Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Pengaruh Leverage Dan Profitabilitas Terhadap Financial Distress Dengan Managerial Ability Sebagai Variabel Moderasi Diki Maulana; Gista Rismayani
MEASUREMENT : Jurnal Program Studi Akuntansi Vol 20, No 1 (2026): MEASUREMENT : JURNAL AKUNTANSI JUNI 2026
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/mja.v20i1.9102

Abstract

Studi ini bertujuan menguji dampak pengaruh leverage dan profitabilitas terhadap financial distress dengan menempatkan managerial ability sebagai variabel pemoderasi pada perusahaan subsektor tekstil dan garmen yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2020-2024. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada maraknya fenomena financial distress di subsektor tersebut, yang ditunjukan dengan adanya suspensi, PKPU, delisting, dan kepailitan sejumlah emiten dalam satu periode pengamatan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif kausal dengan teknik Moderated Regression Analysis (MRA). Sampel ditentukan melalui teknik purposive sampling sebanyak 15 perusahaan dengan total 75 data observasi. Pengukuran financial distress menggunakan Altman Z-Score Modifikasi, leverage diukur melalui Debt to Assets Ratio (DAR), profitabilitas diukur dengan Return on Assets (ROA), serta managerial ability diukur menggunakan Data Envelopment Analysis (DEA). Hasil penelitian mengungkapkan Hasil penelitian mengungkapkan bahwa (1) leverage berpengaruh positif dan signifikan terhadap financial distress; (2) profitabilitas berpengaruh negatif dan signifikan terhadap financial distress; (3) managerial ability memperlemah pengaruh positif leverage terhadap financial distress; dan (4) managerial ability memperkuat pengaruh negatif profitabilitas terhadap financial distress. Temuan ini menunjukkan bahwa kapabilitas manajerial merupakan faktor kontingensi yang bekerja secara protektif, menentukan seberapa efektif leverage dan profitabilitas dapat dikelola untuk mencegah financial distress.
Optimalisasi Pengelolaan Aset untuk Peningkatan Sisa Hasil Usaha (SHU) Koperasi: Studi Kasus Koperasi Konsumen UPK Leuwisari Karina Nofiyanti; Gista Rismayani; Dede Riswandi
EKOMA : Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi Vol. 4 No. 6: September 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/ekoma.v4i6.11633

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh penurunan Sisa Hasil Usaha (SHU) pada Koperasi Konsumen UPK Leuwisari, meskipun aset koperasi mengalami pertumbuhan signifikan. Tujuan penelitian adalah menganalisis kontribusi pengelolaan aset, baik aset tetap maupun aset produktif, terhadap kinerja keuangan koperasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan data sekunder berupa laporan keuangan dan dokumen koperasi, serta didukung wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan aset dilakukan melalui tahapan perencanaan, pengadaan, penggunaan, pemeliharaan, evaluasi, hingga penghapusan. Namun, kendala utama terletak pada pemanfaatan aset produktif, khususnya unit ritel yang terbebani biaya sewa cabang dan unit simpan pinjam yang menghadapi piutang tak tertagih. Hal ini memperlambat perputaran modal kerja dan berdampak pada penurunan SHU. Dengan demikian, optimalisasi pemanfaatan aset produktif dan pengembangan inovasi usaha menjadi faktor penting untuk memperbaiki kinerja keuangan koperasi di masa depan.
Analisis Pengendalian Biaya Kualitas Untuk Mengurangi Produk Rusak Di UMKM Baby Fish Aksal Jaya Shella Ginayah Putri; Gista Rismayani; Amalia Siti Khodijah
EKOMA : Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi Vol. 4 No. 6: September 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/ekoma.v4i6.11819

Abstract

Penelitian ini mengkaji pengendalian biaya kualitas sebagai strategi untuk menekan produk rusak pada UMKM Baby Fish Aksal Jaya. Produk rusak masih menjadi masalah berulang yang meningkatkan pemborosan produksi dan menurunkan efisiensi. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif, melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun UMKM belum memiliki sistem pencatatan biaya kualitas yang terstruktur, praktik biaya pencegahan, penilaian, kegagalan internal, dan kegagalan eksternal tetap dilakukan. Upaya pengendalian berupa pelatihan karyawan, penyortiran bahan baku, serta perawatan fasilitas produksi terbukti dapat mengurangi produk rusak, meskipun masih terbatas oleh pemahaman dan alokasi biaya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan pengendalian biaya kualitas yang sistematis sangat diperlukan untuk meningkatkan efisiensi, meminimalkan kerugian, dan memperkuat daya saing. Temuan ini menegaskan pentingnya integrasi konsep biaya kualitas dalam manajemen UMKM sebagai strategi berkelanjutan untuk peningkatan kualitas dan profitabilitas usaha.
Penguatan Pemahaman UMKM terhadap Perhitungan Modal Kerja dan Penggunaan Artificial Intelligence dalam Peningkatan Operasional Usaha Nita Fauziah Oktaviani; Rita Tri Yusnita; Ari Arisman; Gista Rismayani; Evilia Sri Yuniar; Irly Artiara Irawan
Abdimas Galuh Vol 8, No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v8i1.21766

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota dan Kabupaten Tasikmalaya mengenai pengelolaan modal kerja dan pemanfaatan Artificial Intellegence (AI) dalam kegiatan usaha. Metode pelaksanaan meliputi tiga tahap, yaitu identifikasi dan persiapan awal melalui observasi lapangan serta pre-test, tahap sosialisasi dan pelatihan interaktif dengan praktik langsung menggunakan perangkat digital, dan tahap evaluasi melalui post-test serta refleksi bersama peserta. Materi pelatihan difokuskan pada perhitungan modal kerja dan penguatan penerapan teknologi AI dan untuk mendukung efisiensi operasional. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada nilai rata-rata post-test dibandingkan pre-test, yang mencerminkan peningkatan pemahaman dan keterampilan peserta. Kegiatan ini berkontribusi dalam memperkuat kapasitas digital pelaku UMKM serta mendorong terwujudnya ekosistem usaha yang lebih adaptif, efisien, dan berdaya saing di era transformasi digital.
Pengelolaan Aset Wakaf di Indonesia Triani Arofah; Ratu Ayu Sri Wulandari; Gista Rismayani
Jurnal Riset Akuntansi Soedirman Vol 4 No 2 (2025): JURNAL RISET AKUNTANSI SOEDIRMAN
Publisher : Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Jenderal Soedirman, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32424/1.jras.2025.4.2.19688

Abstract

This study examines waqf asset management in Indonesia by synthesizing existing literature from governance, accountability, and implementation perspectives. The purpose of this study is to identify the dominant institutional factors that explain the persistent gap between the normative potential of waqf and its practical performance. Using a structured literature review approach, this study analyzes 107 Scopus-indexed journal articles relevant to waqf governance, accounting-based accountability, and institutional capacity. The findings indicate that ineffective waqf asset management is primarily driven by fragmented governance structures, weak accountability mechanisms—particularly in accounting and reporting practices—and limited implementation capacity within waqf institutions. These three dimensions are interrelated and jointly determine the effectiveness and sustainability of waqf asset management, rather than operating as isolated factors. The study contributes to the literature by offering an integrative conceptual framework that links governance and accountability with implementation capacity as a mediating institutional condition. Practically, the findings provide evidence-based insights for policymakers and waqf practitioners to strengthen governance arrangements, improve accounting-based accountability, and enhance institutional capacity to support more effective and sustainable waqf asset management in Indonesia.
Analisis Sistem Pengendalian Intern Pada Koperasi (Studi Kasus Pada Koperasi Mahasiswa Universitas X) Suci Rahayu; Sarifatul Hoiriyah; Kana Kanari; Devi Aulia Rahmawati; Saprina Aulia; Abdul Basit; Gista Rismayani
J-Coop : Journal of Co-operative Vol. 2 No. 2 (2026): J-Coop : Journal of Co-Operative
Publisher : LPPM Universitas Koperasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32670/jc.v2i2.265

Abstract

This study aims to analyze the internal control system at the Student Cooperative (KOPMA) of X University using the COSO framework, grounded in Agency Theory proposed by Jensen & Meckling (1976) underpins this study by explaining the principal-agent relationship between cooperative members and management, where information asymmetry necessitates robust internal controls to limit opportunistic behavior. The research employs a qualitative approach with a case study design. Data were collected through in-depth interviews with two key informants Treasurer and Public Relations and direct observation on May 24, 2026. Data analysis was conducted using the Miles and Huberman interactive model. The results indicate that overall, the internal control system of Kopma has been implemented reasonably well. The control environment is established with a clear organizational structure, written SOPs, and a competency-based recruitment mechanism. Risk assessment is conducted through weekly reconciliation and biweekly evaluation meetings. Control activities are implemented through tiered authorization and transaction evidence verification, although the the segregation of authorization and recording functions has not been fully optimized. Information and communication operate through weekly and monthly reporting, yet digitalization remains limited. Monitoring is carried out at multiple levels, ranging from daily to annual through the Annual Members' Meeting (RAT). This study concludes that Kopma X has implemented most internal control components according to the COSO framework, with the need for improvement in the segregation of functions and digitalization of reporting systems.
Pengaruh Kinerja ESG terhadap Profitabilitas dengan Ukuran Perusahaan sebagai Moderasi pada Sektor Manufaktur di BEI (2021-2024) Naela Khofifatul Aliyah; Gista Rismayani
Jurnal Ekonomi, Bisnis dan Manajemen Vol. 5 No. 3 (2026): Jurnal Ekonomi, Bisnis dan Manajemen (EBISMEN)
Publisher : FEB Universitas Maritim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58192/ebismen.v5i3.4635

Abstract

This research is motivated by the increasing importance of sustainability issues in the manufacturing sector, where companies are required to align business operations with social and environmental norms to maintain legitimacy. This study aims to examine the effect of Environmental, Social, and Governance (ESG) performance, as proxied by the PROPER rating on profitability, with firm size as a moderating variable. The research focuses on manufacturing companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) for the 2021-2024 period. Using a purposive sampling method, 128 observations from 32 companies were analyzed using Moderated Regression Analysis (MRA). The results show that ESG performance (PROPER rating) has a positive and significant effect on profitability, This finding aligns with the perspective of legitimacy theory, indicating that sustainability commitment can enhance financial performance through increased stakeholder trust. However, firm size is found to significantly weaken the relationship between ESG performance (PROPER rating) and profitability. This suggests that large firms face higher implementation costs and bureaucratic complexity, which can suppress profit margins compared to medium-sized firms. These findings imply that management should prioritize strategic efficiency in ESG performance (PROPER rating) implementation rather than relying solely on asset scale.
Pengaruh CSR terhadap Kinerja Keuangan dengan Kinerja Lingkungan sebagai Moderasi Ayu Agustin; Gista Rismayani
Jambura Accounting Review Vol. 7 No. 2 (2026): Jambura Accounting Review - August 2026
Publisher : Program Studi S1 Akuntansi Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37479/jar.v7i2.315

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh Corporate Social Responsibility (CSR) terhadap kinerja keuangan, serta menguji kemampuan kinerja lingkungan dalam memoderasi hubungan tersebut. Kebaruan penelitian ini terletak pada reposisi kinerja lingkungan dari variabel independen menjadi variabel moderasi dalam menjelaskan hubungan antara CSR dan kinerja keuangan pada perusahaan sektor energi dan bahan baku yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia 2022-2025. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan analisis kausal menggunakan model Moderated Regression Analysis. Sampel penelitian dipilih melalui metode purposive sampling, di mana data keuangan dianalisis menggunakan transformasi Logaritma Natural untuk mengatasi fluktuasi laba yang ekstrem sepanjang periode pengamatan. Hasil analisis data menunjukkan bahwa secara parsial pengungkapan CSR tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan perusahaan. Lebih lanjut, kinerja lingkungan juga ditemukan tidak mampu memoderasi hubungan antara pengungkapan CSR terhadap kinerja keuangan. Temuan ini mengindikasikan bahwa implementasi CSR lebih berperan dalam memperoleh legitimasi sosial sebagaimana dijelaskan dalam Teori Legitimasi daripada meningkatkan kinerja keuangan secara langsung. Oleh karena itu, perusahaan perlu mengintegrasikan program CSR dengan strategi bisnis yang berorientasi pada penciptaan nilai jangka panjang.