Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Analisis sikap konsumen terhadap produk barang dari kulit samak ukir dan barang kulit tidak diukir Wehandaka Pancapalaga; Bayu Etty Tri Adiyastiti
INOVASI Vol 17, No 1 (2021): Februari
Publisher : Faculty of Economics and Business Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jinv.v17i1.8075

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sikap konsumen  terhadap  produk  barang dari kulit samak ukir dan produk barang dari kulit samak  tidak diukir yang akan berpengaruh  terhadap keputusan membeli. Sampel dalam penelitian ini adalah pembeli barang kulit samak yang diukir maupun yang tidak diukir Kota Malang dengan responden 90 sampel. Pengambilan data dilakukan dengan metode kuesioner. Pengukuran sikap konsumen dilakukan pada tiga kategori yaitu Mahasiswa, Wanita Karier, dan Ibu  Rumah Tangga. Sikap konsumen tersebut akan diukur dengan menggunakan skala Likert. Data yang terkumpul di uji kruskal wallis untuk membedakan ketiga kategori yaitu Mahasiswi, Wanita Karir dan Ibu Rumah Tangga dalam mengambil keputusan pembelian barang kulit yang diukir maupun tidak diukir. Jika terdapat perbedaan maka dilakukan uji lanjut menggunakan uji mann whitney. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa tidak ada perbedaan (p0,05) sikap konsumen antara mahasiswi, Wanita Karir dan Ibu Rumah Tangga terhadap kualitas produk, kenyamanan produk, kebanggan mengenakan produk, kesukaan produk. Namun ada perbedaan (p0,05)  sikap konsumen antara Mahasiswi, Wanita Karir  dan Ibu Rumah Tangga terhadap harga produk, desain ukiran produk, asesoris produk  dan kualitas  jahitan produk . Kesimpulan bahwa keputusan  membeli dari ketiga konsumen wanita yaitu Mahasiswi, Wanita karier dan Ibu rumah tangga  terhadap produk barang dari kulit  samak yang diukir  ditentukan dari  harga produk, desain Ukiran produk, asesoris produk  serta kualitas jahitan produk.
Pelatihan dan Pendampingan Pemberian Calf Milk Replacer (CMR) di Peternak Sapi Potong di Malang wehandaka Pancapalaga
Jurnal Pengabdian Masyarakat Berbasis Teknologi Vol 3, No 2 (2022): Volume 3, Nomor 2, November 2022
Publisher : ISB Atma Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan pengabdian  ini   untuk mengetahui efektifitas pelatihan dan  pendampingan  pemberian pakan Calf Milk Replacer (CMR) di peternak   Malang. Metode yang digunakan dalam pengabdian  ini adalah metode pelatihan dan pendampingan . 15 peternak sapi  potong  secara purposive sampling untuk dilatih dan didampingi dalam penggunaan pakan Calf Milk Replacer (CMR). Data yang dikumpulkan meliputi  pengetahuan dan ketrampilan peternak dalam memahami dan penggunaan pakan Calf Milk Replacer (CMR) ke ternaknya. Data dianalisis efektifitasnya sebelum pelatihan dan sesuadah pelatihan dan diuji  perbedaan T test. Hasil pengabdian ini menunjukkan bahwa pengetahuan  peternak sapi potong terhadap pakan  Calf Milk Replacer (CMR) yang diberikan  ke ternaknya meningkat sebanyak 64,42 % demikian juga ketrampilan peternak dalam memberikan pakan Calf Milk Replacer (CMR) juga  meningkat sebesar 80 %. Kesimpulan  bahwa kegiatan pengabdian yang telah dilakukan  terkait memberi pemahaman dan ketrampilan  pemberian pakan Calf Milk Replacer (CMR) pada peternak sapi potong di Malang sangat efektif.
EVALUASI PH DAN UJI ORGANOLEPTIK YOGURT DENGAN PENAMBAHAN GELATIN KULIT KELINCI: PH EVALUATION AND ORGANOLEPTIC TESTS OF YOGURT WITH THE ADDITION OF RABBIT SKIN GELATIN Putrawan Latif; Wehandaka Pancapalaga; Indah Prihartini
Journal Animal Research and Applied Science Vol. 4 No. 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Study Program of Animal Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/aras.v4i1.27988

Abstract

Yogurt merupakan salah satu hasil olahan susu dengan cara difermentasi sehingga rasanya asam dan manis. Proses pengasaman dan penggumpalan protein pada yogurt membuat yogurt mudah dicerna oleh tubuh. Selain itu, keberadaan asam laktat pada yogurt juga membuat penyerapan kalsium di dalam tubuh menjadi lebih baik. Melalui penambahan gelatin kulit kelinci selama proses pembuatan yogurt akan menghasilkan yogurt yang mempunyai warna, rasa, aroma, dan tekstur yang khas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan gelatin kulit kelinci terhadap pH dan organoleptik yogurt. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan perlakuan penambahan konsentrasi pemberian gelatin kulit kelinci 0%, 1%, 2%, 3%, dan 4% dari volume susu segar (w/v). Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Analisis Variasi (ANAVA). Apabila terdapat perbedaan nyata antar perlakuan, dilanjutkan dengan uji Duncan’s Multiple Range Test. Perubahan yang diteliti dalam penelitian ini adalah pH dan Uji Organoleptik. Dari analisis variasi (ANAVA) yang dilakukan menunjukan bahwa penambahan gelatin kulit kelinci dengan konsentrasi berbeda berpengaruh tidak nyata terhadap nilai pH (P>0,05) akan tetapi berpengaruh sangat nyata (P< 0,01) pada uji organoleptik parameter warna, rasa, aroma, dan tekstur yogurt. Rata - rata pH yogurt yang diperoleh dari hasil penelitian dengan penambahan  gelatin kulit kelinci  sebesar 3.88. Yogurt yang lebih disukai oleh  panelis  pada level P1 (1%) khususnya warna, rasa dan tekstur. Untuk aroma panelis lebih menyukai P2 (2%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah penambahan jumlah level konsentrasi gelatin kulit kelinci tidak mempengaruhi nilai pH yogurt. Namun penambahan level gelatin mempengaruhi pada uji organoleptik meliputi warna, rasa, aroma dan tekstur yogurt. Rata rata pH yogurt yang diperoleh dari hasil penelitian dengan penambahan gelatin kulit kelinci sebesar 3.88. Yogurt yang lebih disukai oleh panelis pada level P1 (1%) khusunsya terhadap warna, rasa dan tekstur, sedangkan untuk aroma panelis lebih menyukai P2 (2%).
Eco-printing Leather Quality in Different Mordant Methods Pancapalaga, Wehandaka; Hartati, Endan Sri; Hidayati, Asmah
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis Vol 9, No 2 (2022): JITRO, May
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jitro.v9i2.23938

Abstract

The leather coloring technique using the eco-printing method is carried out by transferring the colors and motifs of plants on the leather media by direct contact. This process requires mordant to maximize the color. The use of mordant is done in 3 ways, namely mordant is done at the beginning (pre-mordanting), mordant is done simultaneously (meta-mordanting), and mordant is done at the end (post-mordanting). This study aims to determine the quality of eco-printing leather with the implementation of different mordant methods. The research materials were 16 pieces of sheep’s crust leather. The research treatment was using various mordant methods, namely pre-mordanting, meta-mordanting, and post-mordanting. Colorfastness, tensile strength, elongation, tear strength, flexibility, and fracture resistance were among the eco-printing leather qualities evaluated. The research was carried out in an experimental setting using a completely randomized design. To conclude, the best mordant method was carried out at the beginning of the eco-printing process on leather media (pre-mordanting), where the quality of eco-printing leather obtained of 5.44±0.968 mm, crack resistance (distance) of 8,78±0.97 mm, the tensile strength of   1743.64 ±45.26 N/cm2, leather elongation of 55.15±10.26 %, tear strength of 268.24±132.49 N/cm, sewing strength of 1247.12± 649.91 N/cm, colorfastness of wet rubbing rated 4 (good), and dry rub of 4 (good).Keywords: quality, eco-printing leather, crust leather, mordant technique, tanned leather
SUHU KERUT DAN KETAHANAN RETAK KULIT KELINCI (Oryctolagus cuniculus) SAMAK PADA BERBAGAI KONSENTRASI MIMOSA: WRINKLE TEMPERATURE AND CRACK RESISTANCE OF RABBIT (Oryctolagus cuniculus) TANNING SKIN IN VARIOUS MIMOSA CONCENTRATIONS Prayogo, Muhammad Bangun; Pancapalaga, Wehandaka; Hartatie, Endang Sri
Journal of Animal Research and Applied Science Vol. 5 No. 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/aras.v5i1.37932

Abstract

Potensi kulit kelinci di Indonesia sangat melimpah. Itu membuat peningkatan limbah kulit. Oleh karena itu, perlu dilakukan penyamakan agar kulit kelinci dapat bertahan lebih lama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mimosa pengaruh konsentrasi terhadap suhu kerut dan ketahanan retak untuk mengetahui tingkat konsentrasi mimosa terbaik. Metode penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL), dengan perlakuan konsentrasi mimosa : 5%, 10%, 15%, 20%. Variabel yang diukur adalah suhu kerut dan ketahanan retak. Hasil yang diperoleh dari pengaruh konsentrasi mimosa terhadap nilai suhu kerut tertinggi 20% sebesar 84,33 oC dan terendah pada 5% adalah 70,33 oC. Diperoleh hasil konsentrasi terhadap ketahanan retak nilai terendah 5% adalah 4,75 dan nilai tertinggi 20% adalah 5,32. Kesimpulan dari hasil penelitian, semakin tinggi tingkat mimosanya diberikan, hal ini akan meningkatkan suhu kerutan pada kulit kelinci tetapi tidak berpengaruh menuju tahan retak. Kadar konsentrasi mimosa terbaik adalah sebesar 20%
PENGARUH LAMA PERENDAMAN PEWARNA ALAMI EKSTRAK KULIT BUAH NAGA (Hylocereuspolyrhizus) TERHADAP KEKUATAN BENGKUNG DAN KELEMASAN KULIT KELINCI SAMAK MIMOSA : THE EFFECT OF LONG SOAKING OF NATURAL DYEING DRAGON FRUIT (Hylocereuspolyrhizus) SKIN EXTRACT ON THE BOND STRENGTH AND WEAKNESS OF MIMOSA RABBIT SKIN Isnaini, Arif Bakhtiar; Pancapalaga, Wehandaka; Hartatie, Endang Sri
Journal of Animal Research and Applied Science Vol. 5 No. 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/aras.v5i1.38253

Abstract

Pewarnaan merupakan proses akhir pengolahan kulit untuk memperindah penampakan produk kulit tersamak. Pewarnaan kulit pada umumnya dilakukan dengan menggunakan pewarna sintetis, akan tetapi penggunaan nya banyak menimbulkan dampak negatif berupa pencemaran pada lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perendaman ektrak kulit buah naga terhadap kekuatan bengkung dan kelemasan kulit kelinci samak mimosa dan mencari lama perendaman terbaik pada proses pewarnaan. Penelitian ini menggunakan kulit kelinci sebagai materi dan ekstrak kulit buah naga sebagai pewarna alami dengan perlakuan lama perendaman selama 60, 90 dan 120 menit dengan variable control perendaman selama 5 menit dengan napthol. Parameter yang di analisis meliputi kekuatan bengkung dan kelemasan. Hasil pewarnaan alami ekstrak kulit buah naga menghasilkan kulit kelinci samak mimosa dengan nilai kekuatan bengkung 3 (retakan) perendaman 5 menit menggunakan nepthol, dan 2 (sedikit retek) pada perendaman 60, 90, dan 120 menit. Dengan menggunakan penilaian standard grey scale dan kelemasan 2.09 mm sampai 2.56 mm. Analisis Kruskal wallis yang dilakukan menunjukkan pengaruh nyata (P < 0.05) selanjutnya dari uji Mann Whitney menunjukkan lama perendaman terbaik adalah 60 menit jika ditinjau dari kekuatan bengkung. Kesimpulan dari penelitian ini adalah lama perendaman ekstrak kulit buah naga pada proses pewarnaan kulit kelinci samak mimosa memberikan pengaruh yang sangat nyata terhadap kekuatan bengkung tetapi berpengaruh tidak nyata pada uji kelemasan. Adapun lama waktu perendandaman terbaik adalah 60 menit
Organic Fertilizer Quality Derived from A Combination of Cow Feces and Empty Fruit Bunche Waste Pancapalaga, Wehandaka; Adiyastiti, Bayu Etty Tri; Rahayu, Imbang Dwi
Indonesian Journal of Applied Research (IJAR) Vol. 5 No. 3 (2024): Indonesian Journal of Applied Research (IJAR)
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/ijar.v5i3.555

Abstract

To address the accumulation of solid waste from empty oil palm fruit bunches and beef cattle farming waste, handling efforts were undertaken, one of which involved utilizing recycling technology to convert solid waste into high-value organic fertilizer products. This study aimed to assess the quality of organic fertilizer derived from a blend of cow feces and empty fruit bunches (EFB) at various proportions. The materials employed encompassed beef cattle feces and empty fruit bunches (EFB) waste. Employing a completely randomized design (CRD), the study encompassed three treatments: P1 (40% cow feces with 60% EFB), P2 (50% cow feces with 50% EFB), and P3 (60% cow feces with 40% EFB). The quality of the compost measured includes levels of Nitrogen (N), Phosphorus (P2O5), Potassium (K2O), Carbon (C-organic), C/N ratio, and moisture content. Research findings indicated that the quality of organic fertilizer resulting from varied ratios of cow feces and EFB insignificantly influences (p>0.05) Potassium, Phosphorus and C-Organic Conversely, it exhibited a significant impact (p<0.05) on Nitrogen content, moisture content, and the C/N ratio. The average values for organic fertilizer were 0.29% for Potassium, 0.23% for Phosphorus, 31.49% for organic Carbon, 1.80% for Nitrogen, and 42.30% for moisture content. The C/N ratio of the organic fertilizer was determined to be 17.87. In conclusion, organic fertilizer derived from a combination of EFB and cow feces complies with the Indonesian National Standard (SNI 19-7030-2004). The optimal ratio for utilizing EFB and cow feces in organic fertilizer production was determined to be 1:1.
the QUALITY OF ECOPRINT LEATHER PRODUCED USING THE BOILING TECHNIQUE pancapalaga, wehandaka; Mahmud, Ali; Umar, Malikah
Jurnal Peternakan Nusantara Vol. 11 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jpn.v11i1.18024

Abstract

The aim of this study is to determine the quality of ecoprint leather under different boiling temperatures and durations. The research method used was an experimental approach with a Completely Randomized Design (CRD) in a factorial pattern with two factors, First factor: Boiling temperature (60˚C, 70˚C, 80˚C) Second factor: Boiling duration (1.5 hours and 2 hours).The measured variables included leather quality parameters such as tensile strength, seam strength, tear strength, leather elongation, and color fastness to wet and dry rubbing. The results showed that the interaction between boiling temperature and duration had a significant effect (P>0.01) on ecoprint leather quality, particularly in terms of tensile strength, seam strength, tear strength, and color fastness to both dry and wet rubbing. Conclusion The quality of ecoprint leather is influenced by boiling temperature and duration in the ecoprinting process. It is recommended that the ecoprinting process on tanned leather be conducted at a boiling temperature of 70˚C for 2 hours
PELATIHAN PEMBUATAN KOMPOS ORGANIK DARI FESES SAPI DIPERKAYA LIMBAH KULIT KOPI DI DESA KEMIRI KEC JABUNG MALANG Wehandaka Pancapalaga; Khusnul Khotimah; Malikah Umar
DedikasiMU : Journal of Community Service Vol. 7 No. 2 (2025): DedikasiMU Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/dedikasimu.v7i2.9887

Abstract

Masyarakat Desa Kemiri mempunyai potensi untuk produksi kompos dari limbah feses sapi perah dengan kombinasi dari limbah kulit kopi. Namun umumnya masyarakat Desa kemiri belum paham proses pembuatan kompos. Kemanfaatannya dapat mengurangi pencemaran lingkungan. Selain itu penggunaan kompos dalam jangka panjang dapat memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah. Melihat potensi yang ada itu pengabdi ingin membantu melatih masyarakat di Desa Kemiri kec Jabung terkait pengolahan pupuk kompos dari kedua limbah yaitu feses sapi dan limbah kulit kopi. Tujuan kegiatan ini untuk mendampingi para peternak sapi perah dan petani kopi berupa transfer teknologi tentang pembuatan kompos dari feses sapi yang difortifikasi limbah kulit kopi sebagai upaya mewujudkan system pertanian yang berkelanjutan. Metode pengabdian yang digunakan yaitu dengan memberi pelatihan dan pendampingan. Kepada 20 peternak sapi perah atau petani kopi. Pelatihan diberikan untuk meningkatkan ketrampilan dalam membuat kompos berbahan feses sapi dengan penambahan limbah organic kulit kopi. Sedangkan pendampingan diberikan bagi peternak sapi perah dan petani kopi yang sungguh sungguh mau mengolah limbahnya dan digunakan untuk meningkatkan produksi kopi ataupun rumput sebagai pakan ternak. Evaluasi kegiatan dilakukan dengan membandingkan peningkatan persentase pengetahuan dan ketrampilan sebelum dan sesudah pelatihan. Hasil diperoleh bahwa kegiatan pelatihan dan pendampingan pembuatan kompos dengan fortifikasi limbah kulit kopi yang telah dilakukan di Desa Kemiri Jabung berjalan dengan baik dan lancar. Kesimpulan bahwa hasil kegiatan pelatihan dan pendampingan mampu meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan peternak sapi perah dan petani kopi terkait pembuatan kompos sebesar 150% dan Kompos yang dihasilkan sudah memenuhi SNI 19-7030-2004.
Physical Quality of Ecoprint Leather Using Epsom Salt Mordant Pancapalaga, Wehandaka; Widodo, Wahyu; Adiyastiti, Bayu Etti Tri
Indonesian Journal of Applied Research (IJAR) Vol. 6 No. 1 (2025): Indonesian Journal of Applied Research (IJAR)
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/ijar.v6i1.606

Abstract

The objective of this study was to determine the physical quality of ecoprint tanned leather using Epsom salt mordant compared to non-Epsom salt mordants. This research was conducted experimentally by applying different mordants, including Epsom salt mordant, Sodium acetate mordant mordant, and Acetic Acid mordant, in the ecoprinting process on leather material. The study used 9 pieces of crust-tanned sheep leather. The treatments were as follows: P1 = Epsom salt mordant, P2 = Sodium acetate mordant mordant, P3 = Acetic Acid mordant. The research design followed a Completely Randomized Design (CRD) with three treatments and five replications. The observed variables included color fastness to wet and dry rubbing, as well as the physical quality of ecoprinted leather, which consisted of tensile strength, elongation, stitch strength, and tear strength. Data analysis was conducted using ANOVA and Duncan's Multiple Range Test. Results The study found a highly significant effect (P<0.01) of Epsom salt mordant, sodium acetate mordant, and Acetic Acid mordant on wet rubbing fastness, dry rubbing fastness, and the physical quality of leather, including tensile strength, elongation, stitch strength, and tear strength. Conclusion The use of Epsom mordant in the ecoprint process on leather media provides the best physical quality compared to the use of non-Epsom mordant. The quality of ecoprinted leather treated with Epsom salt mordant met the SNI 4593:2011 standard for sheepskin/goatskin jacket leather.