Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Struktur dan Ciri Kebahasaan Teks Cerita Fantasi dalam Antologi Cerita Fantasi Terbaik 2011 Karya Various dan Implementasinya sebagai Bahan Ajar Siswa SMP/MTs Kelas VII Abdul Rozak; Dede Endang Mascita; Teguh Wilda Jatmiko
Deiksis : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 7 No 1 (2020): DEIKSIS: JURNAL PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
Publisher : Universitas Swadaya Gunung Jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/deiksis.v7i1.3204

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur dan ciri kebahasaan dalam Antologi Cerita Fantasi Terbaik 2011 karya Various, serta implikasinya untuk mengembangkan bahan ajar digital yang berjudul Mengenal Teks Cerita Fantasi untuk Siswa SMP/MTS Kelas VII. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik. Hasil penelitian pada bagian struktur menemukan  bahwa dari 15 cerita fantasi semuanya memiliki struktur orientasi dan resolusi, dua cerita tidak memiliki bagian komplikasi, dan enam cerita memiliki bagian koda. Pada ciri kebahasaan ditemukan penggunaan kata ganti nama orang sebagai penceritaan, penggunaan majas, penggunaan konjungsi, dan penggunaan kalimat langsung. Pengembangan bahan ajar digital menggunakan aplikasi Android Magazine Maker Profesional(AMMP). Bahan ajar ini memiliki keunggulan, diantaranya: adanya fitur gambar, suara, dan video pembelajaran serta ikon penunjang yang menjadikan bahan ajar lebih menarik untuk digunakan.  Hasil validasi ahli membuktikan bahwa bahan ajar digital yang berjudul Mengenal Teks Cerita Fantasi untuk Siswa SMP/MTs Kelas VII dinyatakan layak dan dapat digunakan sebagai bahan penunjang dalam proses pembelajaran. Hal itu didasarkan pada data hasil angket respons siswa yang memperoleh skor rata-rata sebesar 4,13 dengan persentase 82,64% yang termasuk dalam kategori “baik”. Kata kunci: cerita fantasi, struktur  teks, ciri kebahasaan, bahan ajar digital
Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Proyek Bermedia Audio Visual Dalam Pembelajaran Menulis Teks Cerita Fantasi Pada Kelas VII SMP Abdul Rozak; Juwanda Juwanda
Deiksis : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 7 No 2 (2020): DEIKSIS: JURNAL PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
Publisher : Universitas Swadaya Gunung Jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/deiksis.v7i2.3707

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan menjelaskan proses pembelajaran, kefektifan pembelajaran, dan karya siswa berupa teks cerita fantasi dengan menggunkan model pembelajaran berbasis proyek bermedia audio visual pada siswa kelas VII SMP Negeri 1 Pangenan. Teknik pengumpulan data yang penulis gunakan adalah tes dan observasi. Data yang diperoleh yaitu berupa hasil memproduksi teks cerita fantasi siswa. Data itu kemudian diolah dengan menggunakan uji statistik uji t-test. Berdasarkan hasil pengolahan data diperoleh nilai Thitung2,67 dan Ttabel 2,9. Hal ini menunjukan bahwa penerapan model pembelajaran berbasis proyek bermedia audio visual dalam pembelajaran teks cerita fantasi pada siswa kelas VII SMP Negeri 1 Pangenan berlangsung efektif. Sementara itu, hasil dari observasi,  data diperoleh dari proses pembelajaran siswa dalam menulis teks cerita fantasi menggunakan model pembelajaran berbasis proyek bermedia audio visual. Dari data hasil observasi proses pembelajaran teks cerita fantasi dengan menggunkan model pembelajaran berbasis proyek bermedia audio visual sudah berjalan dengan baik, dalam hal ini sudah adanya interaksi antara siswa dengan guru, serta siswa dengan siswa lainnya. Pembelajaran teks cerita fantasi dengan menggunakan model pembelajaran berbasis proyek bermedia audio sudah efektif. Hal ini ditunjukan dengan adanya peningkatan hasil tes antara nilai tes awal dengan nilai tes akhir yaitu dengan rata-rata tes awal sebesar 69 dan tes akhir sebesar 80,4. Hasil karya tulis siswa dalam pembelajaran menulis teks cerita fantasi dengan menggunakan model pembelajaran berbasis proyek bermedia audio sudah sangat baik. Hasil tulisan siswa pada tes akhir sudah sesuai dengan struktur dan kaidah kebahasaan teks cerita fantasi.Kata Kunci : model berbasis proyek, media audio visual, teks  cerita fantasi
Bahan Ajar Digital Teks Novel Berorientasi Karakter Jujur Aniq Jihan Furaidah; Abdul Rozak; Sobihah Rasyad
Deiksis : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 9 No 1 (2022): DEIKSIS: JURNAL PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
Publisher : Universitas Swadaya Gunung Jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/deiksis.v9i1.6837

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan desain bahan ajar digital teks novel berorientasi karakter jujur.  Metode penelitian yang digunakan adalah RnD dengan model desain ADDIE, yaitu analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Instrumen pengumpulan data dalam penelitian ini adalah kartu data, lembar validasi, dan lembar implementasi. Data yang telah ditemukan berupa nilai karakter jujur dalam novel Korupsi karya Pramoedya Ananta Toer. Data tersebut diolah dengan cara analisis deskriptif untuk mengembangkan materi pada bahan ajar digital teks novel berbentuk modul digital. Hasil validasi modul digital mendapatkan penilaian sebesar 90% dari ahli media dan 90% dari ahli materi. Sedangkan guru bahasa Indonesia memberikan persentase sebesar 90,31%. Hasil implementasi memperoleh rata-rata persentase untuk siswa berkemampuan kognitif tinggi sebesar 97,5%, siswa dengan kemampuan kognitif sedang sebesar 96,25%, dan siswa dengan kemampuan kognitif rendah sebesar 93,5%.Kata kunci: bahan ajar digital, modul digital, teks novel, karakter jujur
Penerapan Model Pedagogi Genre dalam Pembelajaran Menulis Puisi pada Mahasiswa PBSI Sukini Sukini; Bayu Indaryanto; Abdul Rozak
Deiksis : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 9 No 2 (2022): DEIKSIS: JURNAL PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
Publisher : Universitas Swadaya Gunung Jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/deiksis.v9i2.7905

Abstract

Abstrak. Tujuan penelitian ini ialah untuk meningkatan kemampuan menulis puisi pada mahasiswa PBSI semester II Universitas Widya Dharma dengan menerapkan model pembelajaran Pedagogi Genre dalam pembelajaran puisi. Metode yang digunakan ialah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan  bahwa terdapat peningkatan proses dan hasil pembelajaran menulis puisi dengan diterapkannya model pembelajaran pedagogi genre. Mahasiswa menjadi lebih aktif dan kreatif dalam belajar, komunikatif, terjadi scaffolding, dan terjadi peningkatan kemampuan menulis puisi. Nilai KKM dalam menulis puisi 80, ketuntasan klasikal 80%. Pada masa prasiklus nilai rata-rata mahasiswa 72, tingkat ketuntasan 0%. Setelah diterapkan model pedagogi genre pada siklus I nilai rata-rata meningkat menjadi 79, yang nilainya sama atau lebih dari KKM 25%. Pada siklus II nilai rata-rata mahasiswa 85 yang nilainya sama atau lebih dari KKM 88%. Jadi, penerapan model pembelajaran Pedagogi Genre dapat meningkatkan proses dan hasil pembelajaran menulis puisi pada mahasiswa PBSI.Kata Kunci: model pembelajaran, pedagogi genre, menulis puisi
Mengukur Pemikiran Kritis Calon Guru Bahasa melalui Teks Sastra Abdul Rozak; Atikah Atikah; Jimat Susilo
Aksara Vol 37, No 1 (2025): AKSARA, EDISI JUNI 2025
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v37i1.4800.134-148

Abstract

Critical thinking is a necessary skill for problem-solving in learning, especially for prospective teacher students. This study investigates the critical thinking skills of prospective teacher students at Universitas Sindang Kasih Majalengka through literary analysis. This research is based on the claim that there is a low number of graduates with critical thinking abilities. Meanwhile, courses that focus on literary analysis involve critical thinking skills by utilizing various literary approaches. Critical thinking in this context focuses on indicators such as the ability to provide simple explanations, develop basic skills, summarize/conclude, provide more detailed explanations, and decide on the next strategy. Specifically, this research examines critical thinking skills in the context of literary analysis activities, including poetry, prose, and drama. The findings show that literary analysis activities provide space for prospective teacher students to train their critical thinking skills. The critical thinking abilities of each student vary, but the essay assignment framework in literary analysis provides a framework for critical thinking among students. This directly impacts the development of literacy and the ability to read critically literary works in Indonesia. AbstrakBerpikir kritis adalah kemampuan yang diperlukan untuk memecahkan masalah dalam pembelajaran, khususnya pada mahasiswa calon guru. Studi ini menyelidiki kemampuan berpikir kritis mahasiswa calon guru di Universitas Sindang Kasih Majalengka melalui telaah karya sastra. Penelitian ini didasari oleh klaim rendahnya lulusan yang memiliki kemampuan berpikir kritis. Sementara itu, mata kuliah yang berorientasi pada telaah karya sastra melibatkan kemampuan berpikir kritis dengan memanfaatkan berbagai pendekatan sastra. Kemampuan berpikir kritis dalam hal ini berpusat pada indikator kemampuan memberikan penjelasan sederhana, mengembangkan keterampilan dasar, meringkas/kesimpulan, memberikan penjelasan yang lebih rinci, dan memutuskan strategi selanjutnya. Secara khusus, penelitian ini meneliti kemampuan berpikir kritis dalam kegiatan telaah karya sastra, baik puisi, prosa, maupun drama. Temuan menunjukkan bahwa kegiatan telaah karya sastra memberikan ruang untuk mahasiswa calon guru dapat melatih kemampuan berpikir kritis. Kemampuan berpikir kritis setiap mahasiswa relatif berbeda, tetapi konstruk penugasan esai dalam telaah sastra memberikan kerangka kerja berpikir kritis di kalangan mahasiswa. Hal ini berimplikasi langsung pada perkembangan literasi dan kemampuan membaca kritis karya sastra di Indonesia.
Dorongan Psikis Tokoh pada Novel Ayat-Ayat Cinta 2 Karya Habiburrahman El Shirazy (The Psikis Drive of the Characters of Ayat-Ayat Cinta 2 Novel By Habiburrahman El Shirazy) Abdul Rozak; Atikah Atikah; Diana Rahmawati Rozak
Indonesian Language Education and Literature Vol. 6 No. 2 (2021)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v6i2.8029

Abstract

The purpose of this study was to describe the concept of psychic impulses in the characters in the novel Ayat-Ayat Cinta 2 by Habiburrahman El Shirazy. This study uses a qualitative method with a descriptive-analytical working mechanism. The approach used is a literary psychology approach. The data collection technique applied is documentation. The data analysis activities consist of data reduction, data presentation, and concluding/verification. The results of the study indicate that there is an impetus that drives or underlies the behaviour of each character. Interaction between characters leads to encouragement, namely encouragement that comes from the spiritual aspect, encouragement to fulfil desires without regard to values, and encouragement that is influenced by news in the mass media. Changes in the character of the antagonist are influenced by the behaviour of practising the Qur'an and hadith by the main character. Thus, reflected in the pattern of the relationship between individual history, goals, and aspirations of individuals to the behaviour of the characters.Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan konsep dorongan psikis pada tokoh dalam novel Ayat-Ayat Cinta 2 karya Habiburrahman El Shirazy. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan mekanisme kerja deskriptif analitik. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan psikologi sastra. Teknik pengumpulan data yang diaplikasikan adalah dokumentasi. Aktivitas analisis data tersebut terdiri atas reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dorongan yang menggerakkan atau melatarbelakangi perilaku setiap tokoh. Interaksi antartokoh mengarah pada adanya dorongan, yakni dorongan yang berasal dari aspek spiritualitas, dorongan memenuhi keinginan tanpa memperhatikan nilai-nilai, dan dorongan yang dipengaruhi oleh pemberitaan di media massa. Perubahan karakter tokoh antagonis dipengaruhi perilaku pengamalan Al-Qur’an dan hadis oleh tokoh utama. Dengan demikian, tercermin adanya pola hubungan antara sejarah individu, tujuan, dan aspirasi individu terhadap perilaku tokoh.
Pendidikan Karakter dalam Novel Kata Karya Rintik Sedu: Kajian Sastra dan Relevansinya dalam Kurikulum Sekolah Intan Indriyani; Sindi Apriliyanti; Muhamad Loudry Prastyo; Abdul Rozak; Andi Sutisno
Aksara Vol 37, No 2 (2025): AKSARA, EDISI DESEMBER 2025
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v37i2.4898.557-566

Abstract

This research aims to explain the values of character education contained in the novel Kata karya Rintik Sedu and its relevance to literary learning at the high school level based on the Independent Curriculum. This study uses a qualitative method with a descriptive approach. Data was obtained through reading and recording techniques for the text of the novel Kata karya Rintik Sedu. The research instruments include researchers as data collectors and analyzers as well as a categorization sheet of character education values, namely care, hard work, and responsibility. Data were analyzed by qualitative descriptive analysis techniques through the stages of collecting, grouping, and interpreting character education values that appeared in the text. The results of the study show that the novel Kata contains character education values in the form of care, hard work, and responsibility that are implicitly conveyed through the experience and development of the main character. These findings show that the Kata novel has the potential as a literary teaching material that supports the formation of students' character and is relevant to be integrated in literary learning in schools in accordance with the goals of the Independent Curriculum. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menjelaskan nilai-nilai pendidikan karakter yang terdapat dalam novel Kata karya Rintik Sedu serta relevansinya dengan pembelajaran sastra pada jenjang pendidikan menengah atas berdasarkan Kurikulum Merdeka. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui teknik baca dan catat terhadap teks novel Kata karya Rintik Sedu. Instrumen penelitian meliputi peneliti sebagai pengumpul dan penganalisis data serta lembar kategorisasi nilai-nilai pendidikan karakter, yaitu kepedulian, kerja keras, dan tanggung jawab. Data dianalisis dengan teknik analisis deskriptif kualitatif melalui tahap pengumpulan, pengelompokan, dan penafsiran nilai-nilai pendidikan karakter yang muncul dalam teks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel Kata memuat nilai-nilai pendidikan karakter berupa kepedulian, kerja keras, dan tanggung jawab yang disampaikan secara implisit melalui pengalaman dan perkembangan tokoh utama. Temuan ini menunjukkan bahwa novel Kata memiliki potensi sebagai bahan ajar sastra yang mendukung pembentukan karakter peserta didik dan relevan untuk diintegrasikan dalam pembelajaran sastra di sekolah sesuai dengan tujuan Kurikulum Merdeka.
Developing a Social Constructivist Group Counseling Model to Support the Development of Senior High School Students’ Speaking Skills Siska Kuamala Hatrianti; Abdul Rozak; Jimat Susilo
JOLLT Journal of Languages and Language Teaching Vol. 14 No. 3 (2026): July
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Speaking skills are essential competencies that enable students to express ideas, opinions, and experiences clearly in academic and social contexts. However, many senior high school students still experience difficulties in organizing thoughts, speaking confidently, and participating actively in oral communication. This study aimed to develop a group counseling model based on a social constructivist approach to support students’ speaking skills. The research employed a Research and Development design using the ADDIE model, consisting of analysis, design, development, implementation, and evaluation stages. In the needs analysis stage, participants included 79 students, three guidance and counseling teachers, and three Indonesian language teachers. The model trial involved 10 students selected through random sampling. Data were collected through interviews, questionnaires, observations, and a speaking skills rubric, then analyzed to determine feasibility and improvement in students’ performance. The results indicated that the developed model was considered feasible by expert validators and practical for implementation in school counseling services. During the trial, students showed increased participation, confidence, interaction, and speaking performance. These findings suggest that integrating social constructivist principles into group counseling can provide an effective alternative service for enhancing students’ speaking skills in senior high schools.
Problem-Based Learning Model Assisted by Graphic Media in Poetry Text Learning for Fourth Grade Elementary School Students Ita Rosita; Abdul Rozak; Dede Endang Mascita
International Journal of Educational Research Excellence (IJERE) Vol. 3 No. 2 (2024): July-December
Publisher : PT Inovasi Pratama Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55299/ijere.v3i2.995

Abstract

This research aims to explain the problem-based learning model assisted by graphic media in learning poetry texts for fourth-grade elementary school students, as well as the process of implementing it in learning. The research was conducted in the 2022/2023 Academic Year, Even Semester, at Madrasah Ibtidaiyah Al-Zaytun, Sandrem Village, Gantar District, Indramayu Regency, with fourth-grade students in West Java Province. This research uses the Research and Development (R&D) method. The research design used is research and development (Research and Development) with the ADDIE model. The steps/phases of development include: Analysis, Design, Development or Production, Implementation or Delivery, and Evaluation. Data collection methods include interviews, questionnaires, observations, written tests, and performance assessments. The results of the research show that the design of a problem-based learning model assisted by graphic media in learning poetry texts for fourth-grade elementary school students is a new learning model developed from a problem-based learning model associated with graphic media, making learning more meaningful. The assessment results of the learning model design and media use were 70.5%, categorized as suitable for use. The learning media expert assessment results of 80% indicate that the learning media is suitable for use. Meanwhile, based on the results of the implementation of the problem-based learning model assisted by graphic media in learning poetry texts, the assessment results were 38 out of 44, or 86.4%, indicating that the implementation of the learning model was very suitable for use. Based on the data above, it is evident that a problem-based learning model assisted by graphic media in learning poetry texts for fourth-grade elementary school students is highly needed.
Strategi Penguatan Berpikir Kritis Siswa melalui Bahan Ajar Teks Deskripsi Berbasis Multimodal dan Kearifan Lokal Jimat Susilo; Abdul Rozak; Wahyuni Wahyuni
SAWERIGADING Vol 32, No 1 (2026): Sawerigading, Edisi Juni 2026
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/sawer.v32i1.1716

Abstract

Strengthening the character of critical thinking is one of the main goals of the Independent Curriculum, especially Indonesian learning in schools.  However, Indonesian learning is still dominated by conventional teaching materials that are less contextual, textual, and have not integrated local wisdom or a multimodal approach. This research aims to develop teaching materials that are integrated between multimodal texts and local wisdom as a step to improve students' critical thinking character. The research uses the Research and Development (RD) method with the ADDIE model which includes the stages of analysis, design, development, implementation, and evaluation. The research was conducted at SMP Negeri 1 Sumber, Cirebon. Data is collected through questionnaires, observations, and expert validation. The data was analyzed in a qualitative descriptive manner. The results of the study showed that the teaching materials developed were in the category of very feasible and received a very positive response from students. Multimodal teaching materials based on local wisdom are able to increase student involvement in learning and encourage the development of critical thinking character. This research contributes to the development of Indonesian learning that is contextual, multimodal, and oriented towards strengthening students' character AbstrakPenguatan karakter berpikir kritis merupakan salah satu tujuan utama Kurikulum Merdeka, khususnya pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah.  Namun, pembelajaran Bahasa Indonesia masih didominasi bahan ajar konvensional yang kurang kontekstual, bersifat tekstual, dan belum mengintegrasikan kearifan lokal maupun pendekatan multimodal. Penelitian ini bertujuan mengembangkan bahan ajar yang terintegrasi antara teks multimodal dengan kearifan lokal sebagai langkah untuk meningkatkan karakter berpikir kritis siswa. Penelitian menggunakan metode Research and Development (RD) dengan model ADDIE yang meliputi tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Penelitian dilakukan di SMP Negeri 1 Sumber, Cirebon. Data dikumpulkan melalui angket, observasi, dan validasi ahli. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan ajar yang dikembangkan berada pada kategori sangat layak dan memperoleh respons sangat positif dari siswa. Bahan ajar multimodal berbasis kearifan lokal mampu meningkatkan keterlibatan siswa dalam pembelajaran serta mendorong berkembangnya karakter berpikir kritis. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan pembelajaran Bahasa Indonesia yang kontekstual, multimodal, dan berorientasi pada penguatan karakter siswa.