Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Pelatihan dan Pendampingan Tata Boga, House Keeping pada pengelola Homestay Desa Wisata Blimbingsari Ni Made Erpia Ordani Astuti; I Putu Pranatha Sentosa; Ni Luh Christine Prawitha Sari Suyasa; Kristoforus I Gede Sadhana; Inggrit Fajar Pradata
Seminar Nasional Aplikasi Iptek (SINAPTEK) Vol 5 (2022): PROSIDING SINAPTEK
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1416.073 KB)

Abstract

ABSTRAKPWDK Pniel GKPB Blimbingsari merupakan salah satu organisasi di desa wisata Blimbingsari, yang memiliki latar belakang pendidikan, pekerjaan dan perekonomian yang berbeda-beda. Masa pandemi memberi dampak bagi semua sektor, termasuk sektor pariwisata dalam hal ini pengelola homestay di desa wisata Blimbingsari, hal ini membuat situasi desa wisata Blimbingsari sangat sepi. Hampir seluruh pengelola homestay di desa wisata Blimbingsari kehilangan sumber pencahariannya, termasuk kaum ibu yang biasanya menyediakan hidangan makan pagi, menata dan membersihkan kamar. Setelah tidak diberlakukannya pembatasan jumlah orang dalam satu kegiatan namun tetap menerapkan protokol kesehatan, seperti menggunakan masker, beberapa kegiatan mulai dilaksanakan dan pengelola homestay dan ibu-ibu kembali memiliki kesibukan/pekerjaan yaitu menyiapkan hidangan makan pagi, menata dan membersihkan kamar yang akan disiapkan bagi wisatawan yang menginap. Kemampuan atau ketrampilan dalam memproduksi makanan, menata dan membersikan kamar adalah potensi yang perlu dikembangkan untuk dapat menghasilkan makanan berkualitas, menarik, rasanya enak, aman dimakan, bernilai gizi tinggi serta penataan kamar yang nyaman. Untuk meningkatkan keterampilan dan kompetensi dalam proses pembuatan hidangan telur, sandwich serta penataan dan membersihkan kamar bagi ibu-ibu PWDK Pniel desa wisata Blimbingsari, dilakukan suatu upaya optimalisasi potensi dan pengembangan keterampilan dalam proses pembuatan hidangan telur, sandwich serta penataan dan membersihkan kamar, melalui tindakan nyata dengan memberi pelatihan dan pendampingan kepada ibu-ibu PWDK Pniel Blimbingsari dalam pembuatan hidangan telur, sandwich, serta penataan dan membersihkan kamar. Luaran dari kegiatan ini meliputi: ibu-ibu PWDK Pniel Blimbingsari memiliki pemahaman, pengetahuan tentang jenis-jenis bahan makanan, peralatan yang dipergunakan, serta ketrampilan tentang teknik memasak yang tepat dalam pembuatan hidangan telur, sandwich serta penataan dan membersihkan kamar.Kata Kunci: pelatihan, pendampingan, tata boga, house keeping
BUILDING CUSTOMER AWARENESS AND ENGAGEMENT FOR EVLOGIA CAFE THROUGH INSTAGRAM MARKETING Thu Ngan Nguyen; Ni Luh Putu Indriani; Putu Chris Susanto; Ni Luh Christine Prawitha Sari Suyasa; Wayan Markus Arimatheo
Seminar Nasional Aplikasi Iptek (SINAPTEK) Vol 5 (2022): PROSIDING SINAPTEK
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (983.398 KB)

Abstract

ABSTRACTThis paper discusses the authors’ efforts in aiding Evlogia Cafe in Badung, Bali to gain new customers by increasing customer awareness, engagement, and number of followers on the Instagram account. Methods and activities carried out to reach those objectives include changing the username, bio, and story highlights of the business profile on Instagram, developing a schedule for feed posts and their individual captions, using hashtags, and creating challenges for customers. More followers, post interactions and reached accounts were the most noticeable results. It is expected that the improved social media presence builds customer awareness and engagement, which will ultimately benefit Evlogia Cafe in terms of business growth and reputation.Keywords: digital marketing, hospitality business, Instagram engagement, online marketing, SME, social media marketing
PENDAMPINGAN PERSIAPAN SISWA PROGRAM PERTUKARAN PELAJAR KE JERMAN DI SMPK 2 HARAPAN Putu Chrisma Dewi; Ni Luh Christine Prawita Sari Suyasa; Putu Chris Susanto
Seminar Nasional Aplikasi Iptek (SINAPTEK) Vol 3 (2020): PROSIDING SINAPTEK
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (847.788 KB)

Abstract

ABSTRAK  SMPK 2 Harapan merupakan salah satu SMP swasta terbaik yang terdapat di kabupaten Badung, yang secara rutin tiap tahun mengirimkan siswanya mengikuti perteukaran pelajar baik keAustralia maupun ke Jerman. Pada tahun 2020, sebanyak 9 orang siswa juga akan mengikutikemabali kegiatan pertukaran pelajar ke Jerman. Permasalahan yang dihadapi mitra yaitu: (1) Siswamasih belum percaya diri berkomunikasi dengan Bahasa Asing, terkhusus Bahasa Inggris dengansiswa Jerman, (2) Belum memiliki keahlian dasar Bahasa Jerman, (3) Kurangnya pengetahuantentang pengetahuan lintas budaya antar negara, sehingga siswa masih merasa malu dan tidak tahuapa yang harus dikomunikasikan ketika tinggal dengan host family di Jerman. (4) Kurangnyapengetahuan tentang tempat-tempat yang akan dikunjungi di Jerman. Kegiatan pelatihan dilakukandari bulan Oktober – Desember 2020 yang meliputi kegiatan pengenalan, pelatihan Bahasa Inggris,diskusi komunikasi lintas budaya dapat berjalan dengan baik dan diikuti oleh 9 siswa yang akanmengikuti pertukaran pelajar ke Jerman. Terjadi peningkatan  pada kemampuan siswa pada carapenyampaian dan isi (content) dari topik yang dibicarakan sebesar 3% dengan nilai rata – ratameningkat dari 80,8 menjadi 83,3. Sedangkan peningkatan sebanyak 5,7% terjadi pada penguasaanmateri yang disampaikan pada saat presentasi, dengan rata – rata nilai 81,1 saat pre-test menjadi85,7 saat post-test. Terjadi peningkatan pengetahuan tentang komunikasi lintas budaya sebanyak40,6 untuk pengetahuan tentang negara Jerman dan 37,4 tentang adaptasi budaya. Kegiatanpelatihan Bahasa Jerman akan dilakukan pada bulan Januari 2021.  Kata kunci: pertukaran pelajar, bahasa asing, komunikasi lintas budaya
PERSEPSI WISATAWAN TERHADAP WISATA SELFIE SEBAGAI DAYA TARIK WISATA DESA WANAGIRI SUKASADA BULELENG BALI Ni Kadek Widyastuti; Ni Luh Christine Prawita Sari Suyasa
Forum Manajemen Vol 17 No 1 (2019): Jurnal STIMI Vol. 17 No. 1 - 2019
Publisher : STIMI Handayani Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61938/fm.v17i1.314

Abstract

The purpose of this research is to identify tourists perception of wisata selfie as a tourist attraction.The potential of the village that has concept 4A (attraction, accessibility, amenities, dan Ancillary).As the respondents were 30 foreign and domestic travelers. Sampling is done by accidental sampling technique.The results show the Indicator of the perception in terms of tourist attractions variables, that gaining excellent ratings is the photography, with an average score of 4.5. Indicator of the accessibility variable that gain the excellent amenities is the location of objects with an average score of 4,3. Indicator of the amenities variable that gain the good assessment is the hotel, souvenir market, and restuarant with an average score of 4,1.The last variable is tourism organizations and indicator that gain good perception is the cleanliness, Security, Promotion and Information for Tourist with a score average of 4.0, 3,9 and 3,8. Based on the research results, the existence of Wanagiri village as a tourist attraction overall gotgood perception assessmentand mustbe followedup indicators that is considered badbytherespondents, inorder to improve the assessment perception of visitors.
INTRODUCING ENGLISH VOCABULARY TO YOUNG EFL LEARNERS AT ELEMENTARY SCHOOL LEVEL BY USING FLASHCARDS Ni Made Likhita Ananda; Ni Luh Christine Prawitha Sari Suyasa; Putu Chris Susanto; Putu Chrisma Dewi; I Gede Neil Prajamukti Wardhana
Seminar Nasional Aplikasi Iptek (SINAPTEK) Vol. 6 (2023): PROSIDING SINAPTEK
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This project aimed to introduce English vocabulary to young EFL learners at theelementary school level by using flashcards as a visual and interactive tool in order toincrease the effectiveness and engagement of vocabulary learning among young learners.It was carried out at BPI Fajar Kasih Siulan, with four boys and six girls in grades 1 to 3of elementary school participating. The project consisted of three phases, namelyobservation, teaching phase using flashcards, and evaluation. The use of flashcards isexpected to improve vocabulary acquisition among young learners by increasing theirunderstanding, memory, and motivation to learn English. The evaluation stage showedpositive results in the form of improved ability to recognize and recall vocabulary, and lessreliance on dictionaries—indicated by 97% recall at the end of the project for allvocabularies introduced, compared to only 45% initially. This project has potentialimplications for parents, schools, teachers, education authorities and young learners. Itmay pave the way for future development by exploring the use of technology andgamification to further enhance English language learning.
ENHANCING KNOWLEDGE, SKILL, AND ATTITUDE ON ENGLISH VOCABULARY LEARNING THROUGH CREATIVE MEDIA AND GAMIFICATION Suarliem, Valencia Friska; Suyasa, Ni Luh Christine Prawita Sari; Susanto, Putu Chris; Dewi, Putu Chrisma; Maharani, Ida Ayu Putu Chintya
Seminar Nasional Aplikasi Iptek (SINAPTEK) Vol. 7 (2024): PROSIDING SINAPTEK
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In today's world, being skilled in English is crucial for effective communication. This project, conducted at the Puri Anak Bali Children’s home, focuses on improving English language skills in 11-14-year-old children. Given the challenges in traditional language education, the project aims to enhance vocabulary, pronunciation, and foster a positive attitude toward English learning. Through innovative methods like gamification, creative media, and interactive strategies across four sessions, significant improvements were observed in vocabulary knowledge, pronunciation skill, and learning attitude. The result shows the children indeed underwent significant improvement in vocabulary knowledge, pronunication skill, and learning attitude, thus producing a short Christmas video message for their sponsor. The success of this approach highlights the potential of integrating gamification and creative media for effective language education.
Optimalisasi Pelayanan Prima (Excellent Service) di Sanctoo Suites & Villas, Desa Sukawati, Kabupaten Gianyar, Provinsi Bali Ni Luh Christine Prawitha Sari Suyasa; Ni Kadek Widyastuti; Agus Satyananda Mastra; Putu Steven Eka Putra; I Nengah Rata Artana; Eko Sulistyo
Jurnal Nirta : Inovasi Multidisiplin Vol 4 No 1 (2024): Jurnal Nirta : Studi Inovasi
Publisher : Nirta Learning Centre

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61412/jnsi.v4i1.89

Abstract

Pariwisata dan perhotelan adalah sektor yang menjanjikan dalam pemenuhan ekonomi masyarakat dan saling melengkapi. Hotel yang merupakan faktor utama dalam memberikan pengaruh terhadap pengalaman wisatawan selama perjalanan wisatanya. Pelayanan Prima atau yang diberikan oleh hotel dalam meningkatkan reputasi layanan akomodasi dapat memberikan peningkatan kunjungan wisatawan terutama ke Pulau Bali. Upaya memberikan citra positif suatu hotel, pihak pengelola, karyawan dan seluruh trainee memiliki peranan penting dalam menciptakan tujuan tersebut. Sanctoo Villas and Suite yang terletak di Desa Singapadu, Gianyar berupaka untuk meningkatkan layanan prima guna meningkatkan guest satisfaction. Namun SOP yang telah dibuat yang digunakan sebagai standar pelayanan belum dapat diimplementasikan dengan baik. Melalui sinergisitas dari bentuk kerjasama yang telah terjalin dengan Program Studi D4 Manajemen Perhotelan, diperlukan pendampingan dari akademisi untuk meningkatkan pengetahun mengenai Excellent Service yang mencakup customer service, grooming, hygiene dan sanitasi serta memberikan pemahaman akan pentingnya disaster preparedness untuk mengantisipasi layanan ketika terjadinya hal emergency di kemudian hari. Kegiatan pengabdian ini akan melibatkan manajer, karyawan, dan trainee dari Sanctoo Villas & Suites dan dosen tetap serta mahasiswa Program Studi D4 Manajemen Perhotelan.
Improving housekeeping competencies at Sandat Living Guest House, Bali Suyasa, Ni Luh Christine Prawitha Sari; Dewi, Putu Chrisma; Susanto, Putu Chris; Ndaparoka, Iin Saputri; Antikanol, Aldensia Nirati; Suwianjani, Kadek Ayu Intan
Community Empowerment Vol 10 No 7 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/ce.12547

Abstract

This community partnership program aims to enhance the housekeeping skills of staff at Sandat Living Guest House in Canggu, Bali. The main challenge identified by the owner-manager was the lack of formal education and training in hospitality services, particularly housekeeping, among the staff, including the manager. To address this, the training focused on implementing Standard Operating Procedures (SOPs) for room cleaning, improving knowledge of cleaning techniques, and ensuring the proper use of equipment and chemicals for both guest rooms and public areas. The training was conducted in three sessions, an initial analysis of existing housekeeping practices, followed by a practical implementation of the new SOPs, and an evaluation. The results demonstrated a significant improvement, with post-test scores showing an average increase of over 80%. This indicates a substantial gain in the staff's knowledge and practical skills. The program not only improved the quality of hospitality services at the guest house but also made a positive contribution to local tourism by enhancing the professional competence of the hospitality staff.
How to Handling The Guest Complaint di The Sankara Suites and Villas Ubud, Kabupaten Gianyar, Provinsi Bali Ni Kadek Widyastuti; Sidhi Bayu Turker; Putu Steven Eka Putra; Ni Luh Christine Prawitha Sari Suyasa; Agus Satyananda Mastra; I Nengah Rata Artana; Eko Sulistyo
Jurnal Nirta : Inovasi Multidisiplin Vol 5 No 1 (2025): Jurnal Nirta : Studi Inovasi
Publisher : Nirta Learning Centre

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61412/jnsi.v5i1.308

Abstract

Industri pariwisata di Bali menunjukkan peningkatan signifikan pascapandemi, yang beriringan dengan meningkatnya ekspektasi dan keluhan dari tamu. Fenomena "revenge tourism" ini mendorong sektor perhotelan untuk lebih fokus pada kualitas layanan. Keluhan tamu, jika tidak ditangani dengan baik, dapat berdampak negatif pada reputasi hotel dan menurunkan tingkat kepuasan tamu. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan staf hotel dalam menangani keluhan tamu secara efektif dan profesional. Metode yang digunakan adalah pelatihan dan pendampingan yang melibatkan 50 staf dan trainee The Sankara Suites and Villas Ubud. Pelatihan mencakup pemahaman mendalam tentang perilaku keluhan tamu, studi kasus, dan simulasi roleplay untuk meningkatkan kemampuan problem solving. Hasilnya menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman dan kemampuan praktis staf dalam menangani keluhan. Partisipasi proaktif peserta menunjukkan tingginya minat dan kebutuhan terhadap topik ini. Secara keseluruhan, kegiatan ini berhasil membekali staf dengan pengetahuan dan keterampilan yang esensial untuk meningkatkan kualitas layanan dan, pada akhirnya, kepuasan tamu.
TEKA-TEKI SILANG SEBAGAI MEDIA PENGAJARAN BAHASA IBU BERBASIS CERITA RAKYAT SEBAGAI SARANA PEMBENTUKAN KARAKTER Dewi, Putu Chrisma; Sari Suyasa, Ni Luh Christine Prawita; Made Ariasih, Anak Agung
LITERA : Jurnal Bahasa Dan Sastra Vol. 7 No. 2 (2021): LITERA : Jurnal Litera Bahasa Dan Sastra
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/litera.v7i2.1493

Abstract

ABSTRAKKajian yang berjudul “Teka-Teki Silang Sebagai Media Pengajaran Bahasa Ibu Berbasis Cerita Rakyat Sebagai sarana Pembentukan Karakter” ini mengungkapkan tentang kesadaran para pemangku pendidikan mengenai pentingnya pengajaran bahasa ibu berbasis cerita rakyat serta penerapannya melalui media permainan bahasa teka-teki silang sebagai sarana pembentukan karakter. Kajian ini berhasil mengungkap bahwa para pemangku pendidikan, baik anak, orang tua, dan pihak sekolah benar-benar memahami pentingnya penguasaan bahasa ibu semenjak dini. Namun dalam kenyataannya, hal tersebut masih sulit dilakukan karena faktor penggunaan bahasa ibu di dalam lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat masih relatif kurang. Anak-anak lebih cenderung menggunakan bahasa Indonesia maupun bahasa asing dalam percakapan sehari-hari sehingga penggunaan bahasa ibu semakin kehilangan popularitasnya. Kegiatan mendongeng, khususnya cerita-cerita rakyat yang berbahasa ibu juga sudah mulai ditinggalkan padahal, cerita rakyat tersebut sarat akan pesan moral dan amanat yang mengandung nilai-nilai karakter. Strategi permainan bahasa teka-teki silang dapat diterapkan sebagai media pembelajaran bahasa ibu melalui cerita rakyat dengan memilih kosakata dalam cerita rakyat yang mengandung nilai-nilai karakter. Sehingga, anak-anak dapat belajar dan menambah kosakata bahasa ibu yang nantinya akan berdampak pada pelestarian kebudayaan dan pemertahanan bahasa, serta tercapainya strategi penerapan pendidikan karakter melalui tahapan sosialisasi, internalisasi, pembiasaan, dan pembudayaan.Kata kunci : bahasa ibu, cerita rakyat, karakter, teka-teki silangABSTRACTThe extinction of language could happened when the number of story teller decrease. In Globalization era, the use of mother language slowly abandoned. Therefore, folklore or interesting games needed to intensify the child's interests in learning the mother language. Character education has become a trend in Indonesia’s education. This study has successfully revealed that educational stakeholders, both children, parents, and the school really understand the importance of mastering the mother language since the early stage. But in reality,it is difficult to apply due to the factors of mother language used in family environment, school, and society still relatively less. Children are more likely to use Indonesian or foreign languages in everyday conversations, so the use of mother language constantly losing its popularity. Storytelling activities, folklore, and especially stories that use the mother language also have begun to be abandoned. Though, the folklore is full of moral messages that contain character values. The strategy of using crossword puzzle game can be applied as a mother language learning media based on folklore by selecting vocabularies in folklore that contain character values. Thus, children can learn and add vocabularies of the mother language which will affect the preservation of culture and language defense, as well as the implementation of character education strategy through socialization, internalization, habituation, and culture.Keywords : mother language, folklore, character, crossword puzzle