Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Journal Of Chemical Process Engineering

Perengkahan Katalitik Distilat Asam Lemak Minyak Sawit (DALMs) Menggunakan Katalis HCl Berpenyangga γ-Al2O3 Rasyid, Rismawati; Dewanti, Alda Titania; Malik, Rahmaniah; Anshariah, Anshariah; Kalla, Ruslan
Journal of Chemical Process Engineering Vol. 7 No. 2 (2022): Journal of Chemical Process Engineering
Publisher : Fakultas Teknologi Industri - Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33536/jcpe.v7i2.792

Abstract

Distilat asam lemak minyak sawit merupakan hasil samping dari pengolahan minyak sawit yang masih mengandung asam lemak bebas sehingga berpotensi sebagai bahan baku energi alternatif. Tidak dapat dipungkiri bahwa ketergantungan akan bahan bakar fosil semakin hari semakin meningkat, sedangkan bahan bakar fosil tidak dapat diperbaharui. Hal inilah yang mendorong para peneliti mengembangkan riset terkait bahan baku terbarukan dan metode terbaik untuk menghasilkan bahan bakar alternatif. Salah satu metode pembuatan biofuel adalah perengkahan katalitik yang menghasilkan beberapa produk biofuel, yaitu biogasoline (C5–C11), biokerosin (C12–C15) dan biodiesel (C16–C20). Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh konsentrasi katalis HCl/γ-Al2O3 (1, 3, 5 dan 7)% dan HCl/Ni/γ-Al2O3 (1, 3, 5 dan 7)% terhadap produk biofuel hasil perengkahan katalitik distilat asam lemak minyak sawit (DALMs). Reaksi perengkahan katalitik dioperasikan pada suhu konstan 370oC, tekanan 1 atm dan volume reaktan 50 ml. Rendemen tertinggi diperoleh sebesar 80% dengan menggunakan katalis HCl/γ-Al2O3 (1%) ; selektivitas terhadap biogasoline (C5–C11) 5,27%, biokerosin (C12–C15) 30,4%, dan biodiesel (C16–C20) 28,79%. Perolehan nilai rendemen yang sama juga diperoleh dengan menggunakan katalis HCl/Ni/γ-Al2O3 (1%) yaitu sebesar 80%; selektivitas terhadap biogasoline (C5–C11) 4,51%, biokerosin (C12–C15) 28%, dan biodiesel (C16–C20) 37,3%.
Pemanfaatan Lignin Dari Limbah Kulit Buah Coklat Sebagai Adsorben Logam (Cu) Dengan Penambahan CaCO3 Deritawati; Waliyadin; Rasyid, Rismawati; Nurjannah
Journal of Chemical Process Engineering Vol. 2 No. 2 (2017): Journal of Chemical Process Engineering
Publisher : Fakultas Teknologi Industri - Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33536/jcpe.v2i2.889

Abstract

Logam Cu dalam konsentrasi tertentu dapat memberikan efek toksik yang berbahaya bagi kehidupan manusia dan lingkungan di sekitarnya. Salah satu cara sederhana dan ekonomis yang dapat dilakukan untuk menyerap logam Cu dengan cara adsorpsi dengan menggunakan bahan berpori. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan Waktu dan pH optimum pada proses penyerapan Cu oleh lignin. Sampel kulit Cacao didapatkan di Mamuju Sulawesi Barat, sampel diprepasi terlebih dahulu kemudian diektraksi dengan Benzen:Ethanol. Setelah itu lignin diisolasi menggunakan NaOH, kemudian diendapkan menggunakan H2SO4 sehingga didapatkan sampel lignin murni. Lignin yang telah dikeringkan dikontakkan dengan larutan Cu pada Variabel pH dan Waktu. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa pH dan waktu kontak berpengaruh terhadap banyaknya konsentrasi Cu yang diadsorsi oleh lignin. Semakin banyak waktu yang dikontakkan antara larutan Cu dan lignin maka semakin banyak pula Cu yang diadsorpsi oleh lignin. Sedangkan pH basa akan menyebabkan berkurangnya daya kerja adsorben dari lignin, dan lebih baik pada pH Asam. Penelitian dapat disimpulkan bahwa pH optimum pada proses penyerapan logam Cu oleh lignin ialah pada pH larutan 6. Waktu kontak optimum pada proses penyerapan logam Cu oleh lignin ialah pada waktu 40 Menit.
PENJERAPAN LOGAM BERAT TIMBAL (Pb) DENGAN MENGGUNAKAN LIGNIN HASIL ISOLASI JERAMI PADI Masruhin; Rismawati Rasyid; Syamsuddin Yani
Journal of Chemical Process Engineering Vol. 3 No. 1 (2018): Journal of Chemical Process Engineering
Publisher : Fakultas Teknologi Industri - Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33536/jcpe.v3i1.904

Abstract

Adsorpsi ion logam berat timbal (Pb) dengan menggunakan lignin hasil isolasi jerami padi telah dilakukan. Kemampuan lignin dari jerami padi untuk menyerap ion timbal telah dievaluasi dengan memvariasikan waktu adsorpsi dan pH larutan. Konsentrasi ion timbal diukur dengan spektrometer adsorpsi atom. Hasil menunjukkan bahwa kondisi optimum ion Timbal (Pb) oleh lignin dicapai pada saat adsorpsi 30 menit, pH larutan 5, dan konsentrasi tembaga dari 10 ppm dengan adsorpsi efisiensi 88,765%. Dalam penelitian ini, Diperoleh persamaan Langmuir 1/m = 0,007 1/C +0,016 dan persamaan Freundlich, Log m = 0,690 log C + 1,697.
Effectiveness of Mg(OH)2/γ-Al2O3 Catalysts on Catalytic Cracking Process Rasyid, Rismawati; Wiyani, Lastri; Ramadhan, Alif Qayyum; Ahmad, Muhammad Aslam
Journal of Chemical Process Engineering Vol. 9 No. 2 (2024): Journal of Chemical Process Engineering
Publisher : Fakultas Teknologi Industri - Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/jcpe.v9i2.878

Abstract

Petroleum is one of the energy sources that currently has very wide uses. In addition to the fact that petroleum is a non-renewable resource, the use of fuel oil has also affected emission levels. Biofuel is an alternative fuel in solid, liquid or gas form that can be obtained from animals, plants, or agricultural waste. The process of making biofuel can be done by several methods, namely by thermal cracking, hydrocracking, and catalytic cracking. Thermal cracking is a simple process where heat is used to cut long hydrocarbon chains. Catalytic cracking is the process of breaking hydrocarbon chains using a catalyst. This study aims to determine the effect of Mg(OH)2/γ-Al2O3 catalyst (2 and 6)% and to determine the effect of the ratio of Mg(OH)2/γ-Al2O3 catalyst (1, 2, 3 and 4)% on the yield and selectivity of biofuel products from catalytic cracking of palm oil. The process of making biofuel through catalytic cracking process using Mg(OH)2/ γ –Al2O3 catalyst as much as 1% of the volume of material with a temperature of 370℃ on a hotplate magnetic stirrer and reactor for ±3 hours. The biofuel results were analyzed by Gas Chromatography Mass Spectrophotometry (GCMS). The highest biogasoline was obtained using Mg(OH)2/γ-Al2O3 catalyst 2% with a ratio of 2% which was 16.6%. While the highest biodiesel was obtained using Mg(OH)2/γ-Al2O3 catalyst 6% with a ratio of 2% which was 42.7%.