Claim Missing Document
Check
Articles

PEMBERIAN KOMPRES  WARM WATER ZACK  PADA PASIEN COLIC ABDOMEN DENGAN NYERI AKUT Diana Nurmala Yulianasari; Ida Zuhroidah; Mukhammad Toha; Mokh. Sujarwadi; Dimas Hadi Prayoga; Fatimah Zahra; Nadia Rohmatul Laili
Journal of Nursing and Midwifery Sciences Vol. 4 No. 2 (2025): Volume 4 Issue 2
Publisher : Faculty of Nursing and Midwifery, Binawan University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54771/kk2p7107

Abstract

Colic abdomen merupakan nyeri spasmodik hebat yang terjadi akibat peradangan, peregangan, atau penyumbatan pada organ-organ berotot polos seperti ginjal, kantong empedu, usus, saluran kemih dan lain-lainnya. Kondisi ini dapat menimbulkan nyeri akut akibat distensi atau spasme saluran cerna, yang jika tidak segera ditangani berisiko menyebabkan syok hingga dehidrasi. Studi Kasus ini bertujuan untuk melakukan pemberian kompres hangat warm water zack terhadap penurunan tingkat nyeri pada pasien colic abdomen di Klinik Al-Aziz Kota Pasuruan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif melalui desain studi kasus pada satu orang pasien colic abdomen dengan nyeri akut. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, pemeriksaan fisik, observasi, dan dokumentasi. Intervensi keperawatan dilakukan dengan pemberian kompres hangat menggunakan warm water zack selama 10 menit sekali sehari selama tiga hari berturut-turut. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan intensitas nyeri yang signifikan pada pasien setelah diberikan intervensi. Skala nyeri pasien yang awalnya pada skala 6 menurun menjadi skala 2. Intervensi kompres hangat warm water zack menunjukkan bahwa efektif dalam menurunkan intensitas nyeri pada pasien colic abdomen. Penerapan kompres hangat warm water zack dapat menurunkan intensitas nyeri dari skala nyeri sedang menjadi skala nyeri ringan.
PEMBERIAN TRIPOD POSITION DAN PURSED-LIP BREATHING PADA PASIEN PPOK DENGAN POLA NAPAS TIDAK EFEKTIF Wulandari, Eka Ananda Agustina Lilis; Ida Zuhroidah; Ayu Dewi Nastiti; Mokh. Sujarwadi; Dimas Hadi Prayoga; Fatimah Zahra; Nadia Rohmatul Laili
Journal of Nursing and Midwifery Sciences Vol. 4 No. 2 (2025): Volume 4 Issue 2
Publisher : Faculty of Nursing and Midwifery, Binawan University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54771/3fnhq480

Abstract

Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) merupakan masalah kesehatan global dengan angka morbiditas dan mortalitas tinggi, serta menjadi penyebab kematian ketiga menurut WHO pada tahun 2019. Di Indonesia, prevalensi PPOK terus meningkat dengan gejala utama sesak napas akibat pola napas tidak efektif. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan efektivitas tripod position dan pursed-lip breathing pada pasien PPOK di RSUD dr. R. Soedarsono Kota Pasuruan. Desain penelitian kuantitatif deskriptif eksploratif dengan pendekatan observasi. Subjek penelitian adalah seorang pasien PPOK berusia 65 tahun yang dipilih melalui purposive sampling. Intervensi tripod position dan pursed-lip breathing diberikan selama tiga hari, dengan penilaian kondisi respirasi melalui frekuensi napas, penggunaan otot bantu, rasio inspirasi-ekspirasi, saturasi oksigen, dan tingkat sesak berdasarkan skala Borg. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi rekam medis, kemudian dianalisis secara deskriptif. Setelah intervensi, frekuensi napas menurun dari 26 menjadi 20 kali/menit, saturasi oksigen meningkat dari 94% menjadi 99%, dan tingkat sesak berkurang dari skala Borg 6 (berat) menjadi 2 (ringan). Penggunaan otot bantu pernapasan dan flaring cuping hidung tidak ditemukan lagi, serta rasio inspirasi-ekspirasi membaik dari 1:3 menjadi 1:2. Tripod position dan pursed-lip breathing efektif memperbaiki pola napas tidak efektif pada pasien PPOK, sehingga direkomendasikan sebagai intervensi nonfarmakologis dalam praktik keperawatan klinis.
Hubungan Skor Awal GCS dengan Outcome pada Pasien Cedera Kepala Zuhroidah, Ida; Toha, Mukhammad; Sujarwadi, Mokh.; Huda, Nurul
JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan) Vol. 5 No. 1 (2021): JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Publisher : LPPM Universitas Hafshawaty Zainul Hasan Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33006/ji-kes.v5i1.247

Abstract

AbstrakCedera kepala adalah gangguan struktur dan fungsi otak yang diakibatkan oleh gaya mekanik dari luar tubuh, ada beberapa faktor prognosis yang berhubungan dengan outcome pasien cedera kepala meliputi jenis kelamin, usia, skor awal GCS, reflek pupil, gambaran CT scan, tanda vital dan hasil laboratorium. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara skor awal GCS dengan outcome pada pasien cedera kepala  di Rumah Sakit X di Pasuruan. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan desain cross sectional. Pengukuran variabel independen berupa tingkat kesadaran (GCS) dan variebel dependen berupa nilai Trauma and Injury Severity Score (TRISS) dilakukan secara simultan pada satu saat dan dinilai hanya satu kali saja. Populasi yang digunakan adalah semua pasien cedera kepala  di IGD Rumah Sakit X di Pasuruan. Besar sampel yang digunakan adalah 53 responden dengan teknik concecutive sampling. Data diuji menggunakan correlational Kendall Tau dengan level signifikan < 0.005.  Hasil uji menunjukkan adanya hubungan antara Skor Awal GCS dengan Outcome pada Pasien Cedera Kepala dengan nilai p =0.00 < 0.05,nilai korelasi 0.402 yang berarti terdapat hubungan sangat erat dan bersifat positif, setiap terjadi penurunan GCS maka nilai TRISS juga akan menurun. Hasil penelitian ini memperkuat indikasi tentang pentingnya penanganan yang tepat dan segera pada penderita  yang mengalami penurunan GCS diawal kejadian trauma.Kata kunci: penderita trauma, GCS, TRISS  AbstractHead injury is a structure and function brain disorder caused by mechanical forces from outside the body; there are several prognostic factors related to the outcome of head injury, including gender, age, initial GCS score, pupillary reflex, CT scan images, vital signs and laboratory results. This study aims to analyze the relationship between the initial GCS score and the outcome in head injury patients in X Hospital Pasuruan. This study used an analytic observational method with a cross-sectional design approach. Measurement of the independent variable in the form of level of consciousness (GCS) and the dependent variable in the form of the Trauma and Injury Severity Score (TRISS) were carried out simultaneously at one time and were assessed once. The population was all head injury patients at the emergency department of X Hospital Pasuruan. The sample was 53 respondents taking by consecutive sampling technique. The data were tested using Kendall Tau correlational with a significant level of <0.005. The test results showed a relationship between the GCS Initial Score and the Outcome in Head Injury Patients with a value of p = 0.00 <0.05, a correlation value of 0.402 which means that there positive close  relationship, every time there is a decrease in GCS, the TRISS value will also decrease. This study's results strengthen the indication of the importance of prompt and appropriate treatment in patients who experience a decrease in GCS at the beginning of trauma.Keywords: trauma sufferers, GCS, TRISS