Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

ANALISIS HUBUNGAN STATUS GIZI DAN INDEKS PRESTASIKUMULATIF (IPK) MAHASISWA KEBIDANAN DIPLOMA III Rinjani, Shita; Nirmala, Sefita Aryuti; Martini, Neneng; Rinawan, Fedri R.; Gumilang, Lani
Jurnal Vokasi Indonesia Vol. 8, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Building the quality human resources can be ordered through higher education both vocational and bachelor pathways, up to master and doctoral levels. Midwifery students as health students are also youth and national movers who are the most important assets for national development. No denying midwife student activities require good time management equipped with mental and psychological preparation. Physical preparation can be prepared with nutritional needs being met so that nutritional status is good, so that good academic activities can be obtained and the GPA obtained. Students must get the maximum learning process so that they get good quality education and are supported by good food intake so that the nutritional status of students is fulfilled. Because nutrition and food are one of the most important factors in developing the quality of human resources which can affect brain intelligence. This research aims to determine the relationship between nutritional status and GPA of midwifery students in Bandung used a quantitative approach with a cross sectional study design. The number of respondents was 105 people. Determination of nutritional status was obtained from BMI (body mass index) parameters with BB/TB2 . The student's GPA was known from the KPA (academic achievement card). The statistical test used is the Spearman rank. Statistical test results showed no relationship between nutritional status with GPA (p = 0.176).
PENINGKATAN PENGETAHUAN MAHASISWA KEBIDANAN DAN BIDAN TENTANG KESEJAHTERAAN JANIN, GERAKAN JANIN DAN PERDARAHAN PASCASALIN Adnani, Qorinah Estiningtyas Sakilah; Sari, Ade Zayu Cempaka; Nurani, Adinda Meisya Hasna; Susanti, Ari Indra; Nirmala, Sefita Aryuti; Bestari, Astuti Dyah; Sari, Puspa; Didah, Didah; Gumilang, Lani; Mandiri, Ariyati; Handayani, Dini Saraswati; Martini, Neneng; Pramatirta, Akhmad Yogi
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/gemakes.v4i2.1482

Abstract

Pemantauan kesejahteraan janin penting dilakukan selama kehamilan yang bertujuan untuk melihat setiap tahap perkembangan janin. Salah satu parameter untuk menilai kesejahteraan janin melalui gerakan janin. Selain resiko lahir mati penurunan gerakan janin juga berhubungan dengan kejadian prematur dan pertumbuhan janin terhambat. Selain itu, angka kematian ibu yang tinggi salah satunya disebabkan oleh perdarahan. Pencegahan perdarahan pasca salin dapat dilakukan dengan mengenali  tanda-tanda awal perdarahan pasca salin, dan untuk menggunakan farmakologis, mekanik dan metode bedah perdarahan pasca salin, sesuai dengan faktor penyebabnya. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan mahasiswa kebidanan dan bidan tentang kesejahteraan janin, gerakan janin, dan perdarahan pascasalin. Metode yang digunakan dengan melaksanakan simposium dan workshop. Hasil kegiatan simposium dan workshop dilaksanakan 1 hari diikuti oleh 113 peserta. Dari hasil evaluasi pengetahuan pretest dan posttest menunjukkan terdapat peningkatan rerata skor pengetahuan dari 100 peserta sebesar 24,07 dari rata-rata awal pada saat pretest 56,3 % meningkat menjadi 81% saat posttest dengan p-value=0,000.  Kegiatan serupa dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas calon bidan dan bidan ini, diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan maternal untuk masyarakat.
Asas Keadilan Sosial dalam Regulasi Angka Kecukupan Gizi Ibu Hamil Nirmala, Sefita Aryuti; Susiarno, Hadi; Minulyo, Joni; Chandrawila, Willa
Soepra Jurnal Hukum Kesehatan Vol 9, No 2: Desember 2023, Terakreditasi Nasional Peringkat 3
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/sjhk.v9i2.6115

Abstract

Abstrak: Fakta yang memperlihatkan terdapatnya masalah gizi ibu hamil, mencerminkan terdapatnya kesenjangan pemenuhan asupan gizi ibu hamil dan memperlihatkan tidak terpenuhinya hak ibu hamil. Pemenuhan asupan gizi yang baik merupakan upaya untuk sehat dan sehat adalah hak asasi bagi setiap orang yang diamanahkan di Undang-Undang Dasar 1945 dan Pancasila. Pemerintah telah membuat peraturan dan kebijakan untuk membantu pemenuhan hak ibu hamil terhadap gizi.Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis peraturan terkait angka kecukupan gizi ibu hamil dengan asas keadilan sosial. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu yuridis normatif. Data yang digunakan berupa data sekunder yang berasal dari bahan hukum primer yaitu Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2012 tentang Pangan, Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 23 Tahun 2014 tentang Upaya Perbaikan Gizi dan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 28 Tahun 2019 tentang Angka Kecukupan Gizi Yang Dianjurkan Untuk Masyarakat Indonesia. Sumber hukum lainnya berupa bahan hukum sekunder juga tersier.Hasil penelitian didapatkan peraturan atau ketentuan tentang angka kecukupan gizi ibu hamil berlandaskan pada asas keadilan sosial. Hal tersebut dapat dijelaskan bahwa untuk menjalankan ketentuan tersebut, maka menjalankan kaidah-kaidah dan norma-norma hukum positif yang memperhatikan kepentingan masyarakat sehingga memungkinkan setiap individu dalam kelompok masyarakat berkembang secara maksimal agar mewujudkan kebahagiaan sebesar-besarnya bagi sebanyak-banyaknya masyarakat. Seiring dengan ditegakkannya keadilan sosial maka secara bersamaan dirasakan kemanfaatan dari hukum tersebut.Kata kunci : angka kecukupan gizi ibu hamil, asas keadilan sosial, asas kemanfaatan Abstract: Facts that showed there are nutritional problems for pregnant women, reflect gaps in fulfilling nutritional intake for pregnant women and show that pregnant women's rights are not fulfilled. Fulfillment of nutritional adequacy intake is an effort to be healthy and healthy is a basic right for everyone that is mandated in Undang-Undang Dasar 1945 and Pancasila. The government has made regulations and policies to help fulfil pregnant women's right to nutrition.This study aimed to analyze regulations related to the nutritional adequacy rate of pregnant women with the principle of social justice. The method used in this study is normative juridical. The data used is in the form of secondary data derived from primary legal materials, namely Law Number 17 of 2023 concerning Health, Law Number 8 of 2012 concerning Food, Regulation of the Minister of Health Number 23 of 2014 concerning Efforts to Improve Nutrition and Regulation of the Minister of Health Number 28 of 2019 concerning Recommended Nutritional Adequacy Rates for Indonesian People. Other sources of law are in the form of secondary and tertiary legal materials.The study results obtained regulations or provisions regarding the nutritional adequacy rate of pregnant women based on the principles of social justice. It can be explained that to carry out these provisions, implement positive legal principles and norms that pay attention to the interests of the community to enable each individual in the community to develop optimally to create the greatest possible happiness for as many people as possible. Along with upholding social justice, the benefits of the law are simultaneously felt.Keywords: nutrition adequacy rate for pregnant women, social justice principle, benefit principle
Nutritional Status Screening and Hand Hygiene Health Education for Toddlers at Imanda Bandung Preschool Play Group Nirmala, Sefita Aryuti; Suhartini, Linda; Ulya, Siti Nihlatul; Putri, Shici Hamaira; Alwi, Louis Angel; Izzaty, Mafaza
Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Bidang Kesehatan (Abdigermas) Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat Bidang Kesehatan (Abdigermas)
Publisher : CV Media Inti Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58723/abdigermas.v3i1.357

Abstract

According to WHO, UNICEF, and the World Bank in 2021, stunting is the most common type of malnutrition among toddlers, namely 144 million stunted toddlers in the world and 53% are in Asia. 2018 Basic Health Research Report, West Java, the reason for not weighing children aged 0 – 59 months in the last 12 months was because parents were busy (26.2%) and forgot and/or didn't know their schedule (18.3%). Referring to this phenomenon, it is important to carry out height and weight checks at school. The community service activities carried out by Universitas Padjadjaran Midwifery Program and The Garuda Community Health Center aim to assess nutritional status and enhance toddlers' knowledge of proper hand-washing techniques at The Imanda Bandung Preschool Play Group. A total of ninety-nine toddlers had their height and weight measured at Imanda Bandung Preschool Play Group. The data obtained was analyzed using the WHO recommended z-scoore chart based on age and gender. Of the ninety-nine toddlers aged under five years 28.28% and aged over five years 71.72%. Ages under five years old have a normal nutritional status of 82.15%. Ages over five years have normal nutrition 67.60%, malnutrition 5.63%, and obesity 5.63%. Children with poor nutritional status and obesity are referred. Hand washing health education was followed by toddlers enthusiastically. Monitoring children's growth and development tends to decrease with age, leading to a lack of early detection of nutritional problems. Routine height and weight checks, including at school, are very important to determine a child's nutritional status.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Onset Laktasi Pada Ibu Postpartum Bestari, Astuti Dyah; Pitaloka, Anita; Susanti, Ari Indra; Pramatirta, Achmad Yogi `; Nirmala, Sefita Aryuti
Jurnal Asuhan Ibu dan Anak Vol. 10 No. 2 (2025): Jurnal Asuhan Ibu dan Anak
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33867/JAIA.584

Abstract

Target cakupan Air Susu Ibu (ASI) ekslusif di Indonesia saat ini belum memenuhi targetyang ditetapkan oleh pemerintah sebesar 80%. Salah satu faktor yang berkontribusiterhadap keberhasilan ASI ekslusif adalah waktu terjadinya onset laktasi. Onset laktasiatau laktogenesis II merupakan tahap awal untuk meningkatkan jumlah produksi ASIdidalam kelenjar payudara yang dapat diukur dengan persepsi ibu kapan air susunya keluaryang ditandai payudara terasa berat, keras, dan bengkak sampai keluarnya kolostrum.Keterlambatan onset laktasi tak jarang terjadi pada ibu post partum dan berkontribusi dalamkegagalan pemberian ASI eksklusif. Berdasarkan penelitian terdahulu dilaporkan bahwa31% ibu postpartum di Indonesia mengalami keterlambatan onset laktasi. Penelitian inibertujuan untuk mengetahui faktor apa saja yang berhubungan dengan onset laktasi padaibu postpartum di RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung. Metode penelitian yang digunakanadalah desain Observasional Analitik dengan pendekatan Cross-Sectional, dilaksanakandi ruang Alamanda RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung pada bulan April-Mei 2024 dengan65 responden yang dipilih secara Accidental Sampling. Instrumen yang digunakan berupalembar observasi untuk mengukur onset laktasi berdasarkan persepsi ibu. Analisis statistikmenggunakan uji Spearman Rho dan koefisien kontingensi menunjukan adanya hubunganantara usia kehamilan saat persalinan (p-value<0,05), berat bayi lahir (p-value<0,05), danpemberian makanan prelakteal (p-value<0,05) terhadap onset laktasi. Dengan demikiansetiap calon ibu harus mempersiapkan kehamilannya sebaik mungkin untuk menurunkanresiko bayi lahir premature dan luaran neonatal menjadi lebih optimal.