan aspek penting dalam pengendalian Covid-19. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan anatara hygiene sanitasi dengan penerapan protokol kesehatan di rumah makan. Metode penelitian ini adalah kuantitatif dengan analisis statistik bivariat menggunakan uji fisher. Subyek penelitian adalah rumah makan yang berada di wilayah Kecamatan Kota Tengah Kota Gorontalo yang berjumlah 23 rumah makan. Hasil penelitian menunjukkan 69,6 telah memenuhi syarat, dan (30,4%)tidak memenuhi syarat, sedangkan untuk penelitian penerapan protokol kesehatan Covid-19 dari 23 rumah makan yang menerapkan (56,6%) dan tidak menerapkan (43,4%). Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa Terdapat hubungan yang bermakna secara statistik antara variabel kodisi higiene sanitasi rumah makan dan penerapan protokol kesehatan (p<0,05). Pemerintah diharapkan dapat memberikan dukungan berupa pelatihan kepada karyawan dan pemilik rumah makan terkait dengan higiene sanitasi rumah makan dan pelayanan selama masa pandemi covid-19
PELATIHAN PEMBUATAN PENYARINGAN AIR SEDERHANA UNTUK MEMENUHI KEBUTUHAN AIR BERSIH MASYARAKAT Ekawaty Prasetya; Andi Ruhban
Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat Vol 2, No 2 (2021): November: Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (657.565 KB) | DOI: 10.37905/jpkm.v2i1.11239

Abstract

Ketersediaan air bersih sejak dahulu sudah menjadi salah satu ciri kesejahteraan masyarakat. Betapa tidak tanpa ada air bersih tidak mungkin terwujud masyarakat sejahtera, masyarakat yang sehat jasmani dan rohani. Sebagai praktisi kesehatan dalam rangka mendukung visi misi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, sebagai wujud partisipasi dalam mengembangkan kesehatan masyarakat, Tujuan kegiatan pengabdian ini  untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat melalui pelatihan pembuatan penyaringan air sederhana yang berlokasi di desa Bulotalangi Timur, Kec. Bulango Timur, Kabupaten Bone Bolango. Metode pelaksanaan kegiatan dengan cara praktek atau simulasi pembuatan penyaringan air, pelatihan bagaimana cara pembuatan penyaringan air sederhana yang bisa digunakan sebagai sumber air bersih bagi keluarga yang dilaksanakan selama 1 bulan dan diskusi yang melibatkan 30 orang peserta. Hasil kegiatan pelatihan ini didapatkan dua unit penyaringan air sebagai percontohan, kemudian secara teknis penyaringan air dapat diterima masyarakat karena materialnya mudah didapatkan  dan dapat diterima masyarakat. Kesimpulan Pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat di pedesaan dapat di lakukan melalui kegiatan pembuatan penyaringan air sederhana.Kata Kunci ; Pelatihan; Penyaringan; Air Bersih; Kebutuhan Masyarakat. 
ANALISIS KONSENTRASI KARBON MONOKSIDA (CO) DAN SULFUR DIOKSIDA (SO2) UDARA PADA SUMBER BERGERAK DI JALAN A.P PETTARANI DAN RAPOCCINI RAYA KOTA MAKASSAR Andi Ruhban
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 3, No 1 (2018): Maret 2018
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.808 KB) | DOI: 10.33846/ghs.v3i1.206

Abstract

ABSTRAK Karbon monoksida adalah gas yang tak berwarna, tidak berbau dan juga tidak berasa. Sulfur dioksida adalah salah satu spesies dari gas-gas oksida sulfur (SO2). Gas ini sangat mudah terlarut dalam air, memiliki bau namun tidak berwarna. Tujuan dari penelitian ini adalah Mengatahui Konsentrasi Karbon Monoksida dan Sulfur Dioksida di udara pada sumber bergerak di jalan A. P. Pettarani dan Rapoccini Raya kota Makassar. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriftif dengan melakukan pengukuran secara langsung di lapangan. Hasil penelitian CO diperoleh di jalan A.P. Pettarani (Persimpangan jalan Urip Sumoharjo pada pagi dan sore yaitu 5.725 µg/m3 dan 18.580 µg/m3) dan (Persimpangan jalan Sultan Alauddin pada pagi dan sore yaitu 5.325 µg/m3 dan 11.623 µg/m3) sedangkan hasil yang diperoleh di jalan Rapoccini Raya (Persimpangan jalan Veteran Selatan pada pagi dan sore yaitu 6.184 µg/m3 dan 5.640 µg/m3) dan (Persimpangan jalan A.P.Pettarani pada pagi dan sore yaitu 6.527 µg/m3 dan 5.239 µg/m3). Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi Karbon Monoksida tertinggi terdapat pada jalan A.P. Pettarani Persimpangan jalan Urip Sumoharjo pada sore. Hasil penelitian SO2 disemua lokasi diperoleh nihil (memenuhi syarat). Konsentrasi Karbon Monoksida (CO) pada pagi dan sore hari dijalan A.P. Pettarani dan jalan Rapoccini Raya Kota Makassar, hasil tertinggi pada sore hari dijalan A.P. Pettarani (persimpangan jalan urip sumoharjo) sebesar 18.580 μg/Nm3, sedangkan hasil terendah pada sore hari dijalan Rapoccini Raya (persimpangan jalan pettarani) sebesar 5.239 μg/Nm3. masih memenuhi syarat yang ditetapkan oleh Peraturan Gubernur Sulawesi Selatan Nomer 69 Tahun 2010 Tentang Baku Mutu Udara Dan Kriteria Kerusakan Lingkungan Hidup, untuk Karbon Monoksida dengan standar 30.000 μg/Nm3. Kata kunci : Karbon Monoksida dan Sulfur Dioksida ABSTRACT Carbon monoxide is a colorless gas, odorless and tasteless. Sulfur dioxide is one species of sulfur oxide gases (SO2). This gas is very easily dissolved in water, has a smell but is colorless. The purpose of this research is to know the concentration of Carbon Monoxide and Sulfur Dioxide in the air at the source of moving on the road A. P. Pettarani and Rapoccini Raya Makassar city. This type of research is descriptive research by doing the measurement directly in the field. The results of the CO study were obtained on A.P. Pettarani (crossroads Urip Sumoharjo in the morning and afternoon is 5,725 ug / m3 and 18 580 ug / m3) and (crossroads Sultan Alauddin in the morning and afternoon is 5,325 ug / m3 and 11 623 ug / m3) while the results obtained in the road Rapoccini Kingdom (Crossroads South Veterans on the morning and afternoon is 6,184 ug / m3 and 5,640 ug / m3) and (crossroads APPettarani in the morning and afternoon is 6527 ug / m3 and 5,239 ug / m3). The results showed that the highest concentration of Carbon Monoxide was found in A.P. Pettarani Urip Sumoharjo crossroads in the afternoon. Results Monoxide (CO) in the morning and afternoon on A.P. Pettarani and road Rapoccini Raya Makassar, the highest yield in the afternoon streets A.P. Pettarani (crossroads urip Sumoharjo) amounted to 18 580 mg / Nm3, whereas the lowest yield in the afternoon streets Rapoccini Kingdom (crossroads Pettarani) of 5,239 mg / Nm3. still meets the conditions set by South Sulawesi Governor Regulation Number 69 of 2010 Concerning Air Quality Standards and Criteria for Environmental Damage, for Carbon Monoxide to the standard 30,000 mg / Nm3. Keywords: Carbon Monoxide and Sulfur Dioxide
Kemampuan Kulit Pisang Kepok (Musa acuminate L.) dalam Menurunkan Kadar Timbal (Pb) dalam Air Vini Widya Ningsih; Rasman Rasman; aNDI Ruhban
Sanitasi: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol. 5 No. 2 (2013): November
Publisher : Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.315 KB)

Abstract

Water is a resource that is absolutely indispensable for life. Based on its utility, the water quality is expected to be within the tolerance limits of proper water criteria. Good water has to meet the health requirements in terms of physical, chemical, bacteriological, and radioactivity condition, in order not to causing disease to humans. One of water problem which is frequently encountered based on the chemical condition is heavy metal pollution, such as lead (Pb), as a result of envi-ronmental pollution. One of the natural methods that can be applied to reduce the heavy metals concentration is utilization of banana peels. The purpose of this research is to determine the abi-lity of kepok banana (Musa acuminate L.) peels in decreasing the Pb level in water by conduct-ing an experiment with pre-test post-test wit control group design. The banana peel filtration me-dia is comprised of two types, i.e. original form of peel cuts and the peels which were processed into granular charcoal form. The Pb polluted water used in this study was obtained from Panam-pu Canal II in Tinumbu Street of Makassar City. The contact time between filtration media and the water was set at 60 minutes, and there were three replications. Results of the study showed that original banana peels medium could reduce Pb concentration in average of 0,0367 mg/l or 87,87 %, while the charcoal formed medium was able to reduce as much as 0,0228 mg/l in ave-rage or 54,54 % reduction.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI (APD) PADA PERAWAT RSUD LAMADDUKKELLENG KABUPATEN WAJO Muhammad Ikbal Arif; Andi Ruhban; Fatimah Tiara Ceet Bahasoan
Sulolipu: Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat Vol 22, No 2 (2022): Jurnal Sulolipu: Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/sulolipu.v22i2.2901

Abstract

Pemakaian alat pelindung diri (APD) merupakan salah satu upaya untuk menciptakan keselamatan dan kesehatan kerja bagi perawat di beberapa ruangan perawatan Rumah Sakit. Alat pelindung diri seperti diantaranya sarung tangan, masker, kaca mata pelindung, apron/celemek, serta sepatu tertutup merupakan alternatif tindakan pencegahan bagi perawat dalam melindungi diri dari resiko penularan penyakit selama berinteraksi dengan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan penggunaan APD pada perawat di RSUD Lamaddukkelleng Kabupaten Wajo. Jenis penelitian ini adalah Observasi Analitik dengan pendekatan Cross Sectional Studi. Jumlah sampel sebanyak 150 perawat dengan pengambilan sampel secara Simple Random Sampling. Data diolah menggunakan analisis statistic dengan uji Chi Square. Berdasarkan hasil uji Chi Squre yang menunjukan ρvalue=0,03 < 0,05 bahwa ada hubungan Pengetahuan dengan penggunaan alat pelindung diri.  Sikap yang didapatkan ρvalue=0,04 < 0,05 menunjukan bahwa ada hubungan sikap dengan penggunaan alat pelindung diri. Dan pada Tindakan ρvalue=0,03 < 0,05 menunjukan bahwa ada hubungan penggunaan alat pelindung diri pada perawat di RSUD Lamaddukkelleng Kabupaten Wajo. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan, sikap, dan tindakan dengan penggunaan APD. Diharapkan kepada perawat untuk melakukan sosialisasi dan mengatur segala persedian APD agar bisa di penuhi.Kata Kunci : Alat Pelindung Diri (APD), Perawat
ANALISIS KONDISI FASILITAS SANITASI PADA OBJEK WISATA DI PANTAI DEWATA WAKKA KABUPATEN PINRANG Andi Ruhban; Ni Luh Astri Indraswari; Rismayanti Rismayanti
Sulolipu: Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat Vol 23, No 1 (2023): Jurnal Sulolipu: Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/sulolipu.v23i1.3208

Abstract

Kenyamanan dan kesehatan wisatawan didukung dengan keutuhan fasilitas yang ada. Fasilitas sanitasi di objek wisata meliputi tempat sampah yang tidak tersedia, kamar mandi yang tidak bersih, air bersih yang tidak memenuhi syarat serta kurangnya penanganan air limbah dapat menjadi penyebab terjadinya penularan penyakit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis fasilitas lingkungan pada objek wisata di pantai Dewata Wakka Pinrang. Penelitian dilakukan dengan metode survey deskriptif, sampel menggunakan teknik total sampling dimana semua fasilitas yang ada pada objek wisata pantai wakka menjadi sampelnya dengan analisis data secara kualitatif mengacu pada referensi yang relevan.Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa air bersih pada objek Pantai Dewata Wakka Pinrang kecamatan Cempa kabupaten Pinrang tersedia dengan jumlah cukup, memenuhi persyaratan fisik karena menggunakan air Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), kondisi toilet umum tidak bersih dan tidak terpelihara karena kurangnya perhatian oleh pengelola toilet, pembuangan sampah tidak tersedia tempat sampah dengan jumlah yang cukup, tidak kuat, tidak tahan karat, tidak kedap air, permukaan tidak halus dan tidak berpenutup, tidak tersedia tempat penampungan sementara (TPS) yang memenuhi syarat dan kondisi saluran air limbah tidak dilakukan pengelolaan sendiri dan tidak disalurkan dengan saluran tertutup, kedap air dan lancar.Diharapkan untuk pihak pengelola objek wisata dapat memperbaiki kondisi fasilitas sanitasi objek wisata, dengan memperhatikan kebersihan dan kenyamanan bagi pengunjung dan diharapkan juga kepada pengunjung agar tetap menjaga kebersihan. Kata Kunci : Objek Wisata, Air Bersih, Toilet,  Air Limbah, Sampah
Hubungan Antara Kondisi Fisik Rumah Dan Perilaku Penghuni Dengan Kejadian ISPA Di Desa Balla, Kecamatan Bajo, Kabupaten Luwu Andi Ruhban; Nur Ilmi Sahrun; Ni Luh Astri Indraswari
Sulolipu: Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat Vol 23 No 2 (2023): Jurnal Sulolipu: Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat
Publisher : Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/sulo.v23i2.234

Abstract

Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) merupakan salah satu penyakit berbasis lingkungan yang tinggi di kabupaten Luwu.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara kualitas fisik rumah dan perilaku penghuni dengan kejadian penyakit ISPA di wilayah kerja Puskesmas Bajo, desa Balla, kecamatan Bajo, Kabupaten Luwu.Hasil penelitian menunjukkan data variabel kelembapan didapatkan nilai p = 0,026 (p<0,05) berarti ada hubungan dengan kejadian ISPA, variabel suhu didapatkan nilai p = 0,235 (p>0,05) artinya tidak ada hubungan dengan kejadian ISPA, variabel kepadatan hunian didapatkan nilai p = 0,001 (p<0,05) berarti ada hubungan dengan kejadian ISPA, variabel kebiasaan merokok didapatkan nilai p = 0,557 (p>0,05) artinya tidak ada hubungan dengan kejadian ISPA, variabel penggunaan obat nyamuk bakar diperoleh nilai p = 0,471 (p>0,05) artinya tidak ada hubungan dengan kejadian ISPA. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah dari lima variabel yang diteliti terdapat dua variabel yang memiliki hubungan signifikan. Kata kunci : ISPA, Kelembapan, Suhu, Kepadatan, Merokok
ANALISIS KONDISI FASILITAS SANITASI PADA OBJEK WISATA PANTAI DEWATA WAKKA DI KABUPATEN PINRANG Andi Ruhban; Ni Luh Astri Indraswari; Rismayanti Rismayanti
Sulolipu: Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat Vol 23 No 1 (2023): Jurnal Sulolipu: Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat
Publisher : Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/sulo.v23i1.407

Abstract

Kenyamanan dan kesehatan wisatawan didukung dengan keutuhan fasilitas yang ada. Fasilitas sanitasi di objek wisata meliputi tempat sampah yang tidak tersedia, kamar mandi yang tidak bersih, air bersih yang tidak memenuhi syarat serta kurangnya penanganan air limbah dapat menjadi penyebab terjadinya penularan penyakit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis fasilitas lingkungan pada objek wisata di pantai Dewata Wakka Pinrang. Penelitian dilakukan dengan metode survey deskriptif, sampel menggunakan teknik total sampling dimana semua fasilitas yang ada pada objek wisata pantai wakka menjadi sampelnya dengan analisis data secara kualitatif mengacu pada referensi yang relevan.Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa air bersih pada objek Pantai Dewata Wakka Pinrang kecamatan Cempa kabupaten Pinrang tersedia dengan jumlah cukup, memenuhi persyaratan fisik karena menggunakan air Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), kondisi toilet umum tidak bersih dan tidak terpelihara karena kurangnya perhatian oleh pengelola toilet, pembuangan sampah tidak tersedia tempat sampah dengan jumlah yang cukup, tidak kuat, tidak tahan karat, tidak kedap air, permukaan tidak halus dan tidak berpenutup, tidak tersedia tempat penampungan sementara (TPS) yang memenuhi syarat dan kondisi saluran air limbah tidak dilakukan pengelolaan sendiri dan tidak disalurkan dengan saluran tertutup, kedap air dan lancar.Diharapkan untuk pihak pengelola objek wisata dapat memperbaiki kondisi fasilitas sanitasi objek wisata, dengan memperhatikan kebersihan dan kenyamanan bagi pengunjung dan diharapkan juga kepada pengunjung agar tetap menjaga kebersihan. Kata Kunci : Objek Wisata, Air Bersih, Toilet, Air Limbah, Sampah
ANALISIS KONDISI FASILITAS SANITASI PADA OBJEK WISATA PANTAI DEWATA WAKKA DI KABUPATEN PINRANG Ruhban, Andi; Indraswari, Ni Luh Astri; Rismayanti, Rismayanti
Sulolipu: Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat Vol 23 No 1 (2023): Jurnal Sulolipu: Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat
Publisher : Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/sulo.v23i1.407

Abstract

Kenyamanan dan kesehatan wisatawan didukung dengan keutuhan fasilitas yang ada. Fasilitas sanitasi di objek wisata meliputi tempat sampah yang tidak tersedia, kamar mandi yang tidak bersih, air bersih yang tidak memenuhi syarat serta kurangnya penanganan air limbah dapat menjadi penyebab terjadinya penularan penyakit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis fasilitas lingkungan pada objek wisata di pantai Dewata Wakka Pinrang. Penelitian dilakukan dengan metode survey deskriptif, sampel menggunakan teknik total sampling dimana semua fasilitas yang ada pada objek wisata pantai wakka menjadi sampelnya dengan analisis data secara kualitatif mengacu pada referensi yang relevan.Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa air bersih pada objek Pantai Dewata Wakka Pinrang kecamatan Cempa kabupaten Pinrang tersedia dengan jumlah cukup, memenuhi persyaratan fisik karena menggunakan air Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), kondisi toilet umum tidak bersih dan tidak terpelihara karena kurangnya perhatian oleh pengelola toilet, pembuangan sampah tidak tersedia tempat sampah dengan jumlah yang cukup, tidak kuat, tidak tahan karat, tidak kedap air, permukaan tidak halus dan tidak berpenutup, tidak tersedia tempat penampungan sementara (TPS) yang memenuhi syarat dan kondisi saluran air limbah tidak dilakukan pengelolaan sendiri dan tidak disalurkan dengan saluran tertutup, kedap air dan lancar.Diharapkan untuk pihak pengelola objek wisata dapat memperbaiki kondisi fasilitas sanitasi objek wisata, dengan memperhatikan kebersihan dan kenyamanan bagi pengunjung dan diharapkan juga kepada pengunjung agar tetap menjaga kebersihan. Kata Kunci : Objek Wisata, Air Bersih, Toilet, Air Limbah, Sampah