Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Edukasi Gizi Pada Remaja di SMP Negeri 11 Pekanbaru Kecamatan Tenayan Raya Kota Pekanbaru : Edukasi Gizi Pada Remaja di SMP Negeri 11 Pekanbaru Kecamatan Tenayan Raya Kota Pekanbaru Fitri; Restusari, Lily; Arsil, Yuliana
Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas (Journal of Community Health Service) Vol. 2 No. 3 (2022): JPKK Edisi Desember 2022
Publisher : LPPM Universitas Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25311/jpkk.Vol2.Iss3.1384

Abstract

Background During adolescence, physical, mental and emotional growth changes very rapidly. There needs to be nutritional education for adolescents about nutrition, nutritional status, anemia as well as increasing adolescent nutritional knowledge and improving the balance of their behavior so that it can influence habits in choosing healthy foods. Providing nutrition education through books is something that teenagers are interested in and likes. Objectives. Is to provide nutrition education to students at SMP Negeri 11 Pekanbaru, Tenayan Raya District, Pekanbaru City. Methods, education for teenagers in the form of counseling and educational media in the form of books. This activity was attended by 90 students of SMP Negeri 11 Pekanbaru City. Understanding of the material provided is about Nutrition (My Plate Contents, 4 Pillars of Balanced Nutrition, Principles of Balanced Nutrition), Nutritional Status, Physical Activity, Nutritional Problems in Adolescents (anemia, obesity, underweight/undernutrition and chronic energy deficiency/KEK). Measurement indicators use pre and post test questionnaires. Results. Pre-test score, good knowledge 3.33%, sufficient knowledge 67.77% and less knowledge 28.88%, after the post-test, good knowledge 21.11%, sufficient knowledge 63.33%, and less 15, 55%. Conclusion. Educational activities with the application of Balanced Nutrition for Healthy Adolescents are known to be 100% well-informed. Suggestion. The school is expected to continue providing nutrition education to teenagers. Students of SMPN 11 Pekanbaru use books or other media as an effort to suppress the occurrence of nutritional problems in adolescents. Abstrak Pada masa remaja pertumbuhan fisik, mental dan emosional berubah sangat cepat. Perlu adanya pendidikan gizi pada remaja tentang gizi seimbang, status gizi, anemia serta aktifitas fisik untuk meningkatkan pengetahuan gizi remaja dan mengubah sikap perilaku mereka sehingga dapat mempengaruhi kebiasaan dalam memilih makanan yang sehat. Pemberian edukasi gizi melalui buku merupakan hal yang diminati dan disukai remaja dapat menjadi pilihan. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi gizi pada siswa di SMP Negeri 11 Pekanbaru Kecamatan Tenayan Raya Kota Pekanbaru. Edukasi diberikan kepada remaja berupa penyuluhan dengan media edukasi berupa buku. Kegiatan ini diikuti oleh siswa dan siswi SMP Negeri 11 Kota Pekanbaru sebanyak 90 orang. Pemahaman materi yang diberikan mengenai Gizi seimbang (Isi Piringku, 4 pilar Gizi Seimbang, Prinsip gizi seimbang), Status Gizi, Aktifitas Fisik, Permasalahan gizi pada remaja (anemia, obesitas, underweight/gizi kurang dan Kurang energi kronik/KEK). Indikator pengukuran menggunakan kuisioner pre dan post-test. Nilai pre-test, pengetahuan baik 3,33 %, pengetahuan cukup 67,77 % dan pengetahuan kurang 28,88 %, setelah dilakukan post – test, pengetahuan baik 21,11 %, pengetahuan cukup 63,33%, dan pengetahuan kurang 15,55 %. Kegiatan edukasi dengan penerapan buku Gizi Seimbang untuk Remaja Sehat diketahui sebanyak 100 % berpengetahuan baik. Saran. Pihak sekolah diharapkan dapat melanjutkan pemberian edukasi gizi kepada remaja Siswa/I SMPN 11 Pekanbaru menggunakan buku atau media lain sebagai salah satu upaya menekan terjadinya permasalahan gizi pada remaja.
PEMBERDAYAAN KADER DALAM PENGOLAHAN IKAN UNTUK MENAMBAH PENDAPATAN KELUARGA DI KELURAHAN HARJOSARI PEKANBARU Arsil, Yuliana; Restusari, Lily; Mulyani, Sri; Muharni, Muharni
PITIMAS: Journal of Community Engagement in Health Vol 3 No 3 (2024): Vol 3 No 3 (2024): PITIMAS: Journal of Community Engagement in Health
Publisher : Poltekkes Kemenkes Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36929/pitimas.v3i3.994

Abstract

Pendekatan dalam mencegah dan mengatasi stunting salah satunya dengan membuat produk pangan yang kaya protein dan gizi yang baik, salah satunya dengan pemanfaatan bahan pangan lokal ikan. Diversifikasi pangan olahan ikan serta dapat meningkatakan nilai gizi dan tingkat konsumsi ikan, serta produk olahan ikan memiliki nilai ekonomi yang lebih baik. Tujuan pengabdian masyarakat adalah meningkat keterampilan kader dalam pengolahan ikan dan menumbuhkan jiwa kewirausahaan kader sehingga dapat menambah pendapatan keluarga. Pelaksanaan pengabdian masyarakat dilakukan dari bulan Februari 2024 s/d Oktober 2024 di Kelurahan Harjosari, Kecamatan Sukajadi, Kota Pekanbaru. Sasaran dari pengabdian masyarakat berjumlah 20 orang. Metode pengabdian masyarakat ini meliputi penyuluhan, praktik pengolahan dan penjualan produk ikan serta evaluasi minat kader untuk melakukan usaha serta evaluasi terhadap praktik penjualan. Luaran pengabdian masyarakat berupa publikasi di jurnal pengabmas nasional dan karya yang terdaftar pada HaKI serta buku modul pengabdian masyarakat yang ber ISBN. Hasil dari pengabdian masyarakat yakni terdapat peningkatan minat kader untuk berwirausaha. Kader terampil melakukan pengolahan ikan dengan baik. Kader mampu melakukan praktik penjualan produk olahan ikan dan memperoleh keuntungan dari penjualan produk olahan ikan.
EDUKASI KEAMANAN PANGAN PADA IBU-IBU DI DESA RANAH SINGKUANG KABUPATEN KAMPAR DALAM RANGKA PENCENGAHAN STUNTING Mulyani, Sri; Restusari, Lily; Fitri, Fitri
PITIMAS: Journal of Community Engagement in Health Vol 3 No 3 (2024): Vol 3 No 3 (2024): PITIMAS: Journal of Community Engagement in Health
Publisher : Poltekkes Kemenkes Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36929/pitimas.v3i3.996

Abstract

Stunting adalah kondisi kekurangan gizi kronis yang berdampak pada pertumbuhan anak, diakibatkan oleh asupan gizi yang tidak memadai selama 1000 hari pertama kehidupan. Indonesia masih menghadapi tantangan serius dengan stunting, menempati peringkat kedua secara global. Data WHO menunjukkan 178 juta anak di bawah lima tahun mengalami stunting, yang disebabkan oleh faktor seperti pola asuh yang kurang baik, pelayanan antenatal yang tidak memadai, dan akses terbatas terhadap gizi dan air bersih. Keamanan pangan menjadi aspek krusial dalam pencegahan stunting, namun masih banyak masyarakat yang kurang memahami hal ini. Sekitar 10% populasi global mengalami penyakit akibat makanan terkontaminasi, dengan 420 ribu kematian tahunan. Oleh karena itu, edukasi mengenai keamanan pangan, terutama kepada ibu-ibu, sangat penting untuk menanggulangi stunting dari akarnya. Pengabdian masyarakat yang dilaksanakan di Desa Ranah Singkuang, Kabupaten Kampar, dari Januari hingga Agustus 2024, bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu-ibu mengenai keamanan pangan. Metode yang digunakan meliputi pre-test, post-test, penyuluhan, dan pendampingan pemilihan pangan yang aman. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pengetahuan dari 44,5% menjadi 79%, mencerminkan keberhasilan program dalam meningkatkan kesadaran akan keamanan pangan.
PELATIHAN PENGOLAHAN PANGAN HEWANI (IKAN PATIN) PADA IBU-IBU KADER DESA RANAH SINGKUANG DALAM RANGKA MENINGKATKAN PERANAN WANITA MENUJU KELUARGA SEHAT Mulyani, Sri; Restusari, Lily; Magdalena, Magdalena
PITIMAS: Journal of Community Engagement in Health Vol 4 No 1 (2025): PITIMAS: Journal of Community Engagement in Health
Publisher : Poltekkes Kemenkes Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36929/pitimas.v4i1.1104

Abstract

Perempuan memiliki peranan penting dalam mewujudkan kesehatan keluarganya khususnya dalam bidang ketahanan pangan, gizi dan kesehatan keluarga. Pengolahan makanan yang baik dalam keluarga memiliki syarat-syarat seperti memenuhi zat gizi, bahan pangan yang disajikan mudah didapat dan murah, mengandung gizi yang cukup dalam jumlah dan mutu, disajikan bervariasi. Melimpahnya sumber pangan lokal berupa ikan patin yang dibudidayakan oleh masyarakat telah diolah menjadi beberapa produk. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan Ibu dalam pengolahan berbagai menu atau olahan makanan sumber bahan pangan protein hewani (Ikan Patin). Kegiatan ini dilaksanakan dari bulan Januari-Agustus 2023 di Desa Ranah Singkuang Kabupaten Kampar. Peserta pengabdian kepada masyarakat adalah para ibu kader di desa Ranah Singkuang dengan menggunakan metode pre-test dan post-test, penyuluhan, praktik pengolahan menu dan advokasi. Hasil yang dicapai yaitu mengalami peningkatan pada saat post-test yaitu dari 67,25% menjadi 78,83%. Penyuluhan yang dilakukan dimulai dari pengenalan jenis pangan hewani, cara memilihnya dan bagaimana cara pengolahan yang baik. Kemudian juga dilakukan pemutaran video tentang pengolahan berbagai jenis olahan ikan patin seperti dendeng ikan patin, abon,nugget dan kerupuk, Dapat disimpulkan kegiatan yang telah dilakukan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampulan ibu kader tentang pengolahan pangan hewani khususnya ikan yang secara umum dapat meningkatnya peranan wanita menuju keluarga sehat.
MAMAN PLANT BIOACTIVE COMPOUNDS (Cleome gyandra L), DRY POWDER (SIMPLISIA) AND JORUK MAMAN Restusari, Lily; Yaman, Elfahmi
Acta Pharmaceutica Indonesia Vol. 48 No. 2
Publisher : School of Pharmacy Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/api.v48i2.21564

Abstract

Joruk Maman is a food product that has been known to contain crude fiber and lactic acid bacteria that function as probiotics. Currently, the use of Joruk Maman as an alternative medicine for chronic diseases and functional food with high nutritional value is not too much. This study aimed to determine the antioxidant activities content of bioactive compounds from of fresh and dried-plants and Joruk Maman so that the utilization of Joruk Maman can increase. This type of research was a laboratory research with quantitative descriptive method to determine the fiber content, total phenol, and antioxidant activity in fresh plants, dry powder and joruk maman. Analysis of data from phytochemical test and bioactive compounds were analyzed descriptively with the mean and standard deviation using computerized data processing software. The results of this study showed the highest crude fiber content in the maman powder sample with a percentage of 7.84%. The highest total phenol content was found in fresh maman plant extract which contained total phenol of 35.33 mg of gallic acid equivalent/g extract. The antioxidant activities of dried, fres and fermented manan (joruk manan) using DPPH method was shown with IC50 values > 1000, 276,58 dan 323,88 μg/ml repectively, while quercetin as a tandard which is predicted also found in manan gave IC50 2,06 μg/ml. And the strongest antioxidant content was obtained with an IC value of50 in the quercetin sample of 2,06 g/ml based on the DPPH method. Further study testing is needed on the antioxidant activity of the Joruk Maman plant from each plant organ including roots, flowers and seeds with other methods to determine the potential of each part.
Efektivitas Penambahan Ampas Tahu Terhadap Tingkat Kesukaan dan Kadar Protein Nugget Ikan Gabus Karlina, Putri; Restusari, Lily; Rahayu, Dewi
JURNAL RISET GIZI Vol. 10 No. 2 (2022): November (2022)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrg.v10i2.10696

Abstract

Latar Belakang: Nugget merupakan salah satu olahan yang digemari oleh masyarakat karena proses penyajiannya cepat dan mudah. Ampas tahu yang masih memiliki banyak zat gizi didalamnya masih bisa dijadikan sebagai bahan pangan dapat menjadi nugget yang bernilai tambah. Ampas tahu mengandung zat gizi terutama protein yang tinggi, Kandungan protein didalam ampas tahu mencapai 23,55% atau setara dengan 23,55 gr per 100 gr. Pemanfaatan ampas tahu juga perlu dioptimalkan, selain dimanfaatkan untuk pakan ternak.Tujuan : Mengetahui pemanfaatan ampas tahu untuk makanan berprotein tinggi yang tidak dimanfaatkan.Metode: Penelitian ini bersifat eksperimental dengan desain penelitian Rancangan Acak Lengkap (RAL). Penelitian pendahuluan dilakukan untuk memperoleh formulasi terbaik dalam pembuatan nugget ikan gabus dengan penambahan ampas tahu. Pada penelitian ini digunakan empat macam variasi penambahan ampas tahu yaitu 0%, 20%, dan 30% dan 50%. Penelitian lanjutan berupa pembuatan produk dengan formulasi yang baru yaitu 0%,15%,20% dan 25%. Lalu uji organoleptik yang dilakukan di Laboratorium pangan di Poltekkes Kemenkes Riau, dan uji kadar protein yang dilakukan di Laboratorium Hasil Perikanan dan Kelautan Universitas Riau.Hasil: Hasil penelitian menyatakan bahwa ada pengaruh yang nyata terhadap tingkat kesukaan rasa, aroma, dan tekstur pada nugget. Tetapi pada warna tidak ada pengaruh yang nyata. Hasil uji kadar protein nugget ikan gabus dengan penambahan ampas tahu yaitu 22,9% sedangkan kadar protein nugget ikan gabus tanpa penambahan ampas tahu (kontrol) yaitu 17,55%.Kesimpulan: Uji kadar protein pada nugget dengan penambahan ampas tahu ini mencapai lebih dari syarat mutu nugget ikan menurut Badan Standarisasi Nasional (2002) yaitu min. 12%.
Efektivitas Penambahan Ampas Tahu Terhadap Tingkat Kesukaan dan Kadar Protein Nugget Ikan Gabus Karlina, Putri; Restusari, Lily; Rahayu, Dewi
JURNAL RISET GIZI Vol. 10 No. 2 (2022): November (2022)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrg.v10i2.10696

Abstract

Latar Belakang: Nugget merupakan salah satu olahan yang digemari oleh masyarakat karena proses penyajiannya cepat dan mudah. Ampas tahu yang masih memiliki banyak zat gizi didalamnya masih bisa dijadikan sebagai bahan pangan dapat menjadi nugget yang bernilai tambah. Ampas tahu mengandung zat gizi terutama protein yang tinggi, Kandungan protein didalam ampas tahu mencapai 23,55% atau setara dengan 23,55 gr per 100 gr. Pemanfaatan ampas tahu juga perlu dioptimalkan, selain dimanfaatkan untuk pakan ternak.Tujuan : Mengetahui pemanfaatan ampas tahu untuk makanan berprotein tinggi yang tidak dimanfaatkan.Metode: Penelitian ini bersifat eksperimental dengan desain penelitian Rancangan Acak Lengkap (RAL). Penelitian pendahuluan dilakukan untuk memperoleh formulasi terbaik dalam pembuatan nugget ikan gabus dengan penambahan ampas tahu. Pada penelitian ini digunakan empat macam variasi penambahan ampas tahu yaitu 0%, 20%, dan 30% dan 50%. Penelitian lanjutan berupa pembuatan produk dengan formulasi yang baru yaitu 0%,15%,20% dan 25%. Lalu uji organoleptik yang dilakukan di Laboratorium pangan di Poltekkes Kemenkes Riau, dan uji kadar protein yang dilakukan di Laboratorium Hasil Perikanan dan Kelautan Universitas Riau.Hasil: Hasil penelitian menyatakan bahwa ada pengaruh yang nyata terhadap tingkat kesukaan rasa, aroma, dan tekstur pada nugget. Tetapi pada warna tidak ada pengaruh yang nyata. Hasil uji kadar protein nugget ikan gabus dengan penambahan ampas tahu yaitu 22,9% sedangkan kadar protein nugget ikan gabus tanpa penambahan ampas tahu (kontrol) yaitu 17,55%.Kesimpulan: Uji kadar protein pada nugget dengan penambahan ampas tahu ini mencapai lebih dari syarat mutu nugget ikan menurut Badan Standarisasi Nasional (2002) yaitu min. 12%.
Efektivitas Penambahan Ampas Tahu Terhadap Tingkat Kesukaan dan Kadar Protein Nugget Ikan Gabus Karlina, Putri; Restusari, Lily; Rahayu, Dewi
JURNAL RISET GIZI Vol. 10 No. 2 (2022): November (2022)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrg.v10i2.10696

Abstract

Latar Belakang: Nugget merupakan salah satu olahan yang digemari oleh masyarakat karena proses penyajiannya cepat dan mudah. Ampas tahu yang masih memiliki banyak zat gizi didalamnya masih bisa dijadikan sebagai bahan pangan dapat menjadi nugget yang bernilai tambah. Ampas tahu mengandung zat gizi terutama protein yang tinggi, Kandungan protein didalam ampas tahu mencapai 23,55% atau setara dengan 23,55 gr per 100 gr. Pemanfaatan ampas tahu juga perlu dioptimalkan, selain dimanfaatkan untuk pakan ternak.Tujuan : Mengetahui pemanfaatan ampas tahu untuk makanan berprotein tinggi yang tidak dimanfaatkan.Metode: Penelitian ini bersifat eksperimental dengan desain penelitian Rancangan Acak Lengkap (RAL). Penelitian pendahuluan dilakukan untuk memperoleh formulasi terbaik dalam pembuatan nugget ikan gabus dengan penambahan ampas tahu. Pada penelitian ini digunakan empat macam variasi penambahan ampas tahu yaitu 0%, 20%, dan 30% dan 50%. Penelitian lanjutan berupa pembuatan produk dengan formulasi yang baru yaitu 0%,15%,20% dan 25%. Lalu uji organoleptik yang dilakukan di Laboratorium pangan di Poltekkes Kemenkes Riau, dan uji kadar protein yang dilakukan di Laboratorium Hasil Perikanan dan Kelautan Universitas Riau.Hasil: Hasil penelitian menyatakan bahwa ada pengaruh yang nyata terhadap tingkat kesukaan rasa, aroma, dan tekstur pada nugget. Tetapi pada warna tidak ada pengaruh yang nyata. Hasil uji kadar protein nugget ikan gabus dengan penambahan ampas tahu yaitu 22,9% sedangkan kadar protein nugget ikan gabus tanpa penambahan ampas tahu (kontrol) yaitu 17,55%.Kesimpulan: Uji kadar protein pada nugget dengan penambahan ampas tahu ini mencapai lebih dari syarat mutu nugget ikan menurut Badan Standarisasi Nasional (2002) yaitu min. 12%.
Pengolahan Ikan untuk Pemberdayaan Masyarakat di Kelurahan Harjosari Pekanbaru Arsil, Yuliana; Restusari, Lily; Mulyani, Sri
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i5.12566

Abstract

ABSTRAK Pekanbaru merupakan kota yang memiliki sentral produksi perikanan yang cukup tinggi. Akses untuk memperoleh perikanan diseluruh wilayah kota Pekanbaru sangat mudah terutama di kelurahan Harjosari yang berada di Pusat kota. Ikan merupakan sumber protein hewani yang memiliki peran penting untuk tubuh. Pemanfaatan ikan sebagian besar masih sebatas ikan konsumsi serta kurangnya variasi dalam pengolahan ikan menyebabkan kurangnya minat konsumsi ikan terutama bagi anak-anak. Melakukan diversifikasi pangan tentunya akan meningkatkan kualitas dari produk pangan dan salah satu upaya dalam meningkatkan konsumsi ikan. Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah ikan. Meliputi sosialisasi dan diskusi awal, penyuluhan Praktik dan evaluasi. Pengetahuan peserta pengabdian masyarakat sebelum penyuluhan dengan rata-rata 73, dan setelah penyuluhan meningkat menjadi 92. Keterampilan peserta mengolah ikan dalam kategori baik. Peserta pengabdian masyarakat mengalami peningkatan pengetahuan dan mampu melakukan praktik pengolahan ikan. Kata Kunci: Pangan Lokal, Teknologi, Diversifikasi, Pengetahuan  ABSTRACT Pekanbaru is a city that has a fairly high fisheries production center. Access to fisheries throughout the Pekanbaru city area is very easy, especially in the Harjosari village which is located in the city center. Fish is a source of animal protein which has an important role for the body. The utilization of fish mostly is still limited to simple consumption with lack of variety in the fish processing which causes a lack of interest in consuming fish, especially for children. Diversifying the  food will certainly improve the quality of food products and this is one of the efforts to increase fish consumption.  To increase the community's knowledge and skills in processing fish. Includes socialization and initial discussion, counseling related to fish processing, practices and evaluation. Knowledge of community service participants before counseling with an average of 73, and after counseling increased to 92. Participants' skills in processing fish are in the good category. Community service participants obtain Increased knowledge and skills in fish processing. Keywords: Local Food, Technology, Diversification, Knowledge
Lecturer Capacity Building in Developing Video-Based Learning Media Risdianto, Eko; Marlina, Yessi; Mulyani, Sri; Fitri, Fitri; Roziana, Roziana; Restusari, Lily
DIKDIMAS : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2023): DIKDIMAS : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT  VOL 2 NO 2 AUGUST 2023
Publisher : Asosiasi Profesi Multimedia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58723/dikdimas.v2i2.205

Abstract

The community service aims to increase the capacity of lecturers in developing video-based learning media. The service method is carried out through training activities. The target of the service is the Nutrition Department Lecturers of the Riau Ministry of Health Polytechnic. As many as 14 Nutrition Lecturers were involved in the training which was held in July 2023. The research instrument used was a closed sheet with four answer choices. Analysis of the training participants' responses to the training activities for making learning videos was carried out using descriptive statistical analysis. This is done by processing the proportion of data from filling in the responses by the training participants. Percentages are obtained based on modified Likert Scale calculations. The results showed that as many as 14 respondents or 100% of the respondents were in the category of strongly agreeing with the statements that led to a positive response from the trainees to the training activities that had been carried out. Follow-up workshops on creating innovative learning videos are urgently needed to acquire new skills for Teachers/Lecturers of the Department of Nutrition at the Riau Ministry of Health Polytechnic.