Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search
Journal : JOURNAL HEALTH AND NUTRITIONS

PENGARUH PEMBERIAN JUS TOMAT TERHADAP KOLESTEROL TOTAL PADA PENDERITA HIPERLIPIDEMIA DI RSUD DR. MM. DUNDA LIMBOTO KABUPATEN GORONTALO Novian Swasono Hadi
JOURNAL HEALTH AND NUTRITIONS Vol 2, No 2 (2016): Health and Nutritions
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jhn.v2i2.109

Abstract

PENGARUH PEMBERIAN JUS TOMAT TERHADAP KOLESTEROL TOTAL PADA PENDERITA HIPERLIPIDEMIA DI RSUD DR. MM. DUNDA LIMBOTO KABUPATEN GORONTALO
PERBEDAAN AKTIVITAS FISIK PADA ANAK OBESITAS DAN TIDAK OBESITAS DI SEKOLAH AL-ISLAH KOTA GORONTALO Fitri Yani Arbie; Rahma Labatjo; Novian Swasono Hadi
JOURNAL HEALTH AND NUTRITIONS Vol 4, No 1 (2018): Health and Nutritions
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jhn.v4i1.138

Abstract

ABSTRACT Background: Obesity at children may impact health negatively for instance coronary heart disease and hypertension. Number of obesity suffering at children keeps increasing as change of eating pattern and life style. Less physical activity can influence weight. Data of Riskesdas in 2010 shows that prevalence of obesity at babies in Gorontalo Province is 7,8%. Objective: it aims to investigate risk factor of physical activity on obesity at children of TK Al-Islah of Gorontalo City in 2017. Research Methodology: research design applies case control. Research samples are 50 children of pre-school. The research samples are divided into 25 children with normal nutritional status and 25 children with obesity nutritional status. Nutritional status is determined by calculation of z-score of IMT/U. Variable of physical activity is determined based on calculation of questionnaire result that is adapted from Baecke’s research. The research is conducted in TK Al-Islah, Kota Tengah, Gorontalo City. It is conducted from July to August 2017. Research finding: Physical activity at students of TK Al-Ishlah, Gorontalo City, physical activity category is good for 56,0%, less good physical activity is 44,0%. Good physical activity and not obesity is 80,0% while good physical activity and obesity is 32,0%. Less good physical activity and not obesity is 20,0% while less good physical activity and obesity is 68,0%. There is correlation of physical activity with students’ nutritional status (IMT/U) at TK Al-Islah in 2017. Keywords: physical activity, obesity, school-aged children ABSTRAK Latar Belakang: Obesitas pada anak dapat berdampak negative bagi kesehatan. Contohnya penyakit jantung koroner dan hipertensi. Jumlah penderita obesitas pada anak semakin meningkat seiring perubahan pola makan dan gaya hidup. Gaya hidup yang kurang aktivitas fisik dapat mempengaruhi berat badan. Data dari Riskesdas 2010 menyatakan bahwa prevalensi obesitas pada balita di provinsi Gorontalo mencapai 7,8%. Tujuan: Diketahuinya faktor risiko aktivitas fisik terhadap obesitas pada anak di TK Al-Islah Kota Gorontalo tahun 2017. Metodologi Penelitian: Desain penelitian menggunakan case control. Sebanyak 50 anak pra sekolah dijadikan sampel penelitian. Sampel penelitian dibagi menjadi 25 anak dengan status gizi normal dan 25 anak berstatus gizi obesitas. Status gizi ditentukan berdasarkan perhitungan z-score IMT/U. Variabel aktivitas fisik ditentukan berdasarkan perhitungan dari hasil kuesioner yang diadaptasi dari penelitian Baecke. Penelitian bertempat di TK Al Islah Kota Tengah Kota Gorontalo. Penelitian dilakukan selama bulan Juli sampai dengan Agustus 2017. Hasil Penelitian: Aktivitas fisik pada siswa TK Al-Islah Kota Gorontalo, kategori aktivitas fisik baik 56,0% kategori aktivitas fisik kurang baik 44,0%. Aktivitas fisik baik dan tidak obesitas 80,0% aktivitas fisik baik dan obesitas 32,0%. Aktivitas fisik kurang baik dan tidak obesitas 20,0% dan aktivitas fisik kurang baik dan obesitas 68,0%. Ada hubungan aktivitas fisik dengan status gizi (IMT/U) siswa di TK Al-Islah tahun 2017. Kata Kunci: aktivitas fisik, obesitas, anak sekolah
UJI DAYA SIMPAN DAN NILAI GIZI ROTI MANIS DENGAN SUBSTITUSI TEPUNG PISANG KEPOK (MUSA PARADISIACA FOTMATYPICA) Sindya Botutihe; Novian Swasono Hadi; Salman Salman
JOURNAL HEALTH AND NUTRITIONS Vol 6, No 2 (2020): Health and Nutritions
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jhn.v6i2.486

Abstract

Bread is made from wheat flour, and is the main raw material that is still imported, considering that Indonesia is not a wheat producing country, so it is necessary to substitute local food ingredients as a substitute for wheat for the raw material for making bread. The purpose of this study was to determine the shelf life and nutritional quality of sweet bread with kepok banana flour substitution. This study was an experimental study with a completely randomized design using 5 treatments, namely by substitution of kepok banana flour in treatments P0(0%), P1(40%), P2(50%), P3(60%), and P4 (70%) . The shelf life of sweet bread at room temperature can only last 1-3 days, while at refrigerator and freezer temperatures it can last for seven days. Of the four types of treatment, namely P0, P1, P2, P3 and P4, it turned out that the results that met the standard were P3 (60%) treatment with Nutrient content, namely 273.589 grams of energy, 14.42 grams of protein, 9.5 grams of fat and 251,4 grams. It was recommended that the public use banana flour in the manufacture of other types of processed foods and serve as snacks for all age groups, including children, adolescents, adults, the elderly and the elderly because it has good nutritional value.  Roti terbuat dari bahan baku tepung terigu, dan merupakan bahan baku utama yang masih diimpor, mengingat Indonesia bukan negara penghasil gandum, sehingga perlu adanya pengganti bahan pangan local sebagai pengganti gandum untuk bahan baku pembuatan Roti. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui uji daya simpan dan mutu gizi roti manis dengan substitusi tepung pisang kepok. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan rancangan acak lengkap menggunakan 5 perlakuan yaitu dengan subtitusi tepung pisang kepok pada perlakuan P0(0%), P1( 40%), P2(50%), P3(60%), dan  P4 (70%). Hasil masa simpan yang terdapat pada roti manis dengan suhu ruang hanya bisa bertahan 1-3 hari saja, Sedangkan pada suhu refrigator dan freezer dapat bertahan selama tujuh hari. Dari empat macam perlakuan yaitu P0, P1, P2, P3 dan P4, ternyata hasil yang memenuhi standar adalah  perlakuan P3 (60%) dengan kandungan zat Gizi yaitu Energi 273,589 gram,  protein 14,42 gram, lemak 9,5 gram dan karbohidrat 251,4 gram. Disarankan pada masyarakat agar dapat memanfaatkan tepung pisang dalam pembuatan olahan makanan jenis lainya serta dijadikan sebagai jajanan untuk semua golongan umur, termaksud anak-anak, remaja, dewasa, orang tua maupun untuk lanjut usia karena memiliki nilai gizi yang cukup baik. Kata Kunci:
UJI DAYA SIMPAN DAN MUTU GIZI CAKE BOLU KUKUS DENGAN PENAMBAHAN BUAH PEPAYA Mohamad Ucil Katili; Novian Swasono Hadi; Lien A. Ntau
JOURNAL HEALTH AND NUTRITIONS Vol 6, No 2 (2020): Health and Nutritions
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jhn.v6i2.493

Abstract

ABSTRACT Sweet cake (bolu in the Indonesia language) is a bread-like baked (sometimes steamed) dessert, which is made from various combinations of flour, egg, and other ingredients. Papaya, which is mostly consumed straight, cam be an additional ingredient of steamed sweet cake. The objective of this research was to explore the storability and nutrition of sweet cake with papaya. Repling on the experimental method, this research employed a completely randomized design with four treatments.  The results revealed that the steamed sweet cake lasted for one to three days at room temperature, the cake could last up to four days if it stored in a refrigatore. Nutrition contents of the cake in treatment P0 (0%) comprised energy (1,313 grams), protein (12.1 grams), fat (51.1 grams), and carbohydrate (206.0 grams). In treatment P1 (25%), the contents were energy(1,333,3 grams), protein (12.4 grams), fat (51.2 grams), and carbohydrate (210.9 grams). In the P2 (50%), the contents were energy (91,352.8 grams), protein (12.7 grams), fat (51.2 grams), and carbohydrate (215.8 grams). In treatment P3 (85%), the contents were energy (1,391.8 grams), protein (13.3 grams), fat ( 51.3 grams) and carbohydrate (225.6 grams). People are encouraged to consider papaya as an additional ingredient to processed food or snacks for people, ranging from children, adolescents, adults, and old adults. ABSTRAK  Bolukukusadalah jenisboluyang terbuat dari bahan seperti telur, ditambahkan tepung dan bahan lainnya yang dimasak dengan cara dikukus. Selain tepung dan bahan utama pembuatan bolu kukus, buah pepaya yang hanya dijadikan buah sajian biasa, bisa dijadikan sebagai bahan penambah olahan cake bolu kukus. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui uji daya simpan dan mutu gizi cake bolu kukus dengan penambahan buah pepaya. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan rancangan acak lengkap menggunakan 4 perlakuan. Hasil masa simpan yang di dapat cake bolu kukus pada suhu ruang hanya bisa bertahan 1-3 hari, sedangkan pada suhu refrigator Bolu kukus bisa bertahan sampai 4 hari. Dan hasil kandungan nilai gizi cake bolu kukus pada P0(0%) yaituenergi1,313.8gram, protein 12,1gram, lemak 51,1gram,karbohidrat 206,0 gram. P1(25%) energi 1,333,3gram, protein 12,4gram,lemak 51,2gram,dan karbohidrat 210,9gram.P2(50%)energi 1,352.8 gram, protein 12,7 gram, lemak 51,2 gram,dan karbohidrat  215,8 ram.P3(85%)yaitu energi 1,391.8gram, protein 13,3gram, lemak 51,3gram, karbohidrat 225,6gram. Disarankan pada masyarakat agar dapat memanfaatkan buah papaya dalam pembuatan olahan makanan jenis lainya serta dijadikan sebagai jajanan untuk semua golongan umur, yaitu anak-anak, remaja, dewasa, orang tua maupun untuk lanjut usia.  
GAMBARAN KEJADIAN OBESITAS PADA REMAJA MADRASAH ALIYAH Zulda Biki; Misrawatie Goi; Novian Swasono Hadi; Denny Indra Setiawan
JOURNAL HEALTH AND NUTRITIONS Vol 6, No 2 (2020): Health and Nutritions
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jhn.v6i2.568

Abstract

Obesity is a condition that occurs when there is excessive fat accumulation in the body. Obesity is also a risk factor for the emergence of various non-communicable diseases such as heart disease and stroke.This study aims to determine the description of the prevalence of obesity in Class X, XI, XII students at Madrasah Aliyah MonanoThis research method uses a descriptive survey, namely a survey conducted to describe the variables studied. The population is 61 students, the sample is 61 students in class X, XI, and XII.STR by the Over Nutrition category, namely 23 respondents or 37.1%, followed by good nutrition, namely 22 people or 36.1% and finally obesity with a total of 16 respondents or 26 ,2%. The conclusion of this study is that respondents who have a prevalence of BMI/U Nutritional Status are dominated by the Over Nutrition category, namely 23 respondents or 37.1%, followed by good nutrition, namely 22 people or 36.1% and finally obesity with a total of 16 respondents or 26,2%.Obesitas adalah keadaan yang terjadi ketika adanya penumpukan lemak yang berlebihan di dalam tubuh.Obesitasjuga menjadi salah satu faktor risiko munculnya berbagai penyakit tidak menular seperti jantung dan stroke.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran prevalensi Obesitas Pada Siswa Kelas X, XI, XII di Madrasah Aliyah Monano. Metode penelitian ini menggunakan survey deskriptif, yaitu survey yang dilakukan untuk menggambarkan variable yang diteliti. Populasi sebanyak 61 siswa, sampel 61 Siswa kelas X, XI, dan XII. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa responden yang memiliki prevalensi Status Gizi IMT/U didominasi oleh kategori Gizi Lebih yaitu 23 responden atau 37,1%, diikuti oleh gizi baik yaitu 22 orang atau 36,1% dan terakhir obesitas dengan jumlah 16 responden atau 26,2%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah responden yang memiliki prevalensi Status Gizi IMT/U didominasi oleh kategori Gizi Lebih yaitu 23 responden atau 37,1%, diikuti oleh gizi baik yaitu 22 orang atau 36,1% dan terakhir obesitas dengan jumlah 16 responden atau 26,2%.
TINGKAT PENERIMAAN DAN NILAI GIZI NUGGET IKAN CAKALANG DENGAN PENAMBAHAN DAUN BAYAM HIJAU Nur Iin Bumulo; Novian Swasono Hadi; Denny Indra Setiawan; Indra Domili; Sofyawati D. Talibo
JOURNAL HEALTH AND NUTRITIONS Vol 7, No 2 (2021): Health and Nutritions
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jhn.v7i2.456

Abstract

 Skipjack  is a medium-sized fish from the skombride family and  the only species from katsuwonus genus, and it contains macro and micro minerals contain  needed by body. The minerals in skipjack includes K, Na, Ca, Fe, Cu, and Zn. Also, the fish contains good nutrientl content such as omega-3, omega-6, iron, vitamin A, D, E, B1, B6 and C. This research aims at finding out the preference level and nutritional value of skipjack nuggets with the addition of green spinach leaves for 10gr, 20gr and  30gr. Method applied in the research is organoleptic test with Friedman test and Wilcoxon test. The research data are collected by using  organoleptic test. The results of preference level indicated that the most preferred test by panelist is treatment I with average value of 2.88,  the most preferred aroma of skipjack nugget by panelist is in  treatment 2 with average value of 2.92,  the most preferred texture of skipjack nugget by panelist is in  treatment 2 with average value of 2.92 and the highest nutritional value  found in treatment 3 with value of  4.8 for energi,  0.27 for protein,   0.12 for fat and  0.87 for carbohydrate. To sum up, the most preferred skipjack nugget, reviewed from taste, color, aroma and texture, is in treatment2 (addition of 10 grams of skipjack. Ikan cakalang adalah ikan berukuran sedang dari familia skombride (tuna) satu-satunya spesies dari genus katsuwonus.Ikan cakalang memiliki kandungan mineral makro dan mikro yang sangat dibutuhkan oleh tubuh. Jenis mineral yang terkandung dalam ikan cakalang yaitu K, Na, Ca, Fe, Cu, dan Zn dan ikan cakalang memiliki kandungan gizi yang baik di antaranya omega-3, omega-6, zat besi, vitamin A, D, E, B1, B6 dan C. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat penerimaan dan nilai gizi nugget ikan cakalang dengan penambahan daun bayam hijau 10gr, 20gr, 30gr. Metode penelitian yang digunakan yaitu uji organoleptik dengan uji friedman test/perengkingan dan uji Wilcoxon. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan form uji organoleptik. Hasil tingkat penerimaan nugget ikan cakalang terhadap rasa yang paling banyak disukai panelis yaitu pada perlakuan 1 nilai rata-rata diperoleh 2,88 untuk warna nugget ikan cakalang yang paling banyak disukai panelis yaitu pada perlakuan 1 dengan nilai rata-rata 2,92 untuk aroma nugget ikan cakalang yang paling banyak disukai panelis yaitu pada perlakukan 2 dengan nilai rata-rata 2,92 untuk tekstur nugget ikan cakalang yang paling banyak disukai panelis yaitu pada perlakuan 2 dengan nilai rata-rata 2,95 dan nilai gizi yang tertinggi yaitu ada pada perlakuan 3 dengan energi 4,8 protein 0,27 lemak 0,12 karbohidrat 0,87. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu nugget ikan cakalang yang paling banyak disukai ditinjau dari rasa, warna, aroma dan teksturnya itu pada nugget jantung pisang dengan perlakuan 2 (penambahan ikan tuna 10 gram).  
GAMBARAN STATUS GIZI DAN PRESTASI SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS Dilla Fadlila Hasania; M. Anas Anasiru; Misnati Misnati; Novian Swasono Hadi; Indra Domili
JOURNAL HEALTH AND NUTRITIONS Vol 8, No 1 (2022): Health and Nutritions
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jhn.v8i1.576

Abstract

Adolescents are one of the nutritionally vulnerable groups because adolescents are in a growth or development cycle that requires nutrients in larger amounts than other age groups. Nutritional status is the condition of the body as a result of food consumption and use of nutrients.This study aims to describe the nutritional status and achievement of high school students in Tanggilingo Village, Kabila District, Bone Bolango District. This research method uses a descriptive survey method, namely a survey conducted to describe the variables studied. The population is 46 students and a sample of 30 students. The independent variable is the learning achievement of high school students in Tanggilingo Village, Kabila District, Bone Bolango Regency. The results of the study: 7 students (23.4%) with poor nutritional status, 18 students (60%) with good/normal nutritional status, 4 students (13.3%) with overweight nutritional status and 1 student with obesity nutritional status (3.3%). Student achievement with high report card scores is 20 people (66.4%), moderate report card scores are 9 people (30.3%), and low report card scores are 1 person (3.3%).Most high school students in Tanggilingo Village, Kabila District, Bonebolango Regency have normal nutritional status and high academic achievement.Remaja  termasuk salah satu kelompok rentan gizi karena remaja berada pada siklus pertumbuhan atau perkembangan yang memerlukan zat-zat gizi dalam jumlah yang lebih besar dari kelompok umur yang lain, status gizi adalah keadaan tubuh sebagai akibat konsumsi makanan dan pengunaan zat-zat gizi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Gambaran Status Gizi  Dan Prestasi Siswa Sekolah Menengah Atas Di Desa Tanggilingo Kecamatan Kabila Kabupaten Bone Bolango. Metode penelitian ini menggunakan metode survey deskritif, yaitu survey yang dilakukan untuk menggambarkan variable yang diteliti. Populasi sebanyak 46 siswa dan sampel 30 siswa. Variable mandiri yaitu prestasi belajar siswa sekolah menengah atas di Desa Tanggilingo Kecamatan Kabila Kabupaten Bone Bolango.Siswa dengan status gizi kurang sebanyak 7 siswa (23,4%), status gizi baik/normal sebanyak 18 siswa(60%), status gizi lebih sebanyak 4 siswa (13,3%) dan status gizi obesitas sebanyak 1 siswa (3,3%). Prestasi belajar siswa dengan nilai raport tinggi yaitu 20 orang (66,4%), nilai raport sedang 9 orang (30,3%), dan nilai raport rendah 1 orang (3,3%). Sebagian besar siswa Sekolah Menengah Atas di Desa Tanggilingo Kecamatan Kabila Kabupaten Bonebolango memiliki status gizi yang normal dan prestasi belajar tinggi.
GAMBARAN STATUS GIZI PADA ANAK SEKOLAH DASAR Desliana Dai; M. Anas Anasiru; Indra Domili; Novian Swasono Hadi
JOURNAL HEALTH AND NUTRITIONS Vol 8, No 1 (2022): Health and Nutritions
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jhn.v8i1.575

Abstract

Nutritional status is a condition caused by a balance between the intake of nutrients from food and the need for nutrients needed formeta-bolism of the body. The impact of malnutrition is that it can inhibit growth, reduce endurance, so it is susceptible to infectious diseases, resulting in low levels of intelligence, decreased physical ability, impaired physical and mental growth, stunting, blindness and death in children.  This research aims to determine the picture of nutritional status in elementary school children. Jenis this research is descriptive research.  Accidental sampling by accidental sampling.  The number of samples was 25 samples. Var i abel research i.e. nutritional status in primary school children. The results showed that the largest age categories were 10 years old (24.0%) and the least at the age of 7, 11 and 12 years respectively – 8.0%, male schoolchildren (52.0%) more than schoolchildren of the female sex (48.0%), elementary school children with normal nutritional status of 56%, thin 28%, very thin and fat 4% each,  and obesity 8%. The conclusion of this study is that most primary school children have good nutritional status.Status gizi merupakan keadaan yang diakibatkan oleh keseimbangan antara asupan zat gizi dari makanan dengan kebutuhan zat gizi yang diperlukan untuk metabolisme tubuh. Dampak dari gizi kurang yaitu dapat menghambat pertumbuhan, mengurangi daya tahan tubuh, sehingga rentan terhadap penyakit infeksi, mengakibatkan rendahnya tingkat kecerdasan, penurunan kemampuan fisik, gangguan pertumbuhan jasmani dan mental, stunting, kebutaan serta kematian pada anak. Penetian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran status gizi pada anak sekolah dasar. Jenis penelitian ini adalah  penelitian  deskriptif. Pengambilan sampel secara accidental sampling. Jumlah sampel sebanyak 25 sampel. Variabel penelitian yaitu status gizi  pada anak sekolah dasar. Hasil penelitian menunjukkan kategori umur yang paling besar adalah usia 10 tahun (24,0%) dan yang paling sedikit pada usia 7, 11 dan 12 tahun masing – masing 8,0%, anak sekolah jenis kelamin laki – laki (52,0%) lebih banyak dibandingkan dengan anak sekolah jenis kelamin perempuan (48,0%), anak sekolah dasar dengan status gizi normal sebesar 56%, kurus 28%, sangat kurus dan gemuk masing-masing 4%, dan obesitas 8%. Kesimpulan penelitian ini adalah sebagian besar anak sekolah dasar memiliki status gizi baik.