Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

PENYULUHAN CARA BERORGANISASI DAN KEPEMIMPINAN PADA SISWA SISWI SMP PGRI 3 BELITUNG BANJARMASIN Lucia Andi Chrismilasari; Septi Machelia C.N; Ahmad Nawawi; Tri Jaya
JURNAL SUAKA INSAN MENGABDI (JSIM) Vol 1 No 2 (2020): Jurnal Suaka Insan Mengabdi (JSIM)
Publisher : STIKES Suaka Insan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jsim.v1i2.286

Abstract

Pengetahuan dan keterampilan dalam berorganisasi perlu disadari dan dikembangkan sejakdini. Memahami akan pentingnya kerjasama tim akan bermanfaat bagi karakter seseorang kedepannyaterutama ketika masuk dalam sebuah perusahaan atau membangun perusahaan sendiri terkait pekerjaan.Organisasi semakin berkembang, karena organisasi sangat di perlukan pada organisasi, danjuga tata kerja dalam pembagian tugas baik secara individual maupun sosial (bersama-sama). Maka dariitu penting bagi kita, mempunyai pengetahuan tentang organisasi, manajemen, maupun tata kerja. Agardapat mengembangkan potensi diri sebaik mungkin, terutama dalam keorganisasian.Metode yang digunakan pada kegiatan pengabdian ini adalah penyuluhan dengan metodeceramah dan demonstrasi melalui permainan. Selain itu metode Focus Group Disccussion (FGD) jugamenjadi salah satu metode yang diterapkan untuk memaksimalkan kemampuan siswa/I berargumendalam tim.Hasil yang didapatkan dari kegiatan ini yaitu 1)siswa mampu menjawab pertanyaan darimoderator dan penyaji; 2)siswa mampu menyelesaikan games dengan sangat antusias; 3)siswa mampuberargumen dalam tim.Kesimpulan dalam upaya membentuk karakter siswa/I sejak masih di sekolah, menjadikanpenyuluhan dengan metode ceramah, demontrasi melalui permainan dan focus group discussion (FGD)dinilai efektif. Hal ini dibuktikan dari kemampuan mahasiswa dalam menyelesaikan permainan danberargumen dalam tim ketika membahas inti dari permainan.Kata Kunci : kepemimpinan, organisasi, siswa-siswi sekolah
KEGIATAN REFLEKSI DIRI DALAM MANAJEMEN STRES KERJA PERAWAT Gertrudis Tutpai; Margareta Martini; Anastasia Maratning; lucia andi chrismilasari
JURNAL SUAKA INSAN MENGABDI (JSIM) Vol 4 No 2 (2022): Jurnal Suaka Insan Mengabdi (JSIM)
Publisher : STIKES Suaka Insan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jsim.v4i2.409

Abstract

Stress kerja yang dirasakan perawat terutama di Masa Pandemi Covid-19 ini memang cukup tinggi. Respon negatif terhadap stres juga muncul sebagai akibat dari mekanisme koping yang negatif. Respon negatif tersebut berupa stres, rasa takut dan keinginan untuk resign dari pekerjaan. Salah satu metode yang dapat dilakukan untuk memodifikasi dampak stres agar lebih positif adalah dengan kegiatan Refleksi Diri. Kegiatan Refleksi diri yang dilakukan kepada 20 tenaga perawat dengan metode Focus Group Discussion (FGD) dan ceramah. Hasil yang didapatkan bahwa 100% perawat telah memiliki nilai positif dan memiliki kemauan untuk terus menjalani profesinya setelah melakukan kegiatan refleksi diri. Melalui kegiatan refleksi diri perawat diberi kesempatan untuk menilai hal-hal positif dalam dirinya, menilai hal-hal positif dalam profesinya sebagai perawat. Melalui kegiatan refleksi diri juga nilai postif dapat tertanam sehingga akan membentuk perencanaan yang positif kedepannya terutama yang berkaitan dengan pekerjaannya.
Peningkatan Kemandirian Anak Menjalankan Protokol Kesehatan Dalam Rangka Pencegahan Penyakit Menular Pada Anak-Anak Berkebutuhan Khusus Di Banjarmasin Ermeisi Er Unja; Aulia Rachman; Gertrudis Tutpai; Lucia Andi Chrismilasari
Jurnal Kabar Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2023): Mei : JURNAL KABAR MASYARAKAT
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54066/jkb.v1i2.755

Abstract

The independence of children with special needs in a clean and healthy lifestyle requires assistance, direction and supervision to avoid all kinds of infectious diseases that very often occur in children. One effort that can be done is to teach how to wash hands properly and properly and use masks. This community service activity is carried out in the form of counseling in the form of movements and songs about washing hands clean and how to properly use a mask, as well as watching PHBS educational videos together. The results of this community service turned out to be able to increase the knowledge of children with special needs in maintaining a clean and healthy lifestyle. There is a difference in knowledge before counseling and after counseling. After being given counseling, children can demonstrate again how to wash their hands with soap in the correct steps and use a good mask.
Pentingnya Menjamin Penerapan Prinsip “Enam Benar” Pemberian Obat Guna Meningkatkan Keselamatan Pasien di Rumah Sakit Nursery, Septi Machelia Champaca; Lucia Andi Chrismilasari
Jurnal Pengabdian Kampus Vol 11 No 2 (2024): Jurnal Pengabdian Kampus
Publisher : LPPM Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52850/jpmupr.v11i2.16814

Abstract

The role of nurses in the medication process involves administration, monitoring drug responses, and educating patients. Mistakes in medication administration can lead to toxic effects on patient health, such as drug poisoning, drug allergies, vomiting, and even death. Therefore, nurses are a critical factor in the success of treatment in healthcare services, especially in hospitals. Various efforts have been made to reduce the incidence of medication errors, including the implementation of safe medication administration principles. Research by Nursery, Septi (2023) revealed observational data regarding patient identification during medication administration. It was found that, at the time of drug administration, 50% of nurses did not identify the patient, three nurses (30%) called out the patient’s name without checking the identification wristband, and two nurses (20%) correctly identified the patient by checking the wristband. Observations related to the principle of correct medication showed that four nurses (40%) did not explain to the patient what medication was being given. Regarding the principle of correct dosage, it was noted that three nurses (30%) were not accustomed to calculating dosages using formulas and tended to guess instead; two nurses (20%) calculated dosages by asking colleagues, while five nurses (50%) were skilled in calculating dosages. Nurses responsible for administering injections relied solely on a staff logbook and did not document the information immediately in the patient status book. Out of 15 patient status books reviewed, only 9 (60%) were fully completed by nurses, while 6 (40%) were not filled out completely. The research findings indicate that career advancement, including work experience and the education level of nurses, significantly influences the implementation of the "Six Rights" of medication administration. The significant correlation between work experience and education level regarding the application of the "Six Rights" principle suggests that junior nurses require supportive learning processes and mentorship from more experienced nurses. This activity results in an increased understanding among nurses of the importance of the "Six Rights" principles in preventing adverse events, such as medication errors, ultimately enhancing the quality of nursing care.
OPTIMALISASI PELAKSANAAN SUPERVISI KEPERAWATAN MELALUI PENGEMBANGAN SOP DAN SEMINAR DI RUMAH SAKIT SUAKA INSAN BANJARMASIN Lucia Andi Chrismilasari; Nursery, Septi Machelia Champaca; Maratning, Anastasia
JURNAL SUAKA INSAN MENGABDI (JSIM) Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Suaka Insan Mengabdi (JSIM)
Publisher : STIKES Suaka Insan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jsim.v7i1.854

Abstract

Pelaksanaan supervisi ditujukan untuk mengawasi serta memperbaiki proses keperawatanyang sedang berlangsung oleh seluruh staf keperawatan menjalankan tugasnya dengansebaik-baiknya, sesuai dengan instruksi atau ketentuan yang telah digariskan. Kepalaruangan kesulitan mempertahankan kualitas asuhan keperawatan tanpa melakukankegiatan supervisi di ruangan karena informasi yang diberikan oleh staf keperawatanmungkin sangat terbatas. Tujuan Pengabdian Masyarakat ini untuk meningkatkanpengetahuan, keterampilan dan pemahaman kepala ruangan dan supervisor akan prosessupervise dan Standar Operasional Prosedur (SOP) Supervisi. Metode pengabdiandilakukan dengan tahapan kegiatan 1) Melakukan observasi lapangan dan berdiskusidengan pihak manajemen, kepala ruangan dan supervisor Rumah Sakit Suaka Insan; 2)mempersiapkan strategi pelaksaan kegiatan; 3) Melakukan seminar terkait supervise danSOP supervisi kepada Manjerial keperawatan, kepala ruangan dan supervisor. Hasilkegiatan menunjukkan seluruh kepala ruangan dan supervisor mengikuti seminar tentangsupervisi dan SOP supervisi. Peningkatan pengetahuan menjadi Baik (100%) setelahdilakukan penyuluhan.