Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

PELUANG BISNIS MENJADI KONTEN KREATOR DI KALANGAN PEMUDA DESA BANJAR KEMUNING SEDATI SIDOARJO PADA ERA DIGITAL Irnawati Irnawati; Suhartono Suhartono; I Wayan Arsana; Akhmad Qomaru Zaman; Pandu Rudy Widyatama; Elok Kinanti; Eka Safitri Utami; Qurrotul Uyun
KARYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 2 (2023): KARYA: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : FKIP Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The digital era is now changing the way people view doing business, especially the millennial generation. This millennial generation is one of the few people affected by technology. This generation is not only surfing social media, but also working on their personal accounts to take advantage of unlimited digital business opportunities, ranging from being speakers, brand ambassadors, endorsements, content creators, and many more. Business opportunities in the digital era are very promising, but often some of the millennial young generation now have not found a direction in building personal branding. This happened because of the lack of understanding and readiness among these young people. The need for real efforts through community service programs carried out by the PPKn Study Program of PGRI Adi Buana University Surabaya to socialize the youth of Banjar Kemuning Village to use social media by becoming content creators. The method of implementing this community service is the preparation, implementation, and evaluation stages. The result of this service program is to open views and provide understanding to village youth to use social media as a business opportunity. The active response and enthusiasm of village youth in paying attention to the material shows interest in becoming content creators.
IMPLEMENTASI MODERASI BERAGAMA PADA MASYARAKAT DESA BALONGGARUT KECAMATAN KREMBUNG KABUPATEN SIDOARJO Dewi Himmatul Agustin; I Wayan Arsana
Jurnal Magister Hukum Perspektif Vol. 14 No. 1 (2023)
Publisher : Magister Ilmu Hukum, Universitas Wisnuwardhana Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37303/jurnal magister.v14i1.78

Abstract

This research is based on social life regarding the implementation of religion in the community of Balonggarut Village, Krembung Subdistrict, Sidoarjo Regency. Diversity is an ancestral heritage. The aims of this study is to: 1) To examine the implementation of religious moderation in the community of Balonggarut Village, Krembung District, Sidoarjo Regency. 2) To determine the role of religious leaders in realizing religious moderation in Balonggarut Village, Krembung Subdistrict, Sidoarjo Regency. 3) To determine the role of community leaders in realizing religious moderation in Balonggarut Village, Krembung Subdistrict, Sidoarjo Regency. This research uses empirical juridical methods that are qualitative descriptive with interview, observation, and documentation data collection techniques. This study showed the result that community understood religious moderation so that they respect. In religious moderation, the role of religious leaders is always to get closer to communicate and preach to guide goodness to the people. the role of community leaders always gives understanding to the younger generation to always respect and appreciate the differences that exist. Keywords: Religious Moderation, Tolerance, Religiuos Leaders, Community Leaders.
Pengaruh Model Pembelajaran Project Based Learning Versus Model Pembelajaran Langsung dan Motivasi Belajar Terhadap Hasil Belajar Biologi di SMA Muhammad Saiful Wajdi; Rufi’i Rufi’i; I Wayan Arsana
ORYZA ( JURNAL PENDIDIKAN BIOLOGI ) Vol 12 No 2 (2023): ORYZA: Jurnal Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi STKIP Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/oz.v2i2.1099

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjaring data tentang pengaruh penggunaan model pembelajaran project-based learning, pembelajaran langsung dan motivasi belajar terhadap hasil belajar mata pelajaran Biologi pada siswa kelas X SMA Negeri 1 Sukodadi Lamongan. Untuk mencapai tujuan tersebut maka dilaksanakan penelitai eksperimen dengan rancangan pre-test post-test control group design. Hasil penelitian berdasarkan analisis data yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa: (1) Penerapan model pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Project Based Learning terjadi peningkatan hasil belajar yang lebih baik dan meningkat secara signifikan dibandingkan dengan menggunakan model pembelajaran langsung, (2) Motivasi belajar siswa dengan model pembelajaran project based learning diitinjau dari motivasi tinggi dan rendah lebih tinggi hasil belajar yang diperoleh dengan penggunaan model pembelaharan langsung, (3) Interaksi model pembelajaran dan motivasi belajar sama-sama memiliki peran yang sama untuk dapat meningkatkan hasil belajar siswa.
Teknik Penulisan Karya Tulis Ilmiah: PPM Bagi Guru PKn di Kabupaten Probolinggo Suyono; Dwi Retnani Srinarwati; I Wayan Arsana; Bernadetta Budi Lestari; I Made Arsana
Kanigara Vol 1 No 1 (2021): Kanigara
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/kanigara.v1i1.3232

Abstract

Pendidik Profesional tidak hanya melakukan kegiatannya sebagai pengajar yang baik tetapi juga dengan kompetensi yang professional. Diperlihatkan dengan peningkatan peran yang profesinal dalam penulisan karya ilmiah. Pengabdian pada masyarakat dengan mitra Pengabdian kepada Masyarakat ini bekerjasama dengan mitra para pendidik PPKn se-Kota dan Kabupaten Probolinggo dengan tujuan untuk melatih para Pendidik menulis karya ilmiah dengan bagus, bersamaan dengn mempublikasikan karya tulisnya. Kegiatan tersebut dilakukan dalam bentuk kegiatan pelatihan, pangajaran , tanya jawab, diskusi dan praktek menulis karya ilmiah dengan bagus. Hasil dari kegiatan ini adalah terlaksananya pelatihan karya tulis ilmiah untuk pendidik PPKn se-Kota dan Kabupaten Probolinggo ini sejalan dengan langkah-langkah yang telah direncanakan sebelumnya. Keefektifan pelatihan ini diukur dengan angket keefektifan dan jumlah guru yang mampu membuat karya tulis ilmiah.
Upaya Deradikalisasi di Lingkungan Masyarakat Melalui Implementasi Sosial Dalam Nilai-Nilai Pancasila Suyono; Suhartono; I Wayan Arsana; Dwi Retnani Srinarwati
Kanigara Vol 2 No 1 (2022): Kanigara
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/kanigara.v2i1.5056

Abstract

Pengabdian pada masyarakat kerjasama dengan tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh adat, tokoh agama, tokoh pendidikan di desa Desa Kebaron Kecamatan Tulangan kabupaten Sidoarjo provinsi Jawa Timur dengan tujuan untuk sosialisasi dan penyuluhan dan bimbingan deradikalisasi di lingkungan masyarakat melalui implementasi sosial dalam nilai-nilai pancasila dengan baik, bersamaan dengan mempublikasikan karya tulisannya. Adapun kegiatan yang telah dilakukan dalam bentuk kegiatan Sosialisasi, bimbingan dan penyuluhan dan tanya jawab, dan cara mengatasi apabila di desa Kebaron Kecamatan Tulangan Kabupaten Sidoarjo berkembang paham radikal. Adapun kegiatan tersebut telah dilaksanakan pada tanggal 10 Desember 2021 sampai 10 Januari 2022 yang menempati Kantor desa Kebaron, Kecamatan Tulangan Kabupaten Sidoarjo. Kegiatan Sosialisasi dan penyuluhan dan bimbingan pada masyarakat Desa Kebaron Kecamatan Tulangan Sidoarjo dengan tujuan guna memberikan penjelasan pada warga masyarakat Kebaron tentang paham radikalisme dan bahaya-bahaya, yang ditimbulkan dan ada iktiar dari warga masyarakat sejak awal dalam menanggulangi masuknya paham radikalisme di Desa Kebaron. Metode yang dipakai dalam kegiatan Pengabdian pada Masyarakat tersebut memberikan edukasi melalui penjelasan interaktif, berikutnya tanya jawab. Dalam pelaksanaan PPM dari 36 peserta yang telah hadir pada kegiatan PPM sebanyak 18 peserta telah paham hakikat radikal, dan dampak yang timbul apabila paham ini dibiarkan menyebar di masyarakat, dan cara menanggulangi paham radikal. Dapat diketahui dari pertanyaan pendahuluan yang ditanyakan oleh pemateri kepada peserta yang hadir, para peserta dapat menjawab pertanyaan secara urut. Peserta yang telah memahami paham radikal dari perwakilan kelompok Karang taruna, Tokoh Agama dan tokoh masyarakat dan perwakilan dari Ibu-ibu PKK. Mereka menyampaikan bahwa pengetahuan paham radikal diperoleh dari Melihat tayangan TV, siaran radio dan media sosial. Sedang peserta lainnya belum paham pengertian paham radikal, dan hanya sebatas pelaku radikal merakit dan memiliki BOM dan dapat mengancam dan membahayakan keselamatan warga Masyarakat.
Peran Tokoh Agama dalam Memperkuat Moderasi Beragama di RT 49 Desa Masangan Kulon Kecamatan Sukodono Kabupaten Sidoarjo Jihan Aulia Salma; I Wayan Arsana
MISTER: Journal of Multidisciplinary Inquiry in Science, Technology and Educational Research Vol. 1 No. 3 (2024): MEI-JULI
Publisher : UNIVERSITAS SERAMBI MEKKAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/mister.v1i3.1657

Abstract

This research is based on community life regarding the Role of Religious Leaders in Strengthening Religious Moderation in RT 49, Masangan Kulon Village, Sukodono District, Sidoarjo Regency. The objectives of this study are to 1) To determine the role of religious leaders in building religious moderation in RT 49 Masangan Kulon Village, Sukodono District, Sidoarjo Regency. 2) To find out what challenges religious leaders have in building religious moderation in RT 49, Masangan Kulon Village, Sukodono District, Sidoarjo Regency. This research involves interview, observation, and documentation techniques. In the framework of this study, it was found that people have understood the concept of religious moderation well, which is reflected in mutual respect between them. In the context of religious moderation, the role of religious figures continues to apply communicative and da'wah approaches to guide people towards goodness. The challenges faced by religious leaders in embracing diversity without compromising the essence of their teachings involve navigating the complexity of diverse values and beliefs within society.
Tradisi Pernikahan Nyandung Watang di Desa Bambe Kecamatan Driyorejo Kabupaten Gresik Dian Purwanti; I Wayan Arsana
Journal on Education Vol 7 No 1 (2024): Journal on Education: Volume 7 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v7i1.6675

Abstract

Tradition refers to longstanding customs inherited within a society that are still actively practiced. It typically encompasses old values, norms, and customs upheld by specific groups within a region. A descriptive qualitative research approach was employed to gather data on the Nyandung Watang marriage tradition in Bambe Village, Driyorejo District, Gresik Regency. Data collection methods included observation, interviews, and documentation. Findings revealed a shift in the Nyandung Watang tradition, particularly when it coincides with the passing of a grandfather, grandmother, or other family members of the bride or groom. This alteration in tradition reflects the influence of contemporary developments and changing societal knowledge. Presently, the Nyandung Watang wedding tradition involves presenting staple foods, processed items, kitchen utensils, and spices to the bereaved family as a gesture of respect.
Pengembangan Model Pembelajaran Berbasis Kurikulum Merdeka untuk Meningkatkan Pemahaman Pendidikan Pancasila di SMA Negeri 17 Surabaya Suhartono Suhartono; I Wayan Arsana; Rahmatul M.Pd. Imaniar; Anggita Adutya Fauzi; Nehru Firdaus Ardhana
CIVICUS : Pendidikan-Penelitian-Pengabdian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 13, No 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/civicus.v13i1.30082

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model pembelajaran berbasis Kurikulum Merdeka guna meningkatkan pemahaman siswa terhadap Pendidikan Pancasila di SMA Negeri 17 Surabaya. Kurikulum Merdeka, yang menekankan pada kemerdekaan belajar dan pengembangan karakter, diharapkan dapat menjadi solusi atas permasalahan rendahnya pemahaman siswa terhadap nilai-nilai Pancasila. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan (Research and Development/R&D) dengan tahapan analisis kebutuhan, desain model, validasi ahli, uji coba terbatas, dan evaluasi. Populasi penelitian mencakup seluruh siswa kelas XI SMA Negeri 17 Surabaya, dengan sampel sebanyak 30 siswa yang dipilih secara acak. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan tes pemahaman siswa. Analisis data dilakukan secara kuantitatif dengan menggunakan uji statistik deskriptif untuk menghitung peningkatan skor pemahaman siswa, serta analisis kualitatif untuk menginterpretasi hasil observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran yang dikembangkan efektif meningkatkan pemahaman siswa terhadap Pendidikan Pancasila, dengan peningkatan skor rata-rata sebesar 25% pada uji coba terbatas. Simpulan penelitian ini adalah bahwa model pembelajaran berbasis Kurikulum Merdeka dapat menjadi alternatif inovatif untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap nilai-nilai Pancasila, sekaligus mendukung implementasi Kurikulum Merdeka di sekolah.This study aims to develop a learning model based on the Merdeka Curriculum to enhance students' understanding of Pancasila Education at SMA Negeri 17 Surabaya. The Merdeka Curriculum, which emphasizes independent learning and character development, is expected to provide a solution to the problem of low student comprehension of Pancasila values. The research method employed is Research and Development (R&D), with stages including needs analysis, model design, expert validation, limited trials, and evaluation. Data were collected through observation, interviews, and student comprehension tests. The results indicate that the developed learning model effectively improves students' understanding of Pancasila Education, with an average score increase of 25% in the limited trials. The conclusion of this study is that the Merdeka Curriculum-based learning model can serve as an innovative alternative to enhance students' understanding of Pancasila values, while also supporting the implementation of the Merdeka Curriculum in schools.
Politik Uang dalam Pemilihan Kepala Daerah terhadap Konstruksi Pemerintahan di Desa Bohar Sidoarjo Suyono; I Wayan Arsana
Hijaz: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Medan Resource Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.511 KB) | DOI: 10.57251/hij.v2i2.832

Abstract

The general election for regional heads or the 2020 Sidoarjo post-conflict local election should be an important stage in social and state life, because in this post-conflict local election, the community is involved or is involved as a fundamental element that determines the functioning of democracy. Democracy will maintain its sanctity in the hands of post-conflict local election organizers and the people. One of the political crimes and legal deviations that tarnishes the image of a democratic party is money politics. This study aims to analyze the practice of money politics carried out by political elites with the aim of buying people's votes and forms of politicians'behavior that damage government buildings. The research method used is qualitative research equipped with an analytical, conceptual approach, prioritizing primary data and secondary data with qualitative analysis. The results of the study show that the causes of the practice of money politics carried out by political elites with the aim of buying people's votes include: money is the root of problems and damage to government and democracy buildings, and the power of bribery practices has entered the deepest pores or networks of people's lives. , both to fight for and reap the values and norms of goodness, justice, and human dignity.
Transformasi Pendidikan Kewarganegaraan Untuk Memperkuat Ketahanan Ideologi Pancasila Di Era Artificial Intelligence Icha Dwi Listari; Suhartono Suhartono; Moh Thohir; I Wayan Arsana
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 10, No 3 (2026): Agustus 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v10i3.2026.1724-1731

Abstract

Perkembangan teknologi kecerdasan buatan telah mengubah berbagai aspek kehidupan masyarakat, termasuk pola komunikasi, akses informasi, dan pembentukan nilai pada generasi muda. Perubahan tersebut menghadirkan tantangan terhadap ketahanan ideologi Pancasila, terutama melalui penyebaran informasi yang tidak terverifikasi, polarisasi sosial, serta penetrasi nilai-nilai global yang tidak selalu selaras dengan karakter bangsa Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi Pendidikan Kewarganegaraan dalam memperkuat ketahanan ideologi Pancasila di era kecerdasan buatan. Penelitian menggunakan metode kajian pustaka dengan pendekatan kualitatif melalui analisis berbagai artikel ilmiah, buku, dan dokumen kebijakan yang relevan. Data dianalisis secara deskriptif untuk mengidentifikasi peran, strategi, dan inovasi pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dalam menghadapi tantangan era digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi Pendidikan Kewarganegaraan perlu dilakukan melalui penguatan literasi digital, internalisasi nilai-nilai Pancasila, pengembangan kemampuan berpikir kritis, serta pemanfaatan teknologi pembelajaran berbasis kecerdasan buatan secara bijaksana dan bertanggung jawab. Pendidikan Kewarganegaraan berperan strategis dalam membentuk warga negara yang memiliki kesadaran ideologis, kemampuan menyaring informasi, serta komitmen terhadap nilai-nilai kebangsaan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa transformasi Pendidikan Kewarganegaraan menjadi instrumen penting dalam memperkuat ketahanan ideologi Pancasila di tengah dinamika perkembangan teknologi kecerdasan buatan.