Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

The Role of the IPS Lecturer in Building Character (Discipline, Honest and Responsible) in the Students of the IPS Education Program FITK UINSU Medan Eka Susanti; Toni Nasution; Sari Kurniah Simamora
Edumaspul: Jurnal Pendidikan Vol 7 No 2 (2023): Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33487/edumaspul.v7i2.7116

Abstract

Abstract This research aims to identify the role of Social Sciences (IPS) learning in building character (disciplined, honest and responsible) in students of the Social Sciences Tadris Study Program, Faculty of Tarbiyah Sciences (FITK) at the North Sumatra State Islamic University (UIN-SU) Medan, explaining the implementation social studies learning in building character (disciplined, honest and responsible) in students of the IPS Tadris Study Program FITK UIN SU Medan, and Analyzing the obstacles to social studies learning in building character (disciplined, honest and responsible) in students of the Tadris IPS Study Program FITK UIN SU Medan. This study uses a phenomenological approach in qualitative research methods. A qualitative approach was chosen to gain an in-depth understanding of the role of social studies learning in building character (discipline, honesty and responsibility) in students of the IPS Tadris Study Program FITK UIN SU Medan. The research objects consisted of the Dean of FITK, Head of the Study Program (Kaprodi) and Secretary of the IPS Study Program (Sekprodi), lecturers who taught at IPS and IPS students. The research results provide the answer that social studies learning can help build character by; 1) learning Social Values, 2) Understanding Social Context, 3) Analytical and Critical Ability, 4) Development of Speaking and Argumentation Skills, 5) Practical Experience and Community Service, 6) Case Study, and 7) Ethics Discussion. In its implementation, the Social Sciences Study Program carries out 1) Emphasis on Moral Values, 2) Formation of Moral Awareness, 3) Exemplary Model, 4) Discussion and Reflection, 5) Developing active-participative and creative-innovative learning models, 6) Implementing Habituation Programs, 7) Creation of a conducive and educative environment, and 8) Evaluation and sustainable use. Meanwhile, the obstacle factors in building character (such as discipline, honesty and responsibility) in students of the IPS Tadris Study Program at the Faculty of Tarbiyah and Teacher Training (FITK) UIN SU Medan can vary. These are several factors that may influence student character development in the context of social studies learning, namely: Curriculum and teaching methods, quality of human resources (lecturers), campus environment, student motivation and involvement, support from colleagues, community and family, infrastructure and systems. Evaluation. Keywords: Learning, Social Sciences, Character. PERAN DOSEN IPS DALAM MEMBANGUN KARAKTER (DISIPLIN, JUJUR DAN BERTANGGUNG JAWAB) PADA MAHASISWA PRODI PENDIDIKAN IPS FITK UINSU MEDAN Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi peran pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dalam membangun karakter (disiplin, jujur dan bertanggungjawab) pada mahasiswa Prodi Tadris IPS Fakultas Ilmu Tarbiyah (FITK) di Lingkungan Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UIN-SU) Medan, menguraikan pelaksanaan pembelajaran IPS dalam membangun karakter (disiplin, jujur dan bertanggungjawab) pada mahasiswa Prodi Tadris IPS FITK UIN SU Medan, dan Menganalisis kendala-kendala pembelajaran IPS dalam membangun karakter (disiplin, jujur dan bertanggungjawab) pada mahasiswa Prodi Tadris IPS FITK UIN SU Medan. Studi ini menggunakan pendekatan fenomenologi dalam metode penelitian kualitatif. Pendekatan kualitatif dipilih untuk mendapatkan pemahaman mendalam tentang peran pembelajaran IPS dalam membangun karakter (Disiplin, jujur dan bertanggungjawab) pada mahasiswa Prodi Tadris IPS FITK UIN SU Medan. Objek penelitian terdiri dari Dekan FITK, Kepala Program Studi (Kaprodi) dan Sekretaris Prodi (Sekprodi) IPS, Dosen-Dosen yang mengajar di IPS serta para mahasiswa IPS. Adapun hasil penelitian memberikan jawaban bahwa pembelajaran IPS dapat membantu membangun karakter dengan cara; 1) pembelajaran Nilai Sosial, 2) Pemahaman Konteks Sosial, 3) Kemampuan Analisis dan Kritis, 4) Pengembangan Keterampilan Berbicara dan Beragumentasi, 5) Pengalaman Pratikum dan Pengabdian Masyarakat, 6) Kajian Kasus, dan 7) Diskusi Etika. Adapun dalam Pelaksanaannya Prodi IPS melakukan 1) Penekanan Nilai Moral, 2) Pembentukan KesadaraN Moral, 3) Model Keteladanan, 4) Diskusi dan Refleksi, 5) Pengembangan Model pembelajaran aktif-partisifatif dan kreatif-inovatif, 6) Melaksanakan Program Pembiasaan, 7) Penciptaan Lingkungan yang kondusif dan edukatif, dan 8) Evaluasi dan Pemanfaatan berkelanjutan. Sedangkan Faktor-faktor kendala dalam membangun karakter (seperti disiplin, jujur, dan bertanggung jawab) pada mahasiswa Prodi Tadris IPS di Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN SU Medan dapat bervariasi. Ini adalah beberapa faktor yang mungkin mempengaruhi pembangunan karakter mahasiswa dalam konteks pembelajaran IPS yaitu: Kurikulum dan metode pengajaran, kualitas sumber daya manusia (Dosen), Lingkungan Kampus, Motivasi dan Keterlibatan Mahasiwa, Dukungan Teman Sejawat, Masyarakat dan Keluarga, Fasilitas Sarana Prasarana dan Sistem Penilaian. Kata Kunci: Pembelajaran, IPS, Karakter.
Persepsi Orang Tua Tentang Pentingnya Pendidikan Tinggi Bagi Manajemen Karier Anak Di Desa Dolok Maraja Skar Kemuning; Toni Nasution
PENDIS (Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial) Vol. 5 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Yayasan Insan Cipta Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61721/pendis.v5i1.662

Abstract

Rendahnya minat untuk melanjutkan pendidikan tinggi di Desa Dolok Maraja merupakan latar belakang dari dilakukannya penelitian ini, di mana sebagian besar lulusan sekolah menengah lebih memilih bekerja dibandingkan melanjutkan pendidikan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui persepsi orang tua terhadap pentingnya pendidikan tinggi, mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhinya, serta mendeskripsikan bentuk dukungan orang tua terhadap perencanaan karier anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap 18 informan. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi orang tua terhadap pendidikan tinggi cenderung positif, namun belum menjadi prioritas utama karena faktor ekonomi masih sangat dominan. Selain itu, persepsi juga dipengaruhi oleh faktor sosial, budaya, dan pengalaman pribadi yang membentuk pandangan bahwa pendidikan tinggi merupakan pilihan, bukan kebutuhan utama. Meskipun demikian, terdapat peningkatan kesadaran orang tua terhadap pentingnya pendidikan tinggi sebagai investasi masa depan anak dalam hal karier, status sosial, dan pembentukan karakter. Bentuk dukungan orang tua terhadap perencanaan karier anak bersifat multidimensi, meliputi dukungan moral, motivasi, material, pengambilan keputusan, alternatif karier, dan dukungan emosional.
Penanaman Nilai Budaya Dan Identitas Etnik Jawa Melalui Sanggar Seni Singo Pati Dinda Dyah Pitaloka; Toni Nasution
PENDIS (Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial) Vol. 5 No. 2 (2026): Juni (In Press)
Publisher : Yayasan Insan Cipta Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61721/pendis.v5i1.679

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji proses penanaman nilai budaya etnik Jawa di Sanggar Seni Singo Pati, mengidentifikasi nilai yang ditanamkan kepada generasi muda, serta menganalisis kontribusinya dalam penguatan identitas etnik Jawa di lingkungan multietnis Pasar 13, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap pengelola, pelatih, anggota sanggar, serta masyarakat sekitar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses internalisasi nilai budaya Jawa tidak hanya bersifat konseptual, tetapi terintegrasi dalam aktivitas sanggar melalui keteladanan pelatih, pembiasaan dalam latihan rutin, sanggar sebagai tempat belajar dan bertumbuh bersama, penyampaian nilai melalui simbol dan filosofi budaya. Adapun nilai-nilai yang ditanamkan yaitu unggah-ungguh, gotong royong, guyub rukun, tepo seliro sebagai nilai budaya dan identitas utama etnik Jawa. Penanaman nilai tersebut berkontribusi dalam membentuk kesadaran dan memperkuat identitas etnik Jawa pada generasi muda di tengah melemahnya pewarisan budaya dalam konteks perantauan. Temuan ini menunjukkan bahwa sanggar berperan sebagai media pendidikan nonformal yang efektif dalam mentransmisikan nilai budaya sekaligus menjadi ruang peneguhan kembali identitas etnik Jawa.
Hubungan Gaya Kepemimpinan dan Komunikasi Kepala Sekolah dengan Produktivitas Guru Honorer Madrasah Ibtidaiyah Negeri 05 Labuhan Batau dalam Konteks Pendidikan Islam Hajjatul Maria Ulfa; Wahyu Nur; Adolina Siregar; Messiono Messiono; Toni Nasution
Al-Bahtsu: Jurnal Penelitian Pendidikan Islam Vol 8, No 2 (2023): Islamic Education Research
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/btu.v8i2.6343

Abstract

This research was conducted to know and explain in detail about communication style of the principal public  school MIN 5 Labuhan Batu regency to provide work motivation of the honorary teacher. The sub-focus used is physical condition, role, language, relationships and constraints. This research approach was qualitative with descriptive methods. The selection of informants obtained through purposive sampling technique, 1 (one) key informant and 6 (six) supporting informants. Data collection thechniques were attained throug non-participant observation, in-depth interviews documentation, library studies, and internet searching. The data analysis used is data collection, data reduction, data display and conclusion drawing. The result showed that the physical condition of the principal to provide work motivation of the honorary teacher didn’t have a negative impact on the communication process. The role of the principal to provide work motivation of the honorary teacher had a multifunctional roles, can play a role as leader, co-worker, friend, and role as their parent. The language used by the principal to provide work motivation of the honorary teachers was Bahasa Indonesia and Sundanese language. The relationship between school principal and honorary teachers was very close. The constrains for school principal to provide work motivation to honorary teachers was related with delegation or gave a sudden assignments without any clue. The conclusion of this research are equalitarian style,, and had an open style, relaxed, animated, and friendly.