Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

APLIKASI MAKE UP FLAWLESS DAN MODEL HIJAB DALAM AKTIVITAS SEHARI-HARI wahyuningtyas, fitria; Ridwan, Agus
Jurnal Penamas Adi Buana Vol 2 No 1 (2018): Juli
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (457.653 KB)

Abstract

Program lokakarya dan kompetisi gaya modis adalah kontes make up dan hijab. Dimana program ini diadakan dengan maksud untuk memberikan pengetahuan bagi warga desa pugeran dalam penerapan make up tanpa cacat dengan baik untuk kebutuhan sehari-hari. Make up sempurna adalah rias sempurna yang sangat halus. Metode pelaksanaan yang dilakukan dalam kegiatan ini adalah melakukan sosialisasi kepada warga masing-masing dusun setelah itu dilanjutkan dengan workshop dan lombah gaya modis. Hasil kegiatan pengabdian ini menunjukkan adanya peningkatan kreativitas dan inovasi warga terhadap make up.
The Use of Easy German Videos to Support the Learning of Writing German Recipes in the German Literature Study Program at Surabaya State University Parnaningroem, Raden Roro Dyah Woroharsi; Wahyuningsih, Fahmi; Saksono, Lutfi; Pujosusanto, Ari; Ridwan, Agus; Fatina, Amalina Rachmi; Rizman, Rizman
Paramasastra : Jurnal Ilmiah Bahasa Sastra dan Pembelajarannya Vol. 12 No. 2 (2025): Paramasastra : Jurnal Ilmiah Bahasa Sastra dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/paramasastra.v12n2.p214-226

Abstract

This study aims to describe the implementation of Easy German videos as a supporting medium in learning German recipe writing in the German Literature Study Program at Surabaya State University. As a YouTube channel providing authentic German language learning materials, Easy German videos showcase everyday life in Germany through actors using communicative language, gestures, and facial expressions, thereby helping students understand German grammar, vocabulary, and cultural context while practicing listening, speaking, reading, and writing skills. Students' ability to write German recipes using passive sentences is an interesting topic to discuss, as passive sentences in German have structural differences from Indonesian. This action research, which utilized data from observations, documentation, and interviews, was conducted with 31 students from the German Literature Program in the Writing 4 course during the even semester of the 2024/2025 academic year as respondents. The results of the study indicate that the use of Easy German videos in teaching German recipe writing enhances students' writing skills, and 87% of respondents stated that the topics presented in the Easy German videos are relevant to supporting German language learning in their classes. Students' understanding of German culinary traditions is also enriched through exposure to German recipes.
The influence of PJBL Models and Learning Styles on Learning Outcomes Atiqoh, Atiqoh; Gunawan, Wawan; Ridwan, Agus
Indonesian Research Journal on Education Vol. 4 No. 3 (2024): irje 2024
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v4i3.895

Abstract

The purpose of this research is to analyze the differences between the PjBL and Direct instruction models and learning styles on fashion design learning outcomes. This quantitative research uses experimental methods. Researchers used SPSS 25 to calculate a two-way analysis of variance test. The research design used is a 2x3 factorial design. Because this research was conducted in four classes, namely 2 experimental classes and 2 control classes. The experimental class was treated with the PjBL Model while the control class was given the Direct Instruction learning method. Each control class and experimental class were divided into three groups, namely audio, visual and kinaesthetic groups. The data analysis technique in this research is two-way analysis of variance with a significance level of α = 5%. Based on the results of data analysis, there is a significant influence between the PjBL Model and learning styles on Sewing Learning Outcomes. Based on the research results, it was concluded that the use of the PjBL Model and Learning Styles can improve Fashion Design Learning Outcomes.
POLITIK HUKUM DALAM PENGUASAAN HUTAN NEGARA OLEH SATUAN TUGAS PENERBITAN KAWASAN HUTAN Ridwan, Agus; Putra Syawal Al Mahdi, Muhammad; Kyrious Wadrianto, Glori; Setiadi, Wicipto
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 12, No 10 (2025): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v12i10.2025.4062-4072

Abstract

Hutan merupakan sumber daya vital yang tidak hanya berfungsi sebagai paru-paru dunia, tetapi juga penyedia kebutuhan dasar manusia. Namun, eksploitasi berlebihan, terutama dari aktivitas pertambangan ilegal, telah menimbulkan kerusakan lingkungan, konflik sosial, dan hilangnya potensi penerimaan negara. Dalam konteks ini, pemerintah membentuk Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) untuk mengembalikan fungsi hutan negara yang dikuasai secara tidak sah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis landasan hukum serta politik hukum penguasaan kembali hutan negara oleh Satgas PKH. Metode yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan dan doktrin hukum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguasaan kembali hutan memiliki legitimasi konstitusional berdasarkan Pasal 33 UUD NRI 1945 serta diperkuat oleh UU Kehutanan, UU PPPH, dan UU PPLH. Satgas PKH memiliki tugas strategis berupa penagihan denda administratif, penguasaan kembali kawasan, serta pemulihan aset. Politik hukum ini menandai pergeseran paradigma dengan mengutamakan sanksi administratif sebelum pidana. Namun, implementasinya masih menghadapi problematika berupa lemahnya pengawasan, konflik kepentingan, dan pengabaian hak masyarakat adat. Oleh karena itu, pemerintah perlu memperkuat transparansi, partisipasi publik, serta perlindungan hak masyarakat adat agar kebijakan ini tidak menimbulkan sengketa baru dan mampu menjamin keberlanjutan lingkungan.
RECHTSVINDING DI ERA DIGITAL: PEMANFAATAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE SEBAGAI ALAT BUKTI ELEKTRONIK DALAM PENEGAKAN HUKUM PIDANA PERTAMBANGAN Putra Syawal Al Mahdi, Muhammad; Ridwan, Agus; Ali, Jovansyah; Triadi, Irwan
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 12, No 11 (2025): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v12i11.2025.4378-4388

Abstract

Kemajuan teknologi Artificial Intelligence (AI) telah membawa perubahan mendasar terhadap paradigma penegakan hukum, khususnya dalam sektor pertambangan yang rentan terhadap praktik ilegal dan pelanggaran izin. Kehadiran AI memungkinkan aparat hukum melakukan analisis data spasial, administratif, dan lingkungan secara akurat dan efisien, sehingga memperkuat sistem pembuktian hukum pidana yang sebelumnya bersifat konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kedudukan dan validitas hasil analisis AI sebagai alat bukti elektronik dalam hukum acara pidana Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun UU ITE telah mengakui dokumen elektronik sebagai alat bukti sah, KUHAP belum mengatur secara eksplisit kedudukan hasil analisis AI, sehingga menimbulkan kekosongan hukum. AI berpotensi dikategorikan sebagai informasi elektronik atau alat bukti petunjuk, tetapi keabsahannya tetap bergantung pada validasi manusia dan mekanisme verifikasi forensik. Di sisi lain, peran rechtsvinding menjadi sangat penting karena hakim dituntut untuk melakukan penemuan hukum yang adaptif terhadap perkembangan teknologi tanpa melanggar asas legalitas. Penerapan AI dalam pembuktian pidana pertambangan juga harus memperhatikan prinsip keadilan prosedural, akuntabilitas algoritmik, dan perlindungan hak asasi manusia. Oleh karena itu, pembaruan regulasi dan integrasi AI secara normatif menjadi urgensi utama agar hukum Indonesia mampu menjamin keadilan, kepastian, dan kemanfaatan hukum di era digital.