Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Efektifitas Konsumsi Tablet FE dengan Air Jeruk Nipis Terhadap Peningkatan Kadar HB Ibu Hamil Anemia Ringan Trimester III Wanda, Wanda; Margiyati, Margiyati; Oktavia, Eka
Jurnal Cahaya Mandalika ISSN 2721-4796 (online) Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jcm.v5i2.3761

Abstract

Anemia adalah suatu kondisi tubuh dimana kadar hemoglobin dalam sel darah merah lebih rendah dari standar yang seharusnya. Ibu hamil dikatakan anemia apabila kandungan Hb < 11gr/dL. Menurut WHO bahwa prevalensi ibu hamil diseluruh dunia yang mengalami anemia sebesar 41,8%. Persentase anemia pada ibu hamil di indonesia adalah 37.1%. Untuk Daerah Istimewa Yogyakarta prevalensi pada ibu hamil 19,01%, dan angka kejadian anemia yang tertinggi ada di Kabupaten Bantul (27,67%). Data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul dari 27 Puskesmas terdapat 5 Puskesmas jumlah anemia tertinggi yaitu di Puskesmas Sewon II dari data tersebut Puskesmas Sewon II menduduki urutan ke dua. Tujuan Penelitian untuk mengetahui manfaat Efektivitas konsumsi tablet fe dengan air jeruk nipis terhadap peningkatan kadar Hb ibu hamil anemia Ringan di Puskesmas Sewon II Bantul, Yogyakarta. Metode Penelitian ialah quasi-experiment dengan menggunakan rancangan one group pretest-posttest design. Sampel dalam penelitian berjumlah 30 ibu hamil. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Instrument penelitian memberikan jeruk nipis pada ibu hamil dengan anemia ringan selama 2 minggu. Kemudian dilakukan pengecekan kadar hemoglobin sebelum dan setelah minum jeruk nipis menggunakan alat hemoglobin meter pengecekan berkerjasama dengan bagian lab Puskesmas . Hasil penelitian ini berdasarkan analisis univariat karakteristik responden usia 20-35 tahun sebanyak 26 (86,3%) responden, mayoritas berpendidikan SMA sebanyak 26 (86,7%) responden, pekerjaan responden ibu rummah tangga 28 (93,3%) responden, dan menunjukkan bahwa ada pengaruh yang signifikan pada nilai rata-rata peningkatan kadar hemoglobin sebelum (10,21) dan sesudah minum jeruk nipis (11,23) dengan rata-rata yaitu sebesar (1,02). Hasil dari analisis bivariat dengan analisis stastistik Shapiro-Wlik sebelum dan sesudah minum air jeruk nipis hasil sebesar 0,000 <0,05. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan adanya pengaruh pemberian air jeruk nipis terhadap kadar hemoglobin pada ibu hamil trimester II di Puskesmas Sewon II Bantul.Anemia adalah suatu kondisi tubuh dimana kadar hemoglobin dalam sel darah merah lebih rendah dari standar yang seharusnya. Ibu hamil dikatakan anemia apabila kandungan Hb < 11gr/dL. Menurut WHO bahwa prevalensi ibu hamil diseluruh dunia yang mengalami anemia sebesar 41,8%. Persentase anemia pada ibu hamil di indonesia adalah 37.1%. Untuk Daerah Istimewa Yogyakarta prevalensi pada ibu hamil 19,01%, dan angka kejadian anemia yang tertinggi ada di Kabupaten Bantul (27,67%). Data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul dari 27 Puskesmas terdapat 5 Puskesmas jumlah anemia tertinggi yaitu di Puskesmas Sewon II dari data tersebut Puskesmas Sewon II menduduki urutan ke dua. Tujuan Penelitian untuk mengetahui manfaat Efektivitas konsumsi tablet fe dengan air jeruk nipis terhadap peningkatan kadar Hb ibu hamil anemia Ringan di Puskesmas Sewon II Bantul, Yogyakarta. Metode Penelitian ialah quasi-experiment dengan menggunakan rancangan one group pretest-posttest design. Sampel dalam penelitian berjumlah 30 ibu hamil. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Instrument penelitian memberikan jeruk nipis pada ibu hamil dengan anemia ringan selama 2 minggu. Kemudian dilakukan pengecekan kadar hemoglobin sebelum dan setelah minum jeruk nipis menggunakan alat hemoglobin meter pengecekan berkerjasama dengan bagian lab Puskesmas . Hasil penelitian ini berdasarkan analisis univariat karakteristik responden usia 20-35 tahun sebanyak 26 (86,3%) responden, mayoritas berpendidikan SMA sebanyak 26 (86,7%) responden, pekerjaan responden ibu rummah tangga 28 (93,3%) responden, dan menunjukkan bahwa ada pengaruh yang signifikan pada nilai rata-rata peningkatan kadar hemoglobin sebelum (10,21) dan sesudah minum jeruk nipis (11,23) dengan rata-rata yaitu sebesar (1,02). Hasil dari analisis bivariat dengan analisis stastistik Shapiro-Wlik sebelum dan sesudah minum air jeruk nipis hasil sebesar 0,000 <0,05. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan adanya pengaruh pemberian air jeruk nipis terhadap kadar hemoglobin pada ibu hamil trimester II di Puskesmas Sewon II Bantul.
Tingkat Pengetahuan Ibu Nifas Tentang Perawatan Tali Pusat Pada Bayi Tahun 2023 Oktavia, Yesi; Oktavia, Eka; Margiyati, Margiyati
Nautical : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 2 No. 6 (2023): Nautical: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia
Publisher : ARKA INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55904/nautical.v2i6.936

Abstract

Ibu nifas mengalami 3 adaptasi, yaitu fase taking in, taking hold dan letting go. Fase taking hold membuat ibu lalai merawat tali pusat secara benar. Survey yang dilakukan di PMB Appi Ammelia dengan 10 ibu nifas, ada 2 ibu nifas merawat tali pusat dengan di tambahkan bedak, dengan kassa diberi alkohol dan bedak 4 orang, dan 4 orang ibu nifas sudah mengetahui perawatan tali pusat pada bayinya. Tujuan penelitian untuk mengetahui tingkat pengetahuan ibu nifas tentang perawatan tali pusat pada bayi di PMB Appi Ammelia tahun 2023. Metode : Penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif, populasi berjumlah 60 ibu nifas, sampel 52 ibu nifas, teknik pengambilan sampel menggunakan Accidental Sampling, dengan menggunakan instrumen kuisioner. Hasil analisis menunjukkan tingkat pengetahuan ibu nifas tentang perawatan tali pusat pada bayi di PMB Appi Ammelia katagori baik 42 (80,8%), katagori cukup 5 (9,6%), dan katagori kurang 5 (9,6%). Sehingga terdapat tiga tingkatan pengetahuan ibu nifas tentang perawatan tali pusat pada bayi di PMB Appi Ammelia yaitu baik, cukup, dan kurang.