Rina Ratianingsih
Department Of Mathematics, Faculty Of Mathematics And Natural Sciences , Tadulako University, Palu, Indonesia

Published : 69 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Natural Science: Journal of Science and Technology

MENGKAJI MODEL PENGENDALIAN POPULASI AEDES AEGYPTI DENGAN SIT DAN KOMBINASI SIT DAN INSEKTISIDA Wati, Indra; Ratianingsih, Rina; Jaya, Agus Indra
Natural Science: Journal of Science and Technology Vol 2, No 3 (2013): Volume 2 Number 3 (December 2013)
Publisher : Univ. Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (610.795 KB)

Abstract

Salah satu penyakit yang diakibatkan oleh gigitan Aedes aegypti adalah Demam Berdarah Dengue (DBD). Pencegahan penyakit ini menjadi prioritas global karena dapat berakibat kematian pada penderita. Untuk menekan jumlah penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) maka dilakukan suatu program yang dapat mengendalikan populasi Aedes aegypti. Teori optimal kontrol diterapkan pada model populasi Aedes aegypti sebagai metode pengendalian secara matematika dengan menerapkan Prinsip Maksimum Pontryagin.Secara biologi, metode pengendalian yang digunakan adalah Sterile Insect Technique (SIT), yang  merupakan teknik pengendalian dengan memberikan mutagen atau radiasi gamma pada nyamuk jantan sehingga menjadi steril. Nyamuk steril inilah yang nantinya akan dilepaskan ke lingkungan untuk kawin dengan nyamuk normal sehingga nyamuk normal akan menjadi steril. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program Sterile Insect Technique (SIT) hanya bersifat mensterilkan dan tidak menekan jumlah populasi nyamuk. Untuk itu penelitian ini membahas kombinasi program Sterile Insect Technique (SIT) dan Insektisida yang merupakan teknik pengendalian secara kimia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi programSIT dan Insektisida dapat membasmi populasi nyamuk dengan baik.
STUDI PENYEBARAN PENYAKIT FLU BURUNG MELALUI KAJIAN DINAMIS REVISI MODEL ENDEMIK SIRS DENGAN PEMBERIAN VAKSINASI UNGGAS Murwanti, Ica; Ratianingsih, Rina; Jaya, Agus Indra
Natural Science: Journal of Science and Technology Vol 2, No 1 (2013): Volume 2 Number 1 (March 2013)
Publisher : Univ. Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (628.863 KB)

Abstract

Program vaksinasi unggas yang dilakukan untuk menghambat penyebaran penyakit flu burung dapat dikaji melalui model matematika. Dalam penelitian ini penyebaran penyakit tersebut di amati melalui revisi model endemik SIRS dengan memperhatikan pemberian vaksinasi pada unggas. Hal ini dilakukan dengan merevisi kompartemen penyebaran penyakit tersebut yang selanjutnya digunakan untuk menentukan persamaan pembangun model yang  direpresentasikan dalam sistem persamaan diferensial. Sistem tersebut menggambarkan  interaksi antara kelompok manusia dan kelompok unggas. Analisa kestabilan sistem di kedua titik  kritisnya dilakukan dengan menentukan nilai eigen sistem yang diperoleh dari determinan matriks jacobi  linearisasi sistem di masing-masing titik kritis. Kestabilan sistem selanjutnya diamati dibidang (  yang dibagi oleh kurva parameter   . Kedua parameter tersebut secara berturut-turut menyatakan tingkat vaksinasi unggas dan tingkat kematian alami populasi unggas. Kestabilan di titik kritis kedua membutuhkan syarat  bahwa  tingkat kematian manusia karena flu burung ( ) harus lebih kecil dari  tingkat kelompok manusia yang telah sembuh dari flu burung terjangkit penyakit kembali ( . Hasil simulasi memperlihatkan bahwa penyebaran penyakit flu burung dapat diturunkan dengan program vaksinasi bila tingkat vaksinasi unggas lebih besar dari tingkat kematian alami unggas
MENGKAJI PENYEBARAN PENYAKIT FILARIASIS MELALUI IDENTIFIKASI DAERAH KESTABILAN DARI REVISI MODEL SAK Susilawati, Endang; Ratianingsih, Rina; Jaya, Agus Indra
Natural Science: Journal of Science and Technology Vol 2, No 2 (2013): Volume 2 Number 2 (August 2013)
Publisher : Univ. Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (633.415 KB)

Abstract

Model SARK merupakan model matematika yang dapat digunakan untuk menggambarkan penyebaran penyakit Filariasis. Kajian penyebaran penyakit tersebut dilakukan melalui pengamatan terhadap dinamika model SARK. Penyebaran penyakit ini dapat dicegah melalui program pengobatan. Pengkajian dilakukan dengan merevisi model SAK menjadi model SARK untuk selanjutnya dianalisa dengan menentukan titik kesetimbangan dan analisis kestabilan dengan metode linearisasi, mengkaji kestabilan sis­tem berdasarkan kriteria nilai eigen dari matriks Jacobian. Hasil penelitian ini adalah model SARK sebagai berikut :           yang memiliki satu titik kritis . Model SARK memberikan nilai eigen  dan  bernilai negatif dan  dan  bernilai positif. Kondisi awal rasio jumlah penduduk pada kelas infectives, recovered dan kronis masing-masing diambil secara berturt-turut 1, 0 dan 0. Hasil identifikasi terhadap peran parameter  dan  adalah semakin besar nilai laju kesembuhan , maka akan mengakibatkan waktu yang dibutuhkan oleh populasi infectives untuk memasuki populasi recovered semakin singkat. Hal ini disebabkan peran pengobatan pada populasi infektives sehingga populasi tersebut sembuh dari penyakit.
MENGKAJI MODEL PENGENDALIAN POPULASI AEDES AEGYPTI DENGAN STERILE INSECT TEHNIQUE (SIT) DAN KOMBINASINYA DENGAN INSEKTISIDA Wati, I; Ratianingsih, R; Jaya, Agus Indra
Natural Science: Journal of Science and Technology Vol 3, No 1 (2014): Volume 3 Number 1 (March 2014)
Publisher : Univ. Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (542.486 KB)

Abstract

Dengue fever is one of disease which can be transmited by Aedes aegypti. However the prevention on this disease is become global concern. One approche that can be done is by controlling of mosquito population. Related to that issue, this study was done by an application of potryagyn maximum principle in optimal control theory, based on Sterile Insect Technique (SIT). It can be done biologically by introduction of male sterile mosquito (mutan which can be produce by mutagen such as gamma radiation) into the population. It expected that the number of sterile mosquitos will increase by the time. Our result showed that the population of juvenile, immature male and female mosquitos,  fertile male and female, and also sterile male mosquito on the population will grow and reach the stagnan condition after 50 days. Those data indicate that the number of sterile male will increase without any reduction of the population itself. If this method be combained with insecticide chemical method, the population of mosquitos can be reduced/eliminated efectively.