Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search
Journal : Attoriolong

Kehidupan Sosial Ekonomi Masyarakat Nelayan di Desa Pambusuang, 2002-2017 Reksawan, M. Diant; Ahmadin, Ahmadin; Ridha, M. Rasyid
Attoriolong Vol 18, No 1 (2020): Attoriolog Jurnal Pemikiran Kesejarahan dan Pendidikan Sejarah
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (126.001 KB)

Abstract

Karya ini berupaya menjelaskan perubahan kehidupan sosial ekonomi masyarakat Desa Pambusuang sejak tahun 2002 hingga 2017 setelah modernisasi atau era modern. Puncak modernisasi baru terjadi di awal tahun 2000-an lebih tepatnya tahun 2002 dimana hal ini diperkuat dari adanya kegiatan melaut terakhir dengan perahu sandeq suatu kelompok nelayan di tahun tersebut. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini adalah kehidupan sosial ekonomi masayarakat nelayan di Desa Pambusuang yang lebih baik setelah modernisasi perahu, serta dampak sosial lainnya seperti pendidikan, kesehatan, dan interkasi sosial. Penelitian ini adalah menggunakan pendekatan penelitian historis (Historical Research), yang terdiri atas beberapa tahapan yakni: (1) Heuristik, dengan mengumpulkan arsip terkait data-data kehidupan social ekonomi masyarakat nelayan Desa Pambusuang dari buku-buku maupun karya tulis ilmiah yang terkait permasalahan. (2) Kritik atau proses verifikasi keaslian sumber sejarah. (3) Interpretasi atau penafsiran sumber sejarah, dan (4) Historiografi, yakni tahap penulisan sejarah.
Samata: Dari Kampung hingga Kelurahan, 1981- 2017 Hamdan, Hamdan; Najamuddin, Najamuddin; Ridha, M. Rasyid
Attoriolong Vol 18, No 2 (2020): Attoriolog Jurnal Pemikiran Kesejarahan dan Pendidikan Sejarah
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk  mengetahui latar belakang perkembangan daerah Samata sejak berstatus kampung, desa, hingga kelurahan, perkembangan daerah Samata ketika berstatus kelurahan dan Bagaimana kehidupan masyarakat Kelurahan Samata ditinjau dari segi Agama, Ekonomi dan Sosial-Budaya. Penelitian ini merupakan  penelitian sejarah yang menggunakan metode sejarah melalui tahapan kerja yakni heuristik atau pengumpulan data, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kehadiran Samata sebagai suatu kampung telah ada sejak awal pembentukan Kerajaan Gowa dengan disebutkan namanya sebagai salah satu dari ke-9 Kasuwiyang atau  lebih dikenal negeri-negeri kecil yang diketuai oleh Paccalaya (Dewan Ketua Legislatif). Setelah masa kerajaan berakhir dan Kerajaan Gowa berstatus kabupaten, daerah Samata berstatus desa dan bagian dari Kecamatan Tamalate. Pada perkembangan selanjutntya status Samata yang semula desa berubah menjadi kelurahan di bawah Kecamatan Somba Opu sebagai satu konsekuensi sebagian wilayah Kecamatan Tamalate di serahkan ke Kota Makassar pada tahun 1971, dengan terbentuknya Kelurahan Samata tentunya banyak mengalami perubahan – perubahan baik perubahan infrastrukrur maupun perubahan di bidang lainnya seperti, dalam bidang ekonomi, sosial, budaya dan tentunya pendidikan.
Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Sejarah Melalui Model Pembelajaran Probing-Prompting pada Siswa Kelas X IPS 3 SMA Negeri 4 Makassar Sanur, Ilham Samudra; Ridha, M. Rasyid; Bustan, Bustan
Attoriolong Vol 18, No 2 (2020): Attoriolog Jurnal Pemikiran Kesejarahan dan Pendidikan Sejarah
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan model pembelajaran probing-prompting dan apakah dengan model pembelajaran probing-prompting dapat meningkatkan hasil belajar sejarah siswa kelas X IPS 3 SMA Negeri 4 Makassar. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X IPS 3 SMA Negeri 4 Makassar Kota Makassar tahun ajaran 2019/2020. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan menggunakan model pembelajaran probing—rompting. Prosedur kerja dalam penelitian tindakan kelas terdiri atas empat komponen, yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Hasil penelitian menunjukan bahwa terjadi peningkatan hasil belajar siswa setelah penerapan model pembelajaran probing-prompting hal ini berdasarkan hasil tes siswa pada siklus 1 menunjukan bahwa persentase hasil belajar siswa yaitu 22,2%. Siklus 2 menunjukan persentase hasil belajar siswa sebesar 77,8%. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran probing-prompting dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas X IPS 3 SMA Negeri 4 Makassar.
Adat Katto Bokko di Bajubodoa, Maros 2000-2019 Megawati, Megawati; Jumadi, Jumadi; Ridha, M. Rasyid
Attoriolong Vol 18, No 2 (2020): Attoriolog Jurnal Pemikiran Kesejarahan dan Pendidikan Sejarah
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui latar belakang pelaksanaan adat katto bokko pada masyarakat di kelurahan Bajubodoa, dinamika adat katto bokko dari tahun 2000-2019, serta respon masyarakat terhadap adat katto bokko di kelurahan Bajubodoa Kecamatan Maros Baru Kabupaten Maros. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa adat katto bokko mulai dilaksanakan jauh sebelum adanya Kerajaan Marusu namun pada masa pemerintahan I Ali Daeng Muntu Karaenta Barasa pada tahun 1641-1698 tahapan demi tahapan mulai dijaga dan tidak ada yang berani merubahnya sampai sekarang. Namun seiring perkembangan zaman, tradisi ini mulai mengalami dinamika atau perubahan dari segala aspek, baik dari segi alat yang digunakan sampai dengan adanya keterlibatan pemerintah. Akan tetapi, adat ini masih mendapat respon yang baik dari masyarakat maupun pemerintah. Adat katto bokko yang merupakan upacara adat panen raya yang dilaksanakan oleh pihak kakaraengang Marusu masih tetap dilaksanakan setiap tahun. Bahkan telah mengalami perkembangan yang membuat acara ini makin meriah. Sehingga mendapat respon yang baik dari masyarakat dan pemerintah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah yang terdiri atas empat tahapan yaitu: (1) Heuristik (pengumpulan data atau sumber), (2) Kritik sumber yang terdiri dari kritik intern dan ekstern, (3) Interpretasi atau penafsiran sumber dan (4) Historiografi yaitu penulisan sejarah.
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Teams Games Tournament (TGT) Dalam Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Sejarah Siswa Kelas X MIA 1 SMAN 7 Gowa Dewi, Nurwana; Ridha, M. Rasyid; Bustan, Bustan
Attoriolong Vol 18, No 2 (2020): Attoriolog Jurnal Pemikiran Kesejarahan dan Pendidikan Sejarah
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran sejarah sampai saat ini masih banyak menggunakan pembelajaran tradisional, baik ceramah atau eksplanasi. Dalam pembelajaran sejarah yang hanya memaparkan materi dengan ceramah dirasa kurang efektif, karena peserta didik sulit untuk mengerti dan memahami materi. Penelitian Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Teams Games Tournament (TGT)  Dalam Meningkatkan Motivasi Dan Hasil Belajar Sejarah Siswa Kelas X MIA 1 SMAN 7 Gowa merupakan Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action) yang bertujuan untuk mengetahui peningkatan motivasi dan hasil belajar sejarah siswa kelas X MIA  1 SMAN 7 Gowa setelah menerapkan model pembelajaraan Kooperatif Teams Games  Tournament (TGT). Subjek dari penelitian ini yaitu siswa kelas X MIA 1 SMAN 7 Gowa yang berjumlah 24 orang dengan 10 orang siswa laki-laki dan 14 perempuan. Penelitian ini dilaksanakan sebanyak 2 siklus dengan 3 kali pertemuan pada masing-masing siklus melalui 4 tahapan, yaitu: (1) perencanaan tindakan; (2) pelaksanaan tindakan; (3) observasi tindakan; (4) refleksi tindakan. Pengumpulan data motivasi belajar dilakukan dengan pengisian angket motivasi dan observasi langsung selama penelitian, sedangkan pengumpulan data terkait hasil belajar dilakukan dengan  pembagian lembar pretest diawal pertemuan dan lembar post test di akhir pertemuan. Hasil penelitian terkait motivasi belajar siswa menunjukkan bahwa pada siklus I rata-rata motivasi siswa berada pada kategori sedang yakni 70.17% dan pada siklus II rata-rata motivasi belajar siswa berada pada kategori tinggi yakni 81.00%. Hasil penelitian terkait hasil belajar siswa menunjukkan bahwa sebelum penerapan model pembelajaran TGT rata-rata hasil belajar siswa berada pada kategori sangat rendah dengan skor 43.33%. Pada siklus 1 rata-rata hasil belajar siswa berada pada kategori rendah dengan skor 53.75%. Dan pada siklus II rata-rata hasil belajar siswa berada pada kategori tinggi dengan skor 80.83%. berdasarkan hasil penelitian tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Kooperatif Teams Games Tournament (TGT) dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar sejarah siswa kelas X MIA 1 SMAN 7 Gowa.
Objek Wisata Rammang-Rammang Kabupaten Maros 2012-2021 Rohim, Nur Fatimah; Ahmadin, Ahmadin; Ridha, M. Rasyid
Attoriolong Vol 19, No 2 (2021): Attoriolog Jurnal Pemikiran Kesejarahan dan Pendidikan Sejarah
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memberian gambaran latar belakang keberadaan awal Objek Wisata Rammang-Rammang di Kabupaten Maros, proses perkembangan Objek Wisata Rammang-Rammang di Kabupaten Maros, dan dampak keberadaan Objek Wisata Rammang-Rammang di Kabupaten Maros bagi masyarakat sekitar maupun bagi pemerintah kabupaten maros. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif, sehingga dalam proses penelitiannya menggunakan metode penelitian yang sesuai dengan kaidah keilmuan sejarah yang terdiri tas beberapa tahapan. Tahapan tersebut ialah heuristik, kritik, intrepetasi, dan historiografi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Kabupaten Maros memiliki potensi Pariwisata yang dapat dikembangkan secara maksimum oleh kelompok sadar wisata dan unit ekowisata badan usaha milik desa Desa Salenrang, sehingga objek wisata rammang-rammang resmi memiliki izin pengelolaan sejak tahun 2015 oleh pemerintah Kabupaten Maros. Keberadaan objek wisata rammang-rammang memberikan dampak bagi kehidupan perekonomian, baik bagi masyarakat sekitar pada khususnya dan kabupaten maros pada umumnya yang dapat dilihat melalui meningkatnya taraf hidup masyarakat.
Eksistensi Gua Leang-Leang 2000-2020, Suatu Kajian Sejarah Pariwisata Radiatul, Radiatul; Ridha, M. Rasyid; Ahmadin, Ahmadin
Attoriolong Vol 21, No 2 (2023): Attoriolong Jurnal Pemikiran Kesejarahan dan Pendidikan Sejarah
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lukisan di Gua Leang-Leang atau di kenal dengan sebutan Goa Leang-Leang. Goa ini merupakan situs bersejarah goa purba di Leang-Leang, Kecamatan Bantimurung, Kabupaten Maros, Propinsi Sulawesi Selatan. Taman prasejarah Leang-Leang memberikan gambaran kehidupan manusia masa lampau. Adapun tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah: untuk mengetahui eksistensi dan menganalisis factor pendukung pengembangan Taman Prasejarah Leang-Leang Kabupaten Maros sebagai destinasi wisata sejarah. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu: heuristik (pengumpulan data/sumber), kritik sumber, interpretasi atau penafsiran sumber, dan historiografi (penulisan sejarah). Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan serta analisis terhadap data yang diperoleh maka dapat dikatakan bahwa, letak Taman Prasejarah Leang-Leangsangat strategis dengan lingkungan alam yang masih asli kekhawatiran ancaman dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab serta ingin mengeksploitasi bebatuan yang usianya sudah ribuan tahun hanya untuk kepentingan diri sendiri dengan memanfaatkan situasi yang ada menjadi perhatian khusus. Selain itu masih terdapat fasilitas yang perlu adanya pembenahan maupun pemeliharaan demi kenyamanan pengunjung. 
Masyarakat Polongbangkeng dalam Upaya Penolakan NIT di Polongbangkeng, 1945-1950 Risal, Muhammad; Ridha, M. Rasyid; Malihu, La
Attoriolong Vol 21, No 2 (2023): Attoriolong Jurnal Pemikiran Kesejarahan dan Pendidikan Sejarah
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui latar belakang munculnya penolakan NIT di Polongbangkeng, reaksi masyarakat Polongbangkeng dalam menolak kehadiran NIT, serta untuk mengetahui dampak penolakan NIT di Polongbangkeng. Untuk mencapai tujuan tersebut peneliti menggunakan metode penelitian Kualitatif dengan menggunakan pendekatan metode Sejarah yang terdiri dari atas empat tahap yakni: heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi.Hasil penelitian ini menunjukkan: Reaksi masyrakat Polongbangkeng pada saat mengetahui keberadaan NICA di wilayah Polongbangkeng tentunya menolak hal tersebut termasuk pembentukan NIT karena menganggap bahwa NIT ini dapat mengancam kemerdekaan Indonesia. Dalam rangka untuk menolak NIT maka dibentuklah LAPRIS yang berkedudukan di Borongkaramasa di Polongbangkeng, yang diketuai oleh Kelaskaran Lipan Bajeng dan pada saat itu di wakili oleh Ranggong Dg. Romo dari Polongbangkeng. Dalam rangka penoalakan NIT perjuangan dilakukan kurang lebih 5 tahun (1945-1950) terdapat dua bentuk yaitu perjuangan fisik dan perjuangan non fisik perjuangan ini diperiodesasikan menjadi masa Gerakan Muda Bajeng dan Lipan Bajeng bersama LAPRIS. Adapun Dampak dari penolakan masyarakat Polongbangkeng terhadap NIT dari sisi politik ialah terbentuknya LAPRIS yang merupakan persatuan ke-19 laskar di Sulawesi Selatan yang berfokus pada penolakan pembentukan NIT. Adapun dampak dari sisi ekonomi ialah ditandai dengan besarnya jumlah ekspor beras di Suawesi Selatan terkhusus didaerah Polongbangkeng. 
Petani Kelapa Sawit di Kampung Bukit Makmur Kabupaten Berau, 2014-2020. Sari, Shinta Purnama; Ridha, M. Rasyid; Wati, Fitra Widya
Attoriolong Vol 22, No 1 (2024): Attoriolong Jurnal Pemikiran Kesejarahan dan Pendidikan Sejarah
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui latar belakang keberadaan petani kelapa sawit di Kampung Bukit Makmur Kabupaten Berau, perkembangan petani kelapa sawit di Kampung Bukit Makmur Kabupaten Berau, dan untuk mengetahui Keadaan sosial ekonomi petani kelapa sawit di Kampung Bukit Makmur Kabupaten Berau. Dalam penelitian ini menggunakan metode sejarah yang terdiri dari 4 tahap, yakni Heuristik, Kritik, Interpretasi dan Historiografi. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, didapatkan hasil bahwa (1) latar belakang keberadaan petani kelapa sawit di Kampung Bukit Makmur dikarenakan ketersediaan lahan yang mencukupi, dilaksanakannya program Desa yang berfokus pada pertanian dan perkebunan, harga kelapa sawit yang semakin tinggi, serta beban kerja yang cukup ringan membuat banyak petani kelapa sawit memiliki pekerjaan sampingan, (2) perkembangan perkebunan kelapa sawit di Kampung Bukit Makmur yakni dimulai pada fase awal penanaman dan pengembangan (2014 – 2017), kemudian berlanjut ke fase produksi dan periode perkembangan (2018 – 2020), dan (3) pengaruh keberadaan perkebunan kelapa sawit bagi petani kelapa sawit di Kampung Bukit Makmur dapat dlihat dari segi ekonomi dan sosial. Kehidupan ekonomi petani kelapa sawit semakin berkembang jika dilihat dari pendapatan, kualitas rumah, dan kepemilikan aset lainnya. Sedangkan dalam kehidupan sosial petani kelapa sawit dapat dilihat dari sistem kekerabatan, hubungan kerjasama, waktu kerja, dan pendidikan yang semakin berkembang dari tahun ke tahun.
Pelabuhan Belang-Belang di Kabupaten Mamuju, 1993-2020 Ramli, Sapriani; Najamuddin, Najamuddin; Ridha, M. Rasyid
Attoriolong Vol 22, No 1 (2024): Attoriolong Jurnal Pemikiran Kesejarahan dan Pendidikan Sejarah
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui latar belakang pembangunan Pelabuhan Belang-belang, perkembangan, dan dampaknya terhadap bidang sosial dan ekonomi mayarakat. Penelitian ini menggunakan metode sejarah yang meliputi empat tahapan heuristik, kritik sumber, interpretasi dan Historiografi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelabuhan belang-belang dibangun pada tahun 1993 karena keberadaan pelabuhan dibutuhkan oleh masyarakat sebagai alat transportasi dan perdagangan, serta wilayah Belang-belang sangat strategis sebagai tempat dibangunnya pelabuhan. Dalam perkembangannya, pelabuhan ini dapat memperlancar transportasi laut keluar dan masuk ke Kabupaten Mamuju. Pelabuhan ini merupakan pelabuhan bongkar muat barang dan pada tahun 2015 memfasilitasi masyarakat dengan kapal penyebrangan. Akan tetapi, kurangnya jumlah masyarakat yang menggunakan sarana transportasi penyebrangan tersebut, fungsi itu kemudian dihapuskan sehingga pelabuhan belang-belang telah berfokus pada pengangkutan barang dan peti kemas. Hadirnya pelabuhan Belang-belang memberikan dampak terhadap masyarakat, dengan tersedianya lapangan pekerjaan dan memberikan perubahan terhadap kehidupan masyarakat yang ada di sekitar pelabuhan serta membantu pembangunan ekonomi wilayah terkait.