Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

PENERAPAN BRAIN GYM, PUZZLE THERAPY DAN HANDYCRAFT TRAINING, SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KUALITAS HIDUP LANSIA DUSUN LEMPUYANGAN, GEBUGAN, KAB. SEMARANG Margiyati Margiyati; Novita Wulan sari; Mimin Indah Lestari; Anisa Sulistyaningtyas; Tria Friska Ningrum
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT SISTHANA Vol. 2 No. 2 (2020): Desember : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana
Publisher : Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (808.266 KB) | DOI: 10.55606/pkmsisthana.v2i2.44

Abstract

Proses menua menimbulkan permasalahan baik secara fisik, biologis, mental maupun sosial ekonomi. Lansia merasa terbatas aktivitasnya, sering sakit, lingkungan kurang bersahabat, dan tidak percaya diri dengan penampilan fisiknya dan ini menjadi tanda rendahnya kualitas hidup lanjut usia karena mereka tidak menikmati masa tuanya. Hasil survey menggunakan Mini Mental Status Exam (MMSE) diperoleh data bahwa lansia sebanyak 45 orang yang terdaftar di Posyandu Setya Manunggal III Dusun Lempuyangan Bulan Januari 2020 menunjukkan yang mengalami penurunan kognitif sedang sebanyak 13 orang, penurunan kognitif berat sebanyak 5 orang. Hasil wawancara dengan kader lansia didapatkan data yang banyak mengalami pikun dikarenakan lansia hanya di rumah tanpa adanya aktivitas lain karena adanya keterbatasan mobilitas fisik. Kader sendiri oleh penanggunggjawab BKL (Bina Keluarga Lansia) dari kecamatan Bergas sudah diarahkan untuk memberikan edukasi kepada lansia dan keluarga, baik itu bisa berupa permainan ataupun memberikan pelatihan kerajinan tangan, namun karena keterbatasan informasi, minimnya dana operasional, dan kurangnya kemampuan kader menjadikan program tersebut hanya wacana. Analisis fenomena tersebut menjadi latar belakang tim pengabdian masyarakat Akper Kesdam IV/Diponegoro bekerjasama dengan Puskesmas Bergas untuk melaksanakan kegiatan bertema, “ Penerapan Brain Gym, Puzzle Therapy, dan Handycraft Training sebagai Upaya Meningkatkan Kualitas Hidup Lansia Dusun Lempuyangan, Gebugan, Kab.Semarang”.
PENDEKAR (PENDIDIKAN KESEHATAN, CUCI TANGAN, PAKAI MASKER, DAN JAGA JARAK) DALAM UPAYA PENINGKATAN KESEHATAN LANSIA SELAMA PANDEMIC COVID-19 DI KELURAHAN BENDUNGAN KOTA SEMARANG Novita Wulan Sari; Margiyati; Ainnur Rizqiana D; Arni Ayuni; Bekti Setyaningsih; Mas’udy Satria; Samuel Sebastian
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT SISTHANA Vol. 4 No. 1 (2022): Juni : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana
Publisher : Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1187.161 KB) | DOI: 10.55606/pkmsisthana.v4i1.56

Abstract

Kelompok lansia pada masa pandemic ini merupakan kelompok yang paling beresiko mengalami keparahan/morbiditas dan mortalitas akibat penyakit Covid-19. Hal ini dikarenakan pasien lansia (geriatric) umumnya memiliki berbagai komorbiditas, seperti penyakit kardiovaskular, penyakit kencing manis, penyakit pernapasan kronik, hipertensi dan lain-lain. Lansia sebagai kelompok rentan tentu saja sangat membutuhkan dukungan dari keluarga dan masyarakat agar kesehatan dan kualitas hidup lansia selama masa pandemi Covid-19 dapat tetap terjaga seoptimal mungkin. Peran perawat dalam membantu dalam mencegah terjadinya penyebaran virus covid-19 pada lansia adalah dengan lansia tetap mematuhi protokol kesehatan seperti memakai masker, mencuci tangan pakai sabun dan tetap menjaga jarak.
IMPLEMENTASI PERMAINAN EDUKASI COVID 19 UNTUK MENURUNKAN KECEMASAN PADA ANAK SEKOLAH DI ERA PANDEMI COVID 19 Margiyati Margiyati; Ainnur Rahmanti; Afifah Kurniawati; Diska Darma Putri
JURNAL FISIOTERAPI DAN ILMU KESEHATAN SISTHANA Vol. 3 No. 2 (2021): Juli : Jurnal Fisioterapi dan Ilmu Kesehatan Sisthana
Publisher : Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jufdikes.v3i2.106

Abstract

Children are at risk of experiencing anxiety due to the Covid 19 pandemic. Children's anxiety due to the Covid-19 pandemic because there is a lot of unclear information circulating, feeling that this pandemic is not over so they can't go out, bored at home, lack of time to socialize and play with friends friends, and the stress of online learning. Giving play therapy is one of the nursing interventions that can reduce anxiety in children. This study uses quantitative research methods with a quasi-experimental research design with a pre-test and post-test design approach. The inclusion criteria set were children aged 8-11 years, experiencing mild-moderate anxiety, in good health. The intervention was carried out 4 times using the covid 19 educational game media. Observation of anxiety was carried out twice, namely before the intervention and after the intervention. The number of samples is 24 school children. The questionnaire used to measure the level of anxiety of preschool-aged children with the Spence Children's Anxiety Scale (SCAS). Analysis of the data in this study used a statistical test with a significance level of 0.05 using the sample paired T-test. The results of the statistical test show that there is a significant effect between the implementation of the covid 19 educational game and the anxiety of school-age children in the era of the covid 19 pandemic. The implementation of the covid 19 educational game is recommended in handling children's anxiety by involving the family.
PENERAPAN TERAPI MUSIK DALAM MENURUNKAN KECEMASAN REMAJA PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI KELUARGA WILAYAH BINAAN PUSKESMAS PEGANDAN SEMARANG Margiyati Margiyati; Bahtiar Dwi Cahyo
JURNAL KEPERAWATAN SISTHANA Vol. 7 No. 2 (2022): September : Jurnal Keperawatan Sisthana
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN KESDAM IV DIPONEGORO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/sisthana.v7i2.122

Abstract

Masa remaja merupakan usia rentan karena remaja memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dan memiliki banyak idealisme, sehingga banyak remaja mengalami kecemasan dan kegelisahan yang cukup tinggi. Pandemi Covid-19 dapat menjadi stresor baru bagi remaja karena dituntut untuk beradaptasi dengan permasalahan baru yang belum pernah mereka hadapi sebelumnya. Terapi musik merupakan salah satu intervensi keperawatan yang bermanfaat untuk relaksasi sehingga kecemasan dapat menurun. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Subjek yang dipakai dalam studi kasus ini berjumlah 2 orang dengan kriteria remaja usia 10-19 tahun, mengalami kecemasan sedang (10-14), serta dapat mendengar dengan baik. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner DASS 42, musik klasik dan pop, serta headphone. Terapi musik dilakukan selama 20 menit dalam 6 kali pertemuan. Hasil yang didapatkan setelah terapi subyek I mengalami penurunan kecemasan skor 14 (kecemasan sedang) menjadi skor 9 (kecemasan ringan) dan Subyek II mengalami penurunan kecemasan dari skor 14 (kecemasan sedang) menjadi skor 6 (tidak mengalami cemas). Tingkat kemandirian kedua subyek meningkat dari tingkat kemandirian I menjadi III. Terapi musik disimpulkan menjadi teknik yang efektif untuk menurunkan kecemasan dan direkomendasikan untuk menurunkan kecemasan karena mudah dilakukan oleh siapa saja.
TINGKAT PENGETAHUAN IBU NIFAS TENTANG KUNJUNGAN ULANG MASA NIFAS Ningrum, Thoyibah Arfita; Oktavia, Eka; Margiyati, Margiyati
Humantech : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 2 No. 12 (2023): Humantech : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia
Publisher : Program Studi Akuntansi IKOPIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan ibu nifas tentang kunjungan yang harus dilakuakn selama masa nifas. Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi 38 responden dan sampel 30 responden. Teknik pengambilan sampel purposive sampling. Istrumen penelitian kuisioner. Menggunakan analisis data chi-square. Hasil penelitian didapatkan tingkat pengetahuan ibu nifas baik sebanyak 16 orang 53,3 persen, tingkat pengetahuan ibu nifas cukup sebanyak 13 orang atau 43,3 persen, dan tingkat pengetahuan ibu nifas kurang sebanyak 1 orang atau 3,4 persen. Sehingga disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan ibu nifas tentang kunjungan ulang masa nifas di PMB Appi Ammelia dinyatakan baik sebanyak 53,3 persen.
Pemberdayaan Caregiver Keluarga Berbasis Online Dalam Perawatan Lansia Dengan Hipertensi Di Era Pandemi COVID 19: Online-Based Empowerment of Family Caregivers in Caring for Elderly People with Hypertension in the Era of the COVID 19 Pandemic Margiyati, Margiyati; Wulan Sari, Novita
Jurnal Abdi Keperawatan dan Kedokteran Vol 2 No 1 (2023): Jurnal Abdi Kesehatan dan Kedokteran
Publisher : Chakra Brahmanda Lentera Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (15.257 KB) | DOI: 10.55018/jakk.v2i1.32

Abstract

The decreasing body immune of elderly people and the existence of hypertension comorbidity make the elderly people belong in high-risk group, thus they need to be paid special attention during the Covid-19 pandemic era. Some of the elderly people who had come to integrated healthcare center on monthly basis stopped the visits as well as the regular check-ups because they were afraid that they might had been infected with Covid-19. Based on the fact, there was a raising need to conduct an online-based dedicated community service which aimed at empowering the family as caregiver in treating elderly people with hypertension during Covid-19 pandemic era. The community service activity was carried out by observation/field visit, training via Zoom Meeting app, home visit assistance, and monitoring through BKL WhatsApp app. The subjects of the activity were 20 family caregiver taking care of elderly with hypertension who were registered at Setya Manunggal III Integrated Healthcare Center for Elderly People. The result of this community service activity showed that the level of caregiver’s knowledge in taking care of elderly raised, from lack of knowledge category 50%, adequate knowledge category 40%, and excellent knowledge category 10% to lack of knowledge category 0%, adequate knowledge category 40%, and excellent knowledge category 60%. After receiving training, there was an increase of 80% in caregiver’s skill, which was determined by their ability to provide the right diet, 60% of them were able to assist and accompany the elderly to do elderly exercise, and 90% of them were able to give therapy such as providing lemongrass water feet soak. Since there was a significant increase in knowledge and skill of the caregivers after conducting the training, so it is hoped that the caregivers are able to independently handle the proper treatments for elderly during Covid-19 pandemic era.
POLA KONSUMSI PROTEIN BERPENGARUH SIGNIFIKAN TERHADAP KEJADIAN STUNTING PADA BALITA USIA 24-59 BULAN DI IMOGIRI BANTUL YOGYAKARTA Margiyati, Margiyati; Nur Rohmah, Isnaini
Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA Vol 13 No 2 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA
Publisher : LPPM ISTeK ICsada Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37413/jmakia.v13i2.279

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan : Stunting masih menjadi permasalahan kekurangan gizi kronik yang berdampak pada pertumbuhan dan perkembangan balita di Indonesia. Pertumbuhan pada balita dapat dipengaruhi oleh banyak faktor, salah satunya konsumsi protein. Protein berperan dalam pembentukan jaringan baru saat tubuh tumbuh dan berkembang, memelihara, memperbaiki, dan mengganti jaringan yang rusak pada anak. Penyumbang angka stunting tertinggi Provinsi Sulawesi Barat sebanyak 23,1% (sekitar 99.033 balita), selanjutnya Provinsi Nusa Tenggara Timur dengan jumlah 22,4% (sebanyak 273.537 balita). Profil Dinas Kesehatan Daerah Istimewa Yogyakarta tahun 2020 balita dengan status gizi menurut TB/U didapatkan hasil Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta yaitu sebesar 18,6% (158.994 balita).(3) yang terdistribusi kedalam lima kabupaten yaitu Kabupaten Gunung Kidul sebanyak 15,4%(49.764 balita), Kabupaten Kulon Progo sebanyak 10,3% (29.624 balita), Kota Yogyakarta sebanyak 9,68% (1.598 balita),Kabupaten Bantul sebanyak 6,9% (58.095 balita), dan Kabupaten Sleman sebanyak 6,9% (49.764 balita)(4)yang terdapat di Puskesmas Imogiri II dengan 18,48% (285 balita). Tujuan Penelitian:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola konsumsi protein dengan kejadian stunting pada balita usia 24-59 bulan di Desa Sriharjo Kecamatan Imogiri Kabupaten Bantul Yogyakarta tahun 2022. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi yaitu ibu yang mempunyai anak 24-59 bulan di Desa Sriharjo, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, Yogyakarta dengan jumlah 67 orang dan sampel 33 balita. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Hasil Penelitian:Hasil uji analisa data menunjukkan bahwa nilai p untuk konsumsi protein dengan kejadian stunting 0,020 (p < 0,05). Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa konsumsi protein, berat badan lahir, dan kelahiran prematur mempengaruhi kejadian stunting, sedangkan jenis kelamin, riwayat infeksi dan pemberian ASI tidak mempengaruhi kejadian stunting.
Hubungan Pengetahuan Akseptor Dengan Efek Samping Penggunaan Kontrasepsi KB Suntik 3 Bulan Di Puskesmas Jetis I Tahun 2025 Najma Aulia Nuranifa; Nuryuliana, Nuryuliana; Margiyati, Margiyati
Jurnal Sains Farmasi Dan Kesehatan Vol. 3 No. 2 (2025): September - Desember
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62379/jfkes.v3i2.3381

Abstract

The three-month injectable contraceptive is a popular family planning method due to its convenience and effectiveness. However, its use often causes side effects such as menstrual cycle disturbances and weight changes, which can affect user satisfaction and continuation. The acceptor's knowledge of this contraceptive method is crucial for anticipating and managing these side effects. This study aimed to examine the relationship between the level of knowledge of acceptors and the occurrence of side effects from the use of the three-month injectable contraceptive at Jetis 1 Public Health Center in 2025. Using a quantitative analytical observational approach with a cross-sectional design, data from 53 acceptors were randomly selected using simple random sampling and analyzed with the chi-square test. Results showed the majority of acceptors had fair knowledge (49.1%) and most experienced side effects (83%). Menstrual disorders (79.8%) and weight changes (64.2%) were the most common side effects. A significant relationship was found between acceptor knowledge and side effects (p = 0.001). It is concluded that acceptor knowledge plays a significant role in experiences of side effects with the three-month injectable contraceptive. It is recommended that health workers intensify education and counseling to help acceptors effectively manage side effects.
Perbedaan Faktor Maternal Sebagai Determinan Stunting Dary, Dary; Davidson, Sarah Melati; Margiyati, Margiyati; Astuti, Yuni; Dayaningsih, Diana; Sari, Novita Wulan; Tauho, Kristiani Desimina; Tampubolon, Rifatolistia; Kalyani, Ratana Subha Putri
Jurnal Keperawatan Profesional (KEPO) Vol. 5 No. 2 (2024): Volume 5 Nomor 2 November 2024
Publisher : Sarana Ilmu Indonesia (salnesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36590/kepo.v5i2.1019

Abstract

Prevalensi stunting di Indonesia tergolong tinggi yaitu 24,4% sehingga harus segera ditangani dan dicegah agar tidak terjadi. Banyak studi menghubungkan stunting dengan dengan faktor maternal karena ibu adalah penentu tersedianya asupan dan perawatan kesehatan anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan faktor maternal sebagai determinan stunting pada kelompok anak stunting dan tidak stunting. Desain penelitian adalah cross-sectional dengan membandingkan data pada kelompok kasus dan kontrol. Populasi penelitian yaitu balita usia 24-60 bulan di wilayah kerjasama pelayanan Puskesmas Karanggede. Jumlah sample penelitian sebanyak 30 pada masing-masing kelompok. Penelitian ini dilaksanakan pada Agustus sampai Oktober 2023. Analisis data menggunakan uji statistik non parametric Mann Whitney untuk menganalisis perbedaan faktor maternal pada kelompok stunting dan tidak stunting. Hasil penelitian menemukan bahwa faktor maternal yang berbeda secara signifikan antara kelompok stunting dan tidak stunting yaitu tinggi badan ibu (p-value=0,018), pendidikan ibu (p-value=0,000) dan LiLA ibu sebelum hamil subjek (p-value=0,039). Faktor maternal seperti usia ibu ketika menikah, usia ibu ketika hamil subjek, pekerjaan ibu, dan status gizi ibu tidak signifikan berbeda antara kelompok stunting dan tidak stunting (p-value>0,05). Penanganan stunting harus dilakukan secara multipihak dengan memperhatikan faktor maternal.
POLA KONSUMSI PROTEIN BERPENGARUH SIGNIFIKAN TERHADAP KEJADIAN STUNTING PADA BALITA USIA 24-59 BULAN DI IMOGIRI BANTUL YOGYAKARTA Margiyati, Margiyati; Nur Rohmah, Isnaini
Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA Vol 13 No 2 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA
Publisher : LPPM ISTeK ICsada Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37413/jmakia.v13i2.279

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan : Stunting masih menjadi permasalahan kekurangan gizi kronik yang berdampak pada pertumbuhan dan perkembangan balita di Indonesia. Pertumbuhan pada balita dapat dipengaruhi oleh banyak faktor, salah satunya konsumsi protein. Protein berperan dalam pembentukan jaringan baru saat tubuh tumbuh dan berkembang, memelihara, memperbaiki, dan mengganti jaringan yang rusak pada anak. Penyumbang angka stunting tertinggi Provinsi Sulawesi Barat sebanyak 23,1% (sekitar 99.033 balita), selanjutnya Provinsi Nusa Tenggara Timur dengan jumlah 22,4% (sebanyak 273.537 balita). Profil Dinas Kesehatan Daerah Istimewa Yogyakarta tahun 2020 balita dengan status gizi menurut TB/U didapatkan hasil Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta yaitu sebesar 18,6% (158.994 balita).(3) yang terdistribusi kedalam lima kabupaten yaitu Kabupaten Gunung Kidul sebanyak 15,4%(49.764 balita), Kabupaten Kulon Progo sebanyak 10,3% (29.624 balita), Kota Yogyakarta sebanyak 9,68% (1.598 balita),Kabupaten Bantul sebanyak 6,9% (58.095 balita), dan Kabupaten Sleman sebanyak 6,9% (49.764 balita)(4)yang terdapat di Puskesmas Imogiri II dengan 18,48% (285 balita). Tujuan Penelitian:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola konsumsi protein dengan kejadian stunting pada balita usia 24-59 bulan di Desa Sriharjo Kecamatan Imogiri Kabupaten Bantul Yogyakarta tahun 2022. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi yaitu ibu yang mempunyai anak 24-59 bulan di Desa Sriharjo, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, Yogyakarta dengan jumlah 67 orang dan sampel 33 balita. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Hasil Penelitian:Hasil uji analisa data menunjukkan bahwa nilai p untuk konsumsi protein dengan kejadian stunting 0,020 (p < 0,05). Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa konsumsi protein, berat badan lahir, dan kelahiran prematur mempengaruhi kejadian stunting, sedangkan jenis kelamin, riwayat infeksi dan pemberian ASI tidak mempengaruhi kejadian stunting.