Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

ANALISIS KOMPETENSI KEPEMIMPINAN WANITA Eva Meizara; Puspita Dewi; Basti Basti
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol. 4 No. 2 (2016): August
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (353.096 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v4i2.3518

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mendiskripsikan  adalah: (1) Mendeskripsikan bagaimana wanita menjalankan peran kepemimpinannya ditinjau dari kompetensi dan kepribadian; (2) Perbedaan pemimpin wanita dan laki-laki menurut bawahan. Penelitian ini menggunakan wawanacara, Focus Grouping Discus (FGD), dan observasi. Dua instansi dijadikan tempat pengambilan data dengan jumlah keseluruhan subyek sebanyak 11 orang. Hasil pengolahan data dari kedua instansi tersebut saling melengkapi sehingga didapatkan hasil sebagai berikut: Kepribadian yang dibutuhkan pemimpin wanita yakni: harus memiliki juga sifat maskulin (percaya diri, tegas dan berani mengambil keputusan) dan adanya dukungan dari keluarga terutama suami. Disamping itu, kemampuan lain yang mendukung adalah management waktu karena harus berperan ganda yang keduanya berjalan bersamaan sehingga sinergitas sangat dibutuhkan. Secara umum bawahan tidak lagi memperdebatkan jenis kelamin seorang pemimpin, yang lebih utama adalah kompetensi dan kepribadiannya. Namun jika dianalisa lebih dalam, maka terdapat 2 perbedaan mendasar antara pemimpin pria dan wanita, yakni: a) Berkaitan dengan Kinerja; b) Berkaitan dengan EmpatiKata Kunci: Kepemimpinan, WanitaThe aims of this study are to describe: 1). Describing how women manage a leadership role in terms of competence and personality. 2). Describing differences between women and men leadership role according to the assistants. This study uses interview, Focus Grouping Discus (FGD), and observation. Two agencies used as a data collection with a total of eleven person subjects. Data processing results of both these institutions are complementary to obtain the following results: Personality required women leaders specifically: must have also masculine (confident, assertive, and bold decision-making) and the support of family, especially her husband. In addition, other capabilities that support are management of time because they have a double role, which both run concurrently so that synergy is essential. Normally assistant no longer debating the gender of a leader, more important is the competence and personality. However, if analyzed more deeply, then there are three fundamental differences obtained from the analysis of this study, namely: a). Related to performance: b). Related to empathyKey word: Leadership, Woman
Perilaku Prososial Etnis Jawa dan Etnis Cina Basti Basti
Psikologika: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Vol. 12 No. 23 (2007)
Publisher : Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Purpose of this research is to compare prosocial behavior between two ethnics, Javanese and Chinese. Hypotheses proposed that there’s prosocial behaviors differences between those two ethnic, the Javanese prosocial behavior is higher than Chinese. Subjects participated in this research were 184 Javanese and Chinese who live in Jogjakarta. Prosocial behavior scale is used as the research tool.Data analyzed through two way Anova result F 13.048 with p <.01. This result proof that prosocial behavior between Javanese and Chinese is very significantly different. The mean score of prosocial behavior from Javaneese is 143,489 and Chinese is 137,271. It means that Javanese’s prosocial behavior is higher than the Chinese. Keywords     :    Prosocial Behavior, Javanese Ethnicity, Chinese Ethnicity.
Sharing Session: Love Yourself We Are Same Terhadap Kepercayaan Diri Penyandang Disabilitas Fisik Di Balai Rehabilitas Sosial Penyandang Disabilitas Fisik (BRSPDF) Wirajaya Makassar Basti Tetteng; Reski Indah Rukmila; Riska Indah Sari Syaheruddin; Reviona Eppang; Ratu Salsabila Helmi; Nurul Ismi Fauziah Jumadi
PENGABDI PENGABDI : VOL. 2, NO. 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pengabdi.v2i2.24973

Abstract

Abstrak.  Salah satu jenis disabilitas fisik adalah kelainan tubuh(tuna daksa) adalah individu yang mengalami gangguan gerak yang disebabkan oleh kelainan neuromuskular dan struktur tulang yang bersifat bawaan, sakit, atau akibat kecelakaan(amputasi), polio dan lumpuh layu atau kaku, paraplegi, cerebral palsy, dan orang kecil. Keberadaan disabilitas fisik selalu akrab dengan label bahwa individu dengan cacat tubuh merupakan individu yang lemah, tidak berdaya, tidak dapat melaksanakan aktivitas, bahkan dianggap tidak dapat memberikan kontribusi apa-apa dalam hidup.  Dengan adanya prasangka tersebut, maka kerap kali terjadi diskriminasi terhadap individu penyandang disabilitas fisik. Sehingga penyandang disabilitas menjadi tidak percaya diri terhadap dirinya sendiri. Berdasarkan hasil wawancara dan observasi terhadap Penerima Manfaat(PM)  di BRSPDF Wirajaya Makassar mahasiswa KKP Psikologi UNM melihat bahwa tingkat kepercayaan diri PM masih rendah. Melalui sharing session yang dilakukan bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan diri PM ketika berada di lingkungan sosial, dan mampu beradaptasi dan memulai langkah yang pasti ketika lulus dan menjadi alumni BRSPDF Wirajaya Makassar. Metode yang digunakan dalam .  bentuk seminar online/webinar dan sharing session menggunakan aplikasi zoom. Melalui sharing session ini ini PM mulai meningkatkan kepercayaan dirinya dan mampu mengoptimalkan kemampuannya untuk bersaing dengan orang lain dalam dunia kewirausahaan sesuai dengan potensi dan keterampilan yang telah diberikan selama berada di BRSPDF Wirajaya Makassar.Kata Kunci: self love, Self Esteem, Kepercayaan Diri, Penyandang Disabilitas Fisik
Pelatihan Virtual Peningkatan Self Awareness untuk Meningkatkan Kualitas Hidup pada Teman Tuli sebagai Dampak Pandemic Covid 19 Eva Meizara Puspita Dewi; Basti Basti; Eka Sufartianinsih Jafar
Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat PROSIDING EDISI 6: SEMNAS 2020
Publisher : Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1060.805 KB)

Abstract

Abstract. This Community Partnership Program (PKM) is the NGO of Human Nobel Makassar. The problems faced are: Social interaction, limitations in communicating verbally make it often less able to understand the intentions of the people in the surrounding environment so that what they feel is ignored or rejected. The phenomenon of the Covid 19 pandemic, where there are rules about social distancing, wearing masks and so on, makes it even more obstacles in social interaction. This condition makes them find themselves depressed and insecure with the result that they feel meaningless in life. The quality of their life has decreased and they tend to blame themselves more. Therefore, self-awareness training is needed to help them realize their existence and how to be able to respond it in order for them to live more meaningful and quality life. The methods used: The training was carried out in 3 sessions until these deaf could appreciate the content of the material well and then provided assistance within 2 weeks after that. The results achieved were an increase in self-awareness of them before and after the training which was reflected in the results of the pretest and posttest, namely the participants' self-awareness before training was 35 points, up to 135 points.
HUBUNGAN ANTARA PERILAKU ASERTIF DENGAN KECENDERUNGAN MENJADI OBJEK PERUNDUNGAN PADA SISWA BERASRAMA Zhafira Mardhatillah Maulia; Basti Tetteng; Andi Nasrawaty Hamid
JIVA : Journal of Behavior and Mental Health Vol 2, No 1 (2021)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jiva.v2i1.1523

Abstract

ABSTRACTBullying is one form of delinquency that is often found among adolescents, especially in schools. Bullying is an act that intimidates objects that are considered weaker. Individuals less assertive and not assertive tend to be objects of bully. Assertive behavior is expressing self directly, honestly, positively to fight for personal rights without neglecting the rights of others to meet needs or express feelings without anxiety. This study aims to look at the relationship between assertive behavior and the tendency to be objects of bully to boarding students. The method used in this research is quantitative. The respondents of this study were 205 teenage students, 12-17 years old from boarding schools A and high school B. The analysis technique used in this study was the Spearman rank correlation. The results showed that there was a negative relationship between assertive behavior with a tendency to be the object of bully in boarding students (p = -0.22 r = 0.002). This means that the higher assertive behavior, the lower tendency to be object of bully in boarding students. The results of this study an evaluation for adolescents to develop assertive behavior to avoid bullying and as a basis for schools and adolescent environments for bullying prevention program. Keywords: objects of bullying, assertive behavior, boarding student ABSTRAKPerundungan merupakan salah satu bentuk kenakalan yang kerap ditemukan dikalangan remaja terutama di sekolah. Perundungan merupakan tindakan yang dengan sengaja mengintimidasi objek yang dianggap lebih lemah. Individu yang kurang tegas dan tidak asertif cenderung menjadi objek perundungan. Perilaku asertif merupakan tindakan mengekpresikan diri secara langsung, jujur, positif dan tegas untuk memperjuangkan hak pribadi tanpa mengabaikan hak orang lain untuk memenuhi kebutuhan atau mengungkapkan perasaan tanpa mengalami kecemasan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara perilaku asertif dengan kecenderungan menjadi objek perundungan pada siswa berasrama. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif. Responden penelitian ini adalah 205 siswa usia remaja yakni 12-17 tahun dari sekolah berasrama pesantren A dan SMA B. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Spearman rank correlation. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan negatif antara perilaku asertif dengan kecenderungan menjadi objek perundungan pada siswa berasrama (p= -0,22 r=0,002). Artinya semakin tinggi perilaku asertif maka semakin rendah kecenderungan menjadi objek perundungan pada siswa berasrama. Hasil penelitian ini dapat menjadi bahan evaluasi bagi remaja agar lebih mengembangkan perilaku asertif untuk menghindari terjadinya perundungan serta sebagai dasar bagi sekolah dan lingkungan remaja untuk membuat program pencegahan terjadinya perundungan. Kata Kunci: objek perundungan, perilaku asertif, siswa berasrama
HUBUNGAN ANTARA PERBANDINGAN SOSIAL DAN KEPUASAN HIDUP PADA REMAJA Nopiati Arifin; Basti Basti; Faradillah Firdaus
ADIBA : JOURNAL OF EDUCATION Vol. 2 No. 3 (2022): JULI
Publisher : CV. ADIBA AISHA AMIRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.93 KB)

Abstract

Adolescence often do social comparisons with other individuals in their development process. Social comparison will make adolescents feel dissatisfied with the life they are experiencing at the time. This study aimed to determine whether there is a relationship between social comparison and life satisfaction in adolescence. The subjects of this study were 251 adolescents. The sampling technique used in this study is accidental sampling. The measuring instrument used is the social comparison scale and life satisfaction scale. This study used Rank Spearman correlation analysis techniques. The results showed that there was a negative relationship between social comparison and life satisfaction in adolescence (r= -0,196, p=0,002), This study illustrates that the higher level of social comparison, the lower tendency of life satisfaction in adolescents.
Sosialisasi Berbentuk Seminar, Webinar, Infografis, dan Penyuluhan dalam Rangka Mencegah Kasus Pernikahan Usia Anak Serta Kekerasan dan Kesetaraan Gender Basti Tetteng; Sinthia Tirtasari; Sulfianah Syamsu; St. Alifia Musmulyadi; Nandhika Rezqyawan
INOVASI: Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat Vol 1, No 2 (2021): INOVASI: Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat
Publisher : INOVASI: Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (614.793 KB) | DOI: 10.35580/inovasi.v1i2.24874

Abstract

Abstrak. Kuliah Kerja Profesi (KKP) merupakan kegiatan akademik mahasiswa, yang dilakukan di suatu instansiKuliah kerja profesi atau KKP dilaksanakan di dinas pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak (DP3A) Kab. Gowa merupakan instansi yang memberikan pemberdayaan dan perlindungan terhadap anak dan perempuan Perkawinan anak menurut United Nations Children's Fund (UNICEF) merupakan pelanggaran berat terhadap hak setiap anak untuk mencapai potensi diri yang sepenuhnya. Pencegahan adalah proses, cara, tindakan mencegah atau Tindakan menahan agar suatu tidak terjadi Untuk itu harus dicegah adanya pernikahan antara calon suami istri yang masih dibawah umur Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah melalui observasi dokumentasi hasilnya memberikan banyak pengetahuan baru karena materi yang dipaparkan menjelaskan cara mencegahan pernikahan dini, peserta sangat senang karena seminar,webinar,infografis,penyuluhan kesetaraan gender ini memberikan manfaat kepada peserta. Kata Kunci: Pernikahan Usia Anak, Kekerasan, Kesetaraan Gender, Penyuluhan
PKM Mendongeng/Story Telling Sebagai Media Intervensi Psikososial Pada Anak Terdampak Gempa di Mamuju Sulawesi Barat Eva Meizara Puspita Dewi; Basti Basti; Eka Sufartianinsih Jafar
INOVASI: Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat Vol 1, No 2 (2021): INOVASI: Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat
Publisher : INOVASI: Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (696.469 KB) | DOI: 10.35580/inovasi.v1i2.24883

Abstract

Abstrak. Indonesia adalah salah satu wilayah yang masuk dalam daerah ring of fire. Ring of fire adalah daerah yang paling memiliki kemungkinan untuk mendapatkan kejadian gempa bumi. Salah satu kejadian gempa terjadi di Sulawesi Barat pada bulan Januari dan terus berlanjut hingga Februari 2021. Dampak dari gempa cukup parah dan menyisakan banyak persoalan psikologis maupun sosial. Disamping sarana dan prasarana termasuk rumah warga masih terus dalam tahap perbaikan. Penyintas yang mengalami dampak dari bencana gempa bumi yang terjadi tidak hanya secara fisik, namun juga sosial dan psikologis. Kelompok berisiko (anak-anak dan lanjut usia) akan membutuhkan bantuan tambahan mempertimbangkan faktor usia dari kelompok umur tersebut. Penyintas anak-anak memiliki reaksi stres pasca bencana. Hal tersebut bisa ditandai dengan perilaku yang mundur ke tahapan perkembangan sebelumnya (buang air kecil di celana atau mengisap ibu jari), tidak ingin terpisah dengan pengasuhnya, mengurangi bermain atau bisa saja mengulang permainan yang lekat saat bencana terjadi. Sentuhan untuk anak-anak sangat penting dan harus dilakukan karena mereka memiliki masa depan yang panjang dan harapan yang besar kedepan, sehingga perlu dilakukan intervensi sosial melalui metode mendongeng. Oleh karenanya tim menyusun modul untuk membuat intervensi sosial yang khusus ditujukan pada anak-anak usia sekolah dasar. Dongeng diberikan selama 3 hari berturut-turut, hasil intervensi menunjukan terdapat peningkatan minat siswa terhadap dongeng sebanyak 9,4% dari 47,9% ke 57,3%. Intervensi dongeng yang diberikan selain mampu meningkatkan pemahaman kognitif dari peserta, juga berdampak pada aspek emosi yang lebih positif pada masing-masing sesi. Kata kunci: Dongeng, Siswa Korban Gempa, Intervensi Sosial, Stres pasca bencana
PKM Pelatihan Penguatan Karakter Guru Efektif dalam Pembelajaran Daring di Sekolah Menengah Atas Muhammadiyah Wilayah Sulawesi Selatan Eva Meizarra Puspita Dewi; Basti Basti; Nurfajriyanti Rasyid; Masyrurah Masyrurah
DEDIKASI Vol 24, No 2 (2022): Jurnal Dedikasi
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/dedikasi.v24i2.39483

Abstract

Abstrak. Pandemi Covid-19 yang mulai merebak di Indonesia pada awal tahun 2020 membuat perubahan signifikan di berbagai ranah kehidupan, tidak terkecuali di ranah pendidikan. Perubahan yang terjadi meliputi penetapan sejumlah aturan dalam penyesuaian Belajar Dari Rumah (BDR) dalam skala besar yang tentu menghadirkan sejumlah kendala dalam penerapannya. Kendala tersebut hadir karena kompetensi para guru yang belum mampu menyesuaikan pelaksanaan pembelajaran secara daring. Partisipan dalam pengabdian ini adalah guru Sekolah  Menengah Atas (SMA) Muhammadiyah Wilayah Sulawesi Selatan. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru melalui pelatihan penguatan karakter dalam pembelajaran daring. Pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan pemberian pre-test dan post-test untuk melihat efektivitas dari pemberian intervensi. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan bahwa nilai Asymp Sig. (2-tailed) sebesar 0,00 yang berarti H0 ditolak dan Ha diterima dikarenakan 0,00 < 0,05. Hal tersebut menunjukkan bahwa pemberian pelatihan penguatan karakter pada guru efektif dilakukan dalam implementasi pembelajaran daring di Sekolah Menengah Atas (SMA) Muhammadiyah Wilayah Sulawesi Selatan.Kata Kunci: Pembelajaran Daring, Karakter Guru Efektif
PKM Peningkatan Pemahaman School Wellbeing pada Guru Sekolah Menengah Basti Basti; Eva Meizara Puspita Dewi; Perdana Kusuma; Amirah Aminanty Agussalim
DEDIKASI Vol 24, No 2 (2022): Jurnal Dedikasi
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/dedikasi.v24i2.40430

Abstract

School wellbeing atau kesejahteraan di sekolah adalah keadaan di mana individu dapat memenuhi kebutuhan dasar di lingkungan sekolah, yakni having, loving, being, dan health. Dengan school wellbeing, peserta didik merasa aman dan nyaman di sekolah, merasa memiliki sekolah, dicintai dan mencintai sekolah, menganggap sekolah dapat memfasilitasi potensi sehingga dapat mengembangkan potensi diri, menjalin hubungan interpersonal yang sehat, dan memiliki kepribadian yang baik, juga menikmati proses belajar di sekolah. Sedangkan apabila school wellbeing rendah, maka peserta didik tidak mendapatkan kenyamanan dan kesejahteraan di sekolah yang berdampak pada perilaku negatif seperti membolos, berkelahi, merokok, dan sebagainya. Permasalahan school wellbeing merupakan masalah yang jarang diperhatikan oleh pendidik termasuk Mitra. Pengabdian ini akan bermitra dengan Pendidikan Dasar dan menengah (Dikdasmen) Muhammadiyah Kota Makassar untuk memberikan pemahaman tentang SWB. Setiap sekolah mengirimkan 3 perwakilannya dari unsur pimpinan sekolah dan guru. Berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan melalui pretest dan posttest kepada para partisipan, diperoleh hasil yang menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pemahaman para partisipan mengenai beberapa hal terkait school wellbeing, diantaranya adalah 1) mengenali komponen-komponen school wellbeing 2) mampu membedakan dimensi-dimensi school wellbeing secara lebih spesifik 3) mengetahui aspek-aspek dari tiap dimensi yang terdapat dalam school wellbeing beserta bentuk implementasinya di sekolah. Kata kunci: School Well Being, Guru, SMP
Co-Authors A Waizatun Choirunnisa Ahmad Yasser Ahmad Yasser Mansyur Ahmad Yasser Mansyur Ahmad Yasser Mansyur Aini Latifah Syam Amirah Aminanty Agussalim Andi Haslinda Andi Muhammad Yusran Atjo Andi Nasrawaty Hamid Astiti Tenriawaru Ahmad Aviani Rafipah Ayu Apriyani Brilian Putra Adhitama Dian Novita Siswanti Dina Nuroctaviana Dita Maharani Resky Eka Sufartianinsih Jafar Eva Meizara Puspita Dewi Eva Meizarra Puspita Dewi Faradillah Firdaus Indah Cahyani Indri Ramadhani Irnovriani Ramadhanti Putri Ashari Junda Sari Jamal Kurniati Zainuddin Masyrurah Masyrurah Maya Annisa Mursal Miftahul Jannah Muhsin Mirna Sulfitri Muh Nur Hidayat Nurdin Muh Wija Hadi Perdana Muhammad Akbar Muhammad Faiz Muttaqi Muhammad Faiz Muttaqi Sukri Muhammad Iqbal Ravsanjani Muhammad Nur Hidayat Nurdin Munawarah Mutiara Wulandari Mutmainnah Nabila Ikram Nabila Maulidia Nabila Putri Anwar Nabila Putri Anwar Nabilah Assakinah BP Nandhika Rezqyawan Natasyah Zhafirah Achmas Dian Nur Ramdhan Nopiati Arifin Novita Maulidya Djalal Nur Ihsan Al Qadri Nurfajriyanti Rasyid Nurfitriany Fakhri Nurul Ayu Setya Ningrum Nurul Ismi Fauziah Jumadi Perdana Kusuma Puspita Dewi Qurrata Ayuni Safruddin Ratu Salsabila Helmi Reski Indah Rukmila Reviona Eppang Rezki Amelia Jalil Ria Reski Fausia Askari Riska Indah Sari Syaheruddin Rismeianti Rismeianti Sari Saman Datu Sarkia Sinthia Tirtasari Sri Dewi Saputri Sri Wahyu Nengsih St. Alifia Musmulyadi Sulfianah Syamsu Syifa Nur Intan Tarizha Khaerunnisa Tenri Wahyulang Dari Tri Rahmah Wahdah Islamiyah Ugibojo Wanda Eka Saputri Yusyah Alreffyanny Mangarengi Zhafira Mardhatillah Maulia