Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

PENYULUHAN MANAJEMEN MAKANAN SEHAT BAGI PENDERITA HIPERTENSI BAGI WARGA GANG KARYA BANJARMASIN TENGAH Lucia Andi Chrismilasari; Luckita Ibna Permana; Ermeisi Er Unja; Ria Kamala Riani
JURNAL SUAKA INSAN MENGABDI (JSIM) Vol 1 No 2 (2020): Jurnal Suaka Insan Mengabdi (JSIM)
Publisher : STIKES Suaka Insan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jsim.v1i2.276

Abstract

Hipertensi merupakan manifestasi gangguan keseimbangan hemodinamik systemkardiovaskuler. Banjarmasin merupakan salah satu daerah dengan tingginya kasus hipertensi.Adapun yang tergambar dari kondisi masyarakat di Banjarmasin adalah terkait gaya hidupterutama perilaku mengkonsumsi makanan. Pola makan yang sesuai merupakan suatupenatalaksanaan yang perlu diperhatikan oleh penderita hipertensi karena hal tersebut akansangat membantu mengendalikan tekanan darah.Masalah yang ditemukan pada masyarakat binaan Puskesman Teluk Dalam adalah1)Perilaku masyarakat dalam mengkonsumsi makanan sehat masih kurang, 2) Masyarakatbelum mengetahui komponen makanan yang dapat dikelola untuk membantu mengontroltekanan darah yang tinggi, 3) Masyarakat belum tahu secara benar cara pengolahan makanandan penyajian makanan yang sehat dan terjangkau bagi penderita hipertensi.Solusi yang ditawarkan adalah mengubah perilaku dalam mengkonsumsi makananharian yaitu dengan memperbanyak ilmu pengetahuan melalui kegiatan penyuluhan kesehatandengan metode ceramah Tanya jawab mengenai nutrisi yang tepat dalam mengontrol tekanandarah.Hasil kegiatan pengabdian didapatkan 100% masyarakat memiliki pengetahuan yangbaik tentang manajemen makanan bagi penderita hipertensi setelah diberikan penyuluhankesehatan dengan metode ceramah Tanya jawab. Dari 26 orang warga wilayah gang karya yangmenderita hipertensi derajat II, 8 orang warga (54%) mampu mengontrol tekanan pada derajathipertensi yang sama (hipertensi derajat II) dan 5 orang warga (33%) mengalami penurunantekanan darah menjadi Hipertensi derajat I dan 2 orang warga (13%) pada kondisi pra hipertensidalam waktu 3 minggu.Kemampuan warga yang menderita hipertensi dalam mengontrol tekanan darahdikarenakan warga penderita hipertensi mampu mengontrol sedikit demi sedikit konsumsimakanan asin dan cenderung memperbanyak sayur, rajin melakukan aktifitas fisik, sertamelakukan kunjungan ke fasilitas kesehatan pemerintah dalam membantu mengontrok tekanandarah. Melalui kegiatan penyuluhan kesehatan dengan metode ceramah ternyata cukup efektifdalam membantu warga penderita hipertensi memahami cara mengontrol hipertensi melaluidiet makanan harian. Pengetahuan akan hipertensi juga mampu menjadi dasar bagi penderitahipertensi untuk berperilaku sesuai pengetahuan yang di dapatnya.Kata Kunci : Hipertensi, Makanan Sehat Hipertensi, Pasien Hipertensi, Penyuluhan Kesehatan
PENYULUHAN MENGGOSOK GIGI PADA ANAK SEKOLAH DASAR TELUK DALAM II BANJARMASIN Lucia Andi Chrismilasari; Yohana Gabrilinda; Margareta Martini
JURNAL SUAKA INSAN MENGABDI (JSIM) Vol 1 No 2 (2020): Jurnal Suaka Insan Mengabdi (JSIM)
Publisher : STIKES Suaka Insan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jsim.v1i2.278

Abstract

Sekolah Dasar Teluk Dalam II Banjarmasin merupakan salah satu sekolah dasar yangdikelola untuk memberikan pendidikan dasar pada anak-anak minimal 6 tahun sampai dengan12 tahun atau lebih. Lingkungan sekitar siswa/I ini baik disekolah dan dirumah banyak ditemuiwarung dan jajanan. Kebiasan anak SDN Teluk Dalam II Banjarmasin dalam menjaga oralhygiene juga dinilai jelek. Dibuktikan banyak dari anak-anak yang tidak turun sekolah denganalasan sakit gigi. Berdasarkan pemeriksaan pun 26 (76,5%) siswa/I kelas 2 SDN Teluk DalamII Banjarmasin mengalami karies gigi.Solusi penyelesaian masalah yang disepakati oleh Tim Pengabdi bersama perwakilankelompok sasaran yaitu wali murid kelas 2 SDN Teluk Dalam II Banjarmasin, disepakatikegiatan yang akan dijalankan yaitu : 1) Meningkatkan pengetahuan siswa/I tentang: kebiasaanyang menyebabkan karies gigi dan bahaya yang terjadi jika mengalami karies gigi; dan2)Belajar secara langsung tentang cara menggosok gigi dengan benar.Metode yang digunakan yaitu penyuluhan dengan metode audio visual (video) danmetode demonstari. Hasil yang diharapkan dari kegiatan ini yaitu adanya peningkatanpengetahuan tentang : 1)Kebiasaan yang menyebabkan masalah kesehatan gigi dan mulut(karies gigi), dan 2)dampak yang terjadi jika mengalami masalah gangguan kesehatan gigi danmulut. Selain itu Siswa/I diharapkan mampu mempraktekan gosok gigi dengan benar.Sebagian besar siswa/I kelas II SDN Teluk Dalam II Banjarmasin mengalamipeningkatan pengetahuan tentang masalah kesehatan gigi dan mulut dan juga praktikmenggosok gigi dengan benar setelah diberikan penyuluhan kesehatan dengan metode videodan demontasi.Kata Kunci : Anak Sekolah Dasar, Menggosok Gigi, Penyuluhan Kesehatan
PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG COVID-19 BAGI KELOMPOK KHUSUS Lucia Andi Chrismilasari; Luckyta Ibna Permana; Fransiska Dwi Hapsari
JURNAL SUAKA INSAN MENGABDI (JSIM) Vol 2 No 2 (2020): Jurnal Suaka Insan Mengabdi (JSIM)
Publisher : STIKES Suaka Insan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jsim.v2i2.279

Abstract

Corona Virus Disease-2019 (COVID-19) di Indonesia terus mengalami peningkatan. Semua kelompok masyarakat perlu saling membantu dalam menekan angka penyebaran COVID-19. Akan tetapi, tidak semua masyarakat mendapakan informasi secara tepat tentang COVID-19, misalnya pada kelompok masyarakat khusus seperti penyintas tunarungu. Maka dari itu, pendidikan kesehatan kepada kelompok masyarakat khusus seperti penyintas tunarungu perlu dilakukan tanpa harus mengumpulkan mereka pada 1 tempat dan waktu yang sama, yaitu dengan video edukasi tentang COVID-19 yang menampilkan bahasa isyarat sebagai cara penyampaian informasinya. Dari hasil kegiatan didapatkan hasil yaitu 1)tersampaikanya informasi tentang COVID-19 bagi masyarakat khusus penyintas tunarungu; dan 2)tersedianya video edukasi yang berisi informasi tentang COVID-19 dengan menggunakan bahasa isyarat. Video edukasi ini sangat bermanfaat bagi kelompok masyarakat khusus penyintas tunarungu untuk memahami tentang COVID-19 dan cara penularannya. Selain itu juga, video edukasi ini dapat disebarluaskan kepada seluruh masyarakat melalui media sosial guna menyebarluaskan informasi terkhusus bagi penyintas tunarungu di seluruh Indonesia. Sehingga, dapat membantu agar semua kelompok masyarakat medapatkan informasi tentang COVID-19 dan cara pencegahannya.Kata Kunci: Diabetes Melitus, Kader Kesehatan, Pelatihan
EDUKASI MENGENAI PENTINGNYA IMUNISASI DASAR PADA ANAK BAGI IBU WARGA GANG NUSANTARA RT 19 KELURAHAN PEKAUMAN BANJARMASIN TENGAH KALIMANTAN SELATAN Septi Machelia C.N; Lucia Andi Chrismilasari
JURNAL SUAKA INSAN MENGABDI (JSIM) Vol 1 No 2 (2020): Jurnal Suaka Insan Mengabdi (JSIM)
Publisher : STIKES Suaka Insan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jsim.v1i2.283

Abstract

Imunisasi dasar pada anak sangat penting dilakukan untuk memperkuat sistem pertahanan tubuh sehingga kebal terhadap serangan kuman penyakit. Melindungi bayi dari berbagai resiko penyakit melalui imunisasi merupakan tanggung jawab orang tua dan petugas kesehatan setempat. Pengetahuan dan pemahaman orang tua yang kurang memadai mengenai pentingnya imunisasi dan dampak apabila anak tidak dilakukan imunisasi dapat menyebabkan bayi atau anak tidak mendapatkan imunisasi secara optimal. Kasus bayi/balita yang tidak mendapatkan imunisasi dasar yang lengkap di Gang Nusantara RT 19 Kelurahan Pekauman Banjarmasin Tengah sebanyak 40% dari 100 orang bayi/balita. Saat dilakukan wawancara kepada para ibu yang mempunyai bayi/balita yang tidak mendapatkan imunisasi dasar lengkap mengungkapkan bahwa adanya ketakutan akan efek samping dari imunisasi, melewatkan jadwal imunisasi karena ada kesibukan serta kurangnya kesadaran karena kurangnya pemahaman akan pentingnya imunisasi. Sehingga perlunya peningkatan pengetahuan serta pemahaman pada ibu mengenai manfaat imunisasi dasar anak yang mampu meningkatkan angka kelengkapan imunisasi dasar pada anak.Kata Kunci : Imunisasi, bayi/balita, ibu, edukasi
PENYULUHAN CARA BERORGANISASI DAN KEPEMIMPINAN PADA SISWA SISWI SMP PGRI 3 BELITUNG BANJARMASIN Lucia Andi Chrismilasari; Septi Machelia C.N; Ahmad Nawawi; Tri Jaya
JURNAL SUAKA INSAN MENGABDI (JSIM) Vol 1 No 2 (2020): Jurnal Suaka Insan Mengabdi (JSIM)
Publisher : STIKES Suaka Insan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jsim.v1i2.286

Abstract

Pengetahuan dan keterampilan dalam berorganisasi perlu disadari dan dikembangkan sejakdini. Memahami akan pentingnya kerjasama tim akan bermanfaat bagi karakter seseorang kedepannyaterutama ketika masuk dalam sebuah perusahaan atau membangun perusahaan sendiri terkait pekerjaan.Organisasi semakin berkembang, karena organisasi sangat di perlukan pada organisasi, danjuga tata kerja dalam pembagian tugas baik secara individual maupun sosial (bersama-sama). Maka dariitu penting bagi kita, mempunyai pengetahuan tentang organisasi, manajemen, maupun tata kerja. Agardapat mengembangkan potensi diri sebaik mungkin, terutama dalam keorganisasian.Metode yang digunakan pada kegiatan pengabdian ini adalah penyuluhan dengan metodeceramah dan demonstrasi melalui permainan. Selain itu metode Focus Group Disccussion (FGD) jugamenjadi salah satu metode yang diterapkan untuk memaksimalkan kemampuan siswa/I berargumendalam tim.Hasil yang didapatkan dari kegiatan ini yaitu 1)siswa mampu menjawab pertanyaan darimoderator dan penyaji; 2)siswa mampu menyelesaikan games dengan sangat antusias; 3)siswa mampuberargumen dalam tim.Kesimpulan dalam upaya membentuk karakter siswa/I sejak masih di sekolah, menjadikanpenyuluhan dengan metode ceramah, demontrasi melalui permainan dan focus group discussion (FGD)dinilai efektif. Hal ini dibuktikan dari kemampuan mahasiswa dalam menyelesaikan permainan danberargumen dalam tim ketika membahas inti dari permainan.Kata Kunci : kepemimpinan, organisasi, siswa-siswi sekolah
KEGIATAN REFLEKSI DIRI DALAM MANAJEMEN STRES KERJA PERAWAT Gertrudis Tutpai; Margareta Martini; Anastasia Maratning; lucia andi chrismilasari
JURNAL SUAKA INSAN MENGABDI (JSIM) Vol 4 No 2 (2022): Jurnal Suaka Insan Mengabdi (JSIM)
Publisher : STIKES Suaka Insan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jsim.v4i2.409

Abstract

Stress kerja yang dirasakan perawat terutama di Masa Pandemi Covid-19 ini memang cukup tinggi. Respon negatif terhadap stres juga muncul sebagai akibat dari mekanisme koping yang negatif. Respon negatif tersebut berupa stres, rasa takut dan keinginan untuk resign dari pekerjaan. Salah satu metode yang dapat dilakukan untuk memodifikasi dampak stres agar lebih positif adalah dengan kegiatan Refleksi Diri. Kegiatan Refleksi diri yang dilakukan kepada 20 tenaga perawat dengan metode Focus Group Discussion (FGD) dan ceramah. Hasil yang didapatkan bahwa 100% perawat telah memiliki nilai positif dan memiliki kemauan untuk terus menjalani profesinya setelah melakukan kegiatan refleksi diri. Melalui kegiatan refleksi diri perawat diberi kesempatan untuk menilai hal-hal positif dalam dirinya, menilai hal-hal positif dalam profesinya sebagai perawat. Melalui kegiatan refleksi diri juga nilai postif dapat tertanam sehingga akan membentuk perencanaan yang positif kedepannya terutama yang berkaitan dengan pekerjaannya.
Peningkatan Kemandirian Anak Menjalankan Protokol Kesehatan Dalam Rangka Pencegahan Penyakit Menular Pada Anak-Anak Berkebutuhan Khusus Di Banjarmasin Ermeisi Er Unja; Aulia Rachman; Gertrudis Tutpai; Lucia Andi Chrismilasari
Jurnal Kabar Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2023): Mei : JURNAL KABAR MASYARAKAT
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54066/jkb.v1i2.755

Abstract

The independence of children with special needs in a clean and healthy lifestyle requires assistance, direction and supervision to avoid all kinds of infectious diseases that very often occur in children. One effort that can be done is to teach how to wash hands properly and properly and use masks. This community service activity is carried out in the form of counseling in the form of movements and songs about washing hands clean and how to properly use a mask, as well as watching PHBS educational videos together. The results of this community service turned out to be able to increase the knowledge of children with special needs in maintaining a clean and healthy lifestyle. There is a difference in knowledge before counseling and after counseling. After being given counseling, children can demonstrate again how to wash their hands with soap in the correct steps and use a good mask.
Pengaruh Pursed Lips Breathing Terhadap Kapasitas Vital Paru Pada Lansia Dengan PPOK di Puskesmas Kota Banjarmasin Jamini, Theresia; Chrismilasari, Lucia Andi
Jurnal Penelitian UPR Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Penelitian UPR: Kaharati
Publisher : LPPM Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52850/jptupr.v4i1.13700

Abstract

Kapasitas vital paru berkurang akibat menurunnya fungsi paru dan serabut otot yang mempertahankan pipa kecil dalam paru-paru supaya tetap terbuka mengalami penurunan elastisitasnya, Lansia dengan bertambahnya usia terjadi penurunan fungsi ini dan akan lebih berat jika lansia tersebut memiliki kebiasaan merokok dan tidak biasa melakukan kegiatan berolahraga, Hal ini akan mempengaruhi  kapasitas vital  paru. Apabila  suplai oksigen yang masuk keparu berkurang maka metabolisme dalam tubuh pun kurang maksimal sehingga akan menimbulkan penurunan kesehatan. Pursed Lips Breathing adalah salah satu bentuk latihan napas yang mampu memperbaiki, pola, frekuensi dan ventilasi alveoli untuk pertukaran gas tanpa terjadi peningkatan kerja dari pernafasan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh Pursed Lips Breathing terhadap kapasitas vital paru pada lansia dengan PPOK. Design penelitian ini adalah pre experiment one group pre dan posttest design menggunakan 10 responden. Instrument penelitian menggunakan lembar observasi. Data dianalisa menggunakan uji wilcoxon Dimana didapatkan hasil p value 0,008 (p= < 0,05) nilai rerata standar deviasi pre intervensi 12.65 dan post intervensi 16.00. Penelitian ini menunjukan adanya pengaruh Pursed Lips Brathing terhadap kapasitas vital paru lansia dengan PPOK. Hasil penelitian ini terbukti bahwa Pursed Lips Breathing dilaksanakan secara rutin maka dapat meningkatkan kapasitas paru oleh sebab itu diharapkan agar lansia mampu melakukan Pursed Lips Breathing secara teratur untuk menjaga Kesehatan fisik dengan mempertahankan dan terus meningkatkan nilai kapasitas vital paru.
Pentingnya Menjamin Penerapan Prinsip “Enam Benar” Pemberian Obat Guna Meningkatkan Keselamatan Pasien di Rumah Sakit Nursery, Septi Machelia Champaca; Lucia Andi Chrismilasari
Jurnal Pengabdian Kampus Vol 11 No 2 (2024): Jurnal Pengabdian Kampus
Publisher : LPPM Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52850/jpmupr.v11i2.16814

Abstract

The role of nurses in the medication process involves administration, monitoring drug responses, and educating patients. Mistakes in medication administration can lead to toxic effects on patient health, such as drug poisoning, drug allergies, vomiting, and even death. Therefore, nurses are a critical factor in the success of treatment in healthcare services, especially in hospitals. Various efforts have been made to reduce the incidence of medication errors, including the implementation of safe medication administration principles. Research by Nursery, Septi (2023) revealed observational data regarding patient identification during medication administration. It was found that, at the time of drug administration, 50% of nurses did not identify the patient, three nurses (30%) called out the patient’s name without checking the identification wristband, and two nurses (20%) correctly identified the patient by checking the wristband. Observations related to the principle of correct medication showed that four nurses (40%) did not explain to the patient what medication was being given. Regarding the principle of correct dosage, it was noted that three nurses (30%) were not accustomed to calculating dosages using formulas and tended to guess instead; two nurses (20%) calculated dosages by asking colleagues, while five nurses (50%) were skilled in calculating dosages. Nurses responsible for administering injections relied solely on a staff logbook and did not document the information immediately in the patient status book. Out of 15 patient status books reviewed, only 9 (60%) were fully completed by nurses, while 6 (40%) were not filled out completely. The research findings indicate that career advancement, including work experience and the education level of nurses, significantly influences the implementation of the "Six Rights" of medication administration. The significant correlation between work experience and education level regarding the application of the "Six Rights" principle suggests that junior nurses require supportive learning processes and mentorship from more experienced nurses. This activity results in an increased understanding among nurses of the importance of the "Six Rights" principles in preventing adverse events, such as medication errors, ultimately enhancing the quality of nursing care.
OPTIMALISASI PELAKSANAAN SUPERVISI KEPERAWATAN MELALUI PENGEMBANGAN SOP DAN SEMINAR DI RUMAH SAKIT SUAKA INSAN BANJARMASIN Lucia Andi Chrismilasari; Nursery, Septi Machelia Champaca; Maratning, Anastasia
JURNAL SUAKA INSAN MENGABDI (JSIM) Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Suaka Insan Mengabdi (JSIM)
Publisher : STIKES Suaka Insan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jsim.v7i1.854

Abstract

Pelaksanaan supervisi ditujukan untuk mengawasi serta memperbaiki proses keperawatanyang sedang berlangsung oleh seluruh staf keperawatan menjalankan tugasnya dengansebaik-baiknya, sesuai dengan instruksi atau ketentuan yang telah digariskan. Kepalaruangan kesulitan mempertahankan kualitas asuhan keperawatan tanpa melakukankegiatan supervisi di ruangan karena informasi yang diberikan oleh staf keperawatanmungkin sangat terbatas. Tujuan Pengabdian Masyarakat ini untuk meningkatkanpengetahuan, keterampilan dan pemahaman kepala ruangan dan supervisor akan prosessupervise dan Standar Operasional Prosedur (SOP) Supervisi. Metode pengabdiandilakukan dengan tahapan kegiatan 1) Melakukan observasi lapangan dan berdiskusidengan pihak manajemen, kepala ruangan dan supervisor Rumah Sakit Suaka Insan; 2)mempersiapkan strategi pelaksaan kegiatan; 3) Melakukan seminar terkait supervise danSOP supervisi kepada Manjerial keperawatan, kepala ruangan dan supervisor. Hasilkegiatan menunjukkan seluruh kepala ruangan dan supervisor mengikuti seminar tentangsupervisi dan SOP supervisi. Peningkatan pengetahuan menjadi Baik (100%) setelahdilakukan penyuluhan.