Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Penggunaan Media Belajar Miniatur Kasir dalam Meningkatkan Pemahaman Berniaga Siswa ABK di Sekolah Alam Le Cendekia Wilda Ansar; A. Anifah Nutqhi Syam; A. Mutmainnah Syam; Rahmat
Journal of Research and Publication Innovation Vol 1 No 3 (2023): JULY
Publisher : Journal of Research and Publication Innovation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aim of miniature cashiers as learning media for students with special needs is a way of learning that requires children to do direct training or practice. Miniature cashiers designed in such a way can help students with special needs train students in commerce and help them improve their ability to count and know the rupiah currency well. The method used in this study is a method with a qualitative approach that is descriptive. Data collection was carried out using observation techniques. The research was conducted on four students with special needs who attended Le Cendekia Boarding School from 15 till 18 May 2023. The use of learning media for miniature cashiers was considered quite effective in buying and selling simulations carried out with students with special needs. The results of this study are expected to be able to contribute to efforts to increase the understanding of commerce of students with special needs in three aspects observed in the study, namely recording products sold, knowledge of the total selling price, and accuracy in giving returns.
Identifikasi Faktor Penyebab Waria di Kota Makassar Sa’iid Irham Febrian; Dian Novita Siswanti; Wilda Ansar
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 4 No. 9 (2024): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v2i5.386

Abstract

Keterlibatan ayah dalam pengasuhan merupakan sebuah partisipasi aktif ayah yang dilakukansecara terus menerus yang memuat aspek waktu, inisiatif, dan pemberdayaan pribadi dalam dimensi fisik, kognisi, dan afeksi dalam semua area perkembangan anak yaitu fisik, emosi, sosial, spiritual, intelektual dan moral. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor penyebab waria di Kota Makassar. Terdapat dua responden pada penelitian ini. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara. Hasil dari penelitian yaitu faktor yang menjadi penyebab waria di kota makassar yakni karena ketidak terlibatan ayah pada pengasuhan waria selama masa perkembangan hingga dewasa, serta karena adanya faktor perceraian yang membuat waria merasa ditinggalkan oleh ayah yang sangat dekat sebelum perceraian kedua orangtuanya terjadi. Hal ini disimpulkan berdasarkan hasil penelitian yang peneliti lakukan dengan menggunakan tiga tema besar keterlibatan ayah yakni Paternal engagement/Interaction, Paternal accessibility, dan Paternal responsibility. Implikasi dari penelitian ini adalah mampu memberikan gambaran bagi para orangtua, utamanya ayah kepada anak laki-lakinya agar ikut terlibat dalam pengasuhan sehingga anak laki-laki dapat merasakan peran contoh laki-laki sejak kecil dari ayahnya, karena dengan kurangnya keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak yang memiliki gender laki-laki dapat menimbulkan permasalahan identitas gender pada di masa pertumbuhan, salah satunya dapat mengakibatkan anak laki- laki tumbuh menjadi waria.  
PSIKOEDUKASI PENCEGAHAN KEKERASAN SEKSUAL PADA SISWA SMK PUBLIK MAKASSAR Wilda Ansar; Ratu Pratiwi Aprylia; Nurul Rabiatul Adawiah Putri Al Fihary; Fadhilah Triastuti Nawir; Puput Puput
Afeksi: Jurnal Psikologi Vol. 3 No. 3 (2024): Afeksi: Jurnal Psikologi
Publisher : Afeksi: Jurnal Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kekerasan seksual marak terjadi di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir ini. Penelitian ini dilakukan di SMK Publik Kota Makassar dengan populasi 50 Siwa/i SMK Publik Kota Makassar yang mengikuti kegiatan psikoedukasi ini. Penelitian ini menganalisis apakah ada peningkatan pemahaman edukasi mengenai kekerasan seksual .Peneliti menggunakan uji nonparametric paired Samples Statistics dan data menunjukkan nilai p= 0.001 yang mana nilai p lebih kecil daripada α= 0.05. hal tersebut berarti bahwa Ho ditolak dan Ha diterima yang memiliki arti bahwa, terjadi peningkatan pengetahuan perserta melalui psikoedukasi yang diberikan. implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa psikoedukasi tentang pencegahan kekerasan seksual dapat memberikan peningkatan pemahaman yang signifikan bagi siswa sisiwa SMK Publik Kota Makassar.
PROGRAM PSIKOEDUKASI TENTANG DISLEKSIA ANAK USIA PRA SEKOLAH DAN SEKOLAH DASAR PADA MASYARAKAT Wilda Ansar; Andrea Satriajati Putra Pasunda; Anita Ramadhani; Asmiati Asmiati; Dandi Saputra; Dian Eka Putri
Jurnal Kebajikan: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 1 (2022): November
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jk.v1i1.38387

Abstract

Disleksia merupakan salah satu gangguan yang disebabkan oleh permasalahan di otak dan ditandai dengan kesulitan ketika belajar membaca dan menulis. Pengetahuan tentang disleksia sangat penting untuk diketahui oleh masyarakat, sehingga dapat mendeteksi anak yang mengalami disleksia, memahami kondisi anak, dan memberikan penanganan sesuai kebutuhan anak, khususnya pada anak pra sekolah dan sekolah dasar. Kegiatan ini dilakukan dalam bentuk psikoedukasi non pelatihan dengan cara langsung melalui webinar. Webinar ini bertujuan untuk menambah wawasan masyarakat umum tentang disleksia dan memperingati bulan disleksia internasional. Kegiatan ini dilakukan dalam lima tahap yaitu, tahap analisis kebutuhan, tahap perencanaan, tahap pendaftaran, tahap pelaksanaan, dan tahap evaluasi kegiatan. Kegiatan ini dilakukan secara online melalui Zoom Cloud Meeting pada hari sabtu, tanggal 22 oktober 2022, pukul 10.00-13.00 WITA. Pada tahap pelaksanaan, kegiatan webinar ini dibagi dalam beberapa sesi yaitu, pembukaan, pemberian materi webinar, sesi tanya jawab, pemberian presensi dan evaluasi, penutupan serta foto virtual bersama. Data yang diperoleh dalam kegiatan ini dianalisis dengan menggunakan metode analisis deskriptif. Berdasarkan hasil analisis data yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa kegiatan webinar yang telah dilakukan dapat memberikan pengetahuan dan informasi baru kepada peserta tentang disleksia pada anak pra sekolah dan sekolah dasar. 
Marriage Readiness for Late Adolescence in South Sulawesi Eka Sufartianinsih Jafar; Dian Novita Siswanti; Novita Maulidya Jalal; Wilda Ansar
AL-MAIYYAH : Media Transformasi Gender dalam Paradigma Sosial Keagamaan Vol 14 No 2 (2021): AL-MAIYYAH
Publisher : LPPM IAIN Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze indicators of marriage readiness for late adolescents in South Sulawesi. This study used a survey research design using a questionnaire. The research subjects were 860 adolescents aged 15-20 years who came from various levels of education, namely SMA (46.1%) SMK (4%) and undergraduate students (45.5%). The results showed that there are several indicators of marriage readiness in late adolescence. They are (1) economic stability by 51% (2) high education by 22.5%, (3) character adjustment with a partner by 35.6%, (4) parental consent by 26%. In terms of readiness for marriage, about 65.6% of adolescents stated they were not ready to marry, 23.6% were less ready to marry, 5.5% were quite ready, 5.1% were ready, and only 2.5% of them stated they were very ready to marry. In terms of the preparation needed to live a harmonious marriage, (1) communication skills by 59.9%, (2) skills in educating and caring for children 47.9%, (3) work 46.7%, and (4) emotional management 34.5%. While the things that concern adolescents from marriage are 67.5% infidelity, 60.9% being abused, dumped/ignored 45.3%, economically pressured 40.1%, and 29.8% not getting freedom. The implication of this study is to increase the knowledge of related parties, both parents, the community, and the government regarding the description of marriage readiness in late adolescence as material for providing premarital preparation/premarital education to adolescents so that late teens can prepare themselves to fulfill early adult development, namely choosing a partner and marry.
Pelatihan Relaksasi Emosi melalui Teknik Square Breathing sebagai Upaya Meningkatkan Kestabilan Emosi pada Remaja Eka Sufartianinsih Jafar; Novita Maulidya Jalal; Wilda Ansar; Irdianti Irdianti; Andi Nahliah Bungawali
Jurnal Bersama Pengabdian Kepada Masyarakat (SAMAMAS) Vol. 2 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/samamas.v2i1.750

Abstract

Adolescents are an age group that is prone to experiencing emotional instability due to academic pressure, social demands, interpersonal conflicts, and changes in psychological development. These conditions can have an impact on learning concentration, social relationships, and adolescent mental health, so simple strategies are needed to help regulate emotions. One technique that can be used is square breathing, which is a structured breathing exercise through the pattern of breathing, holding the breath, exhaling, and holding again in the same count. This community service activity aims to improve the understanding and regulation skills of adolescents through training in square breathing techniques. The implementation method uses a psychological education approach based on participatory training which was attended by 25 school-age adolescents. Activities include pre-tests, delivery of materials on mental health and emotional regulation, demonstration of square breathing techniques, hands-on practice, and post-tests. The results of the evaluation showed an increase in the average score of participants from 6 in the pre-test to 11 in the post-test or an increase of 83.33%. In addition, participants reported feeling more relaxed, calm, and focused after the exercise. The square breathing technique is considered effective as a simple strategy to help adolescents improve emotional regulation and reduce psychological tension.
Pengaruh Infografis Edukatif Terhadap Persepsi Gen Z Tentang Employer Attractiveness PT. X Dion Giovanno Pasamboan; Annisa Tri Ma'rifah; Siti Nurfadilah Widianti; Widyastuti; Wilda Ansar
Gudang Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): GJPM - Juli
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjpm.v4i2.2129

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menilai pengaruh infografis edukatif terhadap persepsi Gen Z mengenai employer attractiveness PT. X. Target pengabdian adalah fresh graduate dan mahasiswa tingkat akhir yang berpotensi menjadi calon tenaga kerja perusahaan. Data awal menunjukkan bahwa tingkat pengenalan, ketertarikan bekerja, persepsi reputasi, budaya kerja, dan peluang pengembangan karir responden masih terbatas. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuasi-eksperimen dengan desain pre-test dan post-test, di mana responden menilai persepsi mereka terhadap perusahaan sebelum dan sesudah diperkenalkan dengan infografis yang menyajikan informasi tentang budaya kerja, nilai-nilai organisasi, peluang pengembangan karir, dan manfaat bekerja di PT. X. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada seluruh indikator. Temuan ini menegaskan bahwa penggunaan infografis edukatif efektif meningkatkan daya tarik perusahaan bagi calon karyawan muda, sekaligus memberikan dasar bagi strategi komunikasi visual yang lebih kuat dan berkelanjutan.
Perbedaan Ketakutan akan Kegagalan Berdasarkan Gaya Pengasuhan pada Emerging Adulthood di Kota Makassar Ridha Nur Amalia Radi; Wilda Ansar; Eka Sufartianinsih Jafar
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 4: Juni 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i4.18443

Abstract

Fenomena ketakutan akan kegagalan pada emerging adulthood menyebabkan individu enggan mengambil risiko dalam menghadapi transisi menuju fase dewasa. Ketakutan ini dapat dipengaruhi oleh gaya pengasuhan orang tua yang diterima selama masa perkembangan. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan ketakutan akan kegagalan ditinjau dari gaya pengasuhan orang tua pada usia emerging adulthood di Kota Makassar. Penelitian kuantitatif ini melibatkan 446 responden berusia 18–25 tahun yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Alat ukur yang digunakan adalah skala gaya pengasuhan orang tua dan skala ketakutan akan kegagalan, dengan analisis data menggunakan One Way ANOVA. Hasil uji hipotesis menunjukkan pengaruh signifikan gaya pengasuhan terhadap ketakutan akan kegagalan (F = 5.172, p = 0.002). Uji lanjutan mengindikasikan perbedaan signifikan antara gaya pengasuhan otoriter dan permisif (mean difference = 4.391, p = 0.001). Gaya pengasuhan otoriter menghasilkan tingkat ketakutan akan kegagalan tertinggi, diikuti permisif dan pengabaian, sedangkan gaya demokratis menghasilkan tingkat terendah. Penelitian ini dapat menjadi acuan bagi praktisi psikologi dalam melakukan psikoedukasi mengenai dampak negatif jangka panjang gaya pengasuhan terhadap perkembangan psikologis individu, khususnya dalam membentuk keberanian menghadapi risiko pada masa dewasa awal.