Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Perkembangan Industri Batik Cigeureung Kota Tasikmalaya Tahun 2000–2015: Tinjauan Historis dan Ekonomi Kreatif Wulan Sondarika; Dewi Ratih; Egi Nurholis; Hana Haniyyah; Hilman Januar; Cecep Husnan Abdul; Iis Aisah; Galurawati Candra
Jurnal Artefak Vol 10, No 2 (2023): September
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ja.v10i2.23942

Abstract

This study examines the historical development and creative economy dynamics of the Cigeureung batik industry in Tasikmalaya City, addressing a critical gap between economic history and local creative industry studies. Existing batik research predominantly focuses on major production centers in Java, while historically grounded analyses of peripheral batik industries remain limited. Employing a historical method with a qualitative approach encompassing heuristics, source criticism, interpretation, and historiography this study reveals that the Cigeureung batik industry has transformed from a traditional household-based activity into an adaptive creative industry integrating design innovation, production strategies, and digital marketing. Despite this progress, sustainability is constrained by structural challenges, including competition from mass-produced textiles and weak artisan regeneration. This study contributes to advancing economic history perspectives within the discourse of culture-based creative industries.
The Influence of the Korean Wave on Students' Sense of Responsibility and Commitment to Local Wisdom Ade Suherman; Wulan Sondarika; Latansa Sabati
Jurnal Ilmiah Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 10, No 3 (2025): November 2025
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um019v10i3p244-252

Abstract

The purpose of this study is to analyze the influence of the Korean wave on students' attitudes of responsibility and commitment to local wisdom. This study used a quantitative approach with a survey method. The results show that the Korean wave has a significant influence on students' attitudes of responsibility, with a correlation coefficient of 0.909. The coefficient of determination value of 0.827 indicates that 82.7 percent of the variation in students' attitudes of responsibility is influenced by exposure to the Korean wave. In comparison, 17.3 percent is influenced by other factors. The Korean wave also influences students' commitment to preserving local wisdom, with a correlation coefficient value of 0.909. The coefficient of determination value of 0.826 shows that 82.6 percent of the variation in student commitment to preserving local wisdom is influenced by exposure to the Korean wave, while 17.4 percent is influenced by other factors. The influence of the Korean wave on students' attitudes of responsibility and commitment to local wisdom is constructive if supported by adequate education and supervision patterns.
Pemberdayaan Kelompok Pengrajin Gula Aren di Desa Batulawang Melalui Branding Produk dan Digital Marketing Untuk Peningkatan Pendapatan Masyarakat Wulan Sondarika; Nana Yudi Permana; Muhtar Abdul Kader; Sarah Febriyani Nur Ahyar; Dadan Ramdani; Ilham Setiawan; Triyadi Mijayana; Ari Fitriaya
Abdimas Galuh Vol 8, No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v8i1.22463

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan untuk menjawab berbagai permasalahan yang dihadapi oleh kelompok pengrajin gula aren di Dusun Pagerbatu, Desa Batulawang, Kota Banjar. Permasalahan utama meliputi keterbatasan alat produksi gula aren semut dan standar produksi gula aren gandu, lemahnya manajemen sumber daya manusia karena minimnya regenerasi pengrajin, strategi pemasaran yang masih bersifat konvensional dengan ketergantungan pada pengepul, serta belum adanya identitas dan legalitas usaha yang kuat seperti branding, izin PIRT, sertifikasi halal, dan media promosi. Metode yang digunakan dalam program pengabdian ini adalah pendekatan partisipatif melalui sosialisasi, pelatihan, pendampingan, dan evaluasi. Kegiatan yang dilaksanakan meliputi penyuluhan peningkatan kualitas produksi gula aren, pelatihan digital marketing, pendampingan desain kemasan dan branding produk, serta fasilitasi pengurusan legalitas usaha. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa mitra pengrajin mulai mampu menghasilkan produk gula aren dengan kualitas yang lebih baik, memahami pentingnya identitas dan legalitas usaha, serta memanfaatkan media digital sebagai sarana promosi dan pemasaran. Penerapan branding dan digital marketing terbukti meningkatkan daya saing produk sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas. Dengan demikian, program pemberdayaan ini berkontribusi pada peningkatan kapasitas usaha pengrajin gula aren dan berdampak pada peningkatan pendapatan masyarakat di Desa Batulawang.
MAKNA FILOSOFIS TRADISI NYAWEN MASYARAKAT BINGKENG KECAMATAN DAYEUHLUHUR KABUPATEN CILACAP Siti Andreani; Uung Runalan Soedarmo; Wulan Sondarika
J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Vol 3, No 3 (2022): OKTOBER
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/j-kip.v3i3.8745

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pelaksanaan tradisi nyawen serta makna filosofis yang terkandung dalam tradisi tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah dengan tahapan heuristik, kritik, interpretasi dan historiografi. Hasil penelitian menunjukan bahwa tradisi nyawen merupakan akulturasi kebudayaan tradisional masyarakat Desa Bingkeng dengan budaya Islam. Tradisi nyawen merupakan tradisi tolak bala yang dilaksanakan setiap awal tahun baru Islam. Tradisi ini bertujuan meminta keselamatan warga masyarakat beserta lingkungannya agar dijauhkan dari marabahaya. Prosesi pelaksanaan tradisi nyawen diawali dengan mempersiapkan perlengkapan untuk membuat sawen, proses pembacaan doa dan syukuran berupa makan bersama sebagai bentuk rasa syukur. Makna filosofis tradisi nyawen adalah sebagai wujud pengharapan masyarakat terhadap Tuhan Yang Maha Esa agar diberikan perlindungan dan keselamatan serta persatuan antar sesama untuk saling menjaga kelestarian alam sehingga masyarakat beserta lingkungan tempat tinggalnya dijauhkan dari marabahaya.
PERAN TARI RONGGENG AMEN SEBAGAI SIMBOL KETAHANAN BUDAYA DI DESA BATULAWANG KECAMATAN PATARUMAN KOTA BANJAR Santi Apriyanti; Agus Budiman; Wulan Sondarika
J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Vol 7, No 1 (2026): FEBRUARI
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/j-kip.v7i1.21309

Abstract

Tari Ronggeng Amen di Desa Batulawang merupakan salah satu bentuk kesenian tradisional yang mencerminkan ketahanan budaya masyarakat setempat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran tari ini dalam mempertahankan identitas budaya dan nilai-nilai sosial di tengah arus modernisasi. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan etnografi, meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tari Ronggeng Amen tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai sarana ritual dan pelestarian tradisi lokal. Kesenian ini melibatkan generasi muda dan berkontribusi pada solidaritas sosial, serta menjadi simbol penghormatan terhadap leluhur. Upaya pelestarian dilakukan melalui kegiatan ritual seperti Ngabungbang dan Ngaruat, serta dukungan dari pemerintah dan tokoh seni. Rekomendasi untuk keberlanjutan kesenian ini mencakup program pelatihan bagi generasi muda, integrasi dalam kurikulum pendidikan, dan penyelenggaraan festival budaya. Dengan demikian, Tari Ronggeng Amen diharapkan dapat terus dilestarikan sebagai bagian dari identitas budaya yang kaya dan berharga di Desa Batulawang.