Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

APLIKASI MAKE UP FLAWLESS DAN MODEL HIJAB DALAM AKTIVITAS SEHARI-HARI wahyuningtyas, fitria; Ridwan, Agus
Jurnal Penamas Adi Buana Vol 2 No 1 (2018): Juli
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (457.653 KB)

Abstract

Program lokakarya dan kompetisi gaya modis adalah kontes make up dan hijab. Dimana program ini diadakan dengan maksud untuk memberikan pengetahuan bagi warga desa pugeran dalam penerapan make up tanpa cacat dengan baik untuk kebutuhan sehari-hari. Make up sempurna adalah rias sempurna yang sangat halus. Metode pelaksanaan yang dilakukan dalam kegiatan ini adalah melakukan sosialisasi kepada warga masing-masing dusun setelah itu dilanjutkan dengan workshop dan lombah gaya modis. Hasil kegiatan pengabdian ini menunjukkan adanya peningkatan kreativitas dan inovasi warga terhadap make up.
The Use of Easy German Videos to Support the Learning of Writing German Recipes in the German Literature Study Program at Surabaya State University Parnaningroem, Raden Roro Dyah Woroharsi; Wahyuningsih, Fahmi; Saksono, Lutfi; Pujosusanto, Ari; Ridwan, Agus; Fatina, Amalina Rachmi; Rizman, Rizman
Paramasastra : Jurnal Ilmiah Bahasa Sastra dan Pembelajarannya Vol. 12 No. 2 (2025): Paramasastra : Jurnal Ilmiah Bahasa Sastra dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/paramasastra.v12n2.p214-226

Abstract

This study aims to describe the implementation of Easy German videos as a supporting medium in learning German recipe writing in the German Literature Study Program at Surabaya State University. As a YouTube channel providing authentic German language learning materials, Easy German videos showcase everyday life in Germany through actors using communicative language, gestures, and facial expressions, thereby helping students understand German grammar, vocabulary, and cultural context while practicing listening, speaking, reading, and writing skills. Students' ability to write German recipes using passive sentences is an interesting topic to discuss, as passive sentences in German have structural differences from Indonesian. This action research, which utilized data from observations, documentation, and interviews, was conducted with 31 students from the German Literature Program in the Writing 4 course during the even semester of the 2024/2025 academic year as respondents. The results of the study indicate that the use of Easy German videos in teaching German recipe writing enhances students' writing skills, and 87% of respondents stated that the topics presented in the Easy German videos are relevant to supporting German language learning in their classes. Students' understanding of German culinary traditions is also enriched through exposure to German recipes.
The influence of PJBL Models and Learning Styles on Learning Outcomes Atiqoh, Atiqoh; Gunawan, Wawan; Ridwan, Agus
Indonesian Research Journal on Education Vol. 4 No. 3 (2024): irje 2024
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v4i3.895

Abstract

The purpose of this research is to analyze the differences between the PjBL and Direct instruction models and learning styles on fashion design learning outcomes. This quantitative research uses experimental methods. Researchers used SPSS 25 to calculate a two-way analysis of variance test. The research design used is a 2x3 factorial design. Because this research was conducted in four classes, namely 2 experimental classes and 2 control classes. The experimental class was treated with the PjBL Model while the control class was given the Direct Instruction learning method. Each control class and experimental class were divided into three groups, namely audio, visual and kinaesthetic groups. The data analysis technique in this research is two-way analysis of variance with a significance level of α = 5%. Based on the results of data analysis, there is a significant influence between the PjBL Model and learning styles on Sewing Learning Outcomes. Based on the research results, it was concluded that the use of the PjBL Model and Learning Styles can improve Fashion Design Learning Outcomes.
POLITIK HUKUM DALAM PENGUASAAN HUTAN NEGARA OLEH SATUAN TUGAS PENERBITAN KAWASAN HUTAN Ridwan, Agus; Putra Syawal Al Mahdi, Muhammad; Kyrious Wadrianto, Glori; Setiadi, Wicipto
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 12, No 10 (2025): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v12i10.2025.4062-4072

Abstract

Hutan merupakan sumber daya vital yang tidak hanya berfungsi sebagai paru-paru dunia, tetapi juga penyedia kebutuhan dasar manusia. Namun, eksploitasi berlebihan, terutama dari aktivitas pertambangan ilegal, telah menimbulkan kerusakan lingkungan, konflik sosial, dan hilangnya potensi penerimaan negara. Dalam konteks ini, pemerintah membentuk Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) untuk mengembalikan fungsi hutan negara yang dikuasai secara tidak sah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis landasan hukum serta politik hukum penguasaan kembali hutan negara oleh Satgas PKH. Metode yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan dan doktrin hukum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguasaan kembali hutan memiliki legitimasi konstitusional berdasarkan Pasal 33 UUD NRI 1945 serta diperkuat oleh UU Kehutanan, UU PPPH, dan UU PPLH. Satgas PKH memiliki tugas strategis berupa penagihan denda administratif, penguasaan kembali kawasan, serta pemulihan aset. Politik hukum ini menandai pergeseran paradigma dengan mengutamakan sanksi administratif sebelum pidana. Namun, implementasinya masih menghadapi problematika berupa lemahnya pengawasan, konflik kepentingan, dan pengabaian hak masyarakat adat. Oleh karena itu, pemerintah perlu memperkuat transparansi, partisipasi publik, serta perlindungan hak masyarakat adat agar kebijakan ini tidak menimbulkan sengketa baru dan mampu menjamin keberlanjutan lingkungan.
RECHTSVINDING DI ERA DIGITAL: PEMANFAATAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE SEBAGAI ALAT BUKTI ELEKTRONIK DALAM PENEGAKAN HUKUM PIDANA PERTAMBANGAN Putra Syawal Al Mahdi, Muhammad; Ridwan, Agus; Ali, Jovansyah; Triadi, Irwan
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 12, No 11 (2025): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v12i11.2025.4378-4388

Abstract

Kemajuan teknologi Artificial Intelligence (AI) telah membawa perubahan mendasar terhadap paradigma penegakan hukum, khususnya dalam sektor pertambangan yang rentan terhadap praktik ilegal dan pelanggaran izin. Kehadiran AI memungkinkan aparat hukum melakukan analisis data spasial, administratif, dan lingkungan secara akurat dan efisien, sehingga memperkuat sistem pembuktian hukum pidana yang sebelumnya bersifat konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kedudukan dan validitas hasil analisis AI sebagai alat bukti elektronik dalam hukum acara pidana Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun UU ITE telah mengakui dokumen elektronik sebagai alat bukti sah, KUHAP belum mengatur secara eksplisit kedudukan hasil analisis AI, sehingga menimbulkan kekosongan hukum. AI berpotensi dikategorikan sebagai informasi elektronik atau alat bukti petunjuk, tetapi keabsahannya tetap bergantung pada validasi manusia dan mekanisme verifikasi forensik. Di sisi lain, peran rechtsvinding menjadi sangat penting karena hakim dituntut untuk melakukan penemuan hukum yang adaptif terhadap perkembangan teknologi tanpa melanggar asas legalitas. Penerapan AI dalam pembuktian pidana pertambangan juga harus memperhatikan prinsip keadilan prosedural, akuntabilitas algoritmik, dan perlindungan hak asasi manusia. Oleh karena itu, pembaruan regulasi dan integrasi AI secara normatif menjadi urgensi utama agar hukum Indonesia mampu menjamin keadilan, kepastian, dan kemanfaatan hukum di era digital.
Peningkatan Pemahaman Lintas Budaya (Cross Culture Understanding) Bagi Pokdarwis di Kota Mataram Nusa Tenggara Barat Saksono, Lutfi; Parnaningroem, Raden Roro Dyah Woroharsi; Ridwan, Agus; Hardika, Meilita; Wahyuningsih, Fahmi; Asteria, Prima Vidya
ABISATYA : Journal of Community Engagement Vol. 3 No. 1 (2025): ABISATYA: Journal of Community Engagement
Publisher : Center for Community Service and Science and Technology Marketing - The Institute for Research and Community Service Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/abisatya.v3i1.41429

Abstract

Pelatihan pemahaman lintas budaya menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas layanan pariwisata yang inklusif dan ramah budaya. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman anggota Pokdarwis di Kota Mataram mengenai budaya Jerman, guna menghadapi tantangan interaksi antarbudaya dalam konteks pariwisata internasional. Metode yang digunakan adalah pelatihan partisipatif selama dua hari yang mencakup sesi pengenalan budaya, simulasi layanan wisata, dan diskusi reflektif. Kegiatan ini melibatkan lima Pokdarwis dengan total sepuluh peserta. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta terhadap nilai-nilai budaya, etiket wisata, dan strategi komunikasi lintas budaya. Pelatihan juga memunculkan inisiatif peserta dalam mengembangkan narasi wisata berbasis potensi lokal yang sesuai dengan karakteristik wisatawan Jerman. Program ini memberikan dampak positif terhadap kesiapan Pokdarwis dalam menyambut wisatawan mancanegara dan memperkuat citra pariwisata Kota Mataram sebagai destinasi berkelas internasional.
PERAN KONTEKS PRAGMATIK PADA PENANDA WACANA “ALSO, NA JA, DAN ÄHM” DALAM PODCAST EASY GERMAN Angelica Ivana Dwi Kurnia; Agus Ridwan
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 01 (2026): Volume 11 No. 01 Maret 2026 Public
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i01.41861

Abstract

Penelitian ini berfokus pada peran konteks pragmatik dalam penanda wacana also, na ja, dan ähm yang dilakukan pada podcast Easy German berupa percakapan alami antarpenutur bahasa Jerman. Adapun tujuan penelitian ini ialah mendeskripsikan jenis konteks dan peran konteks pragmatik yang melekat pada setiap penanda wacana. Data diperoleh dari episode podcast Easy German berjudul “Cari and Manuel Call All Their Friends” (2021). Analisis data dilakukan menggunakan teori Yule dan Schiffrin. Hasil analisis menunjukkan bahwa setiap penanda wacana memiliki peran pragmatik yang berbeda, bergantung pada konteks kemunculannya. Penanda also memiliki jenis konteks linguistik dan pengetahuan bersama yang berperan sebagai penghubung antarujaran, penanda klarifikasi, serta pembentuk simpulan sementara. Adapun penanda wacana na ja memiliki jenis konteks linguistik, sosial, fisik, dan pengetahuan bersama yang berperan sebagai penanda sikap penutur dan penanda akhir ujaran. Sementara itu, penanda ähm dalam podcast Easy German memiliki jenis konteks linguistik yang berperan mempertahankan giliran bicara, penanda jeda berpikir, serta pengelolaan informasi. Hasil ini menunjukkan bahwa hubungan antara jenis konteks dan pragmatik bersifat saling melengkapi untuk pemahaman penanda wacana dalam tuturan yang penggunaannya tidak dapat dipisahkan dari konteks situasional dan sosial.
HOMONIM DAN POLISEMI BAHASA JERMAN PADA PUISI-PUISI KARYA CHRISTIAN MORGENSTERN Yona Zezillia Valentine; Agus Ridwan
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 01 (2026): Volume 11 No. 01 Maret 2026 Produce
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i01.42218

Abstract

Semantic relations in literary works play a crucial role in shaping the meaning of polysemous words, which function not only semantically but also aesthetically and rhetorically. One poet renowned for rich wordplay is Christian Morgenstern, whose poems employ humor, irony, and absurdity through the use of homonymy and polysemy. This study aims to describe semantic relations involving homonymy and polysemy based on their semantic features. Using a qualitative descriptive approach grounded in Geoffrey Leech’s semantic theory, the findings reveal that homonymy in Morgenstern’s poetry manifests in words whose meanings are contextually interrelated. From a semantic perspective, polysemy represents the extension of related meanings, allowing a single lexical item to generate multiple interpretations. These phenomena not only highlight the lexical richness of the German language but also produce layered aesthetic and rhetorical effects. Thus, semantic analysis of homonymy and polysemy reveals the complex structures of meaning embedded in Christian Morgenstern’s poetry
PERAN ORGANISASI SISWA INTRA SEKOLAH DALAM MEMBENTUK KARAKTER SOSIAL Ridwan, Agus; Eldi Mulyana; Sudarmi
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 01 (2026): Volume 11 No. 01, Maret 2026 Release
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i01.43646

Abstract

This study aims to analyze the role of the Intra-School Student Organization (OSIS) in shaping the social character of students at MTs SA Al-Hidayah. This research employs a qualitative method using a literature study approach. The data were obtained from various relevant sources such as scientific journals, books, and research articles related to student organizations and character education. Data collection techniques were conducted through documentation studies and literature analysis, while the data were analyzed using content analysis to identify concepts, findings from previous studies, and their relevance to OSIS activities in shaping students' social character. The results of the literature review indicate that OSIS plays an important role in shaping students' social character through various social and religious organizational activities. Programs such as performing Dhuha prayer before entering the classroom, reciting verses of the Qur’an before starting learning activities, and the Friday charity program serve as a means of habituating religious and social values within the madrasa environment. Through these activities, students are encouraged to develop discipline, responsibility, cooperation, and social concern for others. However, several obstacles were also identified, including low participation of some students, lack of discipline among some organization members, and limited awareness of the importance of social activities in the school environment. Therefore, several efforts are required to overcome these challenges, such as strengthening guidance from OSIS supervisors, reinforcing social and religious programs, and increasing student participation in organizational activities. Thus, OSIS can play a more optimal role in supporting the development of students' social character in the madrasa environment.