Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Tinjauan Kasus Kegawatdaruratan Maternal Dan Neonatal Sefita Aryuti Nirmala; R. Tina Dewi Judistiani; Sri Astuti; Wulan Tanti Aprianti
SEAJOM: The Southeast Asia Journal of Midwifery Vol 4 No 2 (2018)
Publisher : AIPKIND (Asosiasi Pendidikan Kebidanan Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.583 KB) | DOI: 10.36749/seajom.v4i2.35

Abstract

The maternal mortality (AKI) and the neonatal mortality (AKN) in Kabupaten Sumedang is caused by the maternal urgency and neonatal. The maternal urgency is a dangerous phenomena that can be a life-threatening caused by the problems of pregnancy, labor, and postpartum. It is the phenomena that threatens the life of newborn babies in the range of 0-28 days old. This study aimed to investigate the maternal and neonatal urgency in Puskesmas PONED Tanjungsari in 2015. Descriptive method with cross sectional approachment was used in this study. The data was retrospectively gained from the medical record of the patients that experienced maternal and neonatal urgency in Puskesmas PONED Tanjungsari Kabupaten Sumedang in 2015. The cases of maternal urgency that frequently happened in Puskesmas Tanjungsari was premature rupture of membranes that reached 28 cases or 37,8%. Meanwhile, in 2015, there was no neonatal urgency happened and recorded in Puskesmas PONED Tanjungsari. The characteristics of maternal age that experienced the maternal urgency was about 20-35 years ord with 51 cases happened or 68,9%. The number of live birth in range of 2-3 reached 37 cases or 50%. The referal cases with a healthy condition reached 72 cases or 97,3% and for them who got complicated cases reached 2 cases or 2,7%. The cases of maternal and neonatal urgency that happened in Puskesmas Tanjungsari mostly caused by the premature rupture of membranes with the characteristics of maternal age about 20-35 years old and the number of live birth in range of 2-3. Puskesmas Tanjungsari has followed the clinic procedure before referring the patients to the nearest PONEK hospital by doing stabilization to the patients. Moreover, the condition of the patients reffered to the nearest PONEK hospital were mostly in a good and health condition.
Presepsi Ibu Tentang Asuhan Balita Oleh Mahasiswa Tingkat III Dalam Program Mitra Keluarga Ranti Febriyani; Sri Astuti; R. Tina Dewi Judistiani; Sefita Aryuti Nirmala
SEAJOM: The Southeast Asia Journal of Midwifery Vol 5 No 1 (2019)
Publisher : AIPKIND (Asosiasi Pendidikan Kebidanan Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.239 KB) | DOI: 10.36749/seajom.v5i1.43

Abstract

Sustainable midwifery services, focusing on the aspects of prevention, health promotion and empowerment based on partnerships with the community. The role and function of the midwives of which gives the orphanage on toddlers. The purpose of this research is to know the presepsi of satisfaction towards the care of mothers on toddlers given student level III as a partner of the family. Our satisfaction patients based on reliability, responsiveness, assurance, empathy and physical evidence. This research is quantitative research descriptive research method with the pontong approach of latitude, the population in this research is to foster family found a toddler in the village of Cikeruh and the villages of Cipacing, sampling in the This research uses the technique of total sampling samples used are 46 mother foster family. Data collection is done using primary data and distribute questionnaires.The Research results obtained from 46 mother of our satisfaction in giving care is 52.2% 47.8% feel satisfied and not satisfied against the care given to toddlers. Based on the characteristics of mothers with primary education being satisfied as much as 53.8%, 20-35-year-old mother was satisfied 83.3% and mothers who are not working as much satisfied 95.8%. Our satisfaction about the physical evidence 60.9% were satisfied and about the response of 58.7% were satisfied, regarding the reliability of 58.7% were satisfied, about empathy 52.2% were satisfied and about 52.2% satisfied guarantee. Conclusions on the research of family foster mother that our satisfaction satisfied against the orphanage toddler as much as 52.2%. That's already been given appropriate and expected by the mother.
Gambaran Pengetahuan Ibu tentang Persiapan Fisik dan Psikis Memasuki Masa Menopause Cynthia Ramadhan Asriati; Merry Wijaya; Sefita Aryuti Nirmala; Sharon Gondodiputro; Lina Rahmiati
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 4, No 2 (2019): Mei
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.567 KB) | DOI: 10.22146/jkesvo.41638

Abstract

AbstrakLatar Belakang: Menopause merupakan hal yang fisiologis bagi setiap wanita. Wanita yang menghadapi menopause akan mengalami beberapa keluhan baik secara fisik maupun psikis. Gejala yang dialami wanita pada masa menjelang menopause menyebabkan ketidaksiapan ibu tentang perubahan fisik maupun psikis. Untuk mengurangi hal tersebut wanita harus mempersiapkan diri baik secara fisik maupun psikis dalam menghadapi menopause.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan ibu tentang persiapan fisik dan psikis memasuki masa menopause di wilayah kerja Puskesmas Soreang.Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengana pendekatan cross sectional dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Soreang. Sampel penelitian ini sebanyak 80 orang ibu yang berusia 40 – 45 tahun dengan pengambilan sample menggunakan teknik multistage random sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pendidikan SLTA sebanyak (46,3%), jumlah paritas 1 – 2 anak sebanyak (56,3%) dan 3 atau lebih sebanyak (43,8%), sedangkan sebagian besar tinggal bersama suami dan anak sebanyak 68 responden (85%) sedangkan gambaran pengetahuan tentang persiapan fisik dan persiapan psikis memasuki masa menopause masih dikatakan cukup yaitu sebesar (67,5%) pengetahuan persiapan fisik dan (65%) pengetahuan persiapan psikis. Hasil penelitian ini dapat diharapkan peran aktif dari petugas kesehatan dapat memberikan penyuluhan, memberikan informasi persiapan fisik dan psikis menopause serta ibu aktif dalam kegiatan poswindu agar meningkatkan pengetahuan tentang persiapan fisik dan psikis menopauseKesimpulan: Dapat disimpulkan ibu di wilayah kerja Puskemas Soreang memiliki pengetahuan persiapan fisik dan psikis menopause dalam kategori cukup.Kata kunci: Pengetahuan; Persiapan Fisik dan Psikis; Menopause. AbstractBackground: Menopause is physiological for women. Women who face menopause will experience both physical and psychological complaints. The symptoms experienced by women in the days leading up to the menopause causing women to feel unprepared about the physical and psychological changes of menopause. To reduce this, women should prepare themselves physically and psychologically in dealing with menopause.Objective: This study aimed to determine the description of mother's knowledge about physical and psychological preparation entering the menopause period in the working area of Soreang Community Health Center.Methods: This research was descriptive research with cross sectional approach. The samples of this research were 80 people aged 40 - 45 years by using Cluster Sampling technique. The instrument used was questionnaire.Results: The results of this study indicated that the highest percentage of education level of respondents was senior high school level (46.3%), the number of parity is not much different from 1 to 2 children (56.3%) and 3 or more (43.8%). The highest percetage of the residence type was living together with husband and child (85%). The description of knowledge is sufficiently categorized (67.5%) of physical knowledge and (65%) knowledge of psychological preparation. In relation to the results of this study, the active role of health officials was expected to be able to provide counseling or provide information about the physical and psychological preparation of menopause. On the onther hand, mothers who were active in poswindu was expected to further improve the knowledge about menopause preparation.Conclusions: It can be concluded that mothers in the Soreang Community Health Center work area have knowledge of menopausal physical and psychological preparation in sufficient categories.Keywords : Knowledge; Physical and Psychological Preparation; Menopause
Hubungan Karakteristik Ibu, Asupan Zat Besi, Asam Folat Dan Vitamin C Dengan Status Anemia Ibu Hamil Rizki Nadiya Putri; Sefita Aryuti Nirmala; Irna Kurnia Aprillani; Tina Dewi Judistiani; Merry Wijaya
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 4, No 4 (2019): November
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.44202

Abstract

Latar Belakang : Anemia ibu hamil bergantung pada banyak faktor risiko, misalnya usia ibu, paritas, status sosial-ekonomi dan trimester kehamilan sebagai faktor risiko potensial anemia. Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013, prevalensi anemia pada ibu hamil adalah 37,1%. Hasil penelitian Susanti dkk tahun 2017 di Kecamatan Jatinangor, dari 105 ibu hamil dengan pemeriksaan Complete Blood Count (CBC) diperoleh 21,9% ibu mengalami anemia.Tujuan : Mengetahui gambaran status anemia, karakteristik ibu (usia, paritas, pendidikan dan status gizi), kecukupan asupan zat besi, asam folat dan vitamin C dan hubungan antara karakteristik ibu, asupan zat besi, asam folat dan vitamin C dengan status anemia ibu hamil di Kecamatan Jatinangor.Metode: Penelitian ini adalah analitik dengan pendekatan potong lintang. Populasi adalah ibu hamil di kecamatan Jatinangor yang berjumlah 210 orang. Teknik pengambilan sampel adalah accidental sampling dengan jumlah sampel yang didapatkan yaitu sebanyak 66 sampel. Pengukuran asupan zat gizi dengan metode food record dalam waktu tiga hariHasil : Terdapat 31,6,% ibu hamil mengalami anemia, tidak ada hubungan antara usia (p=0,91), paritas (p=0,42), pendidikan (p=0,96), status gizi (0,41), zat besi (0,76), asam folat (0,94) dan vitamin C (0,92) dengan status anemia.Kesimpulan : Sebanyak 31,6% ibu hamil mengalami anemia, tidak ada hubungan antara karakteristik ibu, asupan zat besi, asam folat dan vitamin C dengan status anemia ibu hamil
Survei Asupan Asam Folat dan Seng pada Ibu Hamil di Jawa Barat Sri Rahayu; Lani Gumilang; Sri Astuti; Sefita Aryuti Nirmala; R. Tina Dewi Judistiani
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 4, No 3 (2019): Agustus
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (658.178 KB) | DOI: 10.22146/jkesvo.45557

Abstract

Background: The lack of folic acid and zinc intake has considerable impact on both mother and fetus, and based on this research, the intake of folic acid and zinc among pregnant women in West Java is still quite low.Objective: The purpose of this research was to know the intake and average of folic acid and zinc among pregnant women in West Java.Methods: The method of this research was descriptive using cross sectional research design, and the sample was selected by using total sampling method from research of Academic Leadership Grant (ALG) on all first trimester pregnant women as many as 176 respondents who lived in the city of Sukabumi, Cirebon, Bandung and Cimahi recruited in the period of July 2016 - February 2017. Data source was the secondary data from food diary. The analysis used univariate data.Results: Most of the respondents with the folic acid intake not fulfilled were 97,2% and most of them with the zinc intake not fulfilled were 96%, with the average of folic acid intake 163 μg/day and the average of zinc intake 5,1 mg/day.Conclusion: Most of the respondents are categorized in the not fulfilled folic acid and zinc intake with the average under the Recommended Dietary Allowances (RDA) for pregnant women.
Pilihan Jenis Pelayanan Bidan pada Masyarakat Urban, Sub-Urban dan Rural Sefita Aryuti Nirmala; Ariyati Mandiri
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 5, No 4 (2020): November
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.60289

Abstract

Latar Belakang: Data WHO menunjukkan angka kematian ibu di dunia dari tahun 2000 hingga 2017 mengalami penurunan sebesar 38%. Angka kematian ibu di dunia, 94% berada pada negara miskin dan berbagai faktor pendukung lainnya. Hal tersebut tidak jauh berbeda dengan kondisi di Indonesia. Keberadaan bidan di Indonesia sangat membantu akses pelayanan kesehatan. Layanan kebidanan dapat diakses mulai dari fasilitas pelayanan kesehatan primer hingga tingkat tersier dan menyebar di berbagai wilayah. Terdapat berbagai faktor yang mempengaruhi masyarakat dalam memilih jasa layanan bidan.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran jenis pelayanan bidan yang dipilih oleh masyarakat di daerah urban, sub-urban dan rural.Metode: Metode penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional dan menggunakan data primer dengan responden berjumlah 300 orang. Lokasi penelitian daerah urban di Kecamatan Buahbatu, Kota Bandung, daerah sub-urban di Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang dan Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung. Daerah rural di Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang.Hasil: Hasil penelitian didapatkan masyarakat sub-urban terbanyak menggunakan jasa bidan yaitu 97%. Jenis layanan paling banyak pada pemeriksaan kehamilan 96% dan diikuti 79% pertolongan persalinan pada masyarakat sama yaitu daerah sub-urban.Kesimpulan: Masyarakat sub-urban paling banyak menggunakan jasa layanan bidan dengan pilihan jenis layanan pemeriksaan kehamilan dan persalinan.
UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN KADER POSYANDU DI DESA CIJERUK KECAMATAN PAMULIHAN KABUPATEN SUMEDANG Didah Didah; Astuti Dyah Bestari; Sefita Aryuti Nirmala
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 3 Nomor 1 April 2020
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v3i1.2668

Abstract

ABSTRAKPosyandu merupakan salah satu bentuk Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) yang dikelola dan diselenggarakan dari, oleh, untuk dan bersama masyarakat dalam penyelenggaraan pembangunan kesehatan, guna memberdayakan masyarakat dan memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan dasar untuk mempercepat penurunan angka kematian ibu dan bayi. Kegiatan posyandu dapat dilakukan pengembangan, salah satunya adalah kegiatan yang ditujukan untuk kesehatan lansia. Kader sebagai seorang tenaga sukarela yang direkrut dari, oleh dan untuk masyarakat yang bertugas membantu kelancaran pelayanan kesehatan. Tujuan kegiatan PKM ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan kader. Metode kegiatan pelaksanaan pelatihan dilakukan dengan 3 tahap yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan dan tahap evaluasi. Berdasarkan hasil PKM ini terdapat perbedaan pengetahuan sebelum dan setelah di lakukan pelatihan kader.Kata Kunci : Kader, Pelatihan, PosyanduABSTRACKPosyandu is one form of Community-Based Health Efforts which is managed and organized from, by, for and with the community in organizing health development, in order to empower the community and provide facilities to the community in obtaining basic health services to accelerate the reduction in maternal and infant mortality rates. Posyandu activities can be developed, one of which is activities aimed at elderly health. A cadre as a volunteer is recruited from, by and for the community to help fluency of health services. The purpose of this PKM activity is to improve cadre knowledge. The method of training activities is carried out in 3 stages, there are the preparation phase, the implementation phase and the evaluation phase. Based on the results of this PKM there are differences in knowledge before and after cadre training has been conducted. Keywords: Cadre, Posyandu, Training 
PENGETAHUAN IBU NIFAS MENGENAI PENYEMBUHAN LUKA PERINEUM DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA BOOKLET Millatina Ghassani; Neneng Martini; Ari Indra Susanti; Sefita Aryuti Nirmala; Dini Saraswati Handayani
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 6, No 3 (2020): Volume 6 Nomor 3 Juli 2020
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v6i3.2676

Abstract

ABSTRACT  Introduction: The Maternal Mortality Rate (MMR) in Indonesia occurs on postpartum due to bleeding and infection which is one of the causes is by perineal wound. Efforts to prevent infection from perineal wounds are necessary to increase maternal knowledge by providing health education using booklet media.  Pupose: This research aims to determine the effect of booklet media on knowledge of perineal wound healing in postpartum mothers in Sumedang Regional General Hospital. Method: This research uses Quasy Experiment method with non randomized control group pretest posttest design approach. The writer collects samples with Consecutive Sampling techniques.This research was conducted in July 2019 to 80 postpartum mothers in Sumedang Regional General Hospital. The study subjects consisted of 40 postpartum mothers in the experimental group and 40 postpartum mothers in the control group. The technique used to collect the data is questionnaire. The experimental group is given with lecture method and booklet media. The control group is given with only lecture method. The bivariate data analysis uses Paired TTest processed by Statistical Package for Social Sciences (SPSS) program. Results: The results of the research show that there is an increase in the knowledge of postpartum mothers before and after the media booklet is given (p=0.000) so that there get an influence from giving it to the knowledge of postpartum mothers in Sumedang Regional General Hospital (r=0.378). Conclusion: In this research, there is an influence from giving booklet media towards the knowledge of postpartum mothers about perineal wound healing in Sumedang Regional General Hospital. Suggestion For postpartum mothers who have perineal lacerations it is advisable to pay more attention to the factors that can affect wound healing in the perineum so that the healing process can run well and the mother does not experience infection. Mothers who have perineal lacerations so as not to get infections, can pay attention to nutrition that must be consumed, mobility and how to care for wounds that are good and right  Keywords: Booklet media, perineal wound healing, the knowledge of postpartum mothers.  ABSTRAK  Latar Belakang: Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia sebesar 40% terjadi pada masa nifas akibat perdarahan dan infeksi, yang salah satunya disebabkan oleh luka perineum. Upaya untuk mencegah terjadinya infeksi dari luka perineum maka diperlukan upaya peningkatan pengetahuan ibu dengan memberikan pendidikan kesehatan menggunakan media booklet.  Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media booklet terhadap pengetahuan mengenai penyembuhan luka perineum pada ibu nifas di RSUD Sumedang. Metode: Penelitian ini menggunakan metode Quasy Experiment dengan pendekatan non randomized control group pretest posttest design. Pengambilan sampel menggunakan teknik Counsecutive Sampling. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli 2019 pada ibu nifas sebanyak 80 orang di RSUD Sumedang. subjek penelitian terdiri dari 40 ibu nifas pada kelompok experiment dan 40 ibu nifas pada kelompok control. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Kelompok experiment diberikan metode ceramah dan media booklet. Kelompok control diberikan metode ceramah saja. Analisis data bivariate menggunakan uji Paired T-Test yang diolah dengan program program Statistic Package for Sosial Sciene (SPSS). Hasil: Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan ibu nifas sebelum dan sesudah diberikan media booklet (p=0,000) sehingga didapatkan pengaruh dari pemberian media booklet terhadap pengetahuan ibu nifas di RSUD Sumedang (r=0,378). Kesimpulan: Pada penelitian ini terdapat pengaruh dari pemberian media booklet terhadap pengetahuan ibu nifas mengenai penyembuhan luka perineum di RSUD Sumedang. Saran Bagi ibu nifas yang memiliki luka robekan perineum disarankan agar lebih memperhatikan faktorfaktor yang dapat mempengaruhi penyembuhan luka pada perineum agar dalam proses penyembuhannya dapat berjalan dengan baik dan ibu tidak mengalami infeksi. Ibu yang memiliki luka robekan perineum agar tidak mengalami infeksi, dapat memperhatikan nutrisi yang harus di konsumsi, mobilitas dan cara perawatan luka yang baik dan benar  Kata Kunci: Media booklet, penyembuhan luka perineum, pengetahuan Ibu nifas
GAMBARAN PENGETAHUAN IBU TENTANG PEMBERIAN ASI DAN MP-ASI PADA BALITA STUNTING USIA 24-59 BULAN Neng Fitri; Didah Didah; Puspa Sari; Sri Astuti; Sefita Aryuti Nirmala
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 7, No 1 (2021): Volume 7,Nomor 1,Januari 2021
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v7i1.3096

Abstract

ABSTRACT DESCRIPTION OF MOTHER'S KNOWLEDGE SUPPLYING ASI AND MP-ASI FOR STUNTING CHILDREN AGE 24-59 MONTHS. Background: Stunting is the impaired growth and development that children experience from poor nutrition, repeated infection, and inadequate psychosocial stimulation. Stunting cause barriers to growth and development in children. One of the factors associated with stunting is food intake. National prevalence data shows that of 34 provinces in Indonesia there are 20 provinces with 100 districts with stunting prevalence above the average national prevalence. Sumedang has a stunting prevalence of 41.08% and is included in the 100 districts that have the highest stunting rate in Indonesia which is the focus of the government of 10 villages in Sumedang, including Cijeruk Village.Purpose: This research aim to  determine the description of maternal knowledge about the history of breastfeeding and breastfeeding in stunting toddlers aged 24-59 months, in the village of Cijeruk, Pamovery District, Sumedang Regency.Methods: This research used to descriptive method with cross sectional approach. Sampling in this study using total sampling. The sample size in this study were 56 toddlers aged 24-59 months of Stunting in Cijeruk Village. Knowledge data was divided into 2 groups, namely knowledge about breastfeeding and supplementary feeding. Data was obtained through a questionnaire filled in by the mother. Results: The results of this research is showed that the mother's knowledge about breastfeeding in stunting toddlers had good knowledge (16,0%),sufficient knowledge (75%), lack of knowledge (8,94%) the mother's knowledge about giving MPASI to stunting toddlers had good knowledge (30,35%) sufficient knowledge (60.71%) lack knowledge (8,94%). Conclusion: The mother's knowledge of breastfeeding and complementary foods in stunting toddlers has sufficient knowledge.Suggestion It is hoped that more strengthening counseling in complementary feeding of breastfeeding should emphasize more on adequate nutrition and protein intake by utilizing existing natural resources and strengthening the importance of growth and development checks and nutritional counseling for pregnant women so that postpartum provide exclusive breastfeeding for up to 6 months.  Keywords:  Knowledge,mother, Breastfeeding, Complementary Foods, Toddler, Stunting. Latar Belakang: Data prevalensi nasional menunjukan bahwa dari 34 provinsi di Indonesia terdapat 20 Provinsi 100 Kabupaten dengan prevalensi stunting di atas rata-rata prevalensi nasional. Sumedang memiliki prevalensi stunting sebesar 41,08% dan termasuk dalam 100 kabupaten yang memiliki angka stunting tertinggi di Indonesia yang menjadi fokus pemerintah 10 Desa di Sumedang,  Termasuk Desa Cijeruk sebanyak 22,2%. Stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan yang dialami anak-anak dari gizi buruk, infeksi berulang, dan stimulasi psikososial yang tidak memadai. Stunting dapat menyebabkan hambatan pertumbuhan dan perkembangan pada balita. Salah satu faktor yang berkaitan dengan stunting adalah asupan makanan berupa pemberian ASI dan pemberian MP-ASI mulai dari menentukan,memilih,mengolah sampai dengan menyajikan menu gizi sehari-hari sesuai dengan kebutuhan dan usianya. Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk  mengetahui gambaran pengetahuan ibu tentang pemberian ASI dan MPASI pada balita stunting usia 24-59 bulan, di Desa Cijeruk Kecamatan Pamulihan Kabupaten Sumedang.Metode: Penelitian ini menggunakan metode Deskriptif dengan pendekatan Cross sectional. Teknik Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan total sampling. Besar sampel dalam penelitian ini sebanyak 56 orang balita usia 24-59 bulan Stunting di Desa Cijeruk Yang telah memenuhi kriteria inklusi.Instrumen  Pengumpulan data menggunakan kuesioner, data dianalisis menggunakan univariat dan disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. Data pengetahuan dibedakan menjadi 2, yaitu pengetahuan pemberian ASI dan pengetahuan pemberian MP-ASI. Data diperoleh melalui kuesioner yang diisi sendiri oleh ibu.Hasil: bahwa pengetahuan ibu tentang pemberian ASI pada balita stunting memiliki pengetahuan yang baik (16,06%)  cukup (75%)  kurang (8,94%) dan pengetahuan ibu tentang pemberian MPASI pada balita stunting memiliki pengetahuan yang baik (30,35%) cukup (60,71%) kurang (8,94%).Kesimpulan: Pada penelitian ini pengetahuan ibu tentang pemberian ASI dan pengetahuan MP-ASI pada balita stunting mayoritas memiliki kategori pengetahuan cukup.Saran Diharapkan lebih menguatkan konseling dalam pemberian makanan pendamping ASI harus lebih ditekankan lagi dalam asupan nutrisi dan protein yang cukup dengan mamanfaatkan sumber daya alam yang ada dan penguatan pentingnya pemeriksaan tumbuh kembang dan konseling gizi ibu hamil agar pascapersalinan memberikan ASI Ekslusif  hingga 6 bulan. Kata Kunci: Pengetahuan, Ibu, ASI, MPASI, Balita, Stunting.
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN DENGAN E-MAGAZINE TERHADAP PENGETAHUAN REMAJA PUTRI TENTANG PENCEGAHAN KANKER PAYUDARA Rani Fitriyani Supriatna; Neneng Martini; Ari Indra Susanti; Dini Saraswati Handayani; Sefita Aryuti Nirmala
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 6, No 3 (2020): Volume 6 Nomor 3 Juli 2020
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v6i3.2669

Abstract

ABSTRACT  Background: Breast cancer is the common illness which often happens to womens, in developed or developing countries. West Java Province Health Profile in 2016 was found 912 breast cancer sufferers and one of them is Sumedang with positive breast lump tumors as much as 9.53%. Efforts to prevent breast cancer that can be done is health education regarding breast cancer given to adolescent girls.  Purpose: This research aim to determine the effect of providing health education about breast cancer prevention with e-magazine towards adolescent girls knowledge in SMAN Tanjungsari. Methods: This research used to a quasi experimental method with an approach pra eksperimental one group pre test-post test design. Sampling using techniques proportional sampling and simple random sampling, samples was 90 adolescent girls in SMAN Tanjungsari. The data is collected by questionnaire. The bivariate data analyzsis is used Paired Sample T-Test with the Statistical Package for Social Science (SPSS).  Results: The results of this research is showed there is an increased adolescent girls knowledge before and after health education with e-magazine (p = 0,009) and showed there is an influence from e-magazine to adolescent girls knowledge (r = 0,276).  Conclusion: There is an influence of e-magazine to the adolescent girls knowledge in SMAN Tanjungsari. Suggestion It is better for young women to better understand and pay attention to reproductive health from an early age and can make e-magazine as a reference and learning media to get health information about breast cancer prevention. Educators (teachers) can also work together with health workers and parents in order to provide appropriate health education to young women.  Keywords:  Adolescent Girl, Breast Cancer, E-Magazine, Health Education, Knowledge.  ABSTRAK  Latar Belakang: Kanker payudara merupakan kanker yang paling umum terjadi pada wanita, baik di negara maju maupun berkembang. Menurut Profil Kesehatan Provinsi Jawa Barat tahun 2016 terdapat penderita kanker payudara sebanyak 912 orang dan salah satunya Kabupaten Sumedang dengan positif tumor benjolan payudara sebanyak 9,53%. Upaya pencegahan kanker payudara dapat dilakukan dengan memberikan pendidikan kesehatan mengenai pencegahan kanker payudara pada remaja perempuan.  Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian pendidikan kesehatan tentang pencegahan kanker payudara dengan e-magazine terhadap pengetahuan remaja putri di SMAN Tanjungsari. Metode: Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimental dengan pendekatan pra eksperimental one group pre test-post test design. Pengambilan sampel menggunakan teknik proportional sampling dan simple random sampling. Waktu penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli tahun 2019 dan  sampel berjumlah 90 remaja putri di SMAN Tanjungsari. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Analisis data bivariate menggunakan uji Paired Sample T-Test dengan program Statistical Package for Social Science (SPSS).  Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan remaja putri sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan dengan e-magazine (p = 0,009) dan terdapat pengaruh dari emagazine terhadap pengetahuan remaja putri (r = 0,276).  Kesimpulan: Pada penelitian ini terdapat pengaruh pemberian pendidikan kesehatan tentang pencegahan kanker payudara dengan e-magazine terhadap pengetahuan remaja putri di SMAN Tanjungsari. Saran Sebaiknya remaja putri dapat lebih memahami dan memperhatikan mengenai kesehatan reproduksi sejak dini serta dapat menjadikan e-magazine sebagai referensi dan media pembelajaran untuk mendapatkan informasi kesehatan mengenai pencegahan kanker payudara. Bagi tenaga pendidik (guru) juga dapat bekerja sama dengan tenaga kesehatan dan orangtua agar dapat memberikan pendidikan kesehatan yang tepat pada remaja putri.  Kata Kunci: Remaja Putri, Kanker Payudara , E-Magazine, Pendidikan Kesehatan, Pengetahuan.