Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Environmental Improvement Drainage To Prevent Chikungunya Mosquito Nests In Rw 01 Kelurahan Nagasarari, Cipedes District, Tasikmalaya City Indra Mahdi; Oka Agus Kurniawan Shavab; Empung Empung; Hendra Hendra; Albi Muhammad Fauzi; Taufik Ibrahim; Suci Panatagama Setiawan
ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2021): ABDIMAS UMTAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.542 KB) | DOI: 10.35568/abdimas.v4i2.1034

Abstract

The objectives of this service activity are as follows: 1). Increase public understanding of the dangers of chikungunya mosquitoes and their solutions, 2). They were suppressing the spread of chikungunya mosquitoes through fogging and implementing the recommendations for the Eradication of Mosquito Nests (PSN) in the surrounding environment, 3). They are creating a drainage prototype to prevent chikungunya mosquito nests which can be used as examples for making the next prototype, 4). Increase community participation in suppressing chikungunya mosquito nests through the construction of drainage channels, 5). Improve a clean culture in maintaining the cleanliness of the drainage in the surrounding environment. The planned activities to be carried out are in collaboration with the local health center, and the Tasikmalaya city health office to reduce the number of chikungunya mosquito nests and, together with the community, build good drainage channels. The method of activity used is by bringing in experts from puskesmas, health offices, and unsil academics. Next, an approach is taken in solving problems through the 5W 1H strategy, which is solving problems from the questions: what, who, where, when, why, how. The solutions to the problems found in the field are as follows: 1). Provide a stimulus with the construction of a drainage system in accordance with the rules of the Public Works Department, 2). Cooperating with the Cigeureung Health Center by providing chemicals for fogging, 3). Counseling with the Health Center and the Tasikmalaya City Health Office regarding the dangers and solutions of diseases originating from chikungunya
Planning Of Septic Tank And Involvement For Household Waste Treatment For The Community In Nagarasari Kelurahan, Cipedes District, Tasikmalaya City Oka Agus Kurniawan Shavab; Indra Mahdi; Empung Empung; Hendra Hendra; Albi Muhammad Fauzi; Taufik Ibrahim; Suci Panatagama Setiawan
ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2022): ABDIMAS UMTAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (761.246 KB) | DOI: 10.35568/abdimas.v5i1.1748

Abstract

This service aims to increase public understanding of septic tank and infiltration planning for proper household waste treatment and in accordance with community needs. The problems found in the field are the capacity of the septic tank, the length, width and depth of the tank are not in accordance with the requirements, the slope of the bottom of the tank is not enough and with only one mud chamber, when sucking the mud it will smell because what is sucked in is mud that has not decomposed completely, and the lack of information about environmental diseases caused by poor handling of household waste. The implementation method in this service is carried out in a 5 W 1H way, namely solving problems from the questions: what, who, where, when, why, how. The planned activities that will be carried out are in collaboration with local health centers to carry out socialization and together with the community to build a septic tank design that is in accordance with the Indonesian National Standard (SNI). The solution to the problems found in the field is the provision of a stimulus in the form of repairing septic tanks and infiltration in partner areas, collaborating with the Cigeureung Health Center in the field of public health to disseminate public health regarding environmental health in household waste disposal, and collaborating with partners in the community service area. make a model of a septic tank in accordance with SNI.
ANALISIS PARAMETER TANAH LEMPUNG DI TASIKMALAYA TERHADAP NILAI CBR SUBGRADE DAN TEBAL PERKERASAN DI ATASNYA Empung Empung
Akselerasi : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 5, No 1 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/aks.v5i1.8939

Abstract

Tanah berperan sangat penting dalam pembangunan jalan dan digunakan pengujian CBR untuk mengetahui daya dukung tanah. Tanah di daerah Kecamatan Tamansari, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat sebagian besarnya adalah tanah berbutir halus, yaitu merupakan jenis tanah lempung yang memiliki sifat ekspansif. Tanah lempung ini memiliki potensi kembang susut yang tinggi saat terjadi perubahan kadar air. Dilakukan berbagai pengujian sifat fisis dan mekanis tanah, termasuk pengujian CBR Laboratorium untuk mengetahui daya dukung tanah. Dari hasil penelitian yang dilakukan, didapatkan data nilai CBR tanah asli sebesar 5,74% dalam kondisi terendam dan 9,42% dalam kondisi tak terendam. Dari data nilai CBR tersebut, didapatkan tebal lapis permukaan perkerasan lentur sebesar 12,29 cm pada kondisi terendam dan 9,43 cm pada kondisi tak terendam.Kata Kunci : CBR Laboratorium, Tanah Lempung, Tebal Perkerasan Lentur.
Evaluasi Kebutuhan Jumlah Fondasi Tiang Pancang pada Proyek Pembangunan Gedung Rumah Sakit di Jakarta Timur Puan Padya Pamelagiyanti; Iman Handiman; Zakwan Gusnadi; Empung Empung; Yusep Ramdani; Fitriana Sarifah; Herwan Dermawan; Asrinia Desilia
Akselerasi : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 7, No 2 (2025): November
Publisher : Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/aks.v7i2.17523

Abstract

Fondasi tiang pancang merupakan elemen penting dalam mendukung struktur bangunan, terutama pada tanah lunak yang memiliki daya dukung rendah. Fondasi berfungsi sebagai struktur bawah yang menyalurkan beban dari struktur di atasnya ke tanah yang cukup keras sehingga fondasi mampu memikul beban secara aman dan efisien. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kebutuhan jumlah fondasi tiang pancang pada titik B6-BE dalam Proyek Pembangunan Gedung Rumah Sakit di Jakarta Timur melalui pendekatan analitik dan pengujian komprehensif lapangan. Analisis dilakukan menggunakan metode API RP2A dan software Tiang, serta pengujian Static Loading Test (SLT) aksial dan lateral. Interpretasi hasil uji pembebanan statik dilakukan dengan metode Davisson, Chin, Mazurkiewicz, dan pendekatan p-y curve. Hasil evaluasi menggunakan software Kelompok Tiang menunjukkan bahwa konfigurasi tiang pancang rencana dengan jumlah 10 tiang mampu menahan beban aksial dan lateral dengan deformasi yang masih berada dalam batas aman, sehingga memungkinkan dilakukannya analisis terhadap konfigurasi tiang yang lebih efisien. Analisis konfigurasi tiang dengan jumlah 9 dan 8 tiang menunjukkan bahwa desain tersebut masih memenuhi kriteria daya dukung aksial, dengan kapasitas masing-masing sebesar 1225,4 kN untuk konfigurasi 9 tiang dan 1374,3 kN untuk konfigurasi 8 tiang. Konfigurasi dengan 7 tiang menghasilkan daya dukung aksial maksimum sebesar 1566,3 kN, yang melebihi daya dukung izin sebesar 1395,5 kN sehingga konfigurasi tersebut dinyatakan tidak aman secara struktural.
Optimalisasi Sumber Daya Manusia dan Pengaplikasian Building Information Modeling (BIM) 5D pada Proyek Konstruksi Gedung Rizaldi Athmanziyad Hidayat; Empung Empung; Hidayanto Hidayanto; Muhammad Ridha Al-Mustafa; Intan Nuriska Rachma
Akselerasi : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 7, No 2 (2025): November
Publisher : Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/aks.v7i2.17632

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mendukung peningkatan efisiensi proyek konstruksi melalui optimalisasi sumber daya manusia dan penerapan Building Information Modeling (BIM) 5D pada perhitungan biaya serta perencanaan tenaga kerja. Penelitian ini membahas permasalahan tidak efisiennya perhitungan biaya dan alokasi sumber daya manusia pada proyek konstruksi yang sering terjadi ketika menggunakan metode konvensional. Tujuan penelitian adalah menganalisis Rencana Anggaran Biaya (RAB) pada pekerjaan struktur dan arsitektur menggunakan Autodesk Revit, mengevaluasi fluktuasi tenaga kerja berdasarkan Bill of Quantity (BOQ) existing, serta membandingkan perhitungan RAB konvensional dengan BIM 5D dan alokasi tenaga kerja setelah dilakukan resource leveling dengan Microsoft Project. Penelitian ini menggunakan studi kasus proyek pembangunan Gedung Mandiri Area Tasikmalaya dengan metode analisis data dokumen proyek berupa data RAB metode konvensional dan data DED. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BIM 5D memberikan estimasi biaya yang lebih akurat dan detail dibandingkan metode konvensional, sedangkan analisis tenaga kerja mengungkapkan adanya fluktuasi pada jalur kritis yang menyebabkan leveling tidak dapat dilakukan tanpa memperpanjang durasi proyek. Kesimpulannya, implementasi BIM 5D dapat meningkatkan akurasi biaya serta mendukung perencanaan tenaga kerja, namun pada jalur kritis penambahan tenaga kerja menjadi solusi utama. Penelitian ini menyarankan penerapan BIM 5D sejak tahap perencanaan dan pengembangan penelitian lanjutan mengenai dimensi BIM lain seperti clash detection dan analisis biaya MEP berbasis AHSP.
Analisis Jalur Kritis dan Percepatan dengan Metode Precedence Diagram Method (PDM) dan Metode Crashing pada Pekerjaan Struktur Proyek Pembangunan Gedung Aura Sekar Widyaningrum; Empung Empung; Hidayanto Hidayanto; Shanti Astri Noviani
Akselerasi : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 7, No 1 (2025): Juli
Publisher : Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/aks.v7i1.17600

Abstract

Percepatan dalam pembangunan proyek adalah strategi yang diterapkan untuk menyelesaikan proyek lebih cepat dari jadwal yang direncanakan tanpa mengorbankan kualitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tentang jalur kritis, yang lebih lanjut akan digunakan untuk analisis perubahan durasi dan biaya setelah percepatan. Penelitian ini menganalisis pekerjaan struktur pada Proyek Pembangunan Gedung Pelayanan dengan metode Precedence Diagram Method (PDM) untuk mendapatkan jalur kritis dengan software. Selain itu diterapkan pula metode crashing  pada aktivitas yang berada di jalur kritis dengan alternatif penambahan tenaga kerja, penambahan jam lembur, serta kombinasi dari kedua alternatif tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hampir seluruh aktivitas pekerjaan berada pada jalur kritis, sehingga penjadwalan dengan metode PDM terbukti efektif dalam mengidentifikasi aktivitas yang memengaruhi penyelesaian proyek. Strategi percepatan yang diterapkan mampu mengurangi durasi proyek dengan variasi efektivitas, di mana kombinasi penambahan tenaga kerja dan jam lembur memberikan hasil paling optimal dengan peningkatan biaya yang relatif kecil. Penelitian ini juga merekomendasikan penggunaan metode PDM dalam proyek konstruksi karena kemampuannya dalam memetakan jalur kritis secara jelas. Kajian lebih lanjut diperlukan untuk menilai dampak percepatan terhadap kualitas pekerjaan, khususnya risiko penurunan mutu akibat jam lembur, serta penerapan pendekatan Time Cost Trade Off (TCTO) yang lebih komprehensif, mencakup aspek biaya material, peralatan, dan risiko keterlambatan, sehingga hasil perhitungan percepatan dapat lebih aplikatif. 
Implementasi Building Information Modeling (BIM) 5D pada Perencanaan Kampus di Kabupaten Majalengka Yayi Pilar Pertiwi; Empung Empung; Hidayanto Hidayanto; Intan Nuriskha Rachma
Akselerasi : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 7, No 2 (2025): November
Publisher : Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/aks.v7i2.17598

Abstract

Building Information Modeling (BIM) merupakan inovasi teknologi dalam industri konstruksi yang berperan penting dalam meningkatkan kualitas perencanaan, perancangan, serta pengelolaan proyek secara terintegrasi. Penerapan BIM, khususnya BIM 5D, memungkinkan penggabungan pemodelan tiga dimensi dengan analisis waktu dan biaya, sehingga mampu meningkatkan akurasi perencanaan, efisiensi pelaksanaan, serta pengendalian biaya proyek. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis estimasi biaya dan durasi pelaksanaan melalui implementasi BIM 5D pada pekerjaan struktur, arsitektur, serta mekanikal, elektrikal, dan plumbing (MEP) pada tahap perencanaan pembangunan kampus di Kabupaten Majalengka dengan menggunakan perangkat lunak BIM 5D. Metode penelitian dilakukan melalui penyusunan model 3D berbasis BIM yang dikembangkan menjadi proses quantity takeoff, analisis penjadwalan, serta estimasi biaya terintegrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemodelan 3D berbasis BIM mampu mempermudah proses perhitungan volume pekerjaan secara lebih akurat serta mengidentifikasi potensi clash antar elemen struktur, arsitektur, dan MEP sejak tahap perencanaan. Analisis penjadwalan menggunakan BIM 5D menghasilkan estimasi durasi pelaksanaan selama 30 minggu atau setara dengan 209 hari kalender. Sementara itu, hasil perbandingan estimasi biaya antara metode BIM 5D dan metode konvensional menunjukkan adanya selisih sebesar 2,20%, yang mengindikasikan efisiensi biaya melalui penerapan BIM. Secara keseluruhan, implementasi BIM 5D terbukti mampu meningkatkan akurasi pemodelan, mempercepat proses penyusunan jadwal, serta menghasilkan estimasi biaya yang lebih efisien dan andal dibandingkan dengan metode konvensional, sehingga berpotensi mendukung pengambilan keputusan yang lebih efektif dalam perencanaan proyek konstruksi.